Rachmat Prijadi
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MUSEUM SENI DI TALAUD. Simbolisme Arsitektur Chandrika O. Batara; Rachmat Prijadi; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29212

Abstract

 Museum Seni di Talaud merupakan suatu wadah atau tempat yang terpusat dari seluruh karya, keahlian, serta seluruh aspek adat istiadat yang diturunkan, dipelajari, dan dikembangkan oleh para pelaku seni dan budaya yang terletak di Kabupaten Kepulauan Talaud.Tema perancangan yang digunakan ialah Simbolisme Architecktur dimana tujuan utamanya ialah merancang bangunan sebagai daya tarik dan menggunakan hal-hal visual serta spesifikasi / karakter tertentu dari sebuah benda. Selain itu karya arsitektur yang hadir harus bisa menunjukkan keunggulan tapak, baik melalui site planning maupun bentuk serta tampilan massa bangunan.Sesuai dengan RTRW Kabupaten Kepulauan Talaud, lokasi pengembangan daerah terletak pada penulis mengambil lokasi di Perkantoran Kabupaten Kepulauan Talaud.Dengan adanya Museum Seni di Talaud ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat akan pentingnya kesenian di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kata Kunci : Kabupaten Kepulauan Talaud, Museum Seni, Simbolisme Arsitektur
SEKOLAH ASRAMA ISLAM DI MANADO. Arsitektur Islam Wisnu F. Ardiansyah; Rachmat Prijadi; Surijadi Supardjo
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30167

Abstract

Boarding school adalah sistem sekolah dengan asrama, dimana peserta didik dan juga para guru tertentu tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya, dimana di dalamnya terdapat kegiatan pendidikan berbasis agama Islam. Sedangkan konsep perancangan bentuk bangunan pada Sekolah Asrama di Manado diambil dari bentuk setengah lingkaran yang diadopsi dari simbol islam yaitu Bulan sabit dan bintang yang berfokus pada bentuk bulan yang kemudian mengalami transformasi karena kebutuhan ruang dan bentukan site. Dengan mengambil tema Arsitektur Islam maka Sekolah Asrama Islam di Manado ini akan mampu untuk tampil berbeda dengan Sekolah Asrama lainnya, dimana bangunan ini akan mengacu pada symbol-sombol keislaman dengan estetika interior dan struktur akan lebih memperjelas fungsi dari bangunan tersebut, begitu pula dengan karya-karya arsitektural yang juga merupakan kumpulan dari elemen-elemen pembentuk yang memiliki suatu makna, arti yang dapat menjadikan Sekolah Asrama Islam di Manado sebagai tempat yang mewadahi aktivitas pertemuan, berkomunikasi, dan bertukar pikiran, saling memberikan informasi dan pengetahuan tentang keislaman, serta saling menunjang dengan fungsi lainnya untuk menjadikan satu kawasan Sekolah Asrama Islam di Manado ini sebagai wadah untuk menunjang perkembangan Kota Manado sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Utara menjadi icon baru yang religious serta representatif berkarakter khusus dengan bentuk bangunan yang memprioritaskan simbol-simbol keislaman dan nilai-nilai spiritual. Bangunan tersebut diharapkan sanggup memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa Indonesia dan lebih khusus Kota Manado, baik di masa kini maupun masa yang akan datang.Kata Kunci: Boarding School, Sekolah Asrama Islam, Arsitektur Islam.
HOTEL SYARIAH DI MANADO. Simbolisme Arsitektur Islam Bima C. P. Morodjojo; Surijadi Supardjo; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30168

Abstract

Hotel dipandang masyarakat awam khususnya masyarakat kota manado bahwa hotel hanya menjadi tujuan atau tempat maksiat baik itu perzinahan, narkoba dan perbutan negatif lainnya. Dengan perkembangan hotel berbasis syariah mampu menjadi suatu bisnis yang cukup populer namun diyakinkan bahwa perkembangan hotel berbasis syariah ini akan mengalami perkembangan peningkatan yang cukup drastis dikarenakan tingkat kesadaran terhadap syariah tersebut. Hotel syariah yang dimaksud disini adalah Hotel dengan konsep syariah Islam, yaitu menerapkan syariah dalam Agama Islam ke dalam operasional Hotel. Akan tetapi label syariah tidak hanya untuk umat Muslim saja namun terbuka untuk umum.Maka hotel syariah dengan tema simbolisme arsitektur islam diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan yang halal dan bersyariah dengan seperti itu maka fasilitas hotel akan lebih ditingkatkan, para wisatawan asing maupun lokal akan merasa lebih aman, nyaman, dan tidak merasa asing dengan fasilitas-fasilitas yang menerapkan aspek-aspek syariah, serta visualisasi bangunan  yang akan terlihat pada pola bangunan, cahaya, warna, dan pernak-pernik di dalamnya benar-benar mentahbiskan kedalaman makna esoterik didalam Islam yang lebih mengacu pada seni untuk memfokuskan perhatian bagi pengguna bangunan sehingga hotel ini dapat turut serta dalam mengembangkan industri pariwisata. Kata kunci: Hotel Syariah, Simbolisme Arsitektur Islam
PUSAT REKREASI ANAK DI KOTA MANADO. Architecture of Happiness Rebecca Y. E. Tooy; Rachmat Prijadi; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30172

