Claim Missing Document
Check
Articles

Diskresi Kepolisian melalui Mediasi Penal (Studi Kasus di Polsek Galur, Kulonprogo) Santoso, Priyo
Jurnal Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 1, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.96 KB) | DOI: 10.18196/jphk.1206

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan mediasi penal yang dilaksanakan berdasarkan diskresi oleh perpolisian masyarakat di Polsek Sektor Galur beserta faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan mediasi penal oleh perpolisian masyarakat di Polsek Galur. Di akhir tulisan disampaikan rumusan pola ideal mediasi penal yang dilaksanakan berdasarkan diskresi oleh kepolisian masyarakat di masa mendatang. Metode penelitian hukum yuridis-empiris (socio-legal research) menemukan fakta empiris bahwa pelaksanaan mediasi penal berdasarkan diskresi oleh Polsek Sektor Galur dilaksanakan melalui institusi perpolisian masyarakat dengan melibatkan banyak pihak, antara lain pihak pelaku dan korban, juga melibatkan stakeholder seperti tokoh masyarakat dan tokoh agama yang tergabung di FKPM. Faktor pendukung pelaksanaan mediasi pidana oleh Kepolisian Sektor Galur adalah diberikannya  kebebasan kepada pihak kepolisian pada saat pelaksanaan segala tugas, kewajiban dan wewenangnya dalam penegakan hukum dan sebagai petugas penyidik. Akantetapi sarna dan prasarana; dukungan masyarakat; budaya yang tumbuh di masyarakat; dan keberadaan institusi kepolisian menjadi faktor penghambat pelaksanaan mediasi penal. Pola ideal diskresi yang diusulkan oleh penulis terkait dengan pelaksanaan mediasi penal adalah netralitas atau ketidakberpihakan mediator yang ditunjuk terhadap pelaku maupun korban. Kata Kunci: Diskresi, Mediasi Penal, Perpolisian Masyarakat. 
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) Yang Diberi Pakan Tambahan Kombinasi Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dan Tepung Cacing Sutra (Tubifex sp) Adur, Venansius; Tobuku, Ridwan; Santoso, Priyo
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan kombinasi tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan tepung cacing sutra (Tubifex sp)terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan.Perlakuan meliputi A (kontrol) pemberian pelet 100%, perlakuan B (pemberian campuran pelet 75% dan tepung cacing tanah dan cacing sutra 25%), perlakuan C (pemberian campuran pelet 50% dan tepung cacing tanah dan cacing sutra 50%), dan perlakuan D (pemberian campuran pelet 25% dan tepung cacing tanah dan cacing sutra 75%). Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan D sebesar 17,78 gramdan terendah pada perlakuan kontrol sebesar 10,66 g, sedangkanpertumbuhanspesifiktertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu 2,28 g%/hari dan terendah pada perlakuan A (kontrol) sebesar 1,68 g%/hari, dan kelulushidupan ikan 100%.Pemberianpakan tambahan dari kombinasi tepung cacing tanah dan cacing sutra mampu meningkatkan pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelulushidupan ikan bandeng (Chanos chanos). Kata kunci : Cacing Sutra, Cacing Tanah, Ikan Bandeng, Pakan, Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan.
Penggunaan pakan makroalga yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup abalon (Haliotis sp) Ina, Ivonia; Linggi, Yulianus; Santoso, Priyo
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8453

Abstract

Abalon merupakan komoditas perikanan yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan. Dalam upaya meningkatkan produksi abalon, dapat dikembangkan melalui usaha budidaya. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha budidaya adalah pakan untuk abalon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuipakah pertumbuhan dan kelangsungan hidup abalon dipengaruhi oleh pemberian pakan makroalga yang berbeda dan untuk mengetahui jenis pakan makroalga yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup abalon. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan di perairan laut Lewoleba, Kabupaten Lembata dengan memanfaatkan makroalga Gracilaria sp, Kappaphycus alvarezii dan Ulva sp sebagai pakan abalon. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan ketiga jenis pakan yang digunakan dalam penelitian yaitu Gracilaria sp, Kappaphycus alvarezii dan Ulva sp memberikan pertumbuhan yang relatif sama. Ketiga pakan tersebut dapat dimakan dengan respon yang normal oleh abalon, tidak meracuni dan membuat abalon stres sehinggah jenis makroalga tersebut dapat dipertimbangkan sebagai pakan utama untuk abalon (Haliotis sp). Kata Kunci : Pakan makroalga, pertumbuhan, abalon
Mortalitas larva dan derajat pencapaian juvenil kerang darah (Anadara granosa) pada salinitas berbeda Lakarmata, Maria Yohana; Santoso, Priyo; Lukas, Ade Yulita Hesti
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8458

