Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RUANG SETARA: KAJIAN IMPLEMENTASI FITUR UTAMA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGGI : (Studi Kasus Bangunan Kampus 2 ITN Malang) Sholeh, Moh Syahru Romadhon; M. Nelza Mulki Iqbal; Heickal Muhammad Aqil Biladt
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2024): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i1.9180

Abstract

Kesetaraan menjadi salah satu isu yang paling sering dibicarakan di Indonesia dan juga dunia global. SDGs (Sustainable Development Golas) sebagai tujuan utama negara-negara berkembang memiliki semangat No One Left Behind, yang artinya tidak akan ada satupun yang terlewatkan atau semua memiliki hak yang sama (setara). Isu tentang kesetaraan terjadi diberbagai aspek, salah satunya adalah kesempatan untuk setiap individu dalam mendapatkan pendidikan. Isu tentang pendidikan tidak hanya menyoal sistem, akan tetapi juga terkait infrastruktur. Infrastruktur pendidikan secara fisik di Indonesia umumnya sudah baik, akan tetapi banyak yang tidak memperhatikan nilai inklusif. Salah satu contohnya adalah ketersediaan fitur utama bangunan seperti parkir, jalur pejalan kaki, ramp dan tangga yang tidak standar, pemilihan jenis material lantai belum memperhatikan nilai inklusif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data survey dan observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fitur utama bangunan Kampus II ITN Malang dengan parameter desain inklusi.
KONSEP DESAIN WISATA TEBING LOWO BERBASIS SUSTAINABLE TOURISM Winarni, Sri; Hamka; Moh. Syahru Romadhon Sholeh; Komang Ayu Laksmi H.S
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6211

Abstract

Tebing Lowo yang terletak di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, merupakan kawasan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit dengan potensi pengembangan wisata yang berbasis budaya dan ekologi, salah satunya keberadaan Goa Lowo yang menjadi identitas desa dan destinasi wisata yang menarik minat pengunjung. Namun keberadaan wilayah ini mengalami penurunan kualitas wisata akibat dari penurunan populasi kelelawar karena perkembangan permukiman yang semakin padat, serta adanya lahan bekas pertambangan kapur yang ditinggalkan tanpa pengelolaan. Oleh sebab itu, diperlukan pendampingan dalam perencanaan konsep desain wisata berbasis sustainable tourism. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif dengan pendekatan sustainable tourism. Pengumpulan data meliputi observasi lapangan, analisis kondisi fisik lahan tambang, wawancara dengan masyarakat sekitar, serta kajian literatur mengenai pengembangan desain wisata. Konsep desain yang dihasilkan menekankan pemanfaatan elemen alami seperti tebing kapur dan Goa Lowo sebagai daya tarik utama, disertai penerapan prinsip sustainable tourism rendah emisi, material ramah lingkungan, dan tata sirkulasi yang adaptif terhadap kontur. Konsep Desain wisata terbagi menjadi tiga zona desain, yaitu : zona utama ekonomi, zona budaya dan sosial. Hasil konsep desain wisata Tebing Lowo dapat dioptimalkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan, dengan perencanaan desain secara holistik, partisipatif, dan berorientasi jangka panjang, sehingga mampu menciptakan nilai ekologis, edukatif, dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Gresik.
Efektivitas atau Aksesibilitas: Kajian Desain Mal Pelayanan Publik dalam Perspektif Desain Inklusi Moh Syahru Romadhon Sholeh; I Gusti Ngurah Antaryama; Vincentius Totok Noerwasito
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 2 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i2.63330

Abstract

The SDG's primary target of providing an inclusive environment has a lot to do with the quality of public services. However, in terms of infrastructure, there are still various shortcomings, especially in implementing designs based on inclusive design.  Malang City, one of the cities with new public service facilities, chose an existing building to become a public service mall. Issues that occur include unfriendly circulation, inappropriate space functions and not adequately accommodated mobility of users with special needs, elders and children because there is only one access. This research uses a qualitative approach with observation and interviews as a method and the principle of inclusive design as a research tool. The result of the study from this research is that the Mal Pelayanan Publik Merdeka Kota Malang has not yet become an inclusive public facility.