Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Kondisi Eksisting Permukiman Kumuh Berdasarkan Konsep Liveable Settlement pada Desa Kedungrejo Della Kusumaning Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65001

Abstract

Desa Kedungrejo khususnya Dusun Kalimati yang berada di kawasan pesisir Kecamatan Muncar telah ditetapkan sebagai kawasan permukiman kumuh prioritas pertama Kabupaten Banyuwangi menurut Surat Keputusan Bupati tahun 2018 dan RP2KPKP tahun 2020. Namun, seiring banyaknya program permukiman kumuh yang telah digalakkan, status permukiman kumuh Desa Kedungrejo berganti menjadi permukiman tidak kumuh yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati tahun 2021. Perubahan kualifikasi tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk mengidentifikasi apakah kondisi eksisting permukiman pesisir Dusun Kalimati Desa Kedungrejo sudah sesuai dengan konsep liveable settlement yang menjadi visi RP2KPKP Kabupaten Banyuwangi. Teknik analisis yang digunakan dalam proses identifikasi adalah statistik deskriptif dengan output berupa persentase kondisi eksisting masing-masing sub variabel liveable settlement. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner dan observasi. Proses identifikasi dilakukan dengan membagi sub variabel liveable settlement dalam 2 kategori, yakni sub variabel bersifat personal dan sub variabel bersifat publik. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 12 sub variabel personal, 2 diantarnya memiliki persentase kategori rendah terbanyak yaitu sistem pengolahan air limbah dan pendapatan per bulan masyarakat. Sedangkan dari 23 sub variabel publik, 9 diantaranya memiliki persentase kategori rendah terbanyak antara lain lebar jalan lingkungan, jenis drainase, ketersediaan proteksi kebakaran, jumlah RTH/taman publik, luas RTH/taman publik, radius jangkauan pelayanan SMP, ketersediaan angkutan umum, kegiatan sistem keamanan lingkungan, dan keaktifan organisasi nelayan.
Penilaian Liveable Settlement di Permukiman Pesisir Kabupaten Banyuwangi Della Kusumaning Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65422

Abstract

Banyuwangi merupakan kabupaten yang berada di pesisir timur Pulau Jawa. Sehingga, 10 dari 25 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi terletak di kawasan pesisir, salah satunya Kecamatan Muncar. Kawasan pesisir Kecamatan Muncar khususnya Dusun Kalimati yang berada di Desa Kedungrejo telah ditetapkan sebagai kawasan permukiman kumuh prioritas pertama Kabupaten Banyuwangi menurut Surat Keputusan Bupati tahun 2018 dan RP2KPKP tahun 2020. Namun, seiring banyaknya program permukiman kumuh yang telah digalakkan, status permukiman kumuh Desa Kedungrejo berganti menjadi permukiman tidak kumuh yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati tahun 2021. Perubahan kualifikasi tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk menilai apakah kondisi eksisting permukiman pesisir Dusun Kalimati Desa Kedungrejo sudah sesuai dengan konsep liveable settlement yang menjadi visi RP2KPKP Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan output berupa persentase kondisi eksisting masing-masing sub variabel liveable settlement. Proses penilaian menggunakan 35 sub variabel liveable settlement yang dikelompokkan dalam 2 kategori, yakni sub variabel bersifat personal dan sub variabel bersifat publik. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 12 sub variabel personal, 2 diantarnya memiliki persentase kategori rendah terbanyak yaitu sistem pengolahan air limbah dan pendapatan per bulan masyarakat. Sedangkan dari 23 sub variabel publik, 9 diantaranya memiliki persentase kategori rendah terbanyak antara lain lebar jalan lingkungan, jenis drainase, ketersediaan proteksi kebakaran, jumlah RTH/taman publik, luas RTH/taman publik, radius jangkauan pelayanan SMP, ketersediaan angkutan umum, kegiatan sistem keamanan lingkungan, dan keaktifan organisasi nelayan.
Deliniasi Zona Pengembangan Agrowisata Herbal di Desa Oro-oro Ombo Kota Batu Berdasarkan Kesesuaian Lahan Ferry Dwi Cahya; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.79354

