Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Skrining Diabetes Melitus pada Ibu Hamil di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Factors Affecting Diabetes Mellitus Screening in Pregnant Women at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Wiranti Mangadikon; Syaiful R. Tahir; Maryam; Hasiaty Ponulele
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i10.2906

Abstract

Diabetes mellitus gestasional merupakan keterjeratan kehamilan yang masih jarang terlihat sedangkan variabel yang mempengaruhi kejadian diabetes gestasional antara lain umur, riwayat diabetes mellitus. Jenis eksplorasi yang dilakukan ini bersifat kuantitatif. Eksplorasi ini diperkirakan menggunakan polling dengan tujuan utama mengenali ibu hamil, misalnya 15 ibu hamil dengan 6 pernyataan tentang diabetes mellitus. diperkirakan menggunakan paket tes glukosa. Jenis pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebaran dari 15 responden yang diperiksa menunjukkan bahwa ibu hamil memiliki latar belakang yang ditandai dengan diabetes mellitus (100,0%) tidak ada set pengalaman melahirkan anak makrosomia dengan diabetes mellitus gestasional dan penting untuk cek kadar gula pada ibu hamil. Akhirnya dari 5 individu yang menjadi responden teridentifikasi diabetes melitus, 10 individu yang tidak terklasifikasi diabetes melitus pada kelas ini tergolong buruk, dianjurkan untuk memiliki pilihan untuk tetap mengontrol terutama DM dapat mengurangi kejadian diabetes melitus.
Faktor-Faktor Risiko Persalinan Prematur di Rumah Sakit Bersalin Tinatapura Kota Palu : Risk Factors for Premature Labor at the Tinatapura Maternity Hospital, Palu City Ferafy; Rosita; Maryam; Hasiaty Ponulele
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i1.3238

Abstract

Persalinan prematur didefinisikan sebagai kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu (20-37 minggu) atau dengan berat janin kurang dari 2500 gram. Menurut WHO, ada 15 juta kelahiran prematur pada tahun 2018. Prematuritas adalah 5-10% di negara maju seperti Eropa, Amerika Utara, sebagian Amerika Selatan, dan Australia, tetapi 10-30% di Afrika dan Asia Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko persalinan prematur di Rumah Sakit Bersalin Tinatapura Kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus kontrol dengan pendekatan basic random sampling. Partisipan penelitian sebanyak 766 orang adalah ibu hamil prematur dan cukup bulan di Rumah Sakit Bersalin Tinatapura Kota Palu. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dari rekam medis kelahiran Januari-Desember, dan sampel terdiri dari kelompok kasus (persalinan prematur) dan kelompok kontrol (persalinan normal). Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Analisis univariat dan bivariat dengan uji OR (95%/CI). Informasi tersebut dianalisis, ditabulasikan, dan disampaikan dalam bentuk naratif. Temuan mengungkapkan bahwa ibu berusia 20 hingga 35 tahun memiliki peluang 0,53 kali lebih besar untuk menghindari persalinan prematur. Paritas 1 atau lebih memiliki resiko 0,30 tidak menderita persalinan prematur. Karena jarak antara kehamilan sebelumnya kurang dari 2 tahun, risiko persalinan prematur meningkat 1,00 kali lipat jika dibandingkan dengan ibu yang jarak kehamilannya lebih dari 2 tahun.
Implementasi Terapi Kompres Hangat terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Phlebitis di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Warm Compress Therapy to Reduce Pain Scale in Phlebitis Patients at Undata Hospital Central Sulawesi Province Lili Edi Sawaun; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.4278

Abstract

Phlebitis terjadi karena peradangan akut lapisan internal vena yang ditandai oleh rasa sakit dan nyeri disepanjang vena, kemerahan, bengkak, dan hangat, serta dapat dirasakan disekitar daerah penusukan. Kompres hangat merupakan tindakan untuk menurunkan nyeri dengan memberikan energi panas melalui proses konduksi, pemberian kompres air hangat efektif untuk menurunkan derajat phlebitis. Dilakukan Implementasi terapi kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri pada pasien phlebitis di Ruangan Teratai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-case study dimana dalam desain penelitian ini mempelajari kasus tunggal seperti satu penyakit dan satu pasien. Didapatkan hasil setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan hasil hari pertama skala nyeri 4 (nyeri ringan), hari kedua skala nyeri 2 (nyeri ringan) dan hari ketiga skala nyeri 0 (tidak terasa nyeri) dengan hasil nyeri yang dirasakan pasien sudah tidak terasa nyeri. Kesimpulan bahwa pemberian terapi kompres hangat ini efektif terhadap penurunan skala nyeri pada pasien phlebitis dengan suhu air yang digunakan 40oC-43oC selama 10-20 menit dan dilakukan secara rutin. Saran pada penelitian ini antara lain bagi institusi pendidikan, bagi tempat penelitian dan bagi peneliti.
Dampak Penyalahgunaan Narkoba DiTinjau Dari Segi Hukum, Miras Di Tinjau Dari Segi Agama Dan Kesehatan Di Desa Jono Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah: The Impact of Drug Abuse Reviewed from a Legal Perspective, Alcoholic Beverages Reviewed from a Religious and Health Perspective in Jono Village, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Maryam; Imam Hikam; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8353

