Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Ekternal Permukiman Kumuh di Kawasan Peri Urban (Studi Kasus: Sidoarjo Peri Urban Surabaya) Indira Kurnia Dewi; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47789

Abstract

Kurangnya ketersediaan lahan dan peningkatan kebutuhan rumah murah di Surabaya, mengakibatkan banyak masyarakat berpenghasilan rendah memilih kawasan peri urban sebagai salah satu solusinya. Namun peningkatan kebutuhan rumah di wilayah peri urban Surabaya khususnya di Kabupaten Sidoarjo tidak diimbangi dengan pemeliharaan lingkungan yang baik, sehingga terdapat kelurahan/desa yang termasuk kumuh. Ini terjadi di Desa Berbek dan Desa Wadungasri, dimana lokasi kedua desa yang berbatasan dengan Surabaya dan berhubungan erat dengan kegiatan yang orientasi ke Kota Suarabaya. Artikel ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor internal dan faktor ekternal yang terjadi di permukimanan kumuh kawasan peri urban.  Hasil penelitian faktor internal berupa karakteristik permukiman kumuh peri urban dan faktor eksternal berupa tantangan serta peluang penanganan permukiman kumuh peri urban yang didasari pendapat key responden dari hasil Content Analysis. Kedua desa, Desa Berbek dan Wadungasri, memiliki karakteristik, tantangan, dan peluang yang hampir sama sehingga dapat mewakilkan karakteristik permukiman kumuh di kawasan peri urban. Tantangan dan peluang di kedua desa terdapat sekitar 7 kesamaan tantangan dan peluang, dengan sekitar 2 tantangan dan peluang yang berbeda. Karakteristik yang dominan adalah kepadatan penduduk dari banyaknya migrasi datang dan kedekatan lokasi dengan tempat kerja, selain itu dari radius jangkauan sarana yang dapat dan dipilih masyarakat sebagian didapatkan dari Surabaya.
Karakteristik Desa Wisata Religi Dalam Pengembangan Desa Bejagung sebagai Sebuah Desa Wisata Religi Deva Danugraha Imandintar; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48404

Abstract

Desa Bejagung merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Tuban yang memiliki arahan pengembangan sebagai desa wisata, dengan fokusan sebagai desa wisata yang berbasis religi. Desa Bejagung masuk dalam Zona I kawasan peruntukan pariwisata Kab. Tuban, Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Kab. Tuban, serta masuk dalam Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Kab. Tuban. Destinasi yang diusung oleh Desa Bejagung berupa Makam Sunan Bejagung Lor, Makam Sunan Bejagung Kidul, Situs Watu Gajah, serta Makam Citrosoman. Akan tetapi sampai saat ini belum ditemukan ciri khas yang membedakan Desa Wisata Religi Bejagung dengan desa wisata lain yang ada di Kabupaten Tuban. Suasana desa wisata di Desa Bejagung masih belum menunjukkan suasana khas desa wisata yang bertemakan religi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik desa wisata religi yang dimiliki oleh Desa Bejagung berkaitan dengan pengembangan Desa Bejagung sebagai desa wisata religi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan pendekatan yang bersifat rasionalistik. Tahapan yang akan dilakukan pada penelitian ini berupa pengamatan menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara stakeholder dengan menggunakan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 28 karakteristik desa wisata religi yang dimiliki oleh Desa Bejagung, antara lain: salah satu daya tarik budaya yang berupa tradisi yang ada di Desa Bejagung berupa barikan, sedekah bumi (manganan), keduk sumur, dawetan, dan juga haul Sunan Bejagung, Desa Bejagung menjadi patokan sebagai awal dari pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang ada di Kabupeten Tuban, serta di Desa Bejagung tidak dijumpai penjual kuliner khas khususnya nasi, dikarenakan kepercayaan masyarakat yang masih dipercaya berupa larangan untuk jual beli nasi.
Karakteristik Desa Berdasarkan Kriteria Community Based Tourism di Desa Wisata Kamasan, Kabupaten Klungkung I Putu Jiwandana Winata; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.475 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48910