Abstract

Produksi kerang darah yang masih mengandalkan dari alam untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi karena konsumsi yang tinggi menyebabkan meningkatnya eksploitasi kerang darah. Usaha budidaya merupakan upaya yang dilakukan untuk pengembangan kerang darah, namun perubahan lingkungan sering menjadi kendala, misalnya perubahan salinitas. Penelitian tentang pemeliharaan larva kerang darah dilakukan pada bulan Oktober 2020, bertujuan mengetahui efek peningkatan dan penurunan salinitas terhadap mortalitas larva dan derajat pencapaian juvenil kerang darah. Metode yang digunakan adalah metode eksprimen dan analisis data menggunakan uji t-berpasangan untuk mengetahui apakah ada perbedaan efek peningkatan dan penurunan salinitas dari salinitas habitat pada budidaya larva kerang darah. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan mortalitas larva ketika salinitas dinaikan atau diturunkan, dengan mortalitas larva tertinggi terjadi saat salinitas diturunkan yaitu mencapai 47,05 % sedang pada saat salinitas dinaikan mortalitas larva lebih rendah yaitu 41,22 %. Derajat pencapaian juvenil menunjukan penurunan baik saat salinitas dinaikan atau diturunkan, dengan derajat pencapaian juvenil lebih tinggi saat salinitas dinaikan, mencapai 48,18 % sedang pada saat diturunkan hanya mencapai 39,8 %. Hasil analisa statistik dengan uji t-berpasangan (α 0,05) didapat nilai t yaitu 0,67<0,05 untuk mortalitas larva dan 1,40<0,05 untuk derajat pencapaian juvenil. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan dan penurunan salinitas memiliki perbedaan yang signifikan terhadap mortalitas larva dan pencapaian juvenil kerang darah. Kata kunci: Kerang darah, larva, mortalitas, pemeliharaan, salinitas.
Teknik fertilisasi buatan pada pembenihan kerang darah (Anadara granosa) Abuk, Maria Yustina; Santoso, Priyo; Linggi, Yulianus
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8461

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui derajat penetasan pada kerang darah (Anadara granosa) dengan teknik fertilisasi buatan dan mengetahui presentase telur yang mencapai stadia juvenil dari hasil fertilisasi buatan. Penelitian dilakukan selama 1 bulan di UPT Lab Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan , Universitas Nusa Cendana. Kerang darah yang diambil dari pantai Tanah Merah, desa Tanah Merah, kecamatan Kupang Tengah, kabupaten Kupang. Kerang darah diaklimatisasi pada wadah penelitian selanjutnya cangkang kerang darah dibuka sedemikian rupa untuk melihat gonad kerang kerang jantan dan betina yang sudah matang gonad. Sperma dan telur kerang dikumpulkan pada cawan petrik dan diaduk hingga rata kemudian dimasukan kedalam akuarium secara merata yang sudah berisi air bersih. Derajat dari hasil fertilisasi telur terbuahi 124.000% telur, Menetas 85.000% sel, dan juvenil 70.000 % sel pada akuarium. presentasi jumlah larva yang mencapai stadia juvenil sebanyak 56,45% individu dan jumlah larva yang mengalami kematian sebanyak 43,8%. Kata kunci : Fertilisasi, kerang darah, pemijahan buatan
Penggunaan Media Filter Yang Berbeda Sebagai Bioremediasi Pada Pemeliharaan Ikan Badut (Amphiprion percula) Pattiradja, Sulaiman Fadli; Lukas, Ade Yulita Hesti; Santoso, Priyo
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan media filter yang berbeda terhadap laju pertumbuhan spesifik pada pemeliharaan ikan badut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Rancangan penelitian menggunakan media filter berupa sabut kelapa (A), arang batok kelapa (B), dan bioball (C). Parameter penelitian yang diukur adalah laju pertumbuhan spesifik (SGR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media filter yang berbeda berupa sabut kelapa, arang batok kelapa,dan bioball tidak berpengaruh nyata (P > 0,05 dan P > 0,01) terhadap laju pertumbuhan spesifik ikan badut. Pada penelitian ini perlakuan arang batok kelapa menunjukkan nilai tertinggi terhadap laju pertumbuhan spesifik. Kata kunci : Ikan badut, resirkulasi, sabut kelapa, arang batok kelapa, bioball.
Fluktuasi konsentrasi NH3 dalam budidaya ikan patin sistem akuaponik terapung menggunakan tanaman kangkung Sanam, Resda G; Santoso, Priyo; Lukas, Ade Y.H
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jumlah tanaman kangkung yang berbeda terhadap konsentrasi NH3 pada budidaya ikan patin sistem akuaponik terapung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan, 3 kali ulangan. Rancangan penelitian sebagai berikut: Perlakuan A : penggunaan 24 batang kangkung, perlakuan B: penggunaan 40 batang kangkung, dan perlakuan C : penggunaan 56 batang kangkung. Parameter penelitian yang dihitung adalah analisis konsentrasi NH3. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh dari penggunaan tanaman kangkung terhadap konsentrasi NH3. Kata Kunci: Akuaponik, ikan patin, kangkung, NH3.
Pengaruh perbedaan kadar salinitas terhadap daya tetas telur tiram mutiara (Pinctada maxima) di Teluk Kupang Mandosa, Wolfhelmus A; Linggi, Yulianus; Santoso, Priyo
Jurnal Aquatik Vol 6 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i2.12834

