This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Pingkan A. K. Pratasis
Universitas Sam Ratulangi

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Bored Pile Gedung Mako Brimob (Kalasey) Gideon Mokat; Pingkan A. K. Pratasis; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56816

Abstract

Pondasi bored pile adalah pondasi tiang yang pemasangannya dilakukan dengan mengebor tanah lebih dahulu Jenis pondasi bored pile banyak digunakan pada proyek konstruksi .Pelaksanaan pondasi bored pile yang dipilih disesuaikan dengan jenis tanah, Kondisi medan serta metode konstruksi yang terpilih.Metode konstruksi merupakan penjabaran tata cara dan teknik-teknik pelaksanaan pekerjaan yang merupakan inti dari seluruh kegiatan dalam sistem manajemen konstruksi. Untuk itu menarik dilakukan kajian bagaimanakah metode pelaksanaan pondasi bored pile pada tahap perencanaan pelaksanaan pada proyek pembangunan gedung MAKO BRIMOB,Kalasey.Tahap perencanaan dan pelaksanaan merupakan kegiatan yang penting guna memberikan gambaran lebi rinci tentang strategi dan teknik pengerjaan secara efisien dan efektif baik dari segi waktu,mutu,dan biaya,Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah melakukan kajian mengenai metode pelaksanaan pada tahap perencanaan pelaksanaan.Berdasarkan hasil kajian bahwa pada pekerjaan persiapan diawali dengan penentuan titik pusat pile dan penempatan alat bored pile. Kata kunci: metode pelaksanaan,bored pile
Pemanfaatan Limbah Industri Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair Di Kelurahan Batu Kota Bawah Kecamatan Malalayang Praysela B. Kawuwung; Herawaty Riogilang; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57432

Abstract

Industri Tahu merupakan industri pangan menghasilkan sumber protein dengan bahan dasar dari kacang kedelai, sebagai salah satu makanan pokok yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Manado. Industri tahu ini menghasilkan limbah padat (ampas tahu) yang bisa digunakan sebagai pakan ternak dan limbah cair yang berasal dari proses pencucian kedelai, perendaman, perebusan, penyaringan, pengepresan, dan pencetakan tahu serta pencucian alat dan lantai (Samsudin et al. 2018). Kelurahan Batukota Bawah merupakan lokasi mayoritas industri tahu, dikarenakan lokasi yang dekat dengan sungai. Limbah cair dari industri produksi tahu rata-rata tidak diolah dan hanya dibuang langsung ke selokan yang mengalir ke sungai sehingga menimbulkan dampak negatif yaitu mencemari sungai dan menurunkan estetika lingkungan sekitar kelurahan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengurangi dampak limbah cair dengan memanfaatkannya sebagai pupuk organik cair (POC). Metode penelitian adalah metode eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada 2 taraf perlakuan, yaitu tanpa aplikasi POC limbah cair tahu (P0) dan aplikasi 3 liter POC limbah cair tahu (P1). Hasil uji limbah cair tahu setelah difermentasi menunjukkan peningkatan pada BOD, COD, TDS, Kalium, dan Fe, serta penurunan TSS, pH, dan Fosfor. Pengaplikasian POC pada tanaman pakcoy (Brassica Rapa L), bayam (Amaranthus tricolor L), dan sawi putih (Brassica Juncea L) dengan teknik menanam hidroponik (Wick System) menunjukkan bahwa POC dari limbah tahu sangat asam karena kadar POC yang tidak sesuai baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 sehingga mempengaruhi perubahan tinggi tanaman. Kata kunci: Sungai Batukota Bawah, limbah industri tahu, pupuk organik cair limbah tahu, tanaman hidroponik
Evaluasi Sistem Pengolahan Air Lindi Di TPA Taratara Kota Tomohon Arnaldo Tukusan; Cindy J. Supit; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57476

Abstract

Melalui observasi secara langsung dilapangan diketahui terjadinya penumpukan sampah pada bak penampung air lindi yang disebabkan oleh tergerusnya sampah dari tumpukan karena hujan sehingga menyebabkan melimpahnya air lindi. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi sistem pengolahan air lindi pada TPA Taratara. Analisis data dilakukan dengan pengambilan sampel air lindi lalu dibawa ke laboratorium BARISTAND dan BTKLPP Manado untuk dianalisis kualitas nya, guna mengetahui berapa nilai pH, serta konsentrasi BOD, COD, dan TDS. Hasil pengujian laboratorium pada outlet sebesar pH 7,5, BOD 18 mg/L, COD 260 mg/L dan TDS 316 mg/L, nilai ini hampir melebihi baku mutu yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 59 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lindi bagi Usaha dan/atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. Mengevaluasi kondisi instalasi pengolahan air lindi diperlukan sehingga kolam yang direncanakan dapat beroperasi dengan baik, dengan menggunakan metode pengolahan kombinasi antara lain kolam anaerobik, kolam stabilisasi, kolam maturasi dan kolam biofilter sesuai Permen PU Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan dalam penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, perhitungan debit lindi didasarkan pada perhitungan neraca air metode Thornthwaite-Matter dengan hasil perhitungan perkolasi air tertinggi bulanan pada bulan Agustus sehingga diperoleh debit lindi rencana 15 m3/hari. Kata kunci: TPA Taratara, air lindi, Instalasi Pengolahan Air Lindi
Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Pada Pembangunan Gedung Gereja GBI Pusat Perakitan Lobu Atas Michelle Walakandou; Pingkan A. K. Pratasis; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57759

