Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Barriers To Healthcare Access: Examining Travel Time, Waiting Times, And Service Costs in Indonesia Primary Health Care Purwito, Dedy; Linggardini, Kris; Jaitieng, Arunnee
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i2.9068

Abstract

Access to primary health care in Indonesia faces significant challenges, including long travel times, high transportation costs, and poor quality of care due to a lack of health workers. These factors contribute to delays in treatment and increase the risk of severe health outcomes. Additionally, out-of-pocket expenses not covered by the national insurance program are major barriers, particularly for low-income families. To analyze the relationship between travel time, waiting time, transportation costs, service fees and access to health services. A cross-sectional study conducted in Banyumas district during May–June 2022 with 100 randomly selected adult respondents. Data were collected using a validated structured questionnaire consisting of six sections covering demographics, travel time, waiting time, transportation cost, service cost, and accessibility. Chi-Square test was used to examine relationships between the independent variables (travel time, transportation cost, service cost, and waiting time) and the dependent variable (healthcare accessibility). Travel time was significantly associated with access to health services (p = 0.041), as was waiting time (p = 0.035). However, transportation costs (p = 0.405) and service fees (p = 0.096) did not show a significant relationship. Improving transportation infrastructure and reducing waiting times through more staff and better service processes are key to enhancing healthcare access. Although transport and service costs were not statistically significant, they are still important for inclusive policy planning.
PEMAHAMAN MENDALAM TENTANG 'LOST TO FOLLOW UP' TERAPI ANTIRETROVIRAL: PERSPEKTIF FENOMENOLOGI PASIEN HIV/AIDS Qomariyah, Zaenatun; Purwito, Dedy
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6740

Abstract

Latar Belakang: Lost to follow-up (LTFU) pada pasien HIV/AIDS menyebabkan berhentinya terapi dan meningkatkan risiko kematian.Lost to follow up dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,seperti karateristik pasien , usia , pekerjaan, stadium klinis, keterjangkauan klinik VCT, efek samping obat, tingkat pengetahuan , dukungan sosial dan penyebab yang lainnya.Lost to follow up menjadi penghalang utama untuk mencapai  manfaat klinis dan kesehatan masyarakat dari obat Antiretroviral (ARV).Untuk meningkatkan tingkat retensi dalam program ARV, perlu diambil langkah langkah yang berfokus pada kesadaran masyarakat, pendidikan, dukungan sosial, ketersediaan pelayanan dan pemantauan.Tujuan: Mengidentifikasi faktor yang menyebabkan seorang ODHIV tidak melanjutkan pengobatan ARV atau lost to folow up ARV. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif: fenomenologi dengan jumlah partisipan kunci sebanyak 5 orang pasien HIV/AIDS yang menghentikan pengobatan ARV yang sebelumnya sudah pernah mengkonsumsinya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara,observasi dan studi dokumentasi. Hasil: Terdapat enam tema: 1) Pengalaman diagnosa dan reaksi emosional, 2) Dukungan dan pendampingan, 3) Pengetahuan dan pemahaman tentang ARV, 4) Tantangan dalam penggunaan ARV, 5) Keinginan untuk melanjutkan pengobatan dan 6) Dukungan dan informasi tambahan. Diskusi: Edukasi yang berkelanjutan,dukungan dari keluarga dan komunitas,serta pengalaman positif dengan tenaga kesehatan adalah kunci untuk memastikan pasien HIV/AIDS tetap termotivasi dan patuh dalam menjalani terapi ARV untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Analisis Hubungan Mekanisme Koping dengan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Semester Akhir Musyafafi, Vella Maulida; Purwito, Dedy
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.117-126

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir semakin penting dengan meningkatnya tekanan akademis dan stres. Mekanisme koping berperan besar dalam mempengaruhi kesehatan mental mereka. Penelitian ini menganalisis hubungan antara mekanisme koping dan kesehatan mental mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, menggunakan desain korelasional dan cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 190 mahasiswa S1 Keperawatan angkatan 2020 dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Brief COPE untuk mekanisme koping dan Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) untuk kesehatan mental, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Sebagian besar responden adalah perempuan (74,7%) dengan usia terbanyak 22 tahun (56,3%). Hasil menunjukkan rata-rata nilai SRQ-20 sebesar 10,11, menandakan gangguan kesehatan mental sedang. Ada hubungan signifikan antara mekanisme koping dan kesehatan mental dengan koefisien korelasi -0,633 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa mekanisme koping yang efektif berhubungan dengan tingkat gangguan kesehatan mental yang lebih rendah. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa 53,5% variasi kesehatan mental dapat dijelaskan oleh mekanisme koping. Penelitian ini menekankan pentingnya program intervensi yang meningkatkan strategi koping adaptif di lingkungan akademik untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.
PENERAPAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM PROSES PEMILIHAN KETUA RT/RW/LPMK DI KOTA SURABAYA Purwito, Dedy
Jurnal HUKUM BISNIS Vol 9 No 4 (2025): Volume 9 No 4 2025
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The city of Surabaya is the second largest metropolitan city with a diverse population of migrants and natives, which often raises various problems, including in terms of leadership at the RT/RW/LKMK level. For example, the problem is what happens when the term of office of the head of the RT/RW/LKMK ends, no one wants to nominate themselves as a replacement and there are no residents to follow up on the issue, so what happens is that the head of the RT/RW/LKMK becomes vacant. Other problems that often occur are complaints related to the management of RT, RW, and LPMK, for example, there are residents who report that the management of RT in their area was not formed through consensus. Some also felt that they were not involved in the RT election. This means that the RT election did not apply the principles of democracy as mandated by Pancasila, the 4th Precept, namely Democracy Led by Wisdom in Consultation/Representation. The principle of democracy, also known as people's sovereignty, guarantees people's participation in the decision-making process, so that any laws and regulations that are implemented and enforced truly reflect the people's sense of justice. In order to anticipate friction in the community and prevent the neighbourhood atmosphere from becoming chaotic, it is necessary to apply the principles of Pancasila Democracy in conducting RT/RW/LPMK elections. The city of Surabaya already has a legal regulation regarding the election of the head of the RT, RW and Kelurahan Community Empowerment Institution (LPMK), namely Peraturan Walikota Surabaya Nomor 112 Tahun 2022 tentang Pembentukan dan Pembinaan Rukun Tetangga, Rukun Warga dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, which aims to be a guideline for the formation, guidance and supervision of community organisations. Keywords: Pancasila Democracy, principles of democracy, general election of RT/RW/LKMK
Faktor-Faktor Kejadian Hipertensi Pada Remaja di MAN 1 Banyumas Septiani, Putri Irma; Purwito, Dedy
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 6 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10652704

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang berkontribusi untuk setidaknya 45% kematian akibat penyakit jantung, dan 51% kematian disebabkan oleh stroke. Remaja dengan tekanan darah tinggi memiliki resiko tinggi menjadi hipertensi saat dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kejadian apa saja yang berhubungan dengan hipertensi pada remaja. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 279 orang yang dipilih dengan teknik sistem random sampling. Data penelitian diambil melalui penyebaran kuesioner, pengukuran tekanan darah, pengukuran berat badan serta tinggi badan. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji statistik Chi- Square menggunakan IBM SPSS dengan α<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden berusia 17 tahun (53%). Hasil uji statistik menunjukan bahwa ada hubungan antara genitik (p=0,00; r=0,524) dan stress (p= 0,00; r= -0,11). Sedangkan jenis kelamin (p= 0,11), IMT (p= 0,15), merokok (p= 0,34), ekonomi (p= 0,15), dan aktivitas fisik (p= 0,81). Tidak terdapat hubungan antara hipertensi dengan remaja. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas hipertensi pada remaja masuk dalam kategori normal, dan faktor yang paling berhubungan adalah genetik dan tingkat stres. Adapun faktor-faktor yang tidak memliki hubungan dengan kejadian hipertensi pada remaja diantaranya IMT (Indeks Masa Tubuh), merokok, ekonomi, dan aktivitas fisik. Saran: Bagi remaja senantiasa aktif mengikuti pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta meningkatkan pengetahuan mengenai hipertensi melalui kegiatan Kesehatan di Sekolah maupun di Masyarakat.
Faktor Personal, Perilaku, Lingkungan dan Perilaku Diet Mahasiswa Saputri, Retvika Vallentina; Purwito, Dedy
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 6 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10652884

Abstract

Background: During adolescence, there are changes in lifestyle and diet that can affect nutritional status problems such as obesity and psychosocial problems such as dissatisfaction with body shape. Teenagers who experience this tend to go on a diet. There are several factors related to dietary behavior by adolescents, such as personal factors (level of nutritional knowledge), behavioral factors (self-efficacy, food preparation), and environmental factors (friends of the same age). Objective: To determine the correlation between personal (knowledge of nutrition), behavior (self-efficacy, food preparation), and environmental (peers) factors with the dietary behavior of undergraduate nursing students. Methods: This was quantitative research with a correlation description with a cross- sectional study approach. Sampling used proportional allocation method with 251 students in semesters 1, 2, and 3 of the undergraduate Nursing study program. The research instrument used a Google Form questionnaire.Results: The results of the study showed that the majority of respondents were female and 19 years old. Most of the respondents carried out dieting behavior for reasons because they were dissatisfied with their body shape. The results of the Chi-Square test obtained a p- value of 0.001 (0.05) which indicated a correlation between nutritional knowledge, self- efficacy, food preparation, peers, and dietary behavior.Conclusion: Personal factors (level of knowledge of nutrition), Behavior factors (self- efficacy, food preparation), and Environmental factors (peers) are factors that influence adolescents in carrying out their dietary behavior.
Status Gizi Pola Makan, Pola Menstruasi dan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Alfianingsih, Linda; Purwito, Dedy
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 6 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10646142

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dimana pada masa ini terjadi beberapa masalah kesehatan salah satunya adalah anemia. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan remaja mengalami anemia salah satunya adalah status gizi, pola makan dan pola menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi pola makan siklus menstruasi dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 1 Banyumas. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain analitik observasional dan dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah siswi putri yang berjumlah 86 yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Spearman Rank. Hasil Penelitian: Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Banyumas dimana didapatkan hasil prevalensi anemia pada remaja putri sebesar (62,8%), status gizi sebagian besar berkategori kurus sebesar (60,5%), kemudian pola makan dalam kategori buruk sebesar (62,8%), siklus menstruasinya dengan kategori teratur sebesar (58,1%), dan lama menstruasi dengan kategori panjang sebesar (50%). Kesimpulan: Ada hubungan yang sangat signifikan antara status gizi, pola makan, siklus menstruasi dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 1 Banyumas dimana semakin kurus status gizi, semakin buruk pola makan, semakin teratur siklus menstruasi dan semakin panjang lama menstruasi maka semakin tinggi peluang terkena anemia dengan p value 0,000 (p<0,05).