Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Dampak Pernikahan Dini Di Tinjau Dari Segi Hukum Dan Kesehatan Di Desa Kalukutinggu Kec. Dolo Barat Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah: The Impact of Early Marriage from a Legal and Health Perspective In Kalukutinggu Village, Dolo Barat District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Maryam; Indri Iriani; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8356

Abstract

Pernikahan dini adalah akad nikah yang dilangsungkan pada usia dibawah kesesuaian aturan yang berlaku. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pernikahan dini ditinjau dari segi hukum dan kesehatan di Desa Kaluku tinggu kecamatan Dolo Barat kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan coss-sectional, populasi adalah Seluruh Masyarakat Desa Kaluku Tinggu Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, sampel sebanyak 30 responden, dilakukan di Desa Kaluku Tinggu Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besa kurang mengetahui sebanyak 23 responden (76.7%), hal ini didukung rata-rata ibu rumah tangga sebanyak 26 responden (86,7%), sisanya tidah tahu 2 responden (6,6%). Apabila ditinjau dari sisi kesehatan, pernikahan usia muda dapat menimbulkan resiko kematian jika fisik remaja perempuan yang belum siap untuk hamil dan melahirkan (UNICEF, 2005). Pernikahan usia dini juga bisa berpengaruh tidak baik terhadap kesehatan perempuan1. Belum matangnya organ reproduksi dan fisik remaja perempuan akan berpengaruh terhadap resiko mengandung. Hal ini dapat menimbulkan kemungkinan kecacatan pada anak, ibu meninggal saat melahirkan, dan resiko lainnya yang berbahaya ketika perkawinan usia dini terjadi. Kesimpulan penelitian ini adalah Sebagian besar masyarakat Desa Kaluku Tinggu Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah belum mengetahui serta memahami tentang Dampak hukum/aturan dan Dampak kesehatan akibat terhadap pernikahan Dini.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) Di Desa Sibedi, Kec. Marawola Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah: Domestic Violence (DV) in Sibedi Village, Marawola District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Maryam; Muhammad Asrum; Syaiful
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8357

Abstract

Kekerasan Dalam rumah tangga dapat terjadi karena rendahnya kemampuan anggota keluarga untuk beradaptasi satu sama lain, sehingga anggota keluarga yang memiliki kekuasaan dan kekuatan cenderung menggunakan dominasi dan eksploitasi terhadap anggota keluarga yang lebih lemah. Tujuan penyuluhan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak Kekerasan dalam rumah tangga. Metode penyuluhan yaitu sosialisasi dengan mengadakan penyuluhan hukum, bentuk-bentuk dan Kesehatan pada Kekerasan dalam Rumah Tangga. Penyuluhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) di tinjau dari Hukum, bentuk-bentuk kekerasan serta dampak dari segi kesehatan yang dipaparkan oleh pemateri dan dihadiri 20 orang peserta. Peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri dengan berbagai aturan atau hukuman jika Kekerasan Dalam Rumah Tangga sangat besar hukumannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Penyuluhan Tentang Dampak Hukum KDRT dan Dari Segi Kesehatan, Akademi keperawatan Justitia di desa Sibedi Kabupaten Sigi telah terlaksana dengan lancar. Sambutan masyarakat yang sangat baik dan mengharapkan agar kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilakukan secara rutin.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Mellitus Di Desa Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Diabetes Mellitus in Enu Village, Sindue District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Rabiah; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8385

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi DM, baik secara global maupun nasional. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pencegahan DM di masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Enu, Kecamatan Sindue, dengan melibatkan 20 peserta dari berbagai kelompok usia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, diskusi, serta pemeriksaan gula darah gratis. Materi meliputi pengertian, faktor risiko, gejala, komplikasi, dan pencegahan DM. Hasil: Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM, kesadaran pentingnya pola hidup sehat, dan motivasi untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Beberapa peserta yang terdeteksi memiliki kadar gula darah tinggi diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan. Partisipasi aktif terlihat dari antusiasme pada sesi tanya jawab, dan mayoritas peserta menyatakan puas terhadap kegiatan. Kesimpulan: Penyuluhan interaktif tentang DM di Desa Enu efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi masyarakat untuk mencegah dan mengelola DM. Rekomendasi meliputi pelaksanaan program serupa secara berkala, pelibatan kader kesehatan, dan pendampingan bagi penderita DM.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Pada Lansia Di Desa Labuan Lelea Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Hypertension in the Elderly in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8388

