Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Publiciana

EVALUASI PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DARI TAMAN ALOON – ALOON KABUPATEN TULUNGAGUNG Purnawati, Laily
Jurnal PUBLICIANA Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Tulungagung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.703 KB)

Abstract

Tatkala industrialisasi pesat berkembang hingga di aras lokal, kualifikasi yang dapat ditawarkan pada kelompok ini pada umumnya hanya sebatas pekerja kasar. Sejak terjadinya krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998 banyak sekali kegiatan ekonomi yang cenderung beralih pada sektor informal salah satunya pedagang kaki lima.Perkembangan kota secara pesat (rapid urban growth) yang tidak disertai dengan pertumbuhan kesempatan pekerjaan yang memadai mengakibatkan kota-kota menghadapi berbagai ragam problem sosial yang sangat pelik (Alisjahbana, 2003). Tumbuh suburnya sektor ekonomi informal kota adalah jawaban dari kondisi tersebut.Di satu sisi keberadaan pedagang kaki lima diakui sebagai potensi ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pedagang kaki lima yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar serta menyediakan kebutuhan hidup bagi masyarakat. Tetapi lain hal keberadaan pedagang kaki lima dianggap mengganggu keindahan dan ketertiban lingkungan Kota. Inilah yang membuat pemerintah turun tangan dalam permasalahan ini.Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung nomor 7 tahun 2012 tentang penyelenggaraan ketertiban umum, senantiasa melakukan penataan dan memberikan pembinaan kepada pedagang kaki lima, agar PKL dalam menjalankan kegiatannya tidak menganggu keindahan dan kenyamanan kota dan menjaga keseimbangan kegiatan PKL dengan kepetingan umum.Dalam upaya penataan pedagang kaki lima, langkah besar pernah dilakukan Pemerintah  Kabupan Tulungagung yaitu pada saat relokasi pedagang kaki lima aloon-aloon Tulungagung ke pujasera pasar ngemplak dan dilanjutkan dengan relokasi ke area Ngrowo Water Front yang berada di seputar sungai NgrowoBerbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk memperindah kota dengan menata keberadaan pedagang kaki lima tersebut. Akan tetapi pedagang kaki lima juga membutuhkan tempat sebagai ruang sosial yang justru seringkali tidak diindahkan di dalam perencanaan kota sehingga tidak jarang penataan ini malah menimbulkan penolakan dari pedagangan sendiri karena malah menjauhkan mereka dari keramaian kegiatan perekonomian masyarakat.Melihat dilema dalam penataan pedagang kaki lima ini maka diperlukan strategi di dalam penataan pedagang kaki lima agar bisa tetap bertahan dan tidak menggangu di dalam perencanaan kota mengingat PKL juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah ( PAD ). Pemerintah daerah juga perlu melibatkan pihak lain di dalam pemberdayaan sektor informal ini agar mereka bisa mandiri secara ekonomi.
PEMBENTUKAN KELOMPOK SADAR WISATA ( POKDARWIS ) DAN PENGEMBANGAN WISATA DI PANTAI GEMAH Purnawati, Laily
Publiciana Vol. 14 No. 02 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.505 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v14i02.372