Abstract

Kota Batu sebagai salah satu sentra pariwisata menginisiasi pengembangan agrowisata yang sesuai dengan visi yang tercantum dalam RPJMD Kota Batu tahun 2017-2022. Namun, akibat pandemi COVID-19 terjadi pergeseran anggaran belanja yang berkurang sebesar 35,17% dalam program promosi dan pemasaran pariwisata, setelah kurang lebih 16 bulan pandemi COVID-19 berlalu, salah satu langkah pencegahan virus corona adalah dengan mengonsumsi obat-obatan herbal, hal tersebut melatarbelakangi adanya pengembangan arahan agrowisata herbal. Desa Oro-oro Ombo memiliki potensi sebagai kawasan agrowisata herbal dengan luas lahan perkebunan yang mencapai 276 ha dengan kondisi fisiografis dataran tinggi dan sebagian besar masyarakatanya bekerja sebagai petani. Namun, masih terdapat permasalahan terkait kesesuaian lahannya, yaitu geomorfologi yang bervariatif sehingga aksesnya cukup sulit, serta belum adanya arahan pengembangan agrowisata herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan pengembangan agrowisata herbal di Desa Oro-oro Ombo berdasarkan kesesuaian lahan agar sesuai dengan karakteristik dan fungsi agrowisata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay dengan data-data berupa peta kesesuaian lahan dan penggunaan lahan yang diolah dalam software ArcGIS untuk mengidentifikasi zona yang sesuai sebagai pengembangan klasifikasi tanaman herbal dan mendeliniasi zona pengembangan agrowisata herbal. Sedangkan untuk pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis triangulasi untuk dapat menyusun arahan pengembangan agrowisata herbal di Desa Oro-oro Ombo berdasarkan kesesuaian fungsi tiap karakteristik. Hasil dari penelitian ini adalah deliniasi zona pengembangan yang terbagi menjadi 5 zona. Pada tiap zonanya memiliki karakteristik pengembangan pembentuk agrowisata yang bermacam-macam dan saling bersinergi.
Konsep Tourism Area Life Cycle Dalam Mengidentifikasi Karakteristik Taman Wisata Di Bantaran Sungai Kalimas Surabaya Galih Pranata; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36387

Abstract

Taman wisata di sepanjang kalimas adalah taman yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan 30% ruang terbuka hijau di Surabaya serta merevitalisasi kawasan kalimas yang pernah mengalami degradasi lingkungan. Meski telah dibangun, mayoritas kondisi infrastruktur taman wisata kalimas ditemukan tidak terawat dan rusak yang berpotensi menyebabkan degradasi lingkungan kembali. Untuk mengantisipasi terjadinya degradasi kembali di sungai kalimas, perlu dilakukan identifikasi karakteristik taman wisata kalimas berdasarkan siklus hidup pariwisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik taman wisata di kalimas melalui analisa deskriptif kualitatif yang membandingkan kondisi di lapangan dengan variabel-variabel dan kriteria tahapan berdasarkan siklus hidup pariwisata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi atraksi rata-rata semua taman wisata telah terbangun atraksi alami dan buatan. Jumlah kunjungan kebanyakan meningkat signifikan namun juga terdapat beberapa taman yang hanya meningkat sedikit. Sarana yang terbangun rata-rata sarana rekreasi dan sanitasi.
Identifikasi Karakteristik Obyek Daya Tarik Wisata Makam Sunan Bonang Berdasarkan Komponen Wisata Religi Wahyu Aswin Wicaksono; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48705

