Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Use Of A Range Of Performance Management Processes Recommended For Three Group Of Staff At Different Organization Arief Fahmie
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 23 (2007)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inti dari manajemen kinerja adalah memberikan panduan agar kinerja individu dan kelompok dapat diarahkan, dimonitor, dimotivasi, dan diberi kompensasi. Setiap perusahaan atau organisasi mempunyai kebutuhan, lingkungan, dan pendekatan yang unik dalam stategi manajemen sumber daya manusia, termasuk proses manajemen kinerja. Oleh karena itu, masalah utama implementasi manajemen kinerja adalah menentukan proses, metode dan teknis pelaksanaan yang terbaik untuk meningkatkan kinerja di sebuah perusahaan atau organisasi.Perancangan manajemen kinerja yang berbeda-beda dapat  dicontohkan pada studi kasus dari 3 macam staf di organisasi yang berbeda yaitu staf penjualan di perusahaan mesin pembersih lantai, peneliti di laboratorium perusahaan farmasi, serta dosen-dosen di universitas. Contoh-contoh tersebut menggambarkan bahwa kondisi tiap organisasi mempengaruhi metode terbaik yang dipilih dalam perancangan manajemen kinerja. Selanjutnya, organisasi-organisasi yang mengimplementasikan manajemen kinerja juga perlu menitikberatkan pada pengembangan budaya pembelajar. Disamping itu, agar pendekatan yang dipilih menjadi bermakna maka prinsip-prinsip etis perlu diterapkan dalam proses manajemen kinerja. Keywords      :    Proses manajemen kinerja
Training in Managerial Leadership Among Owners of Small to Medium Businesses in Makassar to Increase Leadership Effectiveness [Pelatihan Kepemimpinan Manajerial pada Pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Makassar untuk Meningkatkan Efektivitas Kepemi Andi Muhammad Aditya; Arief Fahmie; Emi Zulaifah
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 35 No. 2 (2020): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 2, 2020)
Publisher : Laboratory of General Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v35i2.2906

Abstract

There are several problems which threaten Small to Medium Businesses (Usaha Kecil Menengah - UKM) in the City of Makassar, South Sulawesi, Indonesia: the low quality of the managerial abilities of owners of UKM, the rapid growth of modern retail shops, and the rise in the amount of better quality technological products entering the city. The goal of this research was to construct a model of the development of managerial effectiveness, using a competency concept, based upon 12 levels of behaviour and 10 types of managerial roles. The research method used was action research, in the form of the implementation of managerial leadership training. This research also developed an indicator of managerial leadership behaviors, by compiling a matrix based upon managerial roles and leadership behaviours. Eight owners of UKM in Makassar were participants in the research. The results of the study, in general, indicated an increase in the levels of managerial leadership of the participants who received the training. The impact of an increase in competence and effectiveness of managerial leadership could cause UKM owners enjoy an increase in competitiveness, in the managing of their enterprises. Terdapat beberapa permasalahan yang menjadi ancaman dihadapi Usaha Kecil Menengah (UKM) di kota Makassar yaitu rendahnya kualitas kemampuan pemilik UKM, pertumbuhan toko ritel modern yang pesat, dan meningkatnya produk yang masuk ke Kota Makassar dengan kualitas teknologi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah membuat sebuah model pengembangan efektivitas kepemimpinan dengan menggunakan konsep kompetensi berdasarkan 12 tingkat perilaku kepemimpinan dan 10 jenis peran manajerial. Metode penelitian ini adalah action research berupa implementasi pelatihan kepemimpinan manajerial. Penelitian ini juga mengembangkan sebuah indikator perilaku kepemimpinan manajerial dengan menyusun matriks berdasarkan peran manajerial dan perilaku kepemimpinan. Delapan orang pemilik UKM di Kota Makassar menjadi partisipan penelitian. Hasil studi secara umum menunjukkan adanya peningkatan level kepemimpinan manajerial pada partisipan yang menerima pelatihan. Dampak peningkatan kompetensi efektivitas kepemimpinan manajerial dapat membuat para pemilik UKM memiliki peningkatan daya saing dalam mengelola usahanya.
Pengaruh Konseling Goal Setting terhadap Peningkatan Motivasi Karyawan Nidya Paramita; Arief Fahmie
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss1.art4

