Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Di Ruangan Srikaya UPT RSUD Madani Palu Provinsi Sulteng: Nursing Care for Patients at Risk of Violent Behavior with a Medical Diagnosis of Schizophrenia in the Srikaya Ward, UPT Madani Hospital, Palu, Central Sulawesi Sartika Irwan; Indri Iriani; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10625

Abstract

Resiko perilaku kekerasan salah satu tanda dan gejala gangguan jiwa yang sering ditemukan pada klien zkizofrenia. Resiko perilaku kekerasan jika tidak segara ditangani akan menimbulkan dampak yang dapat merugikan baik secara fisik maupun psikologis. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah untuk menerapkan senam aerobic low impact pada pasien dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Umum Daerah Madani Palu. Metode penerapan yang digunakan adalah studi kasus dilakukan pada klien skizofrenia paranoid dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini dilakukan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Jiwa Daerah Madani Palu bulan agustus 2024. Metodi pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian keperawatan jiwa dengan melakukan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan data rekam medis. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan senam aerobic low impact pada klien dengan resiko perilaku kekerasan antara perawat dengan klien selama 3 kali dalam 1 minggu pada klien resiko perilaku kekerasan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Jiwa Daerah Madani Palu menujukan bahwa pemeberian senam aerobict low impact dapat mengontrol resiko perilaku kekerasan serta mampu mengontrol emosinya dan mampu bersikap social dengan baik. Simpulan dari penerapan terapi ini didapatkan hasil bahwa klien mampu mengontrol resiko perilaku kekerasan. Disarankan untuk tenaga kesehatan dapat menambah jadwal kegiatan harian seperti senam aerobic low impact di Ruangan Srikaya untuk mempermudah proses penyembuhan klien.
Implementasi Teknik Guided Imagery Terdadap Nyeri Epigastrium Pada Pasien Dyspepsia Dirumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Guided Imagery Techniques Epigastrium Pain In Dyspepsia Patients At Undata Regional General Hospital Central Sulawesi Province Stecy Pangare; Rahma Pakaya; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4324

Abstract

Dispepsia merupakan penyakit saluran pencernaan yang banyak terjadi dikalangan masyarakat dunia, dengan gejala berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada di lambung, mual, muntah, kembung, mudah kenyang, rasa perut penuh, sendawa berulang atau kronis. Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang bersifat subjektif. Salah satu penanganan nyeri yaitu dengan guided imagery. Guided imagery adalah suatu teknik dengan menganjurkan pasien untuk mengalihkan pikirannya terhadap sesuatu yang indah sesuai dengan instruksi sehingga nyeri yang dialami pasien akan hilang atau berkurang. Metode yang digunakan dalam Penelitian Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami nyeri epigastrium pada penyakit dispepsia di ruang seroja rumah sakit umum undata provinsi sulawesi tengah. Hasil penelitian yang ditemukan dari pengkajian pada Ny N Pasien mengatakan nyeri pada epigastrium. Setelah dilakukan teknik guided imagery nyeri yang dirasakan menurun dari skala nyeri 4 (sedang) menjadi skala nyeri 0. Penerapan dilakukan 1 kali sehari selama 2 hari. Analisa data dilakukan penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan penerapan guided imagery, terjadi penurunan skala nyeri pada subjek penerapan, yaitu pada subjek (Ny N) dari skala nyeri 4 ( sedang) menjadi skala 0. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa Pemberian teknik guided imagery ini efektif terhadap penurunan skala nyeri pada pasien dispepsia. Bagi pasien yang mengalami masalah nyeri hendaknya dapat melakukan penerapan guided imagery secara mandiri untuk membantu menurunkan nyeri sehingga memberikan rasa nyaman pada pasien.
Implementasi Perawatan Payudara pada Ibu Hamil Trimester III dalam Mempersiapkan Proses Menyusui Pasca Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili Kelurahan Petobo: Implemention of Breat Care for Pregnant Women in the III Trimester in Preparing for the Breastfeeding Process Post-Birth in the Working Area of the Bulili Health Center Petobo Village Putri Patri Sia A; Rahma Pakaya; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4325

