Octavianus H. A. Rogi
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RESORT TEPI PANTAI DI INTATA TALAUD. Arsitektur Vernakular Chrisandy Y. Ria; Octavianus H. A. Rogi; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31058

Abstract

Indonesia terkenal dengan memiliki alam dan budaya yang sangat indah serta menarik banyak minat wisatawan. Pada zaman sekarang ini pariwisata merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pemerintahan, pengembangan pariwisata di Indonesia telah difokuskan ke pariwasata ekowisata oleh pemerintah setempat khususnya di Sulawesi Utara. Hal tersebut dikarenakan ekowisata telah menjadi salah satu pariwisata yang sangat populer dan di anggap oleh dunia pada tahun 2015 kemarin. Ekowisata hadir karena adanya pengembangan dan perhatian lebih dari masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Pariwisata di Indonesia khususnya di Sulawesi utara banyak membantu ekonomi pemerintah, disamping itu banyak pengusaha juga menginvestasikan dana mereka untuk pembangunan objek resort sebagai pusat pariwisata. Pada umumnya pembangunan resort di Sulawesi utara hanya melalui pendekatan terhadap pemanfaatan keindahannya saja namun kurang mempertimbangkan cara menjaganya. Namun,konsep – konsep yang ditawarkan resort di Sulawesi utara banyak menarik wisatawan asing untuk datang.Kata kunci : Resort Tepi Pantai Intata , Arsitektur Vernakular
PUSAT LAYANAN KANKER DI MANADO. Biofilik Arsitektur Jessica M. Walukow; Octavianus H. A. Rogi; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.32078

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang sensitif dan dapat menimbulkan gangguan psikis terhadap penderita karena membuat penderita takut dan strs untuk menanggapi penyakit tersebut lebih lanjut sehingga tidak sedikit penderita yang kehilangan nyawanya akibat takut dan stres.. Melihat permasalahan ini, muncul tujuan untuk mendesain sebuah Pusat Layanan Kanker dengan penerapan tema Arsitektur Biofilik di Sulawesi Utara, tepatnya di kota Manado, Kecamatan Mapanget dengan tujuan menghadirkan layanan informasi khusus tentang Kanker yang diharapkan dapat memberikan suasana yang tenang dan damai bagi para pengunjung yang terkait didalamnya para pasien dan keluarganya juga masyarakat luas.Kata Kunci : Pusat Layanan Kanker, Arsitektur Biofilik, Manado
MUSEUM VULKANOLOGI DI KOTA MANADO, Mimetic Architecture Axel D. J. Pangkey; Octavianus H. A. Rogi; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34565

Abstract

Museum Vulkanologi di kota Manado merupakan sarana publik yang mana sebagai wadah menampung informasi dan edukasi seputar masalah geografi khususnya vulkanologi di lingkup daerah Sulawesi Utara. Tidak hanya edukasi, Museum Vulkanologi di kota Manado juga memiliki sarana rekreasi sehingga bersifat edutainment. Daerah Sulawesi Utara memiliki potensi fenomena alam yang besar dikarenakan terletak dalam wilayah cicin api pasifik dan merupakan salah satu provinsi yang memiliki gunung api terbanyak di Indonesia. Fenomena yang besar namun fasilitas yang minim membuat kehadiran Museum Vulkanologi sangat dibutuhkan. Objek bertema Mimetic Architecture ini memungkinkan membantu pengunjung dalam hal mudah mempelajari karena meminjam bentukan alam, serta dapat menyokong kebutuhan dan fungsi di dalam bangunan. Metode yang digunakan teridiri dari tahap-tahap pengumpulan data, dengan beberapa langkah yaitu studi literatur, observasi, studi komparasi, analisa, sintesa, dan desain hasil akhir. Museum Vulkanoligi di Kota Manado di harapkan dapat menjadi destinasi rekreasi dan dapat menolong dalam hal pendistribusian informasi dan ilmu pengetahuan dibidangnya.Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi, NAPZA, Healing Environment, Arsitektur
PUSAT SENI DAN BUDAYA MINAHASA DI KOTA TOMOHON, Extending Tradition Syaloom Y. W. Kario; Octavianus H. A. Rogi; Judy O. Waani
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34586

