Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Implementation of the Res Judicata Pro Veritate Habetur Principle to the Investigation of Money Laundering Irpan Suriadiata
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 1 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i2.6170

Abstract

This study aims to determine the position of court rulings on predicate crimes under the principle of Res Judicata Pro Veritate Habetur in money laundering cases, along with the legal rationale utilized by judges in adjudicating TPPU cases involving predicate crimes as specified in Article 127 paragraph (1) of the Narcotics Law. This study utilizes a normative-empirical approach through a case study method. This research is supported by the review of case files, the observation of trial proceedings, and the analysis of literature from various criminal law sources and relevant statutes and regulations. The utilized data analysis method is judicial-normative. The findings of this study reveal a violation of the principle of Res Judicata Pro Veritate Habetur in the evaluation of money laundering offenses, as demonstrated by the Mataram District Court Decision No. 516/Pid.Sus/2022/PN.Mtr, alongside the NTB High Court Decision No. 23/PID.Sus. 2023/PT.MTR, and the MARI Decision No. 4075 K/PID.Sus/2023, which neglected to account for the legally binding narcotics criminal ruling that serves as the predicate crime for the money laundering allegation. Both panels of judges committed errors in their legal reasoning by inadequately and incompletely assessing the predicate crime of narcotics offenses under Article 127, paragraph 1 of the Narcotics Law, concerning the evidence of 0.17 grams in relation to the sentencing and confiscation of the defendant's assets.
The Concept of Forced Defense As Legal Protection Against the Criminalization of Crime Victims Suriadiata, Irpan
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i2.4064

Abstract

Article 49 of the Indonesian Criminal Code (KUHP) governs the concept of compelled defense, also known as "noodweer" in Dutch terminology. This article offers legal protection for individuals who engage in an unlawful conduct, such as abuse or murder, but do so in self-defense or in defense of another person who is under a severe threat to their life or physical well-being. The objective of this study is to ascertain the manner in which investigators constructed the legal framework to identify the suspect responsible for the abuse crime in the case that transpired at Yayasan Al-Amin NW Kilang in District Montong Gading, East Lombok district, West Nusa Tenggara on July 19, 2022, and to determine whether the suspect's actions constituted a forced defense in accordance with the provisions outlined in article 49, paragraph 1 of the Criminal Code. The present case study was authored utilizing analytical descriptive techniques in conjunction with empirical-normative research methods. The research findings indicate, initially, that the investigator's subjective elements significantly influence the trajectory of the investigation in the a-quo case. Consequently, the investigator formulates questions for the investigation in a manner that is streamlined solely to satisfy and substantiate the requirements outlined in Article 351 paragraph of the Criminal Code and to identify the suspect. The second criminal act of abuse pertains to the suspect's assault, which satisfies the criteria for a forced defense as defined in article 49 of the Criminal Code, provided that a-quo is satisfied.
Reconceptualization of the Recognition of the Unity of Customary Law Communities in Indonesian Legislation Suriadiata, Irpan
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.4785

Abstract

This study investigates the recognition of customary law communities in Indonesian legislation, with the objective of redefining the notion to better align with the evolving dynamics of customary law communities and the requirements of contemporary legal systems. This study employs a normative technique, which involves a systematic analysis of positive legal provisions, as well as an empirical sociological approach that encompasses the identification of unwritten laws and research on the efficacy of the law. The data utilized comprises primary, secondary, and tertiary legal sources, obtained by traditional documentation research methods and information technology. The study findings suggest that current legislation has not adequately addressed the presence and rights of customary law communities. Hence, it is imperative to develop a more inclusive and cohesive reinterpretation of the notion of recognition that not only acknowledges the presence of customary law communities, but also ensures the effective safeguarding and enhancement of their rights. This study aims to enhance the development of legal policies that are more equitable and more aligned with the requirements of customary law communities in Indonesia.
Penguatan Kapasitas Pemuda Dalam Membangun Masyarakat Sadar Hukum Irpan Suriadiata; Muhammad Syamsussabri; Pinton Setya Mustafa
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas pemuda dalam membangun masyarakat sadar hukum. Pengabdian ini dilaksanakan di Gunung Sari, Lombok Barat, NTB pada Sabtu, 27 Februari 2021 dengan jumlah peserta sekitar 50 Orang. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mitra antara lain: a) kurangnya sosialisasi terkait dengan organisasi kepemudaan, b) kurangnya kesadaran hukum di kalangan pemuda, dan c) kurangnya pengetahuan terkait program yang dilakukan guna meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pemuda. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain: a) ceramah dan tanya jawab, b) memberikan pelatihan terkait dengan penyusunan program kerja, dan c) pendampingan terkait dengan penyusunan proposal kegiatan di masyarakat. Hasil kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat banyak bagi masyarakat terutama para pemuda yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa kesadaran hukum sangat penting untuk dilakukan sejak dini dan pemuda menjadi agen perubahan untuk mengajarkan dan membangun kesadaran hukum di masyarakat.
Pelatihan Penyusunan Kontrak/Akad Syariah Baiq Mulianah; Habibul Umam Taqiuddin; Irpan Suriadiata
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.223