Abstract

Pendahuluan: Lansia (?60 tahun) memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi akibat proses penuaan yang menurunkan elastisitas pembuluh darah dan memengaruhi fungsi kardiovaskular. Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena dapat terjadi tanpa gejala namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia 65–74 tahun mencapai 63,2% dan meningkat menjadi 69,5% pada usia >75 tahun. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku lansia. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Labuan Lelea, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, melibatkan 20 peserta dari berbagai kalangan usia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi awal dengan pihak desa, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, leaflet, dan poster, sesi diskusi serta konsultasi kesehatan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Materi meliputi definisi, faktor risiko, tanda/gejala, patofisiologi, komplikasi, dan pencegahan hipertensi. Hasil: Kegiatan penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta terkait pengertian dan faktor risiko hipertensi, kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, dan pemahaman langkah pencegahan. Sebagian besar peserta yang sebelumnya tidak memahami hubungan pola makan dan gaya hidup dengan hipertensi menjadi lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko. Layanan pemeriksaan kesehatan mendorong peserta untuk melakukan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan di Desa Labuan Lelea efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi dan memotivasi mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat. Disarankan kegiatan serupa dilakukan secara berkala dengan melibatkan kader kesehatan desa, pendampingan bagi penderita hipertensi, serta penguatan program gizi keluarga untuk menekan angka kejadian dan komplikasi hipertensi di masa mendatang.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Stunting Di Desa Kalukutinggu Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Stunting in Kalukutinggu Village, Dolo Barat District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Maryam; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8389

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting nasional sebesar 21,6%, masih di atas target WHO sebesar 20%. Desa Kalukutinggu, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, memiliki angka risiko stunting yang tinggi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahannya. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada 19 Juli 2024 dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab menggunakan media leaflet dan flip chart. Materi meliputi definisi, faktor penyebab, gejala, dampak, dan langkah pencegahan stunting. Peserta adalah masyarakat Desa Kalukutinggu, khususnya orang tua balita. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi, sesi tanya jawab, dan skrining kesehatan. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 20 peserta dengan antusiasme tinggi. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang stunting, pola makan sehat, dan pentingnya deteksi dini. Hasil skrining menemukan 10 anak (21,2%) dengan tanda-tanda stunting. Peserta menunjukkan perubahan sikap awal terhadap gaya hidup sehat dan kesediaan untuk melakukan pemantauan rutin. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pencegahan stunting. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala, melibatkan kader kesehatan desa, dan diintegrasikan dengan program perbaikan gizi keluarga.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Mellitus Di Desa Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Diabetes Mellitus in Enu Village, Sindue District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Rabiah; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8401

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi DM, baik secara global maupun nasional. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pencegahan DM di masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Enu, Kecamatan Sindue, dengan melibatkan 20 peserta dari berbagai kelompok usia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, diskusi, serta pemeriksaan gula darah gratis. Materi meliputi pengertian, faktor risiko, gejala, komplikasi, dan pencegahan DM. Hasil: Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM, kesadaran pentingnya pola hidup sehat, dan motivasi untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Beberapa peserta yang terdeteksi memiliki kadar gula darah tinggi diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan. Partisipasi aktif terlihat dari antusiasme pada sesi tanya jawab, dan mayoritas peserta menyatakan puas terhadap kegiatan. Kesimpulan: Penyuluhan interaktif tentang DM di Desa Enu efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi masyarakat untuk mencegah dan mengelola DM. Rekomendasi meliputi pelaksanaan program serupa secara berkala, pelibatan kader kesehatan, dan pendampingan bagi penderita DM.
Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Lansia Melalui Gerakan Program PATUH di Desa Bomba Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi: Prevention of Hypertension in the Elderly Through the PATUH Program Movement in Bomba Village, Marawola District, Sigi Regency Sri Yulianti; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8486

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang paling rentan disebabkan tidak lagi produktif secara ekonomi, masalah kesehatan dan memerlukan pendampingan (caregiver). Kerentanan pada lansia akibat penurunan fungsi imun dan penyakit degenerative diantaranya hipertensi. Tujuan dilakukam pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan untuk pencegahan terjadinya hipertensi. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan media flip chart dan leaflet. Hasil Di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Hipertensi. Didapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Hipertensi, sebagian besar Masyarakat Desa Bomba belum memahami penyebab terjadinya Hipertensi dan Bagaimana cara pencegahan penyakit Hipertensi. Pada saat setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit Hipertensi sebagian Masyarakat banyak bertanya terkait Hipertensi, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Hipertensi
Dampak Pernikahan Anak Di Tinjau Dari Hukum Dan Kesehatan Di Desa Bomba Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah: The Impact of Child Marriage from a Legal and Health Perspective In Bomba Village, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Maryam; Muhammad Asrum; Syaiful
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8503

