Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FORMULASI BIOETANOL DARI Eucheuma cottonii UPAYA ENERGI TERBARU NELAYAN SUMBERKENCONO BANYUWANGI Adharani, Nadya; Sulistiono; Wardhana, Megandhi Gusti
JURNAL LEMURU Vol 5 No 1 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i1.2573

Abstract

Bahan bakar khususnya minyak merupakan bahan bakar yang paling banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu bahan bakar cair yang dapat diproduksi dari materi yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar adalah bioetanol. Bioetanol dapat dibuat dari karbohidrat yang berupa glukosa, melalui bantuan mikroorganisme glukosa dapat diubah menjadi etanol melalui proses fermentasi. Ditinjau dari berbagai segi, bioetanol dapat berfungsi untuk menggantikan bensin maupun minyak tanah. Beberapa pertimbangan yang sangat mendesak atas diperlukannya bioetanol ini sebagai bahan bakar, selain karena pertimbangan bahan bakar fosil hampir habis, juga berbagai pertimbangan mengenai pelestarian lingkungan. Salah satu bahan baku yang melimpah di perairan laut khususnya di daerah Kecamatan Wongsorejo Kab. Banyuwangi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol adalah rumput laut jenis Eucheuma cottonii, sehingga diharapkan masyarakat Desa Sumberkencono Kec. Wongsorejo dapat memanfaatkan E. cottonii dalam pengaplikasiannya terhadap energi terbaru yang ramah lingkungan. Hasil yang didapat dalam riset ini adalah 15 kg E. cottonii dapat menghasilkan 447 ml etanol, walau belum efektif jika digunakan sebagai bahan bakar namun bioethanol sebagai upaya pelestarian bahan bakar untuk dimasa akan datang.
PENGEMBANGAN EKOWISATA SUNGAI BOMO MELALUI KEGIATAN FESTIVAL SUSUR SUNGAI Adharani, Nadya
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i2.4145

Abstract

Covid-19 berdampak pada wisata di Indonesia, salah satunya pesisir di Desa Bomo Banyuwangi. Informasi yang didapat tim pengabdi bahwa sebagian besar masyarakat mengandalkan sumber daya laut sebagai mata pencaharian, ada pula yang berjualan di sekeliling kawasan pesisir. Kedua hal tersebut tidak bisa dilakukan masyarakat karena kondisi pandemi. Hal lain yang berpengaruh adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Desa Bomo Blimbingsari Banyuwangi, yakni banyaknya sampah disekitar DAS dan rumput liar yang tumbuh di pinggiran tepi aliran sungai. Hal tersebut dikarenakan penduduk sekitar tidak melakukan pembersihan dan pemotongan rumput karena pemberlakuan PPKM di Banyuwangi. Seiring berjalannya waktu, dipertengahan tahun 2021 terjadinya penurunan Covid-19 di Banyuwangi, hal ini berdampak baik bagi sektor pembangunan, tidak lain bagi sektor pariwisata yang mengizinkan untuk melakukukan kegiatan berupa pertemuan dalam bentuk event dan festival. Hal ini yang membuat Pokdarwis Benteng Samudera (mitra) tergerak melakukan program kerja untuk menghidupkam kembali kawasan pesisir dan sungai Bomo.Upaya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, tim pengabdi dan mitra sepakat membuat program bersama dalam bentuk bentuk Festival yang bertujuan meningkatkan kembali animo masyarakat luar dan dalam Banyuwangi untuk berkunjung ke Pantai Ria Bomo dan wisata sungai di era new normal, sehingga pelaku usaha setempat mendapatkan pemasukan dari berjualan disekeliling pantai. Tujuan lainnya adalah mewujudkan kemanfaatan sungai menuju masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan lestari, melalui Festival Susur Sungai Tahun 2021.