Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Tingkat Inflasi, Suku Bunga Bank Indonesia, Jumlah Uang Beredar dan Kurs Nenny Hendajany
EKO-REGIONAL Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.995 KB) | DOI: 10.20884/1.erjpe.2015.10.1.756

Abstract

Trade Policy and Economic Growth In Indonesia Nenny Hendajany
EKO-REGIONAL Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.785 KB) | DOI: 10.20884/1.erjpe.2015.10.2.742

Abstract

PEMANFAATAN POTENSI DAN SUMBER DAYA LOKAL UNTUK PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG ARENG LEMBANG Bambang Susanto; Nenny Hendajany; R. Aryanti Ratnawati; Ae Suaesih; Henda Hendawati; Eva Rachmawati; Didin Saepudin; Anita Syafariah; Audita Setiawan; Bambang Rustandi; Hadi Ahmad Sukardi; Erna Garnia; Deden Rizal; Tiktik Sartika; Wuri Handayani; Ahmad Zulfahmi Ubaidillah; Fitria Lilyana; Rusmin Nuryadin; Wiwin Sukiati; Yuli Nawangsasi
Jurnal Abdimas Sang Buana Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Abdimas Sang Buana - Mei
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.341 KB) | DOI: 10.32897/abdimasusb.v1i1.433

Abstract

Selama ini kehidupan di pedesaan umumnya berjalan dengan irama yang lambat, dimana perekonomian hanya berjalan di tempat. Padahal sumber potensi sumber daya di pedesaan tidak kalah dengan perkotaan. Banyak potensi yang dapat dikembangkan dari sumberdaya setempat. Kondisi pedesaan dimana banyak ibu-ibu yang ada atau tinggal di desa tersebut perlu diarahkan untuk meningkatkan perekonomian desa. Beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu meningkatkan motivasi usaha, memberikan gambaran beberapa jenis usaha yang memungkinkan dapat dilakukan di desa tersebut.
Determinants of Regency/City Typology Based on HDI Indicators: Case from West Java, Indonesia Nenny Hendajany; Deden Rizal Riyadi
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 6 No. 3 (2022): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2022.6.3.249-261

Abstract

West Java is the most populated province in Indonesia, housing 18% of the total population, and its Gini Ratio shows the prevalence of income inequality. Previous studies have shown a relationship between education and income inequality, partly derived from inequality in education. This study explores the condition of education in regencies/cities in West Java by mapping based on agriculture/non-agriculture classifications, length of the school and life expectancy in 4 quadrants. Significant factors that determine a region in a particular quadrant are explored. Quadrant I is a region of non-agricultural basis, and the average education has graduated junior high. Quadrant III is also a non-agricultural base characterized by elementary school graduates. Quadrant IV is an agricultural base with graduates from elementary school. There is no region in quadrant II, a rural base with junior high graduates. With secondary data from 2017, multinomial logit regression was used for analysis. The result showed life expectancy in quadrants I and III was greater than in IV. Population and gender empowerment index characterize an area in quadrants I and III rather than IV. This is clearer when one looks at the marginal effect where the variable population growth and the development of the gender empowerment index significantly reduce the area's chances of being in quadrant IV. Based on the typology results, we suggest that the government pay more attention to areas in quadrant IV so that educational inequality in West Java can be reduced.
Adakah Perbedaan Gender Minat Mahasiswa Menjadi Wirausaha Dilihat Dari Efikasi Diri? (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sangga Buana YPKP Bandung) Bagus Efan Sanusi; Nenny Hendajany; Noviani Dewi
Jurnal Ekonomi Manajemen Perbankan Vol 4, No 2 (2022): JEMPER Juli - Desember
Publisher : Prodi Manajemen S1 dan D3 Keuangan & Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/jemper.v4i2.2147

Abstract

This study aims to find out whether there are gender differences in students' interests seen from their self-efficacy. The first research problem is to find out whether there is an effect of self-efficacy on the interest in entrepreneurship, and secondly, is there a gender difference in the interest in entrepreneurship seen in self-efficacy. The case was taken at the Faculty of Economics, Sangga Buana University. Quantitative research methods are used to answer research problems by taking primary data. The amount of data collected was 93 respondents with a sampling approach using the Slovin formula, consisting of 39 men and 54 women. The data analysis technique used is descriptive associative. The gender variable is included in the model in the form of a dummy variable. The results of the study show that there is an effect of self-efficacy on student interest, but there is insufficient evidence of gender differences in this regard. The implication of this research is the need to increase self-efficacy in students in every lesson so that there is more interest in entrepreneurship.
Ketimpangan Penghasilan Berdasarkan Status Pekerjaan dalam Model Imbal Jasa Pendidikan Hendajany, Nenny; Rizal, Deden
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 20, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to see income disparities between employment status in return on education from 2000 to 2014 using IFLS data. First, this study analyzes the choice of worker status with the multinomial logit method. Second, this study estimating return on education by entering a correction from the first stage. The results show marginal differences in effects between job status. The smallest return on educational was on the status of self-employed employment, and the biggest was working with the help of permanent workers. Differences return indicate income inequality based on their employment status. Return on education declined from 2000 to 2014.
Perkembangan Tingkat Pengembalian Investasi Pendidikan Antar-Provinsi: Indonesia Family Life Survey 1993–2014 Hendajany, Nenny; Widodo, Tri; Sulistyaningrum, Eny
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 17, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study traces the evolution of return to education using large samples from Indonesia Family Life Survey (IFLS). This study apply Mincer Model to find rate of return to education. The rate of return to education decrease from 1993 to 2014 in Indonesia. Interestingly, the declining rate for return to education for men is much larger than for women. Return to education is considerably heterogenic across province and gender. Furthermore, the rate of women is larger than men. Finally, this study find potential experience have not different from 1993 to 1997, but have increased in 2000 and 2014.
Analisis Ketimpangan Pendidikan di Jawa Barat Dengan Model Imbal Jasa Pendidikan Nenny Hendajany; Deden Rizal
Ekono Insentif Vol 17 No 2 (2023): Ekono Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jei.v17i2.1183

Abstract

Sebagai provinsi terdekat dari ibukota negara Indonesia, Jawa Barat perlu memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Apabila sumber daya manusia sudah berkualitas tentulah pendapatan masyarakat akan tinggi. Sementara ini, terdapat ketimpangan pendapatan di Jawa Barat yang memungkinkan adanya ketimpangan pendidikan sebagai peningkat kualitas sumber daya manusia. Tujuan pembuatan artikel ini untuk menganalisis ketimpangan dilihat dari model imbal jasa pendidikan (return to education). Model return to education yang akan digunakan adalah model sheepskin effect, dan data diperoleh dari SAKERNAS 2019. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan nilai Return to education antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, terdapat perbedaan nilai return antar kabupaten kota di Jawa Barat. Kondisi ini memperlihatkan masih adanya perbedaan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Kualitas ini dipengaruhi oleh infrastruktur yang tidak merata, oleh karenanya pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur di kabupaten-kabupaten yang masih rendah tingkat pendidikannya.
PERINTISAN DESA WISATA ANGGUR OLEH ANGGOTA KELOMPOK TANI WANITA SARINAH DI DESA WANARAJA KABUPATEN GARUT Hendajany, Nenny; Aprianti, Ine; Kusmadi
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i1.4448

Abstract

Program Harum Madu (Halaman Rumah Terpadu) yang digagas oleh Bupati Kabupaten Garut sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dengan memanfaatkan halaman rumah pada pertengahan Juli 2023 tidak terlaksana merata diseluruh desa. Khusus Kecamatan Wanaraja hanya ada tiga desa saja yang masih aktif. Program Harum Madu yang ada di Desa Wanaraja sampai saat ini masih berjalan, namun tidak merata untuk masyarakatnya. Hasil survei awal memperlihatkan program di masing-masing rumah kurang berjalan dengan baik. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini agar anggota mitra dalam memanfaatkan halaman rumah dapat menghasilkan secara ekonomi. Kelompok Wanita Tani (KWT) Sarinah sebagai mitra dalam program pengabdian dengan memberikan wawasan dan keahlian dalam budidaya anggur import. Melalui pembinaan KWT Sarinah diharapkan dapat merintis desa wisata Anggur di Desa Wanaraja Kabupaten Garut. Metode kegiatan yang digunakan adalah studi banding dan pelatihan budidaya anggur oleh petani milenial yang menggarap Garut Grape Garden. Hasil pengabdian yang telah dilakukan sejak bulan Juli 2024, 30% anggota berhasil membuahkan anggur import di bulan Desember 2024. Anggota mitra lainnya masih tahap pembentukan tajuk anggur. Keberhasilan ini membuat warga masyarakat lebih tertarik untuk budidaya anggur. Kegiatan studi banding dan pelatihan budidaya anggur sangat penting dilakukan dalam rangka merintis desa wisata agrikultur anggur.
PENINGKATAN MOTIVASI KELOMPOK WANITA TANI SARINAH DALAM PROGRAM HARUM MADU PLUS Hendajany, Nenny; Aprianti, Ine; Kusmadi, Kusmadi; Setiawan, Audita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56480

Abstract

The Sarinah Farming Women's Group was established following outreach from the Garut Regency Government, which launched the Harum Madu (Integrated Useful Home Page) program. This initiative, introduced by the Garut Regency Agriculture Service, aims to optimize home gardens by planting productive crops. The formation of the Sarinah Women Farmers Group supports this program’s activities. However, over time, a decline in members' motivation has become evident, as seen in decreasing attendance at program activities. To address this issue, a community service initiative led by the PKM team at Sangga Buana University will implement comparative study methods and training. Participants from the Sarinah Women Farmers Group (KWT) will visit a vineyard in Karangsari Village, Karangpawitan District, Garut Regency. Additionally, motivational training will be provided to group members in Cinunuk, Wanaraja, Garut Regency. The success of this initiative will be evaluated through pre-test and post-test assessments. Following the comparative study and training sessions, farmer group members demonstrated renewed enthusiasm for planting grapes as an extension of the Harum Madu program. Kelompok Wanita Tani Sarinah terbentuk setelah adanya sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten Garut yang meluncurkan program Harum Madu (Halaman Rumah Bermanfaat Terpadu). Program ini digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar ditanami hal yang produktif. Pembentukan kelompok Wanita Tani Sarinah menunjang kegiatan program tersebut, namun seiring berjalannya waktu kurangnya motivasi dari anggota tani menjalankan program ini, terlihat dari berkurangnya kehadiran di tempat pelaksanaan program. Permasalahan motivasi tersebut akan diselesaikan dengan metode studi banding dan pelatihan dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh tim PkM Universitas Sangga Buana. Peserta Kelompok Wanita Tani (KWT) Sarinah akan diajak untuk mengunjungi perkebunan anggur yang ada di Desa Karangsari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Pelatihan motivasi diberikan kepada pelaku Kelompok Wanita Tani Sarinah di Cinunuk Wanaraja Kabupaten Garut. Keberhasilan pengabdian ini akan diperlihatkan dari hasil pre test dan post test yang dilakukan. Setelah kegiatan studi banding dan pelatihan, para anggota kelompok tani bersemangat untuk menanam anggur sebagai tambahan dalam program Harum Madu. 
Co-Authors Ae Suaesih Aghnia Rusyda Ahmad Zulfahmi Ubaidillah Ajeng Istiqomah Akrom, Akrom Anggun Ahmad Fauzi Anindita Asokawati Anita Syafariah Aprianti, Ine Aryanti Ratnawati Asep Dion Nugraha Asnar, Etty Sofia Mariati Ayu Laili Rahmiyati Bagus Efan Sanusi Bambang Rustandi Bambang Susanto Bambang Susanto Bias Pratista Lembayung Biller Pandjaitan Cecep Deni Mulyadi Deden Rizal R Delvi Yulianda Demsi Minar Dhera Aditia Didi Supardi Didin Saepudin Djogo, Ony Djoko Pitoyo Dody Kusmana Dwi Siti Sulistyowati Dyah Saputri Edo Wardo Haloho Eny Sulistyaningrum Erik Nugraha Erna Garnia Eva Rachmawati Fajar Fajar Farhan Fikri Faturohman Farida Yuliaty Fauzi Ramadhan Finny Redjeki Fitria Lilyana Ghibanna Bakhrain Hasna Nur Azizah Helgi Ginanjar Henda Hendawati Heri Husni Kamal Hidayat, Mochammad Reza Ida Farida Ine Aprianti Ira Setiawati Ivany Syarief Ketut Abimanyu Munastha Komara, Erwan Kusmadi Kusmadi Kusmadi, Kusmadi M. Hafiz Akmal Nugraha Magdalena Magdalena Maulana Yusuf Mirwan Malik Kustoni Muchamad Rizky Muhammad Fadil Muhammad Lukmanul Hakim Muhammad Reza Gunawan Muhammad Sayyid Alshiddiqi Noviani Dewi Nunung Fauziah Nurhidayati Putri Nursahidah Nursahidah Pitri Novianti Pusvita Ira R. Didin Kusdian Ramadhania Wati Resyifa Dirdantini Rima Desyana Mawaddah Rodiah Rodiah Roni Tabroni Rusmin Nuryadin Sanusi, Nunung Setiawan, Audita Shendy Susanto Shinta Nuraeni Sifa Nurasiah Silvia Kartika Sindi Yasinta Siti Meli Slamet Risnanto Solihin, Hanhan Hanafiah Sri Wahyuni Suhanda Suhanda Suharjanta Wisnu Pitara Suharsono, Teguh Nurhadi Sukardi, Hadi Ahmad Syamsul Arifin Tasya Nurahliana Tata Zaenal Mutaqin Terezinha Pereira Barreto Tia Sugiri Tiktik Sartika Tri Nuryanti Tri Widodo Tri Widodo Triyani Hayati Windi Lestari Wisnu Wijaya Wiwin Sukiati Wuri Handayani Yuli Nawangsasi Yuni Indriani Yushar Kadir