Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Value for Money dan prinsip Good Governance terhadap kinerja pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian adalah masyarakat Kota Bengkulu yang telah menggunakan layanan administrasi kependudukan, dengan sampel sebanyak 400 responden menggunakan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F dengan bantuan SPSS 26.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Value for Money berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan publik (t hitung 7,958 > t tabel 1,966; sig. 0,000 < 0,05). Good Governance juga berpengaruh positif dan signifikan serta merupakan variabel paling dominan (t hitung 12,642 > t tabel 1,966; sig. 0,000 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pelayanan publik (F hitung 260,020 > F tabel 3,018; sig. 0,000 < 0,05). Nilai R Square sebesar 0,567 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan variasi kinerja pelayanan publik sebesar 56,7%, sedangkan 43,3% dipengaruhi variabel lain di luar model. Penerapan prinsip ekonomi, efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi terbukti mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.