Abstract

Desa Wisata Kamasan memiliki daya tarik utama berupa daya tarik wisata budaya seperti lukisan gaya kamasan, kerajinan seni logam dan kerajinan tenun. Selain itu terdapat beberapa komunitas lokal yang terbagi atas jenis pekerjaan yang sudah ada di dalam peraturan adat Desa Kamasan. Akan tetapi, pengelolaan kawasan Desa Wisata Kamasan belum optimal dikarenakan masih belum optimal perencanaan dan pelaksanaannya dikarenakan kurang sinkronnya pelaksanaan peran masing-masing pihak pada umumnya dan kurangnya pelibatan kelompok masyarakat pada khususnya dalam pengembangan kawasan Desa Wisata Kamasan sehingga masyarakat lokal kurang merasakan dampak ekonomi dari kegiatan pariwisata tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keuntungan dari segi pariwisata melalui arahan pengembangan wisata dimana responden penelitian dilakukan kepada tiga responden yang terdiri dari kelompok pemerintah, swasta, dan masyarakat. Guna mencapai hal tersebut diperlukan identifikasi karakteristik melalui content analysis.
Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di RW 07 Kelurahan Kampung Melayu Jakarta Timur Tri Prasetyaningsih; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56092

Abstract

RW 07 Kelurahan Kampung Melayu merupakan salah satu RW kumuh yang ada di Kelurahan Kampung Melayu dan telah ditetapkan menjadi permukiman kumuh berat. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kekumuhan di RW 07 kelurahan Kampung Melayu akan tetapi upaya tersebut kurang memberikan hasil yang signifikan. Hal ini disebabkan karena rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program. Rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang perlu diketahui sehingga peningkatan kualitas permukiman kumuh berjalan dengan optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas permukiman kumuh berupa program perbaikan jalan, drainase, persampahan dan ruang terbuka hijau. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Delphi yaitu dengan melakukan wawancara dan kuisioner kepada stakeholder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kesadaran dan kemauan masyarakat.
Identifikasi Kondisi Eksisting Permukiman Kumuh Berdasarkan Konsep Liveable Settlement pada Desa Kedungrejo Della Kusumaning Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65001

Abstract

Desa Kedungrejo khususnya Dusun Kalimati yang berada di kawasan pesisir Kecamatan Muncar telah ditetapkan sebagai kawasan permukiman kumuh prioritas pertama Kabupaten Banyuwangi menurut Surat Keputusan Bupati tahun 2018 dan RP2KPKP tahun 2020. Namun, seiring banyaknya program permukiman kumuh yang telah digalakkan, status permukiman kumuh Desa Kedungrejo berganti menjadi permukiman tidak kumuh yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati tahun 2021. Perubahan kualifikasi tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk mengidentifikasi apakah kondisi eksisting permukiman pesisir Dusun Kalimati Desa Kedungrejo sudah sesuai dengan konsep liveable settlement yang menjadi visi RP2KPKP Kabupaten Banyuwangi. Teknik analisis yang digunakan dalam proses identifikasi adalah statistik deskriptif dengan output berupa persentase kondisi eksisting masing-masing sub variabel liveable settlement. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner dan observasi. Proses identifikasi dilakukan dengan membagi sub variabel liveable settlement dalam 2 kategori, yakni sub variabel bersifat personal dan sub variabel bersifat publik. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 12 sub variabel personal, 2 diantarnya memiliki persentase kategori rendah terbanyak yaitu sistem pengolahan air limbah dan pendapatan per bulan masyarakat. Sedangkan dari 23 sub variabel publik, 9 diantaranya memiliki persentase kategori rendah terbanyak antara lain lebar jalan lingkungan, jenis drainase, ketersediaan proteksi kebakaran, jumlah RTH/taman publik, luas RTH/taman publik, radius jangkauan pelayanan SMP, ketersediaan angkutan umum, kegiatan sistem keamanan lingkungan, dan keaktifan organisasi nelayan.
Penilaian Liveable Settlement di Permukiman Pesisir Kabupaten Banyuwangi Della Kusumaning Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65422