Abstract

Daya tarik wisata memiliki beberapa jenis yang salah satunya merupakan Wisata Religi dimana memiliki komponen wisata yang sama dengan wisata konvensional. Hal yang membedakan dari wisata religi adalah segala aktivitas didasarkan pada nilai-nilai syariah Islam yang terbebas dari kemaksiatan dan menghindari kemusyrikan. Kabupaten Tuban memiliki banyak destinasi wisata religi di tiap wilayahnya khususnya wisata makam para tokoh penyebar Agama Islam. Salah satu destinasi wisata religi Kabupaten Tuban adalah Makam Sunan Bonang. Makam Sunan Bonang merupakan tempat makam Syekh Abdullah Asy’ari. Makam Sunan Bonang memiliki karakteristik wisata seperti Daya tarik wisata Budaya dan Buatan serta telah tersedia Sarana dan prasarana. Aksesibilitas di Makam Sunan Bonang dapat dikatakan mudah dijangkau oleh tranportasi roda dua hingga roda empat. Pengelola Makam Sunan Bonang terdiri dari BPCB, Yayasan Mabbarot Sunan Bonang dan Dinas Pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik Makam Sunan Bonang yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tuban. Dari karakteristik tersebut, dapat diketahui apakah Makam Sunan Bonang telah memenuhi tiap komponen dari wisata religi. Mengidentifikasi karakteristik dari suatu dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif. Hal tersebut dilakukan dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata maupun bahasa. Sehingga akan didapatkan Karakteristik Destinasi Wisata yang sesuai dengan kondisi eksisting yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya ataupun untuk menyusun rekomendasi pengembangan destinasi wisata.
Identifikasi Karakteristik Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Geotourism di Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro Achmad Farabi Calyandra; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56126

Abstract

Desa Wonocolo termasuk salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang memiliki potensi pariwisata berbasis geologi yang sedang dikembangkan yaitu Geopark Wonocolo atau lebih dikenal dengan nama Teksas Wonocolo berdasarkan RIPARDA Kabupaten Bojonegoro tahun 2019-2034. Selain itu desa ini memiliki pokdarwis (kelompok sadar wisata) sebagai pengembang dan pengelola wisata di Desa Wonocolo. Namun, dalam pengembangan pariwisata di Desa Wonocolo sendiri masih terdapat masalah salah satunya yaitu dari segi partisipasi masyarakat lokal yang belum meningkat dikarenakan kebanyakan masyarakat masih belum melihat peluang bahwa sektor pariwisata dapat menjadi salah satu mata pencaharian yang berpotensi serta wisata yang ditawarkan terbilang monoton contohnya saja hanya ada kegiatan tour guide dan edukasi yang hanya ada di museum geopark. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi karakteristik partisipasi masyarakat di Desa Wonocolo yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata geotourism. Untuk menentukan karakteristik partisipasi masyarakat ini digunakan teknik content analysis dengan melibatkan para stakeholder yang telah ditentukan sebagai responden yang terdiri dari pemerintah, swasta, bumn, dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dapat ditemukan karakteristik partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata geotourism di Desa Wonocolo, sebagai contohnya antara lain : Masyarakat aktif mengikuti seminar tentang pengembangan wisata yang diselenggarakan pemerintah yang diselenggarakan pemerintah, Masyarakat masih merencanakan dalam penyediaan sarana edukasi untuk wisatawan di area tambang, serta Tidak terdapatnya partisipasi masyarakat terkait pembangunan sarana pariwisata di Desa Wonocolo.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Agrowisata Berbasis Komoditas Buah Naga di Desa Kemuning Lor, Kabupaten Jember Sabilla Ananda Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55985

Abstract

Desa Kemuning Lor merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Jember yang ditetapkan sebagai destinasi agrowisata berbasis komoditas buah naga dalam RIPPDA Kabupaten Jember tahun 2015-2025. Desa ini memiliki sumber daya yang berpotensi untuk mendukung pengembangan agrowisata, dilihat dari sumber daya manusia, kondisi pertanian, atraksi wisata maupun aksesibilitasnya. Namun, faktanya potensi sumber daya yang ada di Desa Kemuning Lor belum dimanfaatkan dan dikelola secara optimal, sehingga masih terjadi peningkatan jumlah keluarga prasejatera setiap tahunnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pengembangan agrowisata berbasis komoditas buah naga di Desa Kemuning Lor berkaitan dengan pengembangan Desa Kemuning Lor sebagai desa agrowisata. Dalam penentuan faktor pengembangan agrowisata dilakukan in-depth-interview pada stakeholder terpilih. Kemudian, dilakukan analisis konten pada transkrip hasil wawancara untuk menggali faktor yang memengaruhi pengembangan agrowisata berbasis komoditas buah naga di Desa Kemuning Lor. Hasil dari penelitian ini mengindikasi bahwa dari 19 faktor yang diujikan, seluruhnya berpengaruh terhadap pengembangan agrowisata serta ditemukan 1 faktor baru yang mempengaruhi pengembangan agrowisata berbasis buah naga di desa Kemuning Lor yaitu faktor kualitas SDM.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Integrasi Daya Tarik Wisata (DTW) di Kawasan Wisata Pantai Puger, Kabupaten Jember Nina Yuniar Tantri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56164