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi, diperlukan perencanaan yang matang agar hasilnya bisa tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan dalam tahapan perencanaan yaitu Rencana Anggaran Biaya. Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan perhitungan terperinci yang menghasilkan perkiraan biaya yang diperlukan dalam sebuah proyek. Dalam menghitung anggaran biaya, diperlukan data berupa volume setiap pekerjaan beserta analisis harga satuan pekerjaan yang mencakup di dalamnya harga satuan bahan, upah, dan alat. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menghitung rencana anggaran biaya pada pembangunan Gedung Gereja GBI Pusat Perakitan Lobu Atas, dengan luas area adalah 487 m². Batasan masalah dari tugas akhir ini adalah pekerjaan yang dihitung hanya meliputi pekerjaan struktur yaitu : pekerjaan pondasi, pekerjaan balok, pekerjaan kolom, pekerjaan pelat, dan pekerjaan tangga. Analisa Harga Satuan Pekerjaan yang digunakan adalah berdasarkan Permen PUPR tahun 2023. Hasil akhir perhitungan rencana anggaran biaya merupaka rekapitulasi RAB, yaitu total seluruh pekerjaan kemudian ditambah PPN 10% dan dibulatkan, dan total biaya yang didapatkan dalam perhitungan tugas akhir ini adalah Rp 1.981.000.000 (Satu Miliar Sembilan Ratus Delapan Puluh Satu Juta Ribu Rupiah). Kata kunci: RAB, AHSP PUPR 2023, volume pekerjaan
Pemilihan Perumahan Dengan Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) Marvel M. M. Nangin; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58446

Abstract

Perkembangan perumahan saat ini sangat pesat. sehingga kebutuhan akan rumah tempat tinggal sangat dibutuhkan oleh semua manusia, Rumah merupakan tempat tinggal bersama keluarga dan ditempati selamanya maupun investasi, dalam memenuhi kriteria dan keinginan konsumen maka solusinya dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP adalah untuk membuat keputusan dan mengevaluasi alternatif berdasarkan kriteria yang berbeda-beda maka nilai yang tertinggi adalah nilai bobot prasarana (0,377) dan bobot fasilitas umum (0,377), bobot lokasi (0,160), dan terakhir bobot Kontruksi (0,086). Untuk nilai alternatif diperoleh bobot tertinggi yaitu Perumahan New Royal Kawanua (0,507), kemudian perumahan Casa De Viola Grand Kawanua (0,346), dan Perumahan Puri Manado Permai (0,147). Kata kunci: AHP, perumahan, kriteria, alternatif
Analisis Kebutuhan Real Material Pada Pekerjaan Struktur Gedung SD Katolik 10 Santa Theresia GPI Reinhard R. Djajanegara; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67887

Abstract

Material merupakan komponen utama dalam pekerjaan konstruksi yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek dan efisiensi biaya. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang akurat terhadap kebutuhan material di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan material real pada proyek pembangunan Gedung SD Katolik 10 Santa Theresia GPI menggunakan metode Quantity Take Off (QTO). Metode ini digunakan untuk menghitung volume dan jumlah material berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis.Hasil analisis menunjukkan total kebutuhan material meliputi semen 1.609 sak, pasir 143,6 m³, kerikil 122,95 m³, beton ready mix 324,30 m³, batako bekisting 4.085 buah, wiremesh 245 lembar, tripleks 9 mm seluas 1.094,76 m², kayu 5×7×400 sebesar 26,92 m³, serta tulangan baja P8 252,17 kg, P10 11.716,39 kg, S13 4.668,16 kg, S16 23.233,66 kg, dan S19 16.508,02 kg. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan kebutuhan material yang lebih efisien dan akurat. Kata kunci: Kebutuhan Material Real, Quantity Take Off, proyek konstruksi
Evaluasi Kinerja Digitalisasi Sistem Permit to Work (PTW) Dalam Meningkatkan Akuntabilitas Keselamatan Kerja Di Pertamina Geothermal Energi Area Lahendong Feby Y. Kudadiri; Roski R. I. Legrans; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.68178

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama untuk mencegah kecelakaan kerja khusunya pada industri dengan tingkat risiko tinggi. Dengan kemajuan teknologi, digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) menjadi inovasi yang mengubah manajemen pengendalian risiko melalui proses perizinan kerja yang lebih efisien, terstruktur, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) di PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner kepada 32 responden yang terlibat langsung dalam proses digitalisasi sistem Permit to Work (PTW). Hasil menunjukkan bahwa kinerj digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) dengan rata-rata 2,12, dan termasuk dalam kategori cukup baik. Temuan tersebut mengidentifikasikan bahwa sistem Permit to Work (PTW) mendukung dalam proses pengelolaan izin kerja, tetapi belum beroperasi secara optimal. Kendala yang ditemukan meliputi, kurangnya pemahaman karyawan terhadap prosedur digitalisasi, keterlambatan dalam proses otentikasi dan persetujuan digital, pelatihan pengguna yang tidak memadai, serta akses terbatas ke jaringan internet di area operasional. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan akuntabilitas keselamatan kerja melalui digitalisasi PTW memerlukan dukungan teknologi, kompetensi pengguna, dan infrastruktur yang memadai agar implementasi sistem dapat berjalan secara optimal. Kata kunci: akuntabilitas, Digitalisasi Sistem PTW, evaluasi kinerja, keselamatan kerja, permit to work