Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Linguistik Kontrastif Kosakata Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia dalam Serial “Puteri Limau” Vidya Anannidra; Dhiah Fatma Pratiwi; Odien Rosidin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7136

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk analisis kontrastif perbandingan bahasa berupa 1) pemahaman yang bentuknya berbeda tapi maknanya sama antara bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia 2) pemahaman yang bentuknya mirip dan maknanya sama antara bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia 3) pemahaman yang bentuk sama dan maknanya sama antara bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia yang terjadi dalam serial animasi Malaysia “Puteri Limau” di kanal YouTube Aksara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data teknik simak dan katat. Teknik analisis data dalam penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan pemetaan perbedaan unsur-unsur kebahasaan. Dari hasil penelitian ini, ditemukan sebanyak 53 data analisis kontrastif perbandingan bahasa bahasa yang diantaranya terdiri dari 25 pemahaman yang bentuknya berbeda tetapi maknanya sama. 25 pengertian yang bentuknya mirip tapi maknanya sama. 3 pengertian yang bentuknya sama dan maknanya sama. Penelitian ini sejalan dengan teori Lado terkait analisis kontrastif yang membandingkan dua bahasa untuk mencari perbedaan, persamaan dan persamaan.
Gangguan Berbicara Rhotacism Pada Anak Remaja (Kajian Psikolinguistik) Sulthaanika Ferdy Syahwardi; Odien Rosidin
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v4i1.12103

Abstract

Researchers found slurred speech disorder (Rhotacism) in adolescents aged 13 and 15 years who have imperfections which have difficulty pronouncing /r/ to become /l/. This study aims to (1) describe Rhotacism's speech disorders, especially phonetic disorders in adolescents and (2) describe the causes of Rhotacism's disorders in adolescents. This study uses a qualitative descriptive research method and uses a case study approach with subjects or informants aged 13 and 15 years named Alden Nandana Ramadhan and Mauli Ibrahim who come from Serang Regency. The results showed that in Alden Nandana Ramadhan there were 6 data that experienced sound changes when pronouncing the letters /r/ to /l/. Meanwhile, in Mauli Ibrahim found 11 data that experienced sound changes when pronouncing the letter /r/ to /l/ and 1 omission of the letter /r/. The causes of Rhotacism speech disorders in children are caused by several factors, namely sufferers have siblings, aunts. Siblings with speech disorders, namely Rhotacism. Rhotacism speech disorders appear when toddlers, children, teenagers and even adults because of factors, namely angklossia (short tongue) which results in an impact on the imperfection of phonemes (sounds) spoken by speakers to speakers
Analisis Kontrastif Kosakata Bahasa Jawa Serang (Bebasan) dan Bahasa Betawi dalam Film Si Doel Versi Youtube Season 1 dan 2 Ananda Cahya Camila; Siti Nurjanah; Odien Rosidin
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v4i2.5364

Abstract

This study aims to recognize and compare the vocabulary used in Serang Javanese and Betawi language in the YouTube Version of Si Doel Movie in Season 1 and 2. The approach used is descriptive qualitative by using contrastive analysis technique. Data were obtained by observing the dialog in the movie, as well as conducting interviews with native speakers of both languages. The findings of this study show that there are vocabularies that have the same form and meaning (10 vocabularies), similar forms but the same meaning (9 vocabularies), and different forms but the same meaning (45 vocabularies). This difference shows the characteristics of each regional language, even though they are geographically located in close proximity. This study emphasizes the importance of maintaining local languages and understanding vocabulary variation in inter-dialect communication.
Analisis Kontrastif Ekspresi Makian Bahasa Jawa Dialek Solo dan Malang dalam Peristiwa Tutur Mahasiswa Ghifara, Zilfa; Siti Nurbaiti; Odien Rosidin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7103

Abstract

Bahasa Jawa memiliki banyak dialek yang berkembang sesuai dengan orang-orang yang berbicaranya, seperti dialek Solo dan Malang. Meskipun kedua dialek berasal dari keluarga Bahasa Jawa yang sama, namun para mahasiswa menggunakan makian dengan cara yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makian dalam dialek Solo dan Malang Bahasa Jawa dalam konteks tutur peristiwa mahasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara informal dengan mahasiswa aktif yang sedang menjalankan studi di kampus daerah Solo dan Malang. Bentuk dan fungsi makian dalam kedua dialek tersebut dijelaskan melalui pendekatan kualitatif. Menurut hasil penelitian, makian dalam dialek Solo cenderung lebih simbolis dan tidak langsung kasar, sedangkan makian dalam dialek Malang lebih sederhana dan jelas. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan untuk penelitian linguistik, khususnya dalam bidang analisis kontrastif, dan memperkaya pemahaman kita tentang peristiwa penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi generasi muda terutama dalam lingkup mahasiswa. Hal Ini karena analisis kontrastif membantu mengidentifikasi perbedaan leksikal dan struktural antara kedua dialek.
Linguistik Kontrastif Fonem Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia: Kajian Perbedaan Fonologis dalam “Boboiboy the Movie” Siti Maulida; Risma Fitriyani; Odien Rosidin
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i2.2824