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh konseling berfokus pada penetapan tujuan dalam meningkatkan motivasi pada karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat pengaruh positif pemberian konseling berfokus pada penetapan tujuan terhadap peningkatan motivasi pada karyawan. Sampel terdiri 16 orang level pengawas yang memiliki nilai skor motivasi rendah dan sedang. Rancangan yang digunakan adalah true experiment dengan pretest-posttest control group design. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis non parametric uji Mann-Whitney Test. Hasil analisis menunjukan nilai signifikansi skala motivasi pada kelompok eksperimen sebesar = 0,02 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan terhadap tingkat motivasi pada kelompok eksperimen antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa konseling berfokus pada penetapan tujuan.
Pengaruh Pelatihan Coaching terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Supervisor Dian Dwi Nur Rahmah; Arief Fahmie
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol8.iss2.art8

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of coaching training in improving problem solving skills of PT.X supervisor in East Kalimantan. The hypothesis is that coaching training could enhance the ability of problem solving of supervisor. Coaching consists of four aspects, there are able to understand the problem, able to seek and assess alternative solutions, able to implement the solution, and able to carry out an evaluation of the solutions that have been implemented. The study involved 26 new supervisors with tenure 1-3 years. Measuring instrument was problem solving scale (Ellis and Hunt, 1993), which had 25 items. Data analysis using independent sample t-test showed a nonsignificance value of p value (p = 0.506> 0.05) in the post-test, the hypothesis stated are not accepted. Thus, there is no difference in the ability of solving problems in experimental and control groups. However, when the implementation of the follow-up showed a significance value p value (p = 0.030> 0.05), which indicates that there are differences in post-test to follow up of the experimental group. Keywords: coaching training, problem solving ability
Pengembangan dan Validasi Instrumen Pengukuran Efektivitas Tim di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Faradilla Iedliany; Arief Fahmie; Elisa Kusrini
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.389 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v3i2.3014

Abstract

In general, research on the development of teamwork-measuring instru­ments is associated with the corporate context. While in Indonesia, research in the context of small and medium enterprises is equally important. This study aimed to develop and validate an instrument for measuring team effectiveness in small and medium enterprises (SMEs). The development of this measuring instrument used the theory developed by Cantu (2007) which consists of six aspects, namely teamwork, decision making, leadership support, trust and respect, recognition and appreciation, and customer focus. Research respondents were 404 employees from thirteen SMEs situated in Yogyakarta, who were selected by using purposive sampling technique. EFA analysis resulted in KMO = .821, indicating a reduction of the aspects from six to three: decision making, leadership support, and trust. While from the CFA analysis were obtained the values of CMIN=116,566, probability .057, CMIN/DF=1.240, GFI= .932, RMSEA = .034 so that it could be concluded that the model have been appropriate to measure the effectiveness of teamwork in small and medium enterprises.
Evaluasi Usabilitas Odoo dalam Proses Pembelajaran Human Resource Information System bagiMahasiswaPsikologi Arief Fahmie; Annisa Miranty; Ike Agustina; Rina Mulyati; Mira Aliza Rachmawati; Dian Juliarti Bantam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.707 KB)

Abstract

Sistem teknologi informasi yang berkaitan dengan bidang psikologi yang saat ini marak digunakan di dunia kerja antara lain adalah Enterprise Resource Planning Human Capital Management (ERPHCM). Tujuan penelitian ini adalah memberikan deskripsi tentang evaluasi usabilitas terhadap salah satu aplikasi ERP-HCM, yaitu Odoo yang digunakan untuk proses pembelajaran Human Resource Information System (HRIS). Aspek yang diuji yaitu learnability, flexibility, effectiveness, dan attitude. Metode penelitian yang digunakan adalah survei terhadap 49 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah HRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total usabilitas aplikasi Odoo mencapai 79,93%. Nilai tersebut diperoleh dari aspek learnability = 79,93%, flexibility = 73,46%, effectiveness = 77,55%, attitude = 80,61%. Hal ini berarti bahwa aplikasi Odoo layak digunakan dan dapat diterima dengan baik namun perlu dilakukan perbaikan-perbaikan berdasarkan kelemahan-kelemahan aplikasi Odoo.
Aplikasi THE MODEL Untuk Level Organisasi Arief Fahmie; Nopriadi Hermani; Muthia Nurrakhmi
Unisia Vol. 37 No. 82 (2015)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol.37.iss82.art1