Abstract

ABSTRAK Devisa terbanyak bagi daerah disumbangkan oleh bidang pariwisata. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki keanekaragaman Potensi wisata. Salah satunya di Tulungagung terdapat Pantai yang sudah dikenal oleh wisatawan dan wisatawan sudah banyak yang berkunjung,yaitu Pantai Gemah. Destinasi tersebut dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata “Lejar Misuwur” yang bertugas mengelola dan mengembangkan Potensi Wisata Pantai Gemah Tulungagung sehingga menjadi Destinasi Wisata yang Layak Jual. Dengan adanya Pokdarwis ini diharapkan mampu menambah minat wisatawan baik lokal maupun nasional untuk mengunjungi pantai Gemah karena objek wisata sudah dikelola dengan sangat baik oleh kelompok Pokdarwis Lejar Misuwur tersebut. Bagaimana pengembangan obyek wisata di pantai Gemah Tulungagung melalui pembentukan Pokdarwis dan 1Faktor pendukung dan 1penghambat apa saja dalam pelaksanaan pengembangan pariwisata di pantai Gemah Tulungagung merupakan 1rumusan masalah yang akan diteliti 1dalam penelitian ini.1Tujuan penelitian ini 1adalah untuk menganalisa dampak pembentukan kelompok sadar wisata bagi pengembangan pariwisata di pantai gemah beserta faktor pendorong dan penghambat di dalamnya. Untuk menganalisa hasil penelitian peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dimana 1pengumpulan data 1dilakukan dengan 1metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.1Subjek penelitian 1adalah pengurus,1anggota Pokdarwis Lejar Misuwur, masyarakat Desa Keboireng dan, Pengunjung Pantai Gemah.1Pembuktian keabsahan data menggunakan 1teknik triangulasi sumber.1Analisis data yang 1digunakan adalah analisi 1kualitatif dengan 1langkah reduksi data,1display data,1dan penarikan kesimpulan. Dengan terbentuknya Pokdarwis di pantai Gemah membawa dampak yaitu wisata pantai Gemah menjadi terkenal di skala nasional. Dari sisi pengelolaan juga sudah mulai baik dan meningkatnya pengetahuan dan ketramplan masyarakat disekitar pantai Gemah. Kata Kunci : Pembentukan kelompok sadar wisata,pengembangan pariwisata,Pantai Gemah Tulungagung. ABSTRACT Most of the foreign exchange for the region was contributed by the tourism sector. This is because Indonesia has a diversity of tourism potential. One of them in Tulungagung there is a beach that is already known by tourists and many tourists have visited, namely Gemah Beach. The destination is managed by the Tourism Awareness Group "Lejar Misuwur" which is in charge of managing and developing the Tourism Potential of Tulungagung Gemah Beach so that it becomes a Tourism Destination Worth Selling. With this Pokdarwis, it is hoped that it will increase the interest of both local and national tourists to visit Gemah beach because the tourist attraction has been managed very well by the Lejar Misuwur Pokdarwis group. How is the development of tourism objects on Gemah Tulungagung beach through the formation of Pokdarwis and what 1supporting and inhibiting 1factors in the implementation of tourism development on Gemah Tulungagung beach is 1the formulation of the 1problem that will be examined 1in this study. The purpose of 1this study was to analyze 1the impact of forming a tourism awareness group for tourism development in Panati Gemah 1along with the driving and inhibiting 1factors in it. To analyze the research results, the researcher used a qualitative descriptive approach. Where 1data collection is done 1by interview, observation, and documentation. The research subjects were administrators, members of the Lejar Misuwur Pokdarwis, the people of Keboireng Village and, visitors to Gemah Beach. Proof of data validity using source triangulation technique.1Analysis of the data used is a 1qualitative analysis with data reduction steps, data display, and drawing conclusions. With the formation of Pokdarwis on Gemah beach, the impact is that Gemah beach tourism has become famous on a national scale. In terms of management, it has also started well and the knowledge and skills of the community around Gemah beach have increased. Keywords: Formation of tourism awareness groups, tourism development, Gemah Beach Tulungagung.
Manajemen Pondok Jompo Panti Al Ishlah Kota Malang dalam Perspektif Komunikasi Empatik Qorib, Fathul; Simung, Yuliana; Purnawati, Laily
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi antara pengasuh atau perawat dengan orang tua lanjut usia (lansia) di Pondok Jompo Panti Al-Ishlah, Kota malang. Teori Komunikasi Interpersonal dan Komunikasi Empatik menjadi dasar dalam memahami dinamika relasi yang terjadi dalam organisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lima pengasuh di Panti Jompo Pondok Al-Ishlah sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi empatik antara pengasuh dan lansia tidak hanya menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga merupakan bagian integral dari tugas pengasuh dalam merawat lansia. Komunikasi empatik digunakan untuk mengatasi berbagai situasi, seperti menenangkan lansia yang sedang sedih atau merindukan keluarga mereka, serta untuk berkomunikasi dengan lansia yang sulit diajak berbicara. Tantangan yang dihadapi oleh pengasuh dalam berkomunikasi dengan lansia termasuk kesulitan komunikasi dengan mereka yang mengalami gangguan pikun dan gangguan pendengaran. Oleh karena itu, komunikasi nonverbal menjadi strategi utama dalam menyampaikan pesan kepada lansia yang mengalami gangguan pendengaran. This research aims to determine the communication process between caregivers and elderly parents at the Panti Al-Ishlah Nursing Home, Malang City. Theories of Interpersonal Communication and Empathic Communication are the basis for understanding the relationship dynamics that occur in the organization. This research used qualitative methods with five caregivers at the Pondok Al-Ishlah Nursing Home as research subjects. The research results show that empathetic communication between caregivers and the elderly is not only an important aspect of daily life but also an integral part of the caregiver's duties in caring for the elderly. Empathetic communication is used to overcome various situations, such as calming elderly people who are sad or missing their family, as well as to communicate with elderly people who are difficult to talk to. Challenges faced by caregivers in communicating with the elderly include communication difficulties with those who experience dementia and hearing loss. Therefore, nonverbal communication is the main strategy for conveying messages to elderly people who have hearing loss.