Abstract

The tri dharma of higher education is the obligation of lecturers, and one of them is community service. This service raised the theme of health education about the impact of drug use in terms of law, Miras in terms of religion and health. Previously, a joint observation was made by the Sheep Indonesia Foundation that the problem obtained in Jono Village was the average community consuming liquor (Miras). Jono Village is a remote area in Sigi Regency. The purpose of this community service is to increase public knowledge about the impact of the Miras. The method of implementing community service with direct counseling techniques to the community with Flip chart and Leaflet media. The results of community service are very enthusiastic to listen to the material. Previously, many residents did not know the impact of liquor. This is reflected in the number of questions asked regarding the harm caused by drinking liquor. In the evaluation session, the community is given questions and the average community can answer correctly according to the material provided. Conclusions community service activities have been carried out well and lancer. The community welcome is very good and it is hoped that the community can avoid liquor, and this activity and community service can be carried out regularly.
Edukasi Hewan Ternak Berkeliaran di Jalan Raya Picu Kecelakaan Lalu lintas : Education: Livestock Roaming on Highways Triggers Traffic Accidents Maryam; Muhammad Asrum; Syaiful
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8354

Abstract

Hewan ternak yang berkeliaran bebas di jalan menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas atau lakalantas di Kabupaten Donggala. Penyuluhan ini bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya hewan berkeliaran dijalan raya picu kecelakaan Lalu Lintas dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang peraturan yang mengatur hewan ternak yang berkeliaran dijalan Raya. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan sosialisasi dengan mengadakan penyuluhan tentang hewan ternak berkeliaran di jalan raya picu kecelakaan lalu lintas. Peraturan Daerah Nomor 14 tahun 2010 tentang peternakan dan penertiban ternak, kemudian dibuat aturan pelaksanaanya melalui Peraturan Bupati Nomor 24 tahun 2020 tentang pelaksanaan Perda Nomor 14 tahun 2010 agar seluruh pemilik ternak mengandangkan hewan ternaknya. pemilik hewan ternak, agar menjaga, mengandangkan hewan ternaknya, baik sapi maupun kambing dan sebagainya. Supaya menyiapkan kandang untuk hewan ternaknya jangan diumbar di jalan umum dan sebagainya, dengan adanya Perda ini apabila masih ada hewan ternak yang berkeliaran, maka akan dikenakan sanksi denda.
Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Untuk Menurunkan Tekanan Darah Dengan Diagnosa Keperawatan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Talise Kota Palu: Implementation Of Warm Water Foot Soak Therapy To Lower Blood Pressure With Nursing Diagnosis Of Cerebral Perfusion Risk Is Not Effective In The Elderly With Hypertension In Talise Health Center In Palu City Fadira Anggraini; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9056

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular pada lansia dan dapat memicu gangguan perfusi serebral. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya dilakukan dengan terapi farmakologi, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis seperti terapi rendam kaki air hangat yang terbukti dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan Untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan diagnosa keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang lansia berusia 75 tahun dengan riwayat hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Intervensi yang diberikan berupa terapi rendam kaki air hangat selama 20–30 menit selama 3 hari berturut-turut dengan suhu air 40,5–43°C. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Setelah intervensi dilakukan selama 3 hari, terjadi penurunan tekanan darah dari 168/110 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Pasien juga menunjukkan penurunan keluhan seperti sakit kepala dan rasa tegang di tengkuk. Intervensi berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak ditemukan efek samping. Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko perfusi serebral tidak efektif pada lansia hipertensi. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer di fasilitas layanan kesehatan primer.
Implementasi Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Pada Pasien Hipertensi Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Progressive Muscle Relaxation (PMR) Therapy In Dealing With The Nursing Problem Of Acute Pain In Hypertension [atients at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Hijrawati Kostan M Gani; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9071