Abstract

Pearl oysters (Pinctada maxima) are one of the favorite marine species with very potential selling value. P. maxima in Indonesian waters is known to produce quite large pearls. In the breeding process, temperature and salinity are the main factors in egg hatching. Therefore, the aim of this research is to determine the effect of differences in salinity levels on the hatchability of mutiata oyster (P. maxima) eggs in Kupang Bay. This research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) method, where there were 3 treatments, namely 28 ppt, 31 ppt, 34 ppt, with 3 replications. The results obtained were that the use of different salinities had no significant effect on egg hatchability. However, based on research results, the highest value was 31 ppt salinity with a value of 66.10%.
Studi kepadatan ikan sidat (Anguilla Spp) di Sungai Tarus Desa Mata Air Kabupaten Kupang pada bulan September sampai Oktober Kefi, Rudiyanto; Lukas, Ade Yulita Hesti; Santoso, Priyo
Jurnal Aquatik Vol 7 No 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v7i1.15204

Abstract

The research conducted over approximately 60 days at Tarus River, Mata Air Village, Kupang Regency aimed to assess the variety and abundance of eel fish, a high-value commodity in the international market. The study focused on three stations along the river, where the density of eel fish was observed: station 1 (8 individuals), station 2 (5 individuals), and station 3 (2 individuals). Using digital scales, researchers measured the total weight of the caught fish, alongside noting the types of eel fish obtained. The findings, analyzed descriptively and presented through tables and figures, revealed the prevalence of eel fish type A. marmorata during the research period, primarily in the yellow eel and elver phases with varying sizes. Morphometric measurements indicated that Anguilla marmorata specimens typically ranged in total length (35-47 cm), dorsal length (20-30 cm), anal length (15-25 cm), head diameter (5-7 cm), body diameter (7-9 cm), and total weight (170-181 grams). Additionally, water quality assessments at the research site indicated temperatures ranging from 20-27oC, with a pH of 7.5. Keywords: Identification, eel fish (Anguilla marmorata).
Studi kelimpahan dan morfometrik pada kerang darah (Anadara granosa) di Perairan Motadikin Kabupaten Malaka Seran, Hendrikus Klau; Santoso, Priyo; Linggi, Yulianus
Jurnal Aquatik Vol 7 No 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v7i1.15205

Abstract

Anadara granosa is one of the fisheries commodities that is abundant in various regions, especially tropical areas. The high use of blood cockles by the community in Motadikin waters is considered to result in a decline in the population of blood cockles in nature, thereby increasing population growth. This research aims to examine the abundance and morphometric features of blood cockles in Motadikin waters, Malaka Regency. This research was carried out for 1 month in Motadikin waters, Malacca Regency using the transect method. The number of transects used was 3, the distance between transects was 25 m and each transect used 6 quadrants with a size of 1x1 m and the distance between each quadrant was 5 m. The results of the research showed that the abundance of blood clams in Motadikin Waters was an average of 5-7 individuals/m2 and the average The average abundance found on substrates covered with mangroves (I) is higher than on sandy substrates alone (II). Meanwhile, morphometric measurements of blood clams in Motadikin waters are dominated by blood clams with a length range of 3.2 cm - 3.9 cm, with a shell height of 1.4 cm - 2.7 cm, an umbo height of 1.1 cm - 1.2 cm, shell thickness 2.4 cm - 2.6 cm and ligament length 2.4 cm - 2.7 cm. Keywords: Anadara granosa, abundance, morphometrics, motadikin waters.