Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pada Materi Pokok Suhu dan Kalor Risni Risni; Saulim DT Hutahaean; Andi Bustan
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v3i1.3680

Abstract

Abstrak
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada Materi Pesawat Sederhana Rahmadi Jaya; Andi Bustan; Suhartono Suhartono
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 3 No. 2 (2021): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v3i2.3914

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di SMP Negeri 3 Palangka Raya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengelolaan pembelajaran, (2) Respon Siswa, (3) Hasil belajar siswa di kelas VIII semester I SMP Negeri 3 Palangka Raya tahun ajaran 2019/2020 setelah proses belajar mengajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi pesawat sederhana. Penelitian ini merupakan penelitian pra-experimental menggunakan desain one-shot case study. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 3 Palangka Raya terdiri dari 11 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-2 dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran memperoleh skor sebesar 47,17 dalam kategori sangat baik. Respon siswa terhadap pembelajaran berdasarkan angket yang telah diberikan kepada 29 orang siswa, diperoleh 25 orang siswa (86,2%) merasa senang belajar menggunakan model kooperatif tipe STAD. Ketuntasan hasil belajar kognitif dari 29 orang siswa yang mengikuti tes, diperoleh 21 siswa tuntas dan 8 siswa tidak tuntas. Secara klasikal pembelajaran tidak tuntas karena hanya diperoleh 72,41 % siswa tuntas. Ketuntasan TPK dari 35 TPK yang digunakan, diperoleh 26 (74,29%) TPK yang tuntas, dan 9 (25,71%) TPK tidak tuntas.
Pengembangan Modul Daring Berbasis LKPD menggunakan Model PBL pada Materi Fluida Statis Risqi Agustina; Andi Bustan; Theo Jhoni Hartanto
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 1 (2022): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v4i1.4544

Abstract

Abstrak –Pengembangan modul pembelajaran daring berbasis LKPD dengan menggunakan model PBL pada materi fluida statis diperlukan untuk menghasilkan bahan ajar yang dapat mempermudah guru dalam mengajar dan mendukung peserta didik dalam proses pembelajaran secara ilmah selama masa pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui hasil validasi modul daring berbasis LKPD dengan menggunakan model PBL pada materi fluida statis, (2) mengetahui respon guru terhadap modul daring berbasis LKPD dengan menggunakan model PBL pada materi fluida statis dan (3) mengetahui respon siswa terhadap modul daring berbasis LKPD dengan menggunakan model PBL pada materi fluida statis . Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Sasaran produk dalam penelitian adalah guru Fisika kelas XI dan siswa kelas XI-MIPA 3 SMAN 1 Palangka Raya sebagai subjek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen lembar validasi, instrumen angket respon guru dan angket respon siswa terhadap pengembangan modul pembelajaran daring berbasis LKPD dengan menggunakan model PBL pada materi fluida statis. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Hasil validasi modul daring berbasis LKPD dengan menggunakan model PBL pada materi fluida statis hasilnya valid, dengan persentase hasil validasi rata-rata semua aspek adalah sebesar 76,25% (2) Hasil respon guru terhadap modul daring berbasis LKPD pada materi fluida statis mendapat respon yang baik dengan persentase hasil respon guru rata-rata semua aspek adalah sebesar 76,86% (3) Hasil respon siswa terhadap modul daring berbasis LKPD pada materi fluida statis mendapat respon yang baik dengan persentase hasil respon guru rata-rata semua aspek adalah sebesar 76,66%.
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Menggunakan Google Slide Pada Materi Energi Kelas VII Semester Ganjil Kelas VII di SMP Negeri 8 Palangkaraya Ani Ristiani Hartono; Andi Bustan; Fenno Farcis
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 2 (2022): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v4i2.5144

Abstract

Bahan ajar interaktif merupakan bahan-bahan ajar yang disusun secara sistematis komunikasi dua arah yang artinya bersifat aktif. Bahan ajar interaktif saling berintegrasi membantu guru berinteraksi dengan siswa. Bahan ajar interaktif menggunakan google slide menjadi solusi dalam pembelajaran pada masa pandemi. Google slide merupakan tool presentasi yang dibuat secara online yang dapat diakses melalui computer ataupun smartphone manapun dengan jaringan internet karena berbasis clound. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui validitas bahan ajar interaktif menggunakan google slide pada materi energi kelas VII di SMP Negeri 8 Palangkaraya, (2) mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar inetraktif menggunakan google slide pada materi energi kelas VII di SMP Negeri 8 Palangkaraya, (3) mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar interaktif menggunakan google slide pada materi energi kelas VII di SMP Negeri 8 Palangkaraya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 8 Palangkaraya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VII-10 dengan jumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket validitas bahan ajar dan lembar angket respon siswa yang divalidasi oleh para ahli. Angket validitas bahan ajar interaktif dibuat sebanyak 18 kisi-kisi yang terbagi atas aspek materi dan aspek media. Angket respon siswa dibuat sebanyak 12 kisi-kisi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa validitas bahan ajar untuk aspek materi diperoleh persentase 85,93 % dengan kriteria relevan dan aspek media diperoleh persentase 86,25 % dengan kriteria relevan. Respon siswa diberikan kepada 20 siswa diperoleh rata-rata persentase 86,97 % dengan kriteria sangat kuat. Hasil belajar siswa secara individual diperoleh 11 siswa yang tuntas (55%) dan 9 siswa yang tidak tuntas (45%).
Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle Pada Materi Gerak Dan Gaya Dengan Media PhET Simulation Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Palangka Raya Jesica Septiana; Andi Bustan; Pri Ariadi Cahya Dinata
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2023): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v5i1.8240

