Claim Missing Document
Check
Articles

Ibadah Sebagai Sarana Menumbuhkan Mindfulness di Masa Quarterlife Crisis Anis Irmala Sandy; Qurotul Uyun
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.485 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4891

Abstract

Abstract. Quarter-life-crisis is a feeling of worry experienced by individuals around the age of 20, uncertainty about life around relationships, careers, and social life. One way to reduce feelings of worry during the quarter-life-crisis, which requires the individual's ability to gain peace of mind through psychological therapy such as spiritual therapy, is prayer. Prayer is a condition that can provide a sense of security and peace, when one's whole body and soul are focused on one thing, namely Allah SWT. The condition in which individuals can focus on one thing with full meaning is called mindfulness. Through prayer, individuals have a mindfulness attitude that is internalized from the essence of prayer, starting from the prayer movement, being solemn and reading prayer. When individuals have reached a state of mindfulness, it is easier for individuals to get peace of mind because they always remember Him. This literature study is an attempt to develop a psychological study of Islam about using it in everyday life. The results are expected to be applied as a preventive measure for the application of individuals experiencing a quarterlife crisis. Abstrak. Quarter-life-crisis merupakan perasaan khawatir yang dialami individu sekitar usia 20-an perihal ketidakpastian kehidupan mendatang seputar relasi, karier, dan kehidupan sosial. Salah satu cara mengurangi perasaan khawatir di masa quarter-life-crisis dibutuhkan kemampuan individu untuk memperoleh ketenangan dirinya melalui terapi psikologis berbentuk terapi spiritual yaitu ibadah shalat. Shalat merupakan suatu kondisi yang dapat memberikan rasa aman dan damai, ketika seluruh tubuh dan jiwa seseorang terfokus kepada satu hal, yaitu Allah SWT. Kondisi dimana individu dapat fokus terhadap satu hal dengan penuh pemaknaan disebut mindfulness. Melalui ibadah shalat, individu terlatih memiliki sikap mindfulness yang terinternalisasi dari esensi shalat mulai dari gerakan shalat, khusyuk-nya dan bacaan shalat. Ketika individu sudah mencapai kondisi mindfulness, memudahkan individu untuk mendapatkan ketenangan hati karena selalu mengingat-Nya. Studi literatur ini merupakan upaya mengembangkan kajian psikologi islam mengenai perannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya diharapkan dapat diterapkan sebagai langkah preventif untuk meminimalkan kekhawatiran individu yang mengalami masa quarterlife crisis.
Hubungan Antara Rasa Syukur Terhadap Tingkat Depresi, Cemas, Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Masa Peralihan Pandemi Covid-19 Salim Andeslan; Qurotul Uyun
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 1 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i1.259

Abstract

The purpose of this study is to investigate the relationship between gratitude and depression, anxiety, and stress in final-year students during the pandemic transition. This study uses quantitative methods with correlation test analysis techniques. The sampling technique used in this study was convenience sampling. The DASS-21 adaptation was used to measure psychological stress, and the gratitude scale was used to measure gratitude. The results of the analysis show that gratitude has a negative and significant correlation with psychological distress (depression, anxiety, and stress) in students. This indicates that the higher the gratitude of the students, the lower their symptoms of depression, stress, and anxiety. The results of this study are expected to serve as a reference for teaching staff to provide socialization, assistance, and reduce the burden of lecturing to respondents, allowing them to maintain the emotional stability of students.
Model Intervensi Islam Dalam Penanganan Gejala Gangguan Stress Pasca Trauma pada Orang Tua yang Memiliki Anak Sebagai Korban Kekerasan Seksual Temy Andreas Habibie; Qurotul Uyun
Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) Vol. 3 No. 1s (2023): (Special Issue The 9th IIUCP). Journal of Islamic and Contemporary Psychology
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jicop.v3i1s.12363

Abstract

Peningkatan jumlah angka kekerasan seksual pada anak mengalami beberapa dampak kerugian secara fisik, psikologis, sosial dan lainnya. Namun dampak tersebut bukan hanya dialami oleh korban anak namun juga dialami oleh para orang tua korban. Penanganan yang holistik dalam upaya pemulihan atau rehabilitasi korban dapat diprediksikan akan memberikan hasil yang signifikan, diantaranya adalah pemulihan korban dan orang tua (keluarga korban) Rehabilitasi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan setting individual melalui terapi Qana’ah, terapi dzikir secara setting kelompok (ayah-ibu/suami-istri), dan Islamic Trauma Healing untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis para orang tua yang mengalami peristiwa yang sama dengan setting komunitas.
Efektivitas Kebersyukuran dalam Meningkatkan Kesehatan Mental : Sebuah Studi Pustaka Rifka Nur’aini Oktaviani; Qurotul Uyun
Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) Vol. 3 No. 1s (2023): (Special Issue The 9th IIUCP). Journal of Islamic and Contemporary Psychology
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jicop.v3i1s.12371