Abstract

Berdasarkan teori psikolog Sigmund freud, masa kecil seorang individu adalah masa terpenting dalam menentukan akan menjadi apakah ia kelak dalam hidupnya. Pada abad ke 21, pesatnya perkembangan teknologi begitu mempengaruhi pola aktivitas anak. Tidak hanya memberi pengaruh positif tapi juga memberi dampak negatif. Bermain game atau media sosial menjadi lebih diminati daripada bermain aktif di luar ruang. Dengan melihat minimnya fasilitas bermain edukatif dan ruang hijau bagi anak di kota Manado, serta kebutuhan anak dalam tumbuh kembangnya, digagas perancangan Pusat Rekreasi Anak di Kota Manado ini. Metode dalam perancangan menggunakan teori Host Rittel yaitu dengan mengembangkan beberapa gagasan, lalu dikaji kembali untuk dikembangkan atau direduksi. Pada dasarnya hasil dari perancangan Pusat Rekreasi Anak ini berfokus pada usaha menjawab apa yang membuat anak bahagia, dan pengaruhnya bagi anak, lewat pendekatan tema Architecture of Happiness. Lewat pendekatan tema yang dilakukan objek rancangan bisa menjawab kebutuhan akan wadah untuk bermain dan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kata Kunci: Rekreasi Anak, Manado, Architecture of Happines
FASHION DESAIN DAN SEKOLAH MODEL DI MANADO. Fashionable Architecture Virginia N. Lobo; Rachmat Prijadi; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30232

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan sandang atau busana merupakan kebutuhan primer yang kini memiliki banyak fungsi sehingga memunculkan tren model berbusana di dunia dan juga membuka banyak peluang kerja di bidang fashion dan modelling. Perkembangan ini tentunya harus didukung dengan SDM yang berkualitas di bidang fashion dan model yaitu sarana pendidikan dan juga pusat Fashion desain dan Modelling di Manado. Manado sebagai ibukota Sulawesi Utara memiliki potensi salah satunya sebagai pusat industri mode karena memiliki berbagai macam fasilitas pusat perbelanjaan baik besar maupun kecil yang menyediakan berbagai macam busana yang dapat menjadi trend fashion terbaru. Dengan tujuan menghadirkan pusat fashion desain dan modelling serta sarana pendidikan dalam bidang mode di kota Manado yang tidak hanya melahirkan para desainer dan model berkualitas dan profesional serta mampu mengembangkan dunia mode, membangun suatu tempat yang dapat memberikan informasi dan sarana atau wadah pusatnya fashion juga pendidikan dalam dunia Mode serta menyediakan tempat untuk para peminat fashion baik model atau desainer Mode berkarya dan memamerkan hasil karya yang lebih edukatif dan atraktif dengan penerapan tema “Fashionable Architecture (arsitektur yang modis)” yang tidak hanya mementingkan nilai fungsional namun juga mengedepankan nilai estetika maka diharapkan Fashion Desain dan Sekolah Model di Manado dapat menjadi suatu objek arsitektural yang dapat mewadahi kebutuhan masyarakat serta dapat meningkatkan citra kota Manado dalam bidang Fashion. Dalam proses perancangan ini menerapkan metode proses desain John Zeisel dalam pendekatan rancangan terhadap; pendekatan tipologi, pendekatan tema dan kajian tapak dan lingkungan. Sehingga dapat menghasilkan suatu desain rancangan meliputi; layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, tampak tapak, potongan bangunan, potongan tapak, detail, utilitas bangunan, struktur bangunan, spot interior, spot eksterior, dan perspektif mata burung dan manusia yang merupakan hasil dalam peracangan Fashion Desain dan Sekolah Model di Manado yang masih dapat dikembangkan lebih jauh untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik. Kata Kunci : Estetika, Fashion, Sekolah Desain & Model.
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI MAKASSAR, Arsitektur Simbiosis Fandi Aswar; Rachmat Prijadi; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34625