Abstract

Abstrak –Penerapan model pembelajaran Learning Cycle pada materi gerak dan gaya dengan media PhET Simulation ini diperlukan untuk mempermudah guru dalam menyampaikan pembelajaran dan mempermudah peserta didik dalam memahi konsep IPA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pemahaman konsep peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran Learning Cycle pada materi gerak dan gaya dengan media PhET Simulation, (2) mengetahui hasil belajar peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran Learning Cycle pada materi gerak dan gaya dengan media PhET Simulation. Penelitian ini merupakan penelitian penerapan. Peserta didik kelas VIII SMPN 2 Palangka Raya adalah subjek dalam penelitian ini. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument tes pemahaman konsep dan instrument tes hasil belajar kognitif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan yang diperoleh adalah (1) pada tes pemahaman konsep diperoleh 5 orang peserta didik yang memenuhi kriteria tinggi dengan persentase 16,67%, 22 orang peserta didik yang memenuhi kriteria sedang dengan persentase 73,33%, dan 3 orang peserta didik yang memenuhi kriteria rendah dengan persentase 10% (2) Hasil analisis data ketuntasan individu dari 30 orang peserta didik yang mengikuti tes hasil belajar di dapat 26 orang peserta didik tuntas, hasil analisis data ketuntasan klasikal diperoleh sebesar 86,67% yang tuntas secara klasikal, dan hasil analisis data ketuntasan TPK yang terdiri dari 30 TPK diperoleh 27 TPK tuntas dengan persentase 90%.
Pemanfaatan E-Commerce Dalam Pemasaran Produk Minyak Jelantah (Mijel) Suherman Suherman; Minarwati Dewi; Andi Bustan; Maya Mustika; Septaria Yolan Kalalinggi; Lia Septya
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2024): Vol.3 No.1,2024: Juni 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kreativasi.v3i1.34421

Abstract

E-commerce will be a strong indispensabe business structure in moments’s and arising information age. But some people do not understand the benefits of using electronic commerce. So that the fidelity was carried out to introduce the use of e-commerce, Market Place, and Online Shop to PKK maters in Menteng in vill. The socialization was held on Sunday, October 25, 2023 in Menteng sub-district, which was attended by 14 PKK maters. This service began with socialization of  the Application of E-Commerce, Market Place and Online Shop and continued with discussion. Participants were veritably enthusiastic during the question and answer session, this was shown by the average pre-test results from 65% to 98% (post-test). So it can be concluded that PKK maters are enthusiastic about exercising and understanding the benefits and uses of e-commerce, Market Place and Online Shop. This training is important so that PKK maters can make good use of various types of electronic commerce for their mijel products and other business products.
Mereduksi amonia kotoran ternak unggas dengan menggunakan kapur dan tanaman kedelai A Bustan; A Pudjirahaju
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.2.1.42-54

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membantu masyarakat peternak di Kalimantan Tengah dalam mengatasi permasalahan tentang pencemaran udara yang sering dikeluhkan oleh warga masyarakat yang terdampak akibat adanya aktivitas peternakan di sekitar pemukiman karena munculnya bau berupa amonia yang ditimbulkan dari kotoran ternak serta banyak lalat yang beterbangan. Upaya mengatasi hal ini dilakukan dengan memanfaatkan kapur beserta tumbuhan kedelai untuk mengatasi pencemaran udara. Metode untuk mengetahui seberapa besar intensitas bau amonia dari setiap kandang ternak baik yang diberi perlakuan maupun yang tidak diberi perlakuan kesemuanya diukur dengan menggunakan alat detektor amonia model AR8500. Hasil penelitian menemukan bahwa pemberian kapur dan penanaman kedelai adalah suatu perlakuan yang paling tepat karena mampu menurunkan intensitas bau amonia hingga 64,07%, dari 1,67 ppm (kandang kontrol tanpa perlakuan) menjadi 0,60 ppm. Selanjutnya disusul kandang dengan perlakuan pemberian kapur turun hingga 59,28%, dari 1,67 ppm menjadi 0,68 ppm, serta penanaman kedelai di sekeliling kandang juga mampu menurunkan intensitas bau amonia hingga 53,29% dari 1,67 ppm turun menjadi 0,78 ppm. Sementara dosis penggunaan kapur yang paling rasional baik ditinjau dari faktor ekonomi maupun fungsinya dalam menurunkan intensiatas bau amonia sebanyak 525 kg atau sekitar 0,88 kg/m2. Angka ini setara dengan Rp 882/m2.
Penggunaan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Gaya dan Hukum Newton Salsabla Maulani Sumarno; Andi Bustan; Yoan Theasy
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.19475