Abstract

Pada masa modern sekarang khususnya masa pandemi, banyak perubahan yang terjadi dalam suatu kehidupan. Perubahan yang ada ini tidak jarang membuat sebagian orang tidak mampu untuk beradaptasi sehingga memiliki gangguan terhadap kesehatan mentalnya. Riset yang dilakukan oleh Balitbangkes RI pada tahun 2013, menunjukkan terdapat penurunan kesehatan mental pada masyarakat di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Handal mengemukakan bahwa agama dapat membantu menurunkan stres seseorang sehingga agama menjadi salah satu aspek yang berperan dalam mengelola stres dan melakukan pengarahan, bimbingan, dukungan dan harapan kepada individu dalam kehidupan. Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan mental yaitu dengan menggunakan psikoterapi Islam, di antaranya yaitu nilai-nilai kebersyukuran. Kebersyukuran merupakan suatu dampak moral yang bisa mendorong perilaku untuk bisa peduli dengan kesejahteraan lingkungan sekitarnya. Rasa syukur ini juga menumbuhkan sifat optimis sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup serta membentuk hubungan interpersonal yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian, ini yaitu studi kepustakaan dengan tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas kebersyukuran dalam meningkatkan kesehatan mental.
GRATITUDE TRAINING TO REDUCE THE DEPRESSION LEVEL AMONG THE PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY FAILURE UNDERGOING THE HEMODIALYSIS THERAPY Ahmad Fikry Ghazali; Qurotul Uyun; Khairul Anwar Mastor
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 15 No. 1 (2023): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol15.iss1.art7

Abstract

ABSTRACT : The purpose of the study was to investigate the effectiveness of gratitude training on reducing depression levels among patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy. The study used a single-subject experimental design with the A-B-A (Baseline A1-Treatment-BaselineA2) format to examine changes in individuals receiving the treatment. Two patients with chronic kidney failure who had undergone hemodialysis therapy for ≤2 years were selected as the participants. The level of depression was measured using Depression Anxiety Stress Scale (DASS)-42 and qualitatively measured through visual inspection. The hypothesis test results supported the effectiveness of gratitude training in reducing the depression level in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy.
Penurunan Stres Pengasuhan Orang Tua dan Disfungsi Interaksi Orang Tua-Anak Melalui Pendidikan Pengasuhan Versi Pendekatan Spiritual (Pp-Vps) Irwan Nuryana Kurniawan; Qurotul Uyun
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss1.art7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan stres pengasuhan dan disfungsi interaksi orang tua-anak antara orang tua yang mengikuti Pendidikan Pengasuhan-Versi Pendekatan Spiritual (PP-VPS) dengan orang tua yang mengikuti Pendidikan Pengasuhan tanpa pendekatan spiritual (PP). Selama enam minggu 10 orang tua mengikuti 11 sesi PP-VPS dan 10 orang tua mengikuti 10 sesi PP tanpa pendekatan spiritual, dan mereka mengisi Parenting Stres Index-Short Form (PSI-SF Versi Indonesia, Kurniawan & Scheithauer, 2011c, α=0,82), Parent Child Dysfunctional Interaction Subscale of PSI-SF (PCDI PSI-SF Versi Indonesia, Kurniawan & Scheithauer, 2011c, α=0,77) pada saat sebelum dan sesudah intervensi pengasuhan diberikan. Hasil analisis statistik dan estimasi effect size menunjukkan PP-VPS memiliki pengaruh signifikan dalam mereduksi stres pengasuhan maupun disfungsi interaksi orang tua-anak. PP-VPS mampu menjelaskan varian stres pengasuhan dan varian disfungsi interaksi orang tua anak masing-masing sebesar 26,21% dan 30,25% oleh PP-VPS.
Sabar dan Shalat Sebagai Model untuk Meningkatkan Resiliensi di Daerah Bencana, Yogyakarta Qurotul Uyun; Rumiani Rumiani
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 4 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol4.iss2.art7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Pelatihan Kesabaran dan Sholat untuk meningkatkan Resiliensi bagi warga penyintas erupsi Merapi di Yogyakarta, Indonesia. Perlakuan terdiri atas 8 sesi pelatihan diberikan selama satu pekan dan masing-masing selama 2 jam. Partisipan dalam penelitian ini adalah 68 penyintas (survivors) yang berasal dari 2 huntara, berusia sekitar 18-55 tahun dan dikelompokkan dalam 2 kelompok. Satu kelompok (n=37) sebagai kelompok eksperimen menerima perlakuan, yakni pelatihan Kesabaran dan Sholat. Satu kelompok lainnya (n=31) sebagai kelompok control (waiting list). Skala Resiliensi CD-RISC (Connor-Davidson Resilience Scale) digunakan sebagai alat ukur. Prates disajikan sebelum perlakuan dan pascates disajikan setelah perlakuan dan 2 pekan setelah pascates (follow-up). Hasil uji t menunjukkan t=0,614 dan p=0,270 (p>0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan tidak efektif untuk meningkatkan resiliensi.
Meningkatkan Kesejahteraan Subjektif Pasien Gagal Ginjal Kronis Melalui Terapi Kognitif Perilaku Religius Elda Trialisa Putri; Qurotul Uyun; Rr Indahria Sulistyarini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol8.iss1.art6

