Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Inovasi Industri Kreatif Kolotik Melalui Kolaborasi Harmoni Nusantara di Bale Budaya Dayak Putra Galuh Ciamis Arif Firmansyah Arif Firmansyah; Lilis Suwandari; Fadila Rahma Ghoer; Ima Nurhikmah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7557

Abstract

Sanggar Bale Budaya Daya Putra Galuh Ciamis merupakan sanggar budaya dan kesenian yang berfokus pada pengembangan inovasi industri kreatif kolotik. Kolotik adalah alat musik tradisional yang berasal dari Kolotok atau identitas yang terpasang di bagian leher sapi maupun kerbau, dan saat ini berinovasi menjadi Kolotik yang digunakan sebagai alat musik yang dimainkan dengan cara digoyangkan dengan bentuk mirip seperti lonceng. Melestrarikan dan menciptakan musik Kolotik ternyata mengalami hambatan, yaitu keterbatasan sumber daya manusia dan keterampilan teknis. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat membuat solusi pengembangan inovasi alat musik kolotik yang yang berkolaborasi dengan alat musik lain dan dapat menghasilkan nada dinamai Harmoni Nusantara. Tujuan dari kolaborasi ini menjadi terobosan baru dalam dunia seni, khususnya musik. Menggabungkan kesenian tradisional alat musik kolotik menjadi Harmoni Nusantara akan menciptakan pagelaran baru yang menarik, dengan menggabungkan tradisi dan inovasi yang membuat lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan. Selain itu, akan digelar pelatihan produksi alat musik kolotik oleh pengrajin lokal menjadi bagian penting dari program ini. Dengan memberdayakan masyarakat desa yang menjadi mitra sasaran, program ini tidak hanya berfokus pada inovasi musik tetapi juga pada pengembangan ekonomi lokal. Para pengrajin akan mendapatkan pelatihan dan dukungan untuk memproduksi alat musik berkualitas, yang nantinya dapat dipasarkan lebih luas. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui keterampilan dan peluang kerja baru. Metode pendekatan yang dilakukan guna menyelesaikan persoalan dengan cara partisipatif, tim pengabdian masyarakat melibatkan masyarakat aktif dalam setiap tahap program, dimulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Language Politeness Strategies in Instagram Comment Columns on Public Figures: A Pragmatic Study on Social Media User Interaction Dina Aprilia; Musab Maina; Agus Mulyanto; Arif Firmansyah; N. Yeffa Afnita Apriliyani
Jurnal Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v15i2.49774

Abstract

The rapid development of digital communication has transformed public interaction patterns through platforms like Instagram. Instagram comment sections have become digital discursive spaces that demonstrate various forms of language use, including expressions of support, criticism, suggestions, and evaluations directed at public figures. This study aims to identify and analyze politeness strategies employed by netizens in Instagram comment columns discussing public figures from a pragmatic perspective. Using a qualitative descriptive-analytical approach with a purposive sampling technique, data were collected from Instagram comments directed at public figures during January–March 2026. Data were analyzed using Brown and Levinson's (1987) politeness theory framework, focusing on four strategy categories: bald on record, positive politeness, negative politeness, and off record. The results indicate that the positive politeness strategy was dominant, with a frequency of 52%, followed by bald-on-record and off-record strategies at 24% each, and negative politeness at 4%. Personal or family content tended to elicit positive responses, while public policy content more often drew direct criticism or sarcasm. This study makes theoretical contributions to cyberpragmatics research and enhances public awareness of the importance of language politeness in digital communication.