Abstract

Banyuwangi merupakan kabupaten yang berada di pesisir timur Pulau Jawa. Sehingga, 10 dari 25 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi terletak di kawasan pesisir, salah satunya Kecamatan Muncar. Kawasan pesisir Kecamatan Muncar khususnya Dusun Kalimati yang berada di Desa Kedungrejo telah ditetapkan sebagai kawasan permukiman kumuh prioritas pertama Kabupaten Banyuwangi menurut Surat Keputusan Bupati tahun 2018 dan RP2KPKP tahun 2020. Namun, seiring banyaknya program permukiman kumuh yang telah digalakkan, status permukiman kumuh Desa Kedungrejo berganti menjadi permukiman tidak kumuh yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati tahun 2021. Perubahan kualifikasi tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk menilai apakah kondisi eksisting permukiman pesisir Dusun Kalimati Desa Kedungrejo sudah sesuai dengan konsep liveable settlement yang menjadi visi RP2KPKP Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan output berupa persentase kondisi eksisting masing-masing sub variabel liveable settlement. Proses penilaian menggunakan 35 sub variabel liveable settlement yang dikelompokkan dalam 2 kategori, yakni sub variabel bersifat personal dan sub variabel bersifat publik. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 12 sub variabel personal, 2 diantarnya memiliki persentase kategori rendah terbanyak yaitu sistem pengolahan air limbah dan pendapatan per bulan masyarakat. Sedangkan dari 23 sub variabel publik, 9 diantaranya memiliki persentase kategori rendah terbanyak antara lain lebar jalan lingkungan, jenis drainase, ketersediaan proteksi kebakaran, jumlah RTH/taman publik, luas RTH/taman publik, radius jangkauan pelayanan SMP, ketersediaan angkutan umum, kegiatan sistem keamanan lingkungan, dan keaktifan organisasi nelayan.
Deliniasi Zona Pengembangan Agrowisata Herbal di Desa Oro-oro Ombo Kota Batu Berdasarkan Kesesuaian Lahan Ferry Dwi Cahya; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.79354

Abstract

Kota Batu sebagai salah satu sentra pariwisata menginisiasi pengembangan agrowisata yang sesuai dengan visi yang tercantum dalam RPJMD Kota Batu tahun 2017-2022. Namun, akibat pandemi COVID-19 terjadi pergeseran anggaran belanja yang berkurang sebesar 35,17% dalam program promosi dan pemasaran pariwisata, setelah kurang lebih 16 bulan pandemi COVID-19 berlalu, salah satu langkah pencegahan virus corona adalah dengan mengonsumsi obat-obatan herbal, hal tersebut melatarbelakangi adanya pengembangan arahan agrowisata herbal. Desa Oro-oro Ombo memiliki potensi sebagai kawasan agrowisata herbal dengan luas lahan perkebunan yang mencapai 276 ha dengan kondisi fisiografis dataran tinggi dan sebagian besar masyarakatanya bekerja sebagai petani. Namun, masih terdapat permasalahan terkait kesesuaian lahannya, yaitu geomorfologi yang bervariatif sehingga aksesnya cukup sulit, serta belum adanya arahan pengembangan agrowisata herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan pengembangan agrowisata herbal di Desa Oro-oro Ombo berdasarkan kesesuaian lahan agar sesuai dengan karakteristik dan fungsi agrowisata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay dengan data-data berupa peta kesesuaian lahan dan penggunaan lahan yang diolah dalam software ArcGIS untuk mengidentifikasi zona yang sesuai sebagai pengembangan klasifikasi tanaman herbal dan mendeliniasi zona pengembangan agrowisata herbal. Sedangkan untuk pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis triangulasi untuk dapat menyusun arahan pengembangan agrowisata herbal di Desa Oro-oro Ombo berdasarkan kesesuaian fungsi tiap karakteristik. Hasil dari penelitian ini adalah deliniasi zona pengembangan yang terbagi menjadi 5 zona. Pada tiap zonanya memiliki karakteristik pengembangan pembentuk agrowisata yang bermacam-macam dan saling bersinergi.
Konsep Tourism Area Life Cycle Dalam Mengidentifikasi Karakteristik Taman Wisata Di Bantaran Sungai Kalimas Surabaya Galih Pranata; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36387