Abstract

Pernikahan anak adalah akad nikah yang dilangsungkan pada usia dibawah kesesuaian aturan yang berlaku. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Tujuan Kegiatan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak hukum, faktor penyebab dan pengetahuan masyarakat tentang aturan yang mengatu dan memperbolehkan untuk menikah sesuai dengan UU. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan sosialisasi dengan mengadakan penyuluhan hukum, agama dan Kesehatan. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Penyuluhan Dampak Pernikahan anak ditinjau dari segi Hukum, Kesehatan pada Akademi keperawatan Justitia Palu di desa Bomba Kabupaten Sigi” telah terlaksana pada hari Senin, 19 Februari 2024 pada pukul 10.00 – 11.00 wita. Penyuluhan yang dipaparkan oleh pemateri dan dihadiri 20 orang peserta. Peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri dengan berbagai dampak yang akan terjadi pada pernikahan. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Penyuluhan Dampak pernikahan anak ditinjau dari Hukum dan Kesehatan, Akademi keperawatan Justitia di desa Bomba Kabupaten Sigi” telah terlaksana dengan lancar. Sambutan masyarakat yang sangat baik dan mengharapkan agar kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilakukan secara rutin.
Edukasi Tentang Dampak Hukum Buang Sampah Sembarangan Dan Dampaknya Dari Segi Kesehatan Di Desa Enu, Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Education on the Legal Impact of Littering and Its Health Impacts in Enu Village, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Maryam; Muhammad Asrum; Syaiful
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8504

Abstract

Sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang sampai saat ini masih sulit diatasi. Kita sebagai manusia adalah penghasil sampah. Namun, yang jadi masalah bukanlah sampahnya, melainkan perilaku orang yang membuang sampah tersebut tidak pada tempatnya.Membuang sampah sembarangan akan mencemari lingkungan kita dan secara signifikan mengurangi penggunaan, kenikmatan, dan nilai tempat-tempat umum kita. Hal ini membuat lingkungan tampak kotor dan tidak terawat, dan membuat banyak orang jadi tidak nyaman. Tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak Hukum buang sampah sembarangan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu sosialisasi dengan mengadakan penyuluhan Dampak hukum buang sampah sembarang dan dampak Kesehatan. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “ Dampak Hukum buang sampah sembarangan Dan Dampak dari segi Kesehatan pada Akademi Keperawatan Justitia di Desa Enu Kabupaten Donggala ”telah terlaksana pada hari .Rabu, 22 Junii 2022. pada pukul 15.00 – 17.00 wita. dihadiri 20 orang peserta. Peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri dengan berbagai aturan atau hukuman jika sering buang sampah sembarangan dan dampaknya dari segi kesehatan. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Dampak Hukum Buang Sampah Sembarangan dan Dampak Dari Segi Kesehatan, Akademi Keperawatan Justitia di desa Enu, Kabupaten Donggala” telah terlaksana dengan lancar. Sambutan masyarakat yang sangat baik dan mengharapkan agar kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilakukan secara rutin.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Melitus dengan luka kaki di Desa Labuan Lelea, Kec. Labuan, Kab. Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Diabetes Mellitus with Foot Ulcers in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Sri Yulianti; Indri Iriani; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8510

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kroniks ditandai dengan hiperglikemia yang terjadi karena fungsi sekresi insulin oleh pankreas yang menurun, fungsi insulin itu sendiri maupun kombinasi keduanya yang membutuhkan perawatan secara berkesinambungan untuk mengurangi risiko dengan pengendalian kadar gula dalam darah. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus sehingga dapat mencegah terjadinya luka pada kaki. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan flip chart dan leaflet. Hasil di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Diabetes Melitus Sebagian besar masyarakat Desa Labuan Lelea belum memahami penyebab terjadinya penyakit Diabetes Melitus dan bagaimana cara pencegahan penyakit Diabetes melitus. Pada saat setalah diberikan penyuluhan tentang penyakit Diabetes Melitus sebagian masyarakat banyak bertanya terkait penyakit Diabetes Melitus, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Diabates Melitus Dengan Luka Pada Kaki.