Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implikasi terhadap Delik Pembunuhan dengan Pemberatan Dilihat dari Unsur yang Memberatkan Berdasarkan Penerapan pada Pasal 339 KUHP Hosnah, Asmak Ul; Husnaini, Ervina; Rahmawati, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada faktanya suatu tindak penyimpangan tidaklah mesti dilakukan oleh salah seorang saja. Melainkan, terhadap perbuatan sesuatu yang menyimpang atau dengan kata lain penyimpangan pun dapat dilaksanakan terhadap beberapa orang dalam melakukan sebuah penyimpangan. Dimana pada perumusan suatu hukum pidana terhadap suatu pelanggaran hukum berawal dari melakukan bentuk-bentuk perbuatan tertentu yang menimbulkan penyimpangan sehingga mengakibatkan pelanggaran hukum dan dari situlah lahirlah suatu tindak pidana. Dalam aturan KUHP pasal 339 tentang pembunuhan biasa berkualifikasi diikuti dengan tindak pidana, namun biasa disebut juga dengan (gequalificeerde doodslag). Pemahaman yang dimaksud dengan delik berkualifikasi merupakan dimana suatu delik yang faktor dilihatnya sama dengan kejahatan pokok beserta dilihat dari faktor lain yang dapat memberatkan pidana selain dari kejahatan pokok saja. Dikatakan memberatkan karena terdapat kata-kata berupa diikuti, disertai serta didahului. Maksudnya adalah untuk mempermudah pelaksanaan perbuatan yang dimaksud atau untuk melepaskan diri dari hal tertangkap tangan.
Analisis Lapisan Bawah Permukaan sebagai Perencanaan Pembangunan di Kelurahan Lempuing Berdasarkan Metode Geolistrik Resistivitas Rahmawati, Tri; Septa, Ririn Dwi Mulya; Kusuma, Repal Wijaya; Suhendra
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 3 No. 2: Oktober 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.812 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v3i2.24014

Abstract

Telah dilakukan penelitian di Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu dengan tujuan untuk melihat jenis batuan bawah permukaan dan struktur lapisan batuan dasar. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tiga titik VES dengan panjang bentangan 160 m menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Pengolahan data pada setiap titik VES dan pembuatan model penampang 2D diproses dengan bantuan software IPI2win. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan jenis batuan bawah permukaan adalah andesit, tufa, pasir, air tanah, granit, dan lempung. Kemudian ditemukan lapisan bedrock berjenis andesit dengan nilai resistivitas 588.1 – 1205 Ωm pada kedalaman 0.6441 – 1.865 m. Oleh karena itu, bangunan yang direkomendasikan di kawasan ini adalah bangunan lantai satu sampai lantai dua. Kata kunci: Bedrock, Geolistrik Resistivitas, Konfigurasi Schlumberger.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS I SD NEGERI CIKEUSAL KIDUL 01 Rahmawati, Tri
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah, aktifitas pembelajaran rendah yang mengakibatkan nilai tes formatif pada 2 sub tema 2 yang dapat dicapai oleh siswa kelas I SD Negeri Cikeusal kidul 01 nilai rata-rata hanya 51 dan siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi pembelajaran sebesar 17%, hanya 5 anak yang mendapatkan nilai di atas 60.. Untuk itu diperlukan penelitian pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar. Penelitian ini akan mengarahkan kajiannya secara teliti pada : hasil belajar tema 2 dan sub teme 2, mengadakan wawancara dan observasi dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal. Kemudian disusun langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran. Tindakan diprogramkan dalam dua siklus Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat di ambil simpulan, (1) Sebelum pelaksanaan penelitian tindakan kelas siswa tidak tertarik dengan materi sehingga aktifitas belajarnya rendah dan hasil belajar yang diperoleh nilai rata-ratanya 51, yang tuntas 5 (17%),. Setelah kegiatan pembelajaran dengan menerapkan , terjadi kerja sama yang positif di antara siswa, aktifitas guru baik (B) pada siklus 1 dan amat baik (A) pada siklus 2. (2) hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pra siklus 60,55, meningkat menjadi 72,39 pada siklus pertama dan menjadi 82,89 pada siklus kedua, serta ditandai dengan ketuntasan pada pra siklus tuntas 5 (17%) belum tuntas 20 (71,4%), menjadi tuntas 26 (92,8%) belum tuntas 2 (7,2%). Kata kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif, dan NHT. IMPROVING LEARNING OUTCOMES THROUGH THE APPLICATION OF THE NUMBERED HEAD TOGETHER TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL TO GRADE I STUDENTS OF SD NEGERI CIKEUSAL KIDUL 01 ABSTRACT The problem raised in this research is that learning activity is low which results in formative test scores in 2 sub-themes 2 that can be achieved by class I students at SD Negeri Cikeusal Kidul 01 with an average score of only 51 and students who achieve a level of mastery of the learning material of 17%. , only 5 children got a score above 60. For this reason, research on learning approaches is needed that can improve learning activities and outcomes. This research will direct its study carefully to: learning outcomes for theme 2 and sub-theme 2, conducting interviews and observations with the aim of finding out initial conditions. Then steps are drawn up for planning, implementing actions, observing and reflecting in accordance with the learning improvement plan. Actions are programmed in two cycles. From the implementation of this classroom action research, conclusions can be drawn: (1) Before implementing the classroom action research, students were not interested in the material so their learning activity was low and the learning outcomes obtained were an average score of 51, which was completed 5 (17% ),. After implementing learning activities, there was positive cooperation between students, the teacher's activities were good (B) in cycle 1 and very good (A) in cycle 2. (2) student learning outcomes increased. This can be seen from the average pre-cycle value of 60.55, increasing to 72.39 in the first cycle and to 82.89 in the second cycle, and marked by completion in the pre-cycle completion 5 (17%) not yet complete 20 (71 .4%), completed 26 (92.8%) incomplete 2 (7.2%). Keywords: Learning Outcomes, Cooperative Learning, and NHT.