Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DENGAN KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) TERHADAP KENAIKAN HARGA BERAS DI KOTA SUNGAI PENUH Novitasari, Resti; Malik, Adlaida; Nurchaini, Dewi Sri
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.736 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5076

Abstract

Beras merupakan makanan pokok masyarakat di Kota Sungai Penuh dimana harga beras selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya dan membuat konsumen harus bersedia membayar terhadap jenis beras yang dikonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji karakteristik konsumen beras di Kota Sungai Penuh, (2) mengetahui jumlah responden yang bersedia membayar terhadap kenaikan harga beras di Kota Sungai Penuh, dan (3) menganalisis hubungan antara karakteristik konsumen beras dengan kesediaan membayar (WTP) di Kota Sungai Penuh. Penelitian ini dimulai pada tanggal 10 Mei sampai 10 Juni 2016 terhadap 71 konsumen. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran karakteristik konsumen beras di Kota Sungai Penuh dan kesediaan membayar (WTP) konsumen terhadap kenaikan harga beras. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik konsumen dengan kesediaan membayar (WTP) konsumen di Kota Sungai Penuh. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa karakteristik konsumen terdiri dari mayoritas responden memiliki tingkat pendapatan keluarga per bulan sebesar Rp. 900.000 - Rp. 3.590.140, tingkat pendidikan SMA, kelompok usia 34 – 41 tahun dan jumlah anggota keluarga 3 – 4 orang. Untuk kesediaan membayar konsumen terhadap kenaikan harga beras yaitu mayoritas responden bersedia membayar sebesar 20% dari harga sebenarnya dan diperoleh bahwa pendapatan, pendidikan, dan usia memiliki hubungan yang kuat terhadap kesediaan membayar dimana hasil dari c2 hit > c2tabel keputusannya tolak H0, sedangkan untuk jumlah anggota keluarga tidak memiliki hubungan terhadap kesediaan membayar karena hasil c2 hit > c2tabel sehingga keputusannya terima H0, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan, pendidikan, dan usia konsumen maka semakin tinggi konsumen bersedia membayar terhadap kenaikan harga beras.
PENGARUH PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHATANI Febriansyah, Ebi; Nurchaini, Dewi Sri; Fathoni, Zakky
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.549 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5093

Abstract

Penelitian ini bertujuan (i) untuk mengetahui pelaksanaan program Desa Mandiri Pangan di lokasi penelitian (ii) peranan program Desa Mandiri Pangan dalam peningkatan pendapatan usahatani dilokasi penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif melalui tabel distribusi frekuensi. Uji analisis yang digunakan adalah uji statistik parametrik dengan metode uji t beda dua rata-rata. Berdasarkan hasil di lapangan bahwa kegiatan pelaksanaan program Desa Mandiri Pangan di lokasi penelitian telah sesuai dengan anjuran dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani program sebesar Rp Rp. 6.032.544,-/ha /tahun dan rata-rata pendapatan petani non program sebesar Rp Rp. 4.499.884,-/ha/tahun. Terdapat perbedaan pendapatan antara petani program dan petani non program Desa Mandiri Pangan yaitu besar rata-rata pendapatan yang diterima petani program lebih besar dibandingkan rata – rata pendapatan petani non program Desa Mandiri Pangan di lokasi penelitian. Hasil pengujian dengan uji beda dua rata-rata diperoleh bahwa tingkat perbedaan pendapatan antara petani yang mengikuti program Desa Mandiri Pangan dan pendapatan petani yang tidak mengikuti program Desa Mandiri Pangan sebesar 5,193 t-hitung > dari t-tabel 1,662 pada taraf kepercayaan 95 %. Kata kunci : Program Desa Mandiri Pangan, Pendapatan Usahatani, Perbedaan Pendapatan
Analisis Komparasi Pendapatan Usahatani Sistem Tanam Benih Langsung dan SIstem Jajar Legowo diKecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ahmadi, M. Anhar; Damayanti, Yusma; Nurchaini, Dewi Sri
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 24 No 01 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiseb.v24i01.13490