Abstract

The purpose of this study is to examine the effectiveness of religious cognitive behavioral therapy in improving subjective well-being of chronic kidney disease patients. The hypothesis of the study was that there is a significant difference in the subjective well-being between experimental and control groups. Four chronic kidney disease patients with age between 22-45 years old, Muslim, and suffering chronic kidney disease more than 6 months participated this study. The design of this experiment was a quasi experiment with pretest-posttest control group design and follow up. Data were collected with satisfaction with Life Scale (SWLS) from Diener, Emmons, Larsen and Griffin's Scale (1985) and Positive Affect and Negative Affect Schedule (PANAS) from Watson, Clark, and Tellegen's scale (1988). Independent sample t-test was conducted to analyze the data. The result showed that there was a difference life satisfaction between the experimental and control group (t=4, 287, p = 0, 005 (p<0,0l). Also, there were difference on an affection score between the experimental and control group (t = 4, 407, p = 0, 005 (p<0,0l). Keywords: religious cognitive behavioral therapy, subjective well-being, life satisfaction, affection, chronic kidney disease
Peningkatan Kesejahteraan Psikologis pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Menggunakan Group Positive Psychotherapy Rima Christine Sujana; Hepi Wahyuningsih; Qurotul Uyun
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol7.iss2.art7

Abstract

This study aims to determine the improvement of psychological well-being in patients with type 2 diabetes mellitus using group positive psychotherapy. Subjects in this study were 12 patients with type 2 diabetes mellitus (men and women) between the ages of 47-64 years, and divided into two groups, namely the experimental group and the control group. This study uses a scale of psychological well-being (22-item), which refers to the dimensions of psychological well-being by Ryff (1989). Quantitative data analysis using parametric analysis techniques one-way repeated measures anova to see the differences in psychological well-being of the experimental group after the subject therapy. The results show that there are differences in psychological well-being in the experimental group after therapy, with a value of Wilks' Lambda = 0.153, p = 0.00 (p <0.01). The conclusion from this study that the group positive psychotherapy can improve psychological well-being of people with type 2 diabetes mellitus. Key words: Group Positive Psychotherapy, Psychological Well Being, Type 2 Diabetes Mellitus
Efektivitas Pelatihan Kebersyukuran untuk Meningkatkan Kesejahteraan Subjektif pada Penderita Hipertensi Anisa Rahmanita; Qurotul Uyun; Rr. Indahria Sulistyarini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol8.iss2.art2

Abstract

The purpose of this study is to examine the effectiveness of gratitude training in increasing life satisfaction and affection level of hypertentive patient. The participants of this study were patients who had hypertention, 40-60 years old, and muslim. The design of this study is quasi-experimental design, wtihpretest-posttest control group desain Data were collected with Subjective well-being Scale (SWLS) from iener, Emmon, Larsen, and Griffin (1985) and The Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) from Watson, Clark, and Tellegen (1988). Analysis data showed that there was a significant difference betweenSWLS score of experiment and control group (t=9.624, p = 0.000 p< 0.01) and PANAS score (t=10.931, p= 0.000 p<0.01).Key words : gratitude training, subjective well-beling, life satisfaction, affection, hypertention