Abstract

Kajian ini mengeksplorasi variasi fonologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Malaysia melalui studi linguistik perbandingan dengan memanfaatkan dialog dari "BoBoiBoy the Movie" sebagai bahan analisis. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis kontras diterapkan untuk mengenali perbedaan dalam fonem vokal, konsonan, dan diftong. Temuan dari penelitian ini mengungkap tujuh variasi fonem vokal, lima variasi fonem konsonan, satu variasi fonem diftong, dan dua variasi gabungan fonem vokal-konsonan. Pola sistematis yang teridentifikasi mencakup: (1) dominasi netralisasi schwa (/ə/ menjadi /a/), (2) penurunan vokal tinggi (/i/ menjadi /ɛ/, /u/ menjadi /o/), dan (3) penyederhanaan gugus konsonan (/kh/ menjadi /k/, /f/ menjadi /p/). Kajian fonologi generatif menegaskan bahwa variasi tersebut terletak pada aturan transformasi yang terstruktur, bukan variasi yang bersifat acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia cenderung mengadopsi bentuk fonologis yang lebih akustik stabil dan efisien dalam pengucapan, sementara Bahasa Melayu Malaysia lebih memilih bentuk yang lebih rumit. Penelitian ini memberikan sumbangan teoritis dalam studi linguistik perbandingan serta relevansi praktis bagi pengajaran bahasa dan adaptasi media audiovisual antara bahasa-bahasa seakar.
Analisis Kontrastif Prefiks Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia dalam Peristiwa Tutur di Kampus Afina Aulia; Fadhilah Nur Salsabila; Odien Rosidin
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i2.2841

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada prefiks bahasa Sunda dan bahasa Indonesia dalam peristiwa di kampus, prefiks adalah imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar membentuk kata baru dengan makna yang berbeda, sedangkan prefiks dalam bahasa Sunda adalah digunakan untuk membentuk kata kerja, kata benda dan kata sifat. Penelitian ini untuk mencari persamaan dan perbedaan prefiks yaitu, ng-, di-, n--, ny. Identifikasi perbedaan dan persamaan sistem prefiksasi dapat membantu dalam memprediksi potensi kesulitan dan kemudahan dalam proses berbahasa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik dan pengumpulan data yang digunakan melalui simakan kemudian mencatat temuan prefiks dalam observasi tersebut, data berupa temuan-temuan prefiks diperoleh dari hasil observasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sistem prefiksasi dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, menyoroti potensi linguistik dalam pembelajaran bahasa kedua serta berkontribusi dalam studi tipologi bahasa. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam studi tipologi bahasa.
DEVELOPING TRILINGUAL SMART BOOK MEDIA AS A LITERACY FACILITY FOR THIRD GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL Rita Umyati; Rina Yuliana; Odien Rosidin
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 10 No. 5 (2021): October
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i5.8294

Abstract

his study aimed to develop trilingual smartbook media, to determine the feasibility of the trilingual smartbook, and to determine students' responses to trilingual smartbook. This research was conducted on 10 students at grade III of elementary school in a limited trial. This research utilized the Borg and Gall model which consisted of six stages, namely problem analysis, data collection, product design, design validation, design revision, and limited product trial. The instruments were a questionnaire sheet for product validation by expert lecturers and a questionnaire sheet for students' responses. Based on the analysis, the quality of the trilingual smartbook was categorized as very feasible with a percentage of 91% by two media experts, very feasible with a percentage of 92% by two material experts, and a feasible category with a percentage of 80% by two linguists. Moreover, the students' response to the trilingual smartbook was 96% with a very good category. Based on this, it can be said that the trilingual smartbook is appropriate to be used as a media of literacy facility for third grade elementary school students.
ANALISIS KONTRASTIF AFIKSASI VERBA BAHASA JAWA DAN BAHASA INDONESIA DALAM ALBUM POP JAWA GUYON WATON 2019-2021 Nadea Juliana; Sulistyo Rini, Herlin; Odien Rosidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1502

Abstract

This research describe the similarities and differences of verb affixation in Javanese and Indonesian through song lyrics in the Javanese pop album Guyon Waton (2019-2021). The main focus is on prefixes, suffixes, and confixes. Music was chosen as the object because it functions as a medium of expression and Guyon Waton represents the innovation of the younger generation through the fusion of Javanese culture and modern style. This research uses descriptive qualitative method with listening technique, in which the researcher only acts as an observer without direct interaction. The analysis was conducted through a contrastive approach and morphological theory to identify the forms of affixation that appear based on the similarities and differences between the two languages. The findings reveal 21 similarities and 10 differences in the use of verb affixation between Javanese and Indonesian.
LEKSIKON ARSITEKTUR RUMAH ADAT KAMPUNG NAGA: KAJIAN ETNOSEMANTIK Hendri Gunawan; Vira Maulani; Prasasti Dwi Putri; Muhammad Rizki Periandi; Ayu Yulianti; Odien Rosidin; Muhammad Rinzat Iriyansah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1563

Abstract

Sundanese traditional houses have their own peculiarities in architecture and philosophical values that are very meaningful, such as the traditional house in Naga Village. Naga Village still maintains the typical Sundanese traditional architecture in its buildings, by having a very unique architecture. Thus, this study has the objectives to: (1) describe the traditional house of Kampung Naga, (2) describe the lexicon of tools and materials of traditional houses of Kampung Naga, and (3) describe the lexicon of the construction of traditional houses of Kampung Naga Village. This study uses a qualitative descriptive method to describe the findings of the architectural lexicon of traditional houses in Naga Village. Research data was obtained through observation, interview, documentation, and literature study methods. Furthermore, the data was analyzed using interpretation techniques by sorting out data according to the research subject in the form of traditional houses in Naga Village. The results of the study found that the traditional house of Kampung Naga was built in the form of a stage to adapt to the hilly geographical conditions and have high humidity. The shape and construction of the house are determined by customary rules, a certain time, and harmony with nature. In its construction, tools and materials are obtained from the surrounding nature. Traditional houses are built in cooperation by the community. However, there is a special craftsman named Dulah who has special skills. After conducting the analysis, the researcher found twelve lexicons of tools and materials of the Naga Village traditional house, including: bedog, tatah, palu kai, di-pen, bendo, and others . As for the lexicon of the building of the Naga Village traditional house, there are six lexicons consisting of golodog, goah, kolong, panggangsao, pawon, and suhunan.