Abstract

Kawasan Wisata Pantai Puger merupakan kawasan wisata yang berada di deretan pantai selatan Kabupaten Jember. Kawasan ini memiliki keberagaman Daya Tarik Wisata yang menjadi andalan wisata di Kabupaten Jember yaitu Pantai Pancer dan TPI Puger. Kawasan Wisata Pantai Pancer ini memiliki jarak yang berdekatan, namun tidak didukung oleh akses dan sarana transportasi penghubung yang memadai. Sehingga dibutuhkan konsep integrasi untuk pengembangannya. Dalam pengembangan pariwisata dengan konsep integrasi ini perlu mengetahui faktor apasaja berpengaruh di dalamnya. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata terintegrasi di Kawasan Wisata Pantai Puger, dengan melakukan in-depth interview bersama stakeholder terpilih. Kemudian dilakukan content analysis pada hasil transkrip wawancara untuk menggali faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata terintegrasi di Kawasan Wisata Pantai Puger. hasil dari penelitian ini mengindikasikan, bahwa dari 16 sub-faktor yang diujikan, hanya faktor peran swasta yang tidak berpengaruh dalam pengembangannya.
Identifikasi Potensi dan Kendala dalam Pengembangan Ekowisata RTH Pulau Bromo Kota Banjarmasin Nury Ahdiya Rif'ati; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65791

Abstract

Pulau Bromo yang berada di Kota Banjarmasin berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banjarmasin tahun 2020-2040 telah ditetapkan sebagai Pelestarian Kawasan Ruang Terbuka Hijau dan Pengembangan Ekowisata. Penetapan tema penanganan ini dilakukan untuk mendukung upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memenuhi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Banjarmasin yang masih minim dan terbatas yaitu sebesar 2,52% dari total luas wilayah keseluruhan. Dimana berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 ditetapkan bahwa persentase luas RTH publik suatu kota minimal 20% dari total luas wilayah. Ditetapkannya Pulau Bromo serta upaya Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan RTH di Kota Banjarmasin menjadi dasar penelitian ini untuk mengetahui potensi dan kendala dalam mengembangkan Pulau Bromo menjadi kawasan Ekowisata RTH. Teknik analisis yang digunakan adalah Content Analysis (CA) dengan output berupa pemetaan potensi dan kendala pada Pulau Bromo berdasarkan konsep Ekowisata RTH. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei primer berupa wawancara secara mendalam (in-depth interview) dan observasi terhadap responden kunci. Responden kunci pada penelitian ini berasal dari Barenlitbangda Kota Banjarmasin, Disbudpar Kota Banjarmasin, Kelurahan Mantuil dan Tokoh Masyarakat Pulau Bromo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Bromo memiliki lebih banyak potensi daripada kendala, sehingga dengan adanya potensi tersebut dapat mendukung pengembangan Pulau Bromo sebagai kawasan Ekowisata RTH.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA TAMAN KOTA BERDASARKAN TIPOLOGI TOURISM AREA LIFE CYCLE UNTUK MENDUKUNG PROGRAM REVITALISASI DI SUNGAI KALIMAS SURABAYA Galih Pranata; Wahyu Wicaksono; Alfie Zubaidah; Hertiari Idajati
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2018): Seminar Nasional Teknologi dan Perubahan (SEMATEKSOS) 3 2018
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.986 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i5.4436

