Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SOCIETAL

TANTANGAN YANG DIHADAPI KELUARGA DI ERA MODERN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK (Studi Sosiologi Keluarga di Kota Kendari) Roslan, Suharty
SOCIETAL Vol 1, No 1 (2014): Societal
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk tantangan yang dihadapi keluarga di era modernisasi dalam pembentukkan karakter anak sesuai dengan norma-norma sosial dan agama. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari dengan pertimbangan, lokasi ini merupakan salah satu wilayah yang paling heterogen penduduknya. Penetuan informan menggunakan teknik bola salju (snow ball sampling), yaitu para orangtua yang memiliki anak yang sudah dewasa dengan perkembangan kepribadian yang baik. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan penelaahan dokumen tertulis. Analisis data diggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bentuk tantangan pembentukan karakter anak di era modern yaitu: tantangan dari faktor internal, teman sepergaulan anak, globalisasi, yang menimbulkan gejala distorsi moral yang diakibatkan oleh serangan budaya global melalui media massa. Untuk menghadapai tantangan tersebut, keluarga perlu menjalankan keseluruhan fungsinya untuk mengembangkan karakter anak yang baik, dan yang paling efektif adalah penanaman pendidikan agama sejak dini.
EKSISTENSI BUDAYA PENCAK SILAT (MANSA’A) DI DESA TINDOI KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI Masiadi, Masiadi; Roslan, Suharty; Jabar, Aryuni Salpiana
SOCIETAL Vol 7, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif di Desa Tindoi Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eksisnya Budaya Pencak Silat (Mansa’a) karena merupakan budaya sejak dulu dan sifatnya turun temurun kemudian diwariskan dari generasi ke generasi. Ada 2 macam Eksistensi Budaya Pencak Silat (Mansa’a) yaitu tatanan nilai dana tatanan kenyataan (pelaksanaan kegiatan). Tatanan nilai, masyarakat Desa Tindoi dulunya dalam memainkan Pencak Silat (Mansa’a) masih memahami, menjaga, mewarisi nilai-nilai solidaritas sosial (kemanusiaan) dan sekarang tidak lagi memahami, menjaga, dan mewarisi nilai-nilai solidaritas sosial (kemanusiaan). Tatanan kenyataan (pelaksanaan kegiatan) ada 3 macam yaitu waktu pelaksanaan, pakaian yang digunakan, dan proses pelaksanaan Pencak Silat (Mansa’a). Dalam pelaksanaan kegiatan, dilaksanakan pada hari-hari yang tidak ditentukan waktunya, dan sekarang dilaksanakan pada hari-hari yang ditentukan yang sifatnya resmi atau sah seperti dalam acara pesta adat kampung. Pakaian yang digunakan dalam memainkan Pencak Silat (Mansa’a) dulunya masih menggunakan pakaian adat seperti peci adat dan sarung tenun adat dan sekarang tidak lagi menggunakan pakaian seperti peci dan sarung tenun adat terkecuali pada acara festival budaya. Sedangkan pada proses pelaksanaan Pencak Silat (Mansa’a), dulunya masyarakat masih memberikan sikap hormat terhadap orang tua ataupun orang memukul gendang dan sekarang masyarakat tidak lagi atau jarang sekali memberikan sikap hormat terhadap orang tua ataupun orang yang memukul gendang ketika masuk untuk memulai memainkan Pencak Silat (Mansa’a). Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai-nilai sosial terhadap Eksistensi Budaya Pencak Silat (Mansa’a) di Desa Tindoi yaitu ada 3 faktor yaitu penyimpangan sosial, teknologi, dan modernisasi.