Abstract

Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, karya seni dan bahasa, sebagai mana juga budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari manusia shingga banyak orang cenderung menganggapnya sebagai warisan genetic. Seiring bekembangnya zaman, budaya tersebut mulai ditinggalkan. Hal ini terjadi karena berbagai factor, diatranya mulai menjamur berbagai budaya asing dimasyarakat yang lebih diminati bahkan ditekuni. Serta kurangnya pengetahuan mengenai budya sendiri. Faktor-faktor inilah yang mengancam tergesernya keberadaan budaya Minahasa yang telah ada. Permasalahan tersebut agakya dapat terselesaikan dengan menyediakan wadah untuk memperkenalkan budya Minahasa dizaman yang serba modern ini. Tentunya dalam penyediaan wadah tersebut perlu  dilakukan langkah-langkah yang dapat menjadi solusi pada kondisi lokasi yang terpilih. Perancangan Pusat Seni Budaya Minahasa di Kota Tomhon ini mengusung tema Extending Tradition sebagai titik dasar landasan rancangan, sehingga keutuhan dan kebersamaan tetap ada tanpa meghilangkan unsur tradisi lokalitas.Kata Kunci : Pusat Seni Budaya Dan Budaya Minahasa, Extending Tradition
PUSAT SENI KRIYA DI KOTA TOMOHON, Arsitektur Eksotis Multikultural Dian C. H. Waleleng; Octavianus H. A. Rogi; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34683

Abstract

Penyediaan sarana dalam bentuk bangunan sebagai wadah tempat berkumpul, beraktifitas, dan melakukan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan seni khususnya seni kriya serta pengembangannya adalah salah satu usaha untuk melestarikan peradaban bangsa. Kegiatan yang berhubungan dengan seni kriya seperti pameran, workshop, perkumpulan komunitas dan aktivitas kriyawan yang menghidupkan kehadiran kriyawan dan karyanya sendiri didukung wadah yang efektif, efisien dan berkualitas masih belum terlihat di Sulawesi Utara. Begitu banyak kriyawan yang memiliki hasil karya dengan kualitas dan nilai seni yang tinggi di Sulawesi Utara, khususnya Suku Minahasa. Namun, menurut data statistik ekonomi kreatif, persentase kontribusi ekspor dari provinsi Sulawesi Utara masih belum terlihat. Daya dukung khususnya lokasi/wadah pemasaran yang kurang strategis dan maksimal yang ada namun tidak terekspose, menyebabkan perkembangan produksi menjadi menurun dan memudarkan semangat mempertahankan identitas suku Minahasa. Dengan menghadirkan rancangan objek Pusat Seni Kriya di Kota Tomohon, akan melengkapi kebutuhan dan membangkitkan semangat baru, kreatifitas, produktifitas, kualitas hidup, pengembangan pengetahuan, serta pengenalan kepada dunia luar (internasional) maupun lokal tentang keberagaman seni kriya yang berkualitas dan bernilai tinggi di Sulawesi Utara yang semakin meningkat bagi komunitas kriyawan / pengrajin di Sulawesi Utara yang pada awalnya belum pernah dimiliki. Didukung dengan tema Arsitektur Eksotis Multikultural yang secara tangible maupun intangible akan memberikan pengalaman interaksi yang baru baik bagi para kriyawan maupun wisatawan lewat objek, lokasi maupun tapak di Kota Tomohon yang eksotis/unik dibarengi dengan terbentuknya penerimaan keragaman seni dan budaya yang dimiliki suku Minahasa .Kata Kunci: Seni Kriya, Arsitektur, Eksotis, Tomohon