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan kondisi kronis yang banyak terjadi dan menjadi penyebab utama komplikasi serius seperti gagal ginjal, stroke, dan penyakit jantung. Salah satu gejala umum yang sering dialami penderita hipertensi adalah nyeri akut, terutama di bagian tengkuk. Penanganan nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, namun terapi non-farmakologis seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR) juga terbukti efektif. Tujuan ssMengimplementasikan terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada pasien hipertensi di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode : Studi kasus deskriptif dilakukan pada satu subjek pasien dengan hipertensi dan keluhan nyeri akut. Intervensi dilakukan menggunakan teknik PMR selama beberapa sesi dengan pemantauan tekanan darah dan intensitas nyeri sebelum dan sesudah terapi. Hasil : Setelah dilakukan intervensi Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) selama 3 hari (PMR), ditemukan skala nyeri 6 dan terjadi penurunan signifikan pada skala nyeri menjadi 2 dan tekanan darah pasien dari 180/88 mmHg menjadi 140/80 mmHg pasien Skala nyeri yang semula sedang menurun menjadi ringan, serta tekanan darah pasien, menunjukkan penurunan dari kondisi hipertensi ke kategori prahipertensi. Kesimpulan : Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan tekanan darah pada pasien hipertensi. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Saran : Hasil studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi institusi, rumah sakit, dan peneliti dalam meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta memahami perkembangan metode pembelajaran untuk mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan yang optimal, khususnya pada pasien hipertensi.
Implementasi Keperawatan Pemberian Posisi Postural Drainase Terhadap Pengeluaran Sputum Pada anak Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Kasus Pneumonia Di Ruang Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of positional drainage nursing care toward sputum clearance in children with ineffective airway clearance in cases of pneumonia at undata general hospital central sulawesi province Rahmawati Tantu; Rosita; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9077

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama gangguan pernapasan pada anak-anak, dengan masalah keperawatan yang sering muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif akibat sekresi yang tertahan di saluran napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknik postural drainase dalam meningkatkan pengeluaran sputum pada anak usia 1–5 tahun yang dirawat di ruang Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Intervensi postural drainase dilakukan selama tiga hari dengan durasi 10 menit per sesi. Hasil pengkajian menunjukkan adanya perbaikan signifikan setelah intervensi, ditandai dengan pengeluaran sputum yang meningkat, penurunan frekuensi napas, menghilangnya ronki, serta peningkatan saturasi oksigen. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pemberian posisi postural drainase efektif dalam membantu mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan pneumonia. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi referensi dalam praktik keperawatan anak, serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan melalui intervensi non-farmakologis yang tepat.
Implementasi Pemberian Terapi Foot Massage Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Di Ruangan Matahari Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Foot Massage Therapy to Reduce Pain Intensity in Post-Caesarean Section Patients in the Matahari Room of Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Siti Ramla A. Lamadaju; Rosita; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9256

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding perut dan rahim untuk melahirkan janin. Prosedur ini sering menyebabkan nyeri pascaoperasi yang dapat mengganggu proses pemulihan ibu. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik foot massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi foot massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea di Ruang Matahari RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi kasus pada satu pasien post SC yang mengalami nyeri akut. Terapi foot massage diberikan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20 menit. Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari 6 (nyeri sedang) menjadi 2 (nyeri ringan) setelah dilakukanterapi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi foot massage efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan maternitas.
Implementasi Perawatan Luka Modern Pada Pasien Ulkus Diabetik Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Integritas Jaringan Di Ruangan Bougenville RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation Of Modern Wound Care In Patients With Diabetic Ulcers With Nursing Issues Of Tissue Integrity Disorders In The Bougenville Room Of The Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province Nur Fahmi; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10319

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi serius dari Diabetes Melitus yang disebabkan oleh gangguan vaskular dan neuropati, yang dapat menyebabkan luka kronis, infeksi, hingga amputasi. Perawatan luka modern terbukti efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka dan menurunkan risiko komplikasi lanjutan. Tujuan penelitian untuk menggambarkan implementasi perawatan luka modern pada pasien ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan gangguan integritas jaringan. Desain Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek satu pasien ulkus diabetikum. Instrumen penelitian berupa format pengkajian luka. Pengumpulan Data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian klien dapat melakukan perawatan luka modern selama tiga kali dalam 3x24 jam terjadi peningkatan granulasi, berkurangnya jaringan nekrotik, berkurangnya eksudat dan bau luka, serta tidak ditemukan tanda-tanda infeksi pada luka maupun kulit sekitarnya. Implementasi perawatan luka modern terbukti efektif, evaluasi menunjukan perbaikan signifikan terhadap integritas jaringan. Kesimpulan Perawatan luka modern efektif mempercepat penyembuhan ulkus diabetikum dengan meningkatkan granulasi, mengurangi jaringan nekrotik, eksudat, dan bau luka, serta mencegah infeksi pada area luka. Saran Perawat diharapkan menerapkan perawatan luka modern secara rutin dan rumah sakit perlu menyediakan fasilitas serta bahan balutan modern untuk mendukung proses penyembuhan optimal.