Abstract

An organization needs to determine its development model that is able facilitate it to achieve the goals of development and for improving both the individuals and performances. The MODEL is a personal development design-based on Islamic ideology that combines artificial intelligence theories and Islamic concepts. It consists of four components The Principle (Islam Principle and Sunnatullah Principle), The Vision (True Vision and Big Vision), The Character (Islamic Personality and Efective Character), and The Responsibility (Personal Responsibility and Mabdai Responsibility). This paper aims to describe a theoretical application of The MODEL in organizational context. Applications of it in organizations are related to key elements that exist in the organization: the people, the work, the formal organization, and the informal organization. The MODEL for organizations is also applied in accordance with organization life cycle. The applications connected with key elements of organization and organization life cycle focus not only on personal development, but also have responsibility to build a world civilization based on Islamic rules (syariah).
Kebahagiaan di Tempat Kerja pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia Elfrida Khoerunnisa; Arief Fahmie
Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) Vol. 3 No. 1s (2023): (Special Issue The 9th IIUCP). Journal of Islamic and Contemporary Psychology
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jicop.v3i1s.12366

Abstract

Wabah Covid-19 di Indonesia menyebar begitu cepat sejak tahun 2020 dan menyebabkan adanya masa pandemi. Selama masa pandemi diberlakukan, banyak dari masyarakat yang belum bisa mencapai kebahagiaan di tempat kerjanya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menjelaskan mengenai tingkat kebahagiaan di tempat kerja bagi para pekerja selama masa pandemi Covid-19, faktor yang mempengaruhinya, dan bentuk intervensi yang dapat dilakukan pada masa pasca pandemi Covid-19 untuk mempertahankan dan meningkatkan perasaan bahagia di tempat kerja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah literatur review. Dari hasil peneltian, ditunjukkan bawah terdapat sejumlah pekerja yang memiliki kebahagiaan di tempat kerja pada taraf rendah selama masa pandemi Covid-19. Mereka yang dapat mencapai perasaan bahagia di tempat kerja, dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti lingkungan kerja yang baik, hubungan baik dengan rekan kerja, serta pengelolaan emosi dan suasana hati. Selain itu dapat juga disebabkan karena individu dapat menikmati pekerjaannya, adanya jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, serta kebijakan dan protokol kesehatan yang jelas. Untuk bisa meningkatkan dan mempertahankan kebahagiaan di tempat kerja pada para pekerja, diberikan beberapa saran intervensi yang dapat dilakukan di masa pasca pandemi Covid, seperti intervensi, dengan pelatihan kebersyukuran dan problem-focused coping, serta outbound dengan seluruh pekerja.
EVALUASI PENGGUNAAN ODOO UNTUK PEMBELAJARAN HRIS BAGI MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Arief Fahmie; Annisaa Miranty Nurendra
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI)
Publisher : Program Studi Teknologi Informasi, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.037 KB) | DOI: 10.52060/pti.v3i01.715

Abstract

The Human Resources Information System course at the Psychology Study Program at the Islamic University of Indonesia initially used SAP HCM, but the course management team decided to change the learning tool from SAP HCM to ODOO because it is free and open source. Continuing previous research on the usability of ODOO, this research aims to evaluate the implementation of ODOO usage. This evaluation research uses the CIPP model (context, input, process, product), which focuses on process (student assessment of lecturers) and product components (final grades of 2017, 2018, and 2020 students). The Academic Section collected the data then we analyzed it using descriptive statistics and ANOVA. The results showed that the performance of lecturers in the learning process was in the high category, while the average final score was at a sufficient level (B+). There is also no difference in student evaluations of lecturers in the three years. According to this study, HRIS learning with ODOO has been effective but needs improvement.
Pengaruh Konseling Goal Setting terhadap Peningkatan Motivasi Karyawan Nidya Paramita; Arief Fahmie
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss1.art4

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh konseling berfokus pada penetapan tujuan dalam meningkatkan motivasi pada karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat pengaruh positif pemberian konseling berfokus pada penetapan tujuan terhadap peningkatan motivasi pada karyawan. Sampel terdiri 16 orang level pengawas yang memiliki nilai skor motivasi rendah dan sedang. Rancangan yang digunakan adalah true experiment dengan pretest-posttest control group design. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis non parametric uji Mann-Whitney Test. Hasil analisis menunjukan nilai signifikansi skala motivasi pada kelompok eksperimen sebesar = 0,02 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan terhadap tingkat motivasi pada kelompok eksperimen antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa konseling berfokus pada penetapan tujuan.