Abstract

Taman wisata di sepanjang kalimas adalah taman yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan 30% ruang terbuka hijau di Surabaya serta merevitalisasi kawasan kalimas yang pernah mengalami degradasi lingkungan. Meski telah dibangun, mayoritas kondisi infrastruktur taman wisata kalimas ditemukan tidak terawat dan rusak yang berpotensi menyebabkan degradasi lingkungan kembali. Untuk mengantisipasi terjadinya degradasi kembali di sungai kalimas, perlu dilakukan identifikasi karakteristik taman wisata kalimas berdasarkan siklus hidup pariwisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik taman wisata di kalimas melalui analisa deskriptif kualitatif yang membandingkan kondisi di lapangan dengan variabel-variabel dan kriteria tahapan berdasarkan siklus hidup pariwisata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi atraksi rata-rata semua taman wisata telah terbangun atraksi alami dan buatan. Jumlah kunjungan kebanyakan meningkat signifikan namun juga terdapat beberapa taman yang hanya meningkat sedikit. Sarana yang terbangun rata-rata sarana rekreasi dan sanitasi.
Identifikasi Karakteristik Obyek Daya Tarik Wisata Makam Sunan Bonang Berdasarkan Komponen Wisata Religi Wahyu Aswin Wicaksono; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48705

Abstract

Daya tarik wisata memiliki beberapa jenis yang salah satunya merupakan Wisata Religi dimana memiliki komponen wisata yang sama dengan wisata konvensional. Hal yang membedakan dari wisata religi adalah segala aktivitas didasarkan pada nilai-nilai syariah Islam yang terbebas dari kemaksiatan dan menghindari kemusyrikan. Kabupaten Tuban memiliki banyak destinasi wisata religi di tiap wilayahnya khususnya wisata makam para tokoh penyebar Agama Islam. Salah satu destinasi wisata religi Kabupaten Tuban adalah Makam Sunan Bonang. Makam Sunan Bonang merupakan tempat makam Syekh Abdullah Asy’ari. Makam Sunan Bonang memiliki karakteristik wisata seperti Daya tarik wisata Budaya dan Buatan serta telah tersedia Sarana dan prasarana. Aksesibilitas di Makam Sunan Bonang dapat dikatakan mudah dijangkau oleh tranportasi roda dua hingga roda empat. Pengelola Makam Sunan Bonang terdiri dari BPCB, Yayasan Mabbarot Sunan Bonang dan Dinas Pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik Makam Sunan Bonang yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tuban. Dari karakteristik tersebut, dapat diketahui apakah Makam Sunan Bonang telah memenuhi tiap komponen dari wisata religi. Mengidentifikasi karakteristik dari suatu dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif. Hal tersebut dilakukan dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata maupun bahasa. Sehingga akan didapatkan Karakteristik Destinasi Wisata yang sesuai dengan kondisi eksisting yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya ataupun untuk menyusun rekomendasi pengembangan destinasi wisata.
Identifikasi Karakteristik Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Geotourism di Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro Achmad Farabi Calyandra; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56126