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dikerjakan untuk menambah produksi ASI dengan cara melakukan breast care (perawatan payudara) untuk menstimulus hormon oksitoksin dan prolaktin. Perawatan payudara adalah upaya yang dapat dikerjakan untuk memelihara kondisi payudara agar tetap baik serta dilakukan dengan tujuan untuk memperlancar produksi ASI dan terhindar dari kesulitan saat akan menyusui. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain deskriptif, populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III dan yang memilki kurang pengetahuan tentang perawatan payuada, sampel adalah ibu hamil trimester III dengan masalah kurang pengetahuan tentang perawatan payuadara di Wilayah kerja Puskesmas Bulili Keluarahan Petobo. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan pada Ny.T, Klien merasa khawatir apakah bisa memberikan ASI pada bayinya atau tidak, mengatakan belum memiliki pengalaman tentang menyusui belum pernah melakukan breastcare.
Faktor-Faktor Resiko Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Terpasang Kateter di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Risk Factors for Urinary Tract Infections in Patients with Catheters at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Asda; Rabiah; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4375

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) sering menyerang laki-laki dan perempuan dari berbagai kelompok usia dengan tampilan klinis beragam. Sekitar 40% infeksi di rumah sakit adalah ISK, dimana 80% disebabkan oleh pemasangan kateter. Keberadaan kateter meningkatkan 5% bakteri urine per hari. Kateter dalam jangka waktu pendek atau panjang memiliki angka infeksi 3-10% per hari. Penelitian ini bertujuan meneliti faktor-faktor resiko kejadian infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif dan mengamati variabel independen dan dependen secara bersamaan. Penelitian ini juga merupakan studi cross-sectional dengan desain analitik observasional. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko yang mempengaruhi infeksi saluran kemih pada pasien dengan kateter urine menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden pasien terpasang kateter, mayoritas berusia di atas 64 tahun (65%) dan lebih banyak laki-laki (65%). Kemudian banyak responden yang tidak memiliki diabetes (95%) dan lama pemasangan kateter kurang dari atau sama dengan 6 hari (65%). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan lama pemasangan kateter dengan infeksi saluran kemih, tetapi tidak ada hubungan signifikan antara usia atau diabetes dengan infeksi saluran kemih..Hasil penelitian diharapkan meningkatkan perawatan dan pengawasan kateter pada pasien terutama pada laki-laki dan yang memiliki lama pemasangan kateter lebih dari 6 hari. Edukasi dan tindakan pencegahan perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter.
Implementasi Manajemen Hipertermi Dengan Masalah Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Dbd Di Rs Bhayangkara Palu Polda Sulteng: Implementation of Hyperthermia Management with Hyperthermia Problems in Child Patients with Dengue Fever at Bhayangkara Hospital, Palu, Central Sulawesi Regional Police Wahyudiladjidjiiman; Febrianti Nur; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6490

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypeti, yang ditandai dengan demam mendadak 2 sampai 7 hari tanpa penyebab yang jelas, lemah, lesu, gelisah, nyeri ulu hati, di sertai tanda pendarahan (petekie, lebam/echymosis atau ruam purapura). Untuk menerapkan Implementasi Manajemen Hipertermi Dengan Masalah Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan DBD Di RS Bhayangkara Palu Polda Sulteng. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif, studi kasus menurut (AIPVIKI, 2023) adalah jenis studi yang memberikan deskriptif suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian untuk menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan desain penelitian secara terperinci. Penelitian ini di tunjukan untuk mengetahui hasil implementasi manajemen hipertermi dengan masalah hipertermi pada pasien anak dengan DBD di RS Bhayangkara Palu Polda Sulteng. Hasil studi kasus ini setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam evaluasi yang didapatkan selama 3 hari pada hari pertama suhu 38°C dan pada hari ketiga suhu tubuh menjadi normal yaitu 36°C.
Implementasi Terapi Pijat Kaki (Foot Massage) Dengan Masalah Ansietas Pada Pasien Cronic Kidney Disease (CKD) Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Foot Massage Therapy with Anxiety Problems in Chronic Kidney Disease (CKD) Patients at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Maharani Deswita; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6568