Abstract

Perancangan ulang terminal penumpang Angkutan Laut di Makassar merupakan proses perancangan ulang.Dalam perencanaan atau perancangan, ruang tunggu penumpang, struktur dan fungsi bangunan harus diubah, dan personel atau barang akan dipindahkan dari lokasi yang bersangkutan ke lokasi lain. Tempat untuk memperbaiki sistem yang mungkin lebih baik. Berada di terminal pelabuhan Makassar.Salah satu tempat penting dalam sistem transportasi adalah Terminal, Tempat penumpang dan kargo masuk dan keluar dari sistem aktivitas. Terminal penumpang adalah prasarana mengangkut yang digunakan untuk menjemput dan menurunkan penumpang, mengubah moda transportasi internal dan / atau umum, serta mengatur kedatangan dan keberangkatan.. Bangunan terminal penumpang memiliki terminal penumpang yang menyediakan segala layanan untuk kebutuhan perjalanan penumpang, seperti ruang tunggu, kantor maskapai pelayaran, loket tiket, mushola, toilet, kantor imigrasi, bea cukai, keamanan, pemimpin pelabuhan, dll. Oleh karena itu tujuan utama perancangan ulang terminal adalah untuk memperbaiki fasilitas dan merobohkan, mengurangi dan menambah ruang sesuai dengan temanya yaitu arsitektur simbiosis bertema simbiosis dan simbiosis simbiosis pada ruang ground indoor dan outdoor. disusun sesuai dengan aplikasi tema.Kata Kunci : Arsitektur, Simbiosis, Redesain Terminal Penumpang Angkutan Laut Di Makassar
RUMAH HARAPAN DI MANADO: Socializing In Social Distancing Meikelio G. Robot; Rachmat Prijadi; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah Kota yang memiliki berbagai macam keragaman dari berbagai penduduk dari usia muda dan tua di provinsi Sulawesi Utara. Yang di antaranya ada beberapa yang termasuk dalam kategori terlantarkan. Oleh karena itu, Hadirnya objek Rumah Harapan bermaksud dapat menjadi wadah yang menyebarkan harapan di tengah masa-masa yang sulit. Perancangan objek ini dimaksudkan dapat memfasilitasi kebutuhan baik lansia maupun anak-anak terlantar. Sehingga melalui objek ini juga diharapkan dapat terjadi komunikasi bagi anak-anak yang tidak pernah merasakan kasih orang tua, begitu juga dengan paa lansia yang rindu dengan keberadaan anak di sekitar mereka. Dan dengan memperhatikan standar-standar yang ada, objek ini diharapkan mampu mengimplementasikan protocol-protokol Kesehatan di tengah era new normal, contohnya seperti jarak yang harus diperhatikan dan inovasi-inovasi baru lainnya. Kata kunci :Penelitian, Socializing, Rumah Harapan, Kota Manado, Sulawesi Utara
MANADO E-SPORT ARENA: High Tech Arsitektur Ogya J. Ingkiriwang; Suryono; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan E-Sport di Indonesia yang sangat tinggi dilihat dari banyaknya minat dari berbagai macam kalangan masyarkat terhadap e-sport dan kegiatan e-sport di Indonesia sendiri selalu diadakan setiap tahunnya dan didukung penuh oleh pemerintah, namun aktivitas atau kegiatan e-sport di Indonesia belum mempunyai tempat khusus yang dapat menunjang setiap kebutuhan e-sport yang ada. Perkembangan E-sport di Kota Manado memilki potensi yang begitu besar ditinjau dari banyaknya masyarakat yang menggemari E-sport serta banyaknya pemain professional yang berasal dari Kota Manado yang berprestasi di kancah Kompetisi Nasional maupun Internasional namun dikarenakan tidak adanya tempat yang mewadahi dan memfasilitasi kegiatan E-sport yang ada di Kota Manado membuat para pemain pemain yang ada kesulitan dalam mengembangkan bakat dan potensi yang ada. Untuk itu perlu adanya Perancangan Manado E-Sport Arena untuk mewadahi dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam bidang E-sport. Tujuan perancangan Manado E-Sport Arena adalah untuk menghadirkan sebuah bangunan yang dapat mewadahi dan memfasilitasi kegiatan dan aktivitas E-Sport. Perancangan Manado E-Sport Arena menggunakan metode perancangan Glass Box Process yang Rasionalitik yang menggunakan metode Siklus Imajinasi-Presentasi-Test oleh John Zeisel. Perancangan Manado E-Sport Arena mengambil Tema High Tech Arsitektur yang tidak lepas dari pemanfaatan dan pengembangan kemajuan teknologi yang ada. Perancangan Manado E-Sport Arena ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan perkenomian di Kota Manado dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Manado. Kata Kunci: Manado, E-sport Arena, High Tech Arsitektur