Abstract

Desa Wonocolo termasuk salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang memiliki potensi pariwisata berbasis geologi yang sedang dikembangkan yaitu Geopark Wonocolo atau lebih dikenal dengan nama Teksas Wonocolo berdasarkan RIPARDA Kabupaten Bojonegoro tahun 2019-2034. Selain itu desa ini memiliki pokdarwis (kelompok sadar wisata) sebagai pengembang dan pengelola wisata di Desa Wonocolo. Namun, dalam pengembangan pariwisata di Desa Wonocolo sendiri masih terdapat masalah salah satunya yaitu dari segi partisipasi masyarakat lokal yang belum meningkat dikarenakan kebanyakan masyarakat masih belum melihat peluang bahwa sektor pariwisata dapat menjadi salah satu mata pencaharian yang berpotensi serta wisata yang ditawarkan terbilang monoton contohnya saja hanya ada kegiatan tour guide dan edukasi yang hanya ada di museum geopark. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi karakteristik partisipasi masyarakat di Desa Wonocolo yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata geotourism. Untuk menentukan karakteristik partisipasi masyarakat ini digunakan teknik content analysis dengan melibatkan para stakeholder yang telah ditentukan sebagai responden yang terdiri dari pemerintah, swasta, bumn, dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dapat ditemukan karakteristik partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata geotourism di Desa Wonocolo, sebagai contohnya antara lain : Masyarakat aktif mengikuti seminar tentang pengembangan wisata yang diselenggarakan pemerintah yang diselenggarakan pemerintah, Masyarakat masih merencanakan dalam penyediaan sarana edukasi untuk wisatawan di area tambang, serta Tidak terdapatnya partisipasi masyarakat terkait pembangunan sarana pariwisata di Desa Wonocolo.
Co-Authors Achmad Farabi Calyandra Adi Soeprijanto Alfie Zubaidah Aparamarta, Hakun Wirawasista Arief Abdurrakhman Arman Hakim Nasution Astaman, Syifa Nashella Rahmah Cindy Nur Aziza Rahman Della Kusumaning Putri Deva Danugraha Imandintar Dian Rahmawati Dian Rahmawati Didit Prasetyo Dini Faza Illiyin Edy Subali Eko Budi Santoso Elok Wuri Safitri Elok Wuri Safitri Ema Umilia Fariz Aditya Pratama Fatmala Ulfa Nurliyana Felicia Esterlita Nugroho Ferry Dwi Cahya Ferry Dwi Cahya Firmansyah, Fendy Fitri Dwi Agus Maulidiyah Fortuna, Shellyn Galih Pranata Galih Pranata Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Handiwibowo, Gogor Arif Hermanto I Dewa Ayu Dinda Gita Dewi I Putu Jiwandana Winata Imam Abadi Inas Yaumi Aisharya Indira Kurnia Dewi Inggar Rayi Arbani Irhamah Iska Desmawati Jatayu, Anoraga Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa KDM Erli Handayeni Lailatul Jum'atin Jannah Lusi Zafriana Maghfirah Bungas Muwifanindhita Mahfud, Choirul Maulidya Aghysta Fristyananda Mega Widiyah Wati Miftahul Faiza Muchammad nurif, Muchammad Mulyadi, Yeyes Nabila Azzahra Tiara Diska Naufan Noordyanto Niken Prasetyawati Nina Yuniar Tantri Nugroho, Felicia Esterlita Nuri Iswoyo Ramadhani Nurif, Muchammad Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nury Ahdiya Rif'ati Prathama, Dimas Wahyu Aji Rabendra Yudistira Alami Rahmawati, Dian Ridho Rahman Hariadi Riswan Sianturi Septriadi Riswan Sianturi Septriadi Sabilla Ananda Putri Safadilla Naurely Widianto Safitri, Elok Safitri, Elok Wuri Santoso, Bagus Jati Saptarini, Dian Sari Diwanti Putri Siti Nurlela Sonya Khaerunnisa Susetyo, Cahyono Syifa Nashella Rahmah Astaman Tambunan, Theresia Tri Prasetyaningsih Tyton Rachmatullah Ummi Fadlilah Kurniawati, Ummi Fadlilah Verlinna Lovely Mapaliey Wahyu Aswin Wicaksono Wahyu Wicaksono Yolandita Septadini Zainul Muhibbin