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk : 1) mengetahui gambaran umum usahatani sistem tanam benih langsung dan usahatani sistem jajar legowo di Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 2) menganalisis perbandingan pendapatan antara petani yang mengusahakan sistem tanam benih langsung dengan petani yang mengusahakan sistem jajar legowo di Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis komparasi usahatani dengan uji beda dua rata-rata. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Senyerang dan Desa Sungai Kepayang. Jumlah petani sampel pada penelitian ini adalah 60 orang dengan pembagian 20 orang petani sistem tanam benih langsung dan 40 orang petani sistem jajar legowo. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) Terdapat beberapa perlakuan yang membedakan usahatani sistem tanam benih langsung dan usahatani sistem jajar legowo. Perbedaan dari kedua sistem tersebut terletak pada proses produksi, pada sistem tanam benih langsung tidak ada proses persemaian benih sedangkan pada sistem jajar legowo melakukan persemaian. Perbedaan lain terdapat pada penggunaan tenaga kerja, dimana pada sistem tanam benih langsung tidak menggunakan tenaga kerja dalam proses penanaman sedangkan pada sistem jajar legowo menggunakan tenaga kerja dalam proses penanaman. (2) Terdapat perbedaan antara usahatani sistem tanam benih langsung dan usahatani sistem jajar legowo di daerah penelitian dalam aspek produksi, total biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani.
Effectiveness of Using Wood Powder and Litter Fertiliser on Rice Paddy Farming (Implementation in Tanjung Harapan Farmer Group, Setiris Village, Maro Sebo District, Muaro Jambi Regency) Ulma, Riri Oktari; Damayanti, Yusma; Nurchaini, Dewi Sri; Yulismi, Yulismi; Mukhlis, Mukhlis
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.636

Abstract

The use of wood powder and leaf litter fertilizer in wetland rice farming has proven to be effective in improving agricultural productivity sustainably. The research was conducted in Setiris Village, particularly in the Tanjung Harapan Farmer Group, in Jambi Province. This organic fertilizer, besides reducing the environmental damage caused by wood powder waste, has also brought about positive changes in farming practices. Training and counseling have been conducted to enhance farmers' understanding of using organic fertilizer. Wood powder and leaf litter fertilizers enhance crop productivity and quality, improve soil structure, and reduce production costs. Thus, the use of these fertilizers supports sustainable and environmentally friendly farming in Setiris Village.
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN USAHATANI PETANI KONVERSI KARET KE KELAPA SAWIT DI KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANGHARI Saputra, Ardhiyan; Nurchaini, Dewi Sri
JALOW | Journal of Agribusiness and Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2020): Journal Agribusiness and Local Wisdom
Publisher : Program Studi Agribisnis bekerja sama dengan PERHEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jalow.v3i2.11615

Abstract

Plantation is a source of foreign exchange and a source of employment. Commodities included in the plantation sub-sector are oil palm, rubber, coconut, coffee, tea and so on. The plantation sub-sector commodities that play an important role as a source of foreign exchange are oil palm and rubber. This study aims to determine the comparison of income from rubber farming whose land is converted to oil palm in Bajubang District, Batanghari Regency. This research was conducted in two villages in Bajubang subdistrict, namely Penerokan Village and Ladang Peris Village. The number of samples was 50 farmers, consisting of 25 rubber farmers who did not convert rubber plantation land to oil palm and 25 rubber farmers who had converted their rubber plantation land to oil palm. Sampling was done by using purposive sampling method. Based on the results of the independent sample t test, the sig (2-tailed) value of 0.000 is smaller than the value of α = 5%, which means there is a difference in the farm income of farmers who convert rubber land to oil palm. The amount of farm income that does not convert rubber land to oil palm is IDR 8,518,298 // Ha / year, while the income of farmers who convert rubber land to oil palm is IDR. 14,412,748 / Ha / Year.
ANALISIS KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DI KECAMATAN BATIN XXIV KABUPATEN BATANGHARI Susanti, Ling Ling; damayanti, yusma; nurchaini, dewi sri
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.169 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v15i2.2756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi pangan rumah tangga petani karet serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  konsumsi pangan rumah tangga petani karet di Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 25 November 2012 sampai dengan 25 Desember 2012. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan wawancara secara langsung menggunakan metode recall 24 jam dan food frequency yang dilakukan dalam tiga kali perhitungan serta pengisian kuisioner yang telah dipersiapkan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa : (1) Bahan makanan pokok sumber energi yang paling sering dikonsumsi oleh responden adalah dari kelompok padi-padian yaitu beras dengan frekuensi 3 kali perhari, pangan nabati yang paling sering dikonsumsi adalah jenis kedele dalam bentuk tahu dan tempe dengan frekuensi 4-6 kali perminggu, pangan hewani yang sering dikonsumsi adalah dari jenis ikan asin/teri sebesar 50 persen responden dengan frekuensi makan 4-6 kali perminggu. Serta ikan sebesar 27,3 persen responden dengan frekuensi makan 2-3 kali permiggu. Rata-rata konsumsi energi dan protein rumah tangga petani karet di Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari adalah 2.100,91 kkal/kapita/hari dan 47,53 gram/kapita/hari. (2) jumlah anggota rumah tangga dan penerimaan mempengaruhi konsumsi energi dan protein rumah tangga petani karet. Sedangkan pendidikan tidak mempengaruhi konsumsi energi dan protein rumah tangga petani karet di Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari.   Kata Kunci : Kecukupan Konsumsi Pangan Energi Dan Protein