Abstract

Taman wisata di sepanjang Sungai Kalimas Surabaya merupakan taman yang dibangun untuk merevitalisasi kawasan sungai kalimas yang terdegradasi. Terdapat lima taman hasil program revitalisiasi yang dijadikan sebagai destinasi di kawasan Sungai Kalimas diantaranya Taman Wisata Keputran, Taman Wisata BMX & Skate, Taman Wisata Prestasi, Taman Wisata Ekspresi, dan Taman Wisata Jayengrono. Berdasarkan kriteria Tourism Area Life Cycle (TALC), terdapat dua tipologi tahapan yakni tahap development pada Taman Wisata Prestasi Prestasi, Taman Wisata Ekspresi, dan Taman Wisata Jayengrono serta tahap consolidation pada taman Taman Wisata Keputran, Taman Wisata BMX & SkateAgar seluruh taman wisata tersebut dapat berada pada kondisi yang optimum serta mengantisipasi masuknya taman pada tahap yang menyebabkan degradasi lingkungan, maka penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan wisata taman kota berdasarkan tipologi TALC untuk mendukung program revitalisasi di sungai kalimas dengan metoda analisa SWOT.  Hasil dari penelitian ini adalah untuk taman yang berada pada tahap development, strategi pengembangan cenderung pada pengadaan event rutin agar tetap dapat mendatangkan wisatawan tanpa adanya peremajaan atraksi dan sarana rekreasi karena dianggap masih menarik oleh wisatawan. Sedangkan pada tahap consolidation strategi pengembangan cenderung pada peremajaan dan penambahan atraksi baru untuk menambah daya tarik taman wisata serta pengadaan event untuk mendatangkan wisatawan.
Co-Authors Achmad Farabi Calyandra Adi Soeprijanto Alfie Zubaidah Aparamarta, Hakun Wirawasista Arief Abdurrakhman Arman Hakim Nasution Astaman, Syifa Nashella Rahmah Cindy Nur Aziza Rahman Della Kusumaning Putri Deva Danugraha Imandintar Dian Rahmawati Dian Rahmawati Didit Prasetyo Dini Faza Illiyin Edy Subali Eko Budi Santoso Elok Wuri Safitri Elok Wuri Safitri Ema Umilia Fariz Aditya Pratama Fatmala Ulfa Nurliyana Felicia Esterlita Nugroho Ferry Dwi Cahya Ferry Dwi Cahya Firmansyah, Fendy Fitri Dwi Agus Maulidiyah Fortuna, Shellyn Galih Pranata Galih Pranata Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Handiwibowo, Gogor Arif Hermanto I Dewa Ayu Dinda Gita Dewi I Putu Jiwandana Winata Imam Abadi Inas Yaumi Aisharya Indira Kurnia Dewi Inggar Rayi Arbani Irhamah Iska Desmawati Jatayu, Anoraga Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa KDM Erli Handayeni Lailatul Jum'atin Jannah Lusi Zafriana Maghfirah Bungas Muwifanindhita Mahfud, Choirul Maulidya Aghysta Fristyananda Mega Widiyah Wati Miftahul Faiza Muchammad nurif, Muchammad Mulyadi, Yeyes Nabila Azzahra Tiara Diska Naufan Noordyanto Niken Prasetyawati Nina Yuniar Tantri Nugroho, Felicia Esterlita Nuri Iswoyo Ramadhani Nurif, Muchammad Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nury Ahdiya Rif'ati Prathama, Dimas Wahyu Aji Rabendra Yudistira Alami Rahmawati, Dian Ridho Rahman Hariadi Riswan Sianturi Septriadi Riswan Sianturi Septriadi Sabilla Ananda Putri Safadilla Naurely Widianto Safitri, Elok Safitri, Elok Wuri Santoso, Bagus Jati Saptarini, Dian Sari Diwanti Putri Siti Nurlela Sonya Khaerunnisa Susetyo, Cahyono Syifa Nashella Rahmah Astaman Tambunan, Theresia Tri Prasetyaningsih Tyton Rachmatullah Ummi Fadlilah Kurniawati, Ummi Fadlilah Verlinna Lovely Mapaliey Wahyu Aswin Wicaksono Wahyu Wicaksono Yolandita Septadini Zainul Muhibbin