Abstract

Chronic Kidney Disease merupakan kondisi dimana ginjal mengalami kerusakan dan tidak dapat menyaring darah sebagaimana mestinya. Akibatnya, kelebihan cairan dan limbah dari darah tetap berada di dalam tubuh dan dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke. Kecemasan merupakan suatu keadaan emosional dan pengalaman yang dilakukan oleh individu terhadap suatu objek yang sulit dipahami dan sesuatu yang menimbulkan akibat dari dugaan bahaya sehingga untuk mengatasi ancaman yang akan memungkinkan individu melakukan dan mengambil tindakan. Terapi pijat kaki atau foot massage merupakan salah satu terapi non farmakologi dan bisa menjadi alternatif untuk dapat memberikan rasa nyaman dan mampu menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi pijat kaki (foot massage) dengan masalah ansietas pada pasien Cronic Kidney Disease di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif, studi kasus deskriptif adalah jenis studi yang memberikan suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti agar menilai penelitian untuk menggunakan teori deskriptif dan menjelaskan desain penelitian secara terperinci. Hasil yang didapatkan hari pertama pada saat pemberian terapi pijat kaki pasien mengatakan merasa lebih rileks namun pasien masih nampak kesulitan pola tidur, hari kedua pasien mengatakan pola tidurnya membaik, pada hari ketiga cemas yang dirasakan pasien berkurang, pasien mengatakan lebih nyaman dan rileks. Kesimpulannya terapi pijat kaki efektif digunakan untuk menurunkan ansietas yang dialami pasien gagal ginjal kronik.
Edukasi Pola Makan Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu: Diet Education on Lowering Blood Pressure In Hypertension Patients with Nursing Problems Knowledge Deficit in the Work Area Talise Health Center, Palu City Renawati Didipu; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.7132

Abstract

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah tinggi melebihi 140/90 mmHg. Kurangnya pengetahuan tentang diet berarti kurangnya informasi atau pemahaman mengenai makan dan pengelolaan hipertensi. Mengatur pola makan merupakan langkah penting dalam mengelola hipertensi dengan mengontrol kebiasaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pola makan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah defisit pengetahuan. Desain yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang difokuskan pada individu. Subyek studi kasus ini adalah pasien yang mengalami Hipertensi dengan Defisit pengetahuan. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian pada pasien terdapat keluhan sakit pada lutut, pasien tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap hipertensi, tidak mengetahui penyebab, serta tanda dan gejala hipertensi. Setelah diberikan edukasi kesehatan selama 3x kunjungan pada diagnosa defisit pengetahuan terjadi penurunan tekanan darah dengan dilakukan edukasi pola makan dengan hasil : pasien mengatakan sudah mengetahui penyebab, tanda dan gejala serta makanan yang dapat menyebabkan hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa edukasi pola makan dapat meningkatkan pengetahuan serta menurunkan tekanan darah. Diharapkan pasien disiplin dalam pola hidup sehat sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak Di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Deni Ikhwan; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7207

Abstract

Katarak merupakan keadaan dimana lensa mata bersifat opasitas (tidak tembus cahaya) dan merupakan penyebab dominan masalah sosio-medis yaitu kebutaan di seluruh dunia. Penyebab utama katarak adalah usia, tetapi banyak hal lain yang terlibat seperti faktor keturunan, kongenital, penyakit sistemik, penggunaan obat tertentu khususnya steroid dan gangguan pertumbuhan. Satu-satunya terapi untuk penderita katarak adalah operasi atau pembedahan. Pembedahan pada penyakit katarak saat ini bisa dilakukan dalam beberapa menit saja, namun bagi sebagian orang pembedahan menjadi salah satu stressor bagi mereka. Dimana sebuah stressor ini dapat menimbulkan rasa cemas pada klien. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penelitian deskriptif untuk mngetahui gambaran tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 41 responden, sebagian besar yaitu 18 orang (43,90%) mengalami kecemasan sedang, 26,83 % mengalami kecemasan sedang, 19,51% mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil yaitu 9,76% tidak mengalami kecemasan (normal). Kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagian besar responden yaitu 18 orang (43,90%) mengalami kecemasan sedang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa lainnya untuk pengembangan penelitian selanjutnya, bagi RSU Anutapura Palu sebagai salah satu cara meningkatkan pemberian edukasi kesehatan dan mempertahankan perencanaan keperawatan pada pasien pre operasi katarak agar tingkat kecemasan dapat diturunkan.
Implementasi Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di Klinik Rizky Wound Care Centre : Implementation of Progressive Muscle Relaxation Therapy in Type 2 Diabetes Mellitus Patients with Blood Glucose Level Instability Problems at the Rizky Wound Care Center Clinic Moh. Ramli Nur; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7233

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang di sebabkan oleh gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi relasasi otot progresif dalam penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Klinik Rizky Wound Care Centre pada pasien dengan diagnosa diabetes melitus tipe 2 dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah. Hasil penelitian yang ditemukan dari pengkajian, Tn. S masuk dengan keluhan nyeri pada kaki sebelah kanan yang luka, nyeri dirasakan saat beraktivitas, skala nyeri 3 (ringan), nyeri yang dirasakan seperti ditusuk- tusuk. Sebelum diberikan implementasi terapi relaksasi otot progresif kadar glukosa darah pasien pasien 327 mg/dl dan setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif selama 15 menit dalam setiap tindakan selama 3 hari, pada hari ketiga mengalami penurunan kadar glukosa darah menjadi 182 mg/dl. Penurunan kadar glukosa darah ini tidak secara signifikan karena pemberian terapi relaksasi otot progresif, tetapi pasien juga mendapatkan terapi farmakologi berupa insulin sebanyak 18 unit yang digunakan 4x sehari pada saat sebelum makan dan sebelum tidur pada malam hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi relaksasi otot progresif yang dilakukan selama 3 hari dengan durasi waktu 15 menit setiap tindakan, bahwa tindakan ini efektif dilakukan pada penyandang DM tipe. Dimana penyandang DM tipe 2 dapat mengalami penurunan kadar glukosa darah. Walaupun penurunan kadar glukosa darah ini dipengaruhi faktor eksternal adanya terapi farmakologi penggunaan insulin 18 unit.
Akibat Hukum Perceraian Dan Dampak Terhadap Kesehatan Mental Anak Di Desa Labuan Lelea, Kec. Labuan Kab. Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: The Legal Consequences of Divorce and its Impact on Children's Mental Health in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Maryam; Indri Iriani; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8355

Abstract

Kasus perceraian yang terjadi semakin hari terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan terjadinya perubahan zaman dan pergeseran nilai-nilai sosial yang berkembang ditengah masyarakat. Kondisi ekonomi yang tidak stabil menimbulkan gejolak di tengah masyarakat dan menjadi salah satu yang mempengaruhi tingginya angka perceraian di Pengadilan. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Akibat Hukum Perceraian dan Dampak Kesehatan Mental Anak. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan sosialisasi dengan mengadakan penyuluhan akibat hukum perceraian dan dampak Kesehatan mental anak. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “ Akibat Hukum Perceraian Dan Dampak Terhadap Kesehatan Mental Anak pada Akademi Keperawatan Justitia di Desa Labuan Lelea Kabupaten Donggala ”telah terlaksana pada hari Jumat, 06 Desember 2024 pada pukul 08.00 – 09.00 wita. Penyuluhan tentang akibat hukum perceraian dan Dampak terhadap Kesehatan Mental anak yang dipaparkan oleh pemateri dan dihadiri 36 orang peserta. Peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri dengan berbagai aturan atau hukuman jika terjadi perceraian dan dampaknya terhadap kesehatan mental anak.