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi gaya dan Hukum Newton di salah satu MTs di Kota Palangka Raya menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran IPA. Hal ini disebabkan oleh dominasi metode ceramah, minimnya keterlibatan aktif peserta didik, serta belum digunakannya media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan hasil belajar setelah menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning; (2) mengetahui besar peningkatan hasil belajar setelah menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning; (3) mengetahui tingkat keefektifan pembelajaran setelah menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning; dan (4) mengetahui perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning dengan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain non-equivalent control-group design. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling, yang menghasilkan peserta didik kelas VII-A sebagai kelas kontrol dan peserta didik kelas VII-F sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar kognitif dalam bentuk 35 butir soal pilihan ganda. Teknik analisis data meliputi uji N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (analisis komparatif dua sampel independen). Hasil penelitian menunjukkan: (1) adanya peningkatan hasil belajar dengan nilai rata-rata meningkat dari 42,86 (pretest) menjadi 80,20 (posttest); (2) besar peningkatan hasil belajar digambarkan dengan skor rata-rata N-Gain sebesar 0,64 yang masuk dalam interpretasi sedang; (3) tingkat keefektifan pembelajaran tercermin dari persentase skor rata-rata N-Gain sebesar 64,00% yang berada dalam interpretasi cukup efektif, meskipun dari sisi waktu kurang efektif karena membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan metode konvensional; dan (4) hasil uji hipotesis menunjukkan perbedaan antara kedua kelas (thitung = –3,68 < –ttabel = –2,00). Dengan demikian, E-LKPD berbasis problem based learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Secara teoritis, temuan ini mendukung pentingnya pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui pemecahan masalah nyata. Secara praktis, penelitian ini memberikan wawasan bagi guru dalam merancang pembelajaran menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning.
Perilaku Belajar Siswa di Lingkungan Penambangan Emas Ilegal: Studi Kualitatif di SMP Negeri 3 Banama Tingang Ardy Wiranata; Abustan Abustan; Rinto Alexandro
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 17 No 01 (2026): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v17i01.432

Abstract

This study aims to analyze the learning behavior of students living in an illegal gold mining (IGM) environment in the Kahayan River Basin area, particularly at SMP Negeri 3 Banama Tingang. Illegal gold mining activities that have developed within the community not only affect social and economic conditions but also influence students’ behavior and educational orientation. This study employed a qualitative approach using a descriptive research design. The research informants consisted of 17 students, 5 parents, 5 teachers, and 5 community leaders selected through purposive sampling techniques. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldaña model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was tested through source triangulation and technique triangulation. The findings revealed that the illegal gold mining environment negatively affects students’ learning motivation, discipline, attendance rates, and learning concentration due to non-conducive environmental conditions. In addition, parental involvement in supporting children’s education remains relatively low because parents are more focused on mining activities. A social environment that prioritizes instant economic gains causes some students to perceive formal education as a secondary need. This study concludes that illegal gold mining activities in the Kahayan River Basin influence students’ learning behavior through social, economic, family, and community environmental factors.
Dampak Media Sosial terhadap Pembentukan Opini Publik di Lingkungan Kampus Eva Diana Sari; Abustan Abustan; Eli Karliani
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 17 No 01 (2026): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v17i01.433

Abstract

Social media plays a major role in shaping public opinion, including within the campus environment, which serves as a space for academic and social interaction among students. The phenomenon of trial by netizen with the slogan “no viral, no justice” indicates a tendency among students to respond to an issue based on the virality of content on social media rather than through appropriate clarification mechanisms. This study aims to analyze the impact of social media on the formation of public opinion in the campus environment among Informatics Engineering students and to measure the extent to which this phenomenon influences their perceptions and attitudes. The research was conducted using a mixed-methods approach with survey and interview techniques. Data were collected through the distribution of questionnaires to 100 student respondents and in-depth interviews with 10 student informants from the Informatics Engineering Study Program at two higher education institutions in Palangka Raya, namely the University of Palangka Raya (UPR) and STMIK Palangka Raya. The research variables include the intensity of social media use, the level of exposure to viral content, trust in digital information, and the tendency to form opinions based on viral issues. Data were analyzed using descriptive quantitative methods and followed by regression analysis to examine the relationships and effects among the research variables. The results show that the intensity of social media use and the level of exposure to viral content have a significant influence on the formation of students’ public opinion. The majority of respondents (72%) stated that viral issues are considered more important than non-viral ones, and 64% of respondents admitted that they had been influenced by netizen opinions when responding to a campus-related issue. These findings indicate that the phenomenon of trial by netizen has shaped students’ mindsets and behaviors in making judgments about a case, potentially creating digital social pressure on campus institutions. Based on the data obtained, this study concludes that social media has a strong impact on shaping students’ public opinion through the speed of information dissemination, emotionally driven digital interactions, and social pressure arising from the dynamics of virality. Therefore, strengthening digital literacy, media ethics, and guidelines for handling viral issues within the campus environment is necessary to prevent the formation of biased opinions that are not based on facts.