Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Produk Frozen Food Ikan Nila Bioflok sebagai Start-up Desa melalui Skema Pembiayaan Partisipatif Getuk Tular Hasbi, Sahlan; Syahlendra, Rifqi; Brawijaya, Andri; Aziz, Imam Abdul; Ba’dana, Fatulloh Nur; Firmasyah, Ilham; Reza, Bagas Ali; Jannah, Rifa Ul; Mujahidah, Khansa Hanifah; Danika, Disty Cahya; Ma'mun, Muhammad Sukron
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21666

Abstract

Pengembangan usaha berbasis perikanan di tingkat desa memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Salah satu komoditas unggulan adalah ikan nila yang dibudidayakan dengan sistem bioflok, karena mampu menghasilkan ikan berkualitas tinggi. Namun, tantangan yang dihadapi mitra di Desa Wates Jaya adalah keterbatasan nilai tambah produk dan akses permodalan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk olahan frozen food ikan nila bioflok sebagai start-up desa melalui skema pembiayaan partisipatif Getuk Tular yang difasilitasi oleh Mitra BUMDES. Inovasi ini menjadi solusi untuk meningkatkan nilai jual produk dan mendukung UMKM berbasis ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan langsung pembudidaya ikan dalam kegiatan observasi, persiapan, uji coba produksi, dan evaluasi. Uji coba produksi menggunakan 6 kg ikan nila segar yang menghasilkan 30 kemasan ukuran 200 gram. Produk disimpan dalam freezer pada suhu –18°C selama 30 hari, dan hasilnya menunjukkan 96,7% kemasan tetap terjaga kualitas tekstur dan aromanya. Evaluasi 10 panelis memberikan skor rata-rata 4,6/5 untuk higienitas, 4,4/5 untuk kestabilan tekstur dan aroma, serta 4,2/5 untuk cita rasa. Dari survei sederhana terhadap 20 responden potensial, 70% menyatakan tertarik membeli, sehingga potensi omzet bulanan diproyeksikan mencapai Rp7,5 juta. Integrasi inovasi produk dengan strategi pemasaran digital dan skema pembiayaan Getuk Tular memperkuat akses modal usaha sekaligus menciptakan model inovatif pengembangan start-up desa berbasis perikanan. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk bioflok, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan pasar modern.
TINGKAT EFISIENSI BPR DAN BPRS DI JAWA BARAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 : EFECIENCY LEVEL OF BPR AND BPRS IN WEST JAVA DURING THE COVID-19 PANDEMIC Hasbi, Sahlan; Apriyana, Maya; Pangestu, Raden Ali
NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2021): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jn.v7i1.4287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat efisiensi pada BPR dan BPRS di wilayah Jawa Barat dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang dipublikasi dari 6 BPR yakni BPR Dana Multi Guna, BPR Cibitung Permai, BPR Nusamba Tanjungsari, BPR Bank Kota Bogor, BPR Universal Jabar, dan BPR Intan Jabar dan 6 BPRS yakni BPRS Arta Fisabilillah, BPRS Al- Wadiah, BPRS Artha Madani, BPRS Bogor Beriman, dan BPRS Amanah Rabbaniah pada periode 2019-2020. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) version 2.1 dengan menggunakan input oriented, untuk mengetahui tingkat efisensi BPR dan BPRS. Berdasarkan hasil pengujian ini dapat diketahui bahwa kinerja efiseinsi terbaik saat pandemi covid-19 ditunjukan oleh BPR Dana Multi Guna dan BPR Bank Kota Bogor dengan nilai efisiensi rata-rata 0,997 (99.7%) dan BPRS Amanah Rabbaniah dengan nilai efisiensi rata-rata 99,9%. Saat pandemi covid-19, tingkat efisiensi BPRS lebih baik dibandingkan dengan BPR sebesar 0.2%. Kata kunci: Efisiensi, BPRS, Data Envelopment Analysis, Covid-19.
The Influence of it Incident Management and Training on Service Improvement: Does Organizational Dehumanization Have an Impact? Hasbi, Sahlan; Hanafi, Syafiq Mahmadah
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v3i2.1084

Abstract

This study aims to identify the positive impact of training and incident management on service recovery performance and the negative impact of organizational dehumanization on service recovery performance. The results showed that training and incident management have a positive effect on service recovery performance. However, the moderation of organizational dehumanization does not have a significant effect on reducing service recovery performance but instead strengthens it. This research provides more understanding that the implementation of banking operations, including Islamic banking, must be carried out with strict regulations, including the affirmation of provisions that can be interpreted as a pattern of organizational dehumanization. However, to strengthen and accelerate the post-incident service recovery process, it must be supported by continuous and quality training.
PENGUATAN POTENSI EDUWISATA HALAL DAN DAYA SAING PELAKU USAHA MIKRO DI DESA WATES JAYA MELALUI SERTIFIKASI HALAL Sahlan Hasbi; Rifqi Syahlendra; Andri Brawijaya; Imam Abdul Aziz; Adil Muthi Tsani; Alya Amani; Aulia Putri Hidayat; Farra Diba Maulida Malik; Lisda Khoirunisa; Muhammad Najialah; Octaviana Delia Putri; Samsu Karim Sormin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Meskipun UMKM sangat penting untuk perekonomian desa, mereka sering menghadapi masalah seperti kurangnya informasi, akses ke pasar, dan permodalan. Untuk mengatasi masalah ini, program pengabdian masyarakat Desa Watesjaya menggunakan dua pendekatan utama: workshop sertifikasi halal dan penerapan skema pembiayaan partisipatif Getuk Tular yang difasilitasi BUMDES. Workshop halal meningkatkan pemahaman UMKM tentang pentingnya legalitas produk, dan 12 dari 15 UMKM yang berpartisipasi langsung mendaftarkan usaha mereka ke sistem SIHALAL. Sebaliknya, skema Getuk Tular, inovasi pembiayaan berbasis gotong royong, menawarkan akses permodalan yang lebih inklusif bagi UMKM. Integrasi kedua program ini menunjukkan bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan kualitas dan jaminan produk, tetapi juga keberlanjutan akses modal usaha. Hasilnya, UMKM Desa Watesjaya meningkatkan kepercayaan dan kepercayaan pelanggan melalui sertifikasi halal dan meningkatkan kapasitas permodalan melalui Getuk Tular. Oleh karena itu, dengan menggabungkan metode sertifikasi halal dan program pembiayaan partisipatif berbasis BUMDES, dapat diciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan, kompetitif, dan dapat diterapkan di desa lain. Abstract Although MSMEs are crucial to the village economy, they often face challenges such as a lack of information, market access, and capital. To address these challenges, the Watesjaya Village community service program employed two main approaches: a halal certification workshop and the implementation of the Getuk Tular participatory financing scheme facilitated by the Village-Owned Enterprise (BUMDES). The halal workshop increased MSMEs' understanding of the importance of product legality, and 12 of the 15 participating MSMEs immediately registered their businesses with the SIHALAL system. Conversely, the Getuk Tular scheme, a mutual cooperation-based financing innovation, offers more inclusive access to capital for MSMEs.The integration of these two programs demonstrates that the competitiveness of MSMEs is not only determined by product quality and assurance, but also by sustainable access to business capital. As a result, MSMEs in Watesjaya Village increased customer trust and confidence through halal certification and increased capital capacity through Getuk Tular. Therefore, by combining halal certification methods and a participatory financing program based on BUMDES, a sustainable, competitive MSME empowerment ecosystem can be created that can be applied in other villages.