Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Menggunakan Booklet Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Di Kota Surabaya Oktaviyah, Dayanti; Mustofa, Mustofa; Probosuseno, Probosuseno
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.103913

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan kadar glukosa diatas normal secara menahun. Indonesia kini menduduki peringkat kelima yang sebelumnya peringkat ketujuh dengan jumlah diabetes melitus sebanyak 19,5 juta jiