Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EKSISTENSI KAWASAN: IDENTIFIKASI DAN GAMBARAN KONSEP VISUAL ‘SIGNAGE’ KORIDOR JALAN UTAMA KELURAHAN MERJOSARI SEBAGAI IDENTITAS KAWASAN Moh Syahru Romadhon Sholeh; Jarot Wahyono; Antonio Heltra Pradana
PROFICIO Vol. 6 No. 2 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i2.4550

Abstract

Eksistensi sebuah kawasan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada di dalamnya, salah satunya adalah faktor manusia dan aktivitasnya. Manusia dan aktivitasnya menjadi sumber berbagai potensi yang dapat mengangkat identitas atau ciri khas dari sebuah kawasan. Identitas sebuah kawasan dapat ditunjukkan melalui berbagai macam media atau platform, salah satunya adalah ‘signage’ atau juga biasa disebut dengan identitas visual. Kelurahan Merjosari sebagai salah satu kelurahan di Kota Malang menjadi salah satu kelurahan yang memiliki potensi kekhasan sebagai media eksistensi kawasan, namun sangat minim media atau platform yang dapat mendukung potensi tersebut. Tulisan ini menggunakan metode observasi dan juga metode perancangan french model dalam menghasilkan rancangan desain ‘signage’ koridor utama Kelurahan Merjosari. Hasil dari tulisan ini adalah identifikasi potensi kawasan, usulan konsep desain dan juga desain ‘signage’ koridor utama Kelurahan Merjosari. Usulan desain juga mengadopsi nilai historis dan nilai budaya yang dapat mendukung dan membentuk eksistensi citra kawasan Kelurahan Merjosari.
PENYELESAIAN ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA FASILITAS KESEHATAN MENTAL DI NEGARA-NEGARA DUNIA BARAT Harshinta Sari, Komang Ayu Laksmi; Ujianto, Bayu Teguh; Sholeh, Moh. Syahru Romadhon
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In recent years, WHO says there has been increasing recognition of the important role mental health plays in achieving sustainable development goals. Mental health facilities are one of the efforts offered for the healing process of patients where there needs to be an architectural role in them. This study examines literature reviews regarding problem solving efforts in the design of today's mental health facilities. From some of the literature obtained, it was concluded that several aspects were considered, namely aspects of security and privacy, aspects of comfort, natural aspects which aim to shift the negative stigma towards mental health facilities. These aspects were then used as material for analysis to examine six mental health facility buildings located in western countries with the consideration that the best country was dealing with mental health and won international awards. The results can be concluded that health facility buildings now fulfill these three aspects and are more transparent and prioritize the welfare of both parties, namely patients and staff. Keyword: Mental health facility, contemporary architectureAbstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, WHO mengatakan telah terjadi peningkatan pengakuan akan peran penting yang dimainkan kesehatan mental dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Fasilitas kesehatan mental merupakan salah satu upaya yang ditawarkan untuk proses penyembuhan pasien dimana perlu adanya peran arsitektur didalamnnya. Penelitian ini mengkaji literature review mengenai upaya-upaya permasalahan pada desain fasilitas kesehatan mental masa kini. Dari beberapa literature yang didapat, disimpulkan beberapa aspek yang dipertimbangkan yaitu aspek keamanan dan privasi, aspek kenyamanan, aspek alami yang dimana bertujuan menggeser stigma negative terhadap fasilitas kesehatan mental. Aspek-aspek tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan analisa untuk mengkaji enam bangunan fasilitas kesehatan mental yang berada di negara-negara dunia bagian barat dengan pertimbangan negara terbaik mengatasi kesehatan mental serta meperoleh penghargaan internasional. Hasil yang dapat disimpulkan bahwa bangunan fasilitas kesehatan kini memenuhi ketiga aspek tersebut serta bersifat lebih transparan dan mengedepankan kesejahteraan kedua pihak yaitu pasien maupun staf.Kata Kunci: Fasilitas kesehatan mental, arsitektur kontemporer
RUANG SETARA: KAJIAN IMPLEMENTASI FITUR UTAMA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGGI : (Studi Kasus Bangunan Kampus 2 ITN Malang) Sholeh, Moh Syahru Romadhon; M. Nelza Mulki Iqbal; Heickal Muhammad Aqil Biladt
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2024): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i1.9180

Abstract

Kesetaraan menjadi salah satu isu yang paling sering dibicarakan di Indonesia dan juga dunia global. SDGs (Sustainable Development Golas) sebagai tujuan utama negara-negara berkembang memiliki semangat No One Left Behind, yang artinya tidak akan ada satupun yang terlewatkan atau semua memiliki hak yang sama (setara). Isu tentang kesetaraan terjadi diberbagai aspek, salah satunya adalah kesempatan untuk setiap individu dalam mendapatkan pendidikan. Isu tentang pendidikan tidak hanya menyoal sistem, akan tetapi juga terkait infrastruktur. Infrastruktur pendidikan secara fisik di Indonesia umumnya sudah baik, akan tetapi banyak yang tidak memperhatikan nilai inklusif. Salah satu contohnya adalah ketersediaan fitur utama bangunan seperti parkir, jalur pejalan kaki, ramp dan tangga yang tidak standar, pemilihan jenis material lantai belum memperhatikan nilai inklusif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data survey dan observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fitur utama bangunan Kampus II ITN Malang dengan parameter desain inklusi.
KONSEP DESAIN WISATA TEBING LOWO BERBASIS SUSTAINABLE TOURISM Winarni, Sri; Hamka; Moh. Syahru Romadhon Sholeh; Komang Ayu Laksmi H.S
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6211

Abstract

Tebing Lowo yang terletak di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, merupakan kawasan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit dengan potensi pengembangan wisata yang berbasis budaya dan ekologi, salah satunya keberadaan Goa Lowo yang menjadi identitas desa dan destinasi wisata yang menarik minat pengunjung. Namun keberadaan wilayah ini mengalami penurunan kualitas wisata akibat dari penurunan populasi kelelawar karena perkembangan permukiman yang semakin padat, serta adanya lahan bekas pertambangan kapur yang ditinggalkan tanpa pengelolaan. Oleh sebab itu, diperlukan pendampingan dalam perencanaan konsep desain wisata berbasis sustainable tourism. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif dengan pendekatan sustainable tourism. Pengumpulan data meliputi observasi lapangan, analisis kondisi fisik lahan tambang, wawancara dengan masyarakat sekitar, serta kajian literatur mengenai pengembangan desain wisata. Konsep desain yang dihasilkan menekankan pemanfaatan elemen alami seperti tebing kapur dan Goa Lowo sebagai daya tarik utama, disertai penerapan prinsip sustainable tourism rendah emisi, material ramah lingkungan, dan tata sirkulasi yang adaptif terhadap kontur. Konsep Desain wisata terbagi menjadi tiga zona desain, yaitu : zona utama ekonomi, zona budaya dan sosial. Hasil konsep desain wisata Tebing Lowo dapat dioptimalkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan, dengan perencanaan desain secara holistik, partisipatif, dan berorientasi jangka panjang, sehingga mampu menciptakan nilai ekologis, edukatif, dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Gresik.