Abstract

Kontrak/akad syariah memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan perjanjian atau kontrak konvensional. Adanya perbedaan dasar hukum dan karakteristik ini secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh terhadap klausul-klausul di dalam kontrak. Melalui kegiatan pelatihan ini, para pelaku usaha dapat memahami bagaimana teori dan praktek dalam membuat kontrak/akad syariah. Tujuan kegiatan manfaat kegiatan ini adalah 1) untuk memberikan pengetahuan mengenai kontrak/akad syariah, 2) untuk memberikan pemahaman mengenai teknik-teknik dan panduan mudah dalam penyusunan kontrak/akad syariah dalam transaksi bisnis dan keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan penyusunan kontrak/akad syariah di Aula Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah focus group discussion (FGD) disertai dengan praktik penyusunan kontrak/akad syariah. Hasil kegiaan pelatihan penyusunan kontrak/akad syariah, di antaranya 1) para peserta sangat antusias dalam setiap materi yang diberikan, karena berhubungan langsung dengan persoalan di lapangan, 2) para peserta mulai memahami kontrak/akad syariah, 3) para peserta mulai memahami dasar-dasar penyusunan kontrak/akad syariah.
Persepsi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram (UNRAM) Terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) Irfan Suriadiata; Muhammad Yakub
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v4i1.257

Abstract

Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tumbuh pesat. Secara otomatis berdampak terhadap perilaku, cara berpikir, dan bersifat tanpa batas. Pada titik ini, hampir tidak kenal batas usia, tanpa melihat latar belakang ras, gender, usia, status dan agama. Harus jujur diakui, bahwa teknologi informasi merupakan lokomotif yang dahsyat dalam mendorong transformasi sosial dalam kehidupan. Kepastian hukum pada aktivitas dunia teknologi (dunia maya) di negara kita, negara mengatur perlindungan terhadap masyarakat dari cybercrime yang tercantum dalam tulisan ini mengenai perbuatan yang dilarang. Sehingga dibuatlah Undang-undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kegiatan Kemahasiswaan di Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat Taqiuddin, Habibul Umam; Suriadiata, Irpan
RETORIKA: Journal of Law, Social, and Humanities Vol. 1 No. 1 (2022): Retorika: Journal of Law, Social, and Humanities
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) untuk mengetahui pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat., 2) untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan kemahasiswaan di Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian ini yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang bergabung dalam organisasi kemahasiswaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat memahami dengan baik dan benar nilai-nilai Pancasila yang diajarkan melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila. 2) Implementasi dalam kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat adalah dalam bentuk sikap dimana mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat menghargai perbedaan keyakinan dan kepercayaan, saling toleransi dan saling bekerja sama dengan teman yang berbeda keyakinan, aksi pengumpulan bantuan kemanusiaan, memperingati hari besar nasional, pengambilan keputusan dalam rapat organisasi dilakukan melalui musyawarah mufakat karena musyawarah, turun aksi kejalan dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan.
Rasionalitas di Balik Putusan: Menguji Pertimbangan Hukum Hakim dalam Persidangan Suriadiata, Irpan; Taqiuddin, Habibul Umam; Risdiana
RETORIKA: Journal of Law, Social, and Humanities Vol. 4 No. 2 (2026): Retorika: Journal of Law, Social, and Humanities
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/retorika.v4i2.1539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pertimbangan hakim dalam putusan pengadilan melalui perspektif filosofis hukum yang meliputi dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan sifat teoretis-konseptual, melalui pendekatan konseptual dan filosofis. Analisis dilakukan terhadap bahan hukum primer berupa UUD NRI 1945 dan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, serta bahan hukum sekunder yang relevan, dengan menerapkan metode interpretasi gramatikal, sistematis, teleologis, dan historis dalam kerangka hermeneutika hukum dan interpretivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara ontologis, rasionalitas pertimbangan hakim bukan merupakan penerapan logika formal yang tertutup, melainkan konstruksi makna yang kontekstual dan reflektif melalui proses penemuan hukum (rechtsvinding). Secara epistemologis, rasionalitas hakim dapat divalidasi melalui keterlacakan dan koherensi proses interpretasi dalam teks putusan, khususnya dalam mengelola ketegangan antara kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan sebagaimana dirumuskan dalam Trias Radbruch. Secara aksiologis, rasionalitas pertimbangan hakim berorientasi pada keadilan substantif yang berlandaskan prinsip keadilan sosial dalam Pembukaan UUD NRI 1945, teori keadilan John Rawls, serta konsep hak sebagai batas normatif dalam pemikiran Ronald Dworkin.
Tanggung Jawab Hukum Tenaga Kesehatan Dalam Kasus Malpraktek Medik di Rumah Sakit Irpan Suriadiata; Anggi Purnama Tradesa; Angga Dinata
RETORIKA: Journal of Law, Social, and Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): Retorika: Journal of Law, Social, and Humanities
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/retorika.v4i1.1558

Abstract

This study aims to analyze the legal responsibility of health workers in cases of medical malpractice in hospitals according to Indonesian laws and regulations. It also examines the construction of legal responsibility of health workers in cases of medical malpractice from the perspective of civil, criminal, and administrative law. It also examines the legal responsibility of hospitals for medical malpractice committed by health workers within the framework of employment relationships and the provision of health services. This study uses a normative legal method, which views law as written norms in laws and regulations and legally binding behavioral guidelines. The research approach includes a statutory approach and a conceptual approach. Primary, secondary, and tertiary legal materials are processed through inventory, classification, and systematics to facilitate analysis. The analysis is conducted by applying grammatical, systematic, and teleological legal interpretations, and using legal theory and principles as analytical tools to assess the forms and mechanisms of legal protection. The research findings indicate that the legal system needs to reconstruct its accountability framework by clarifying the boundaries between medical risk and malpractice, and assigning civil, criminal, and administrative responsibilities proportionally. Hospitals should strengthen their institutional accountability through the application of the principles of vicarious liability and corporate liability, ensuring effective oversight, procedures, and risk management. Preventive approaches, health law education for medical personnel, and non-litigation dispute resolution mechanisms can improve patient safety
Mendorong Kebijakan Bantuan Hukum bagi PMI: Penguatan Mekanisme Grievance Multi-Pihak di Nusa Tenggara Barat Irpan Suriadiata
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.29807

Abstract

Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi kerentanan akibat lemahnya mekanisme pengaduan dan terbatasnya akses bantuan hukum di tingkat daerah. Menjawab hal ini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dirancang untuk memperkuat mekanisme grievance kolaboratif dan mendorong akses bantuan hukum melalui peningkatan kapasitas pemangku kepentingan serta advokasi kebijakan. Menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR), kegiatan ini dilaksanakan melalui lokakarya partisipatif sehari di Lombok, melibatkan 30 peserta multi-pihak, termasuk aktivis SBMI, pengacara IKADIN, pemerintah daerah, LSM, akademisi, serta komunitas PMI dan keluarganya, dengan dukungan HRWG dan CVI. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 45% tentang kerangka hukum dan mekanisme grievance berperspektif korban. Workshop kolaboratif memetakan titik lemah sistem pengaduan dan menghasilkan konsensus serta draf rekomendasi awal pembentukan Perda Bantuan Hukum bagi PMI. Kegiatan ini berfungsi sebagai katalisator transformasi masalah menjadi agenda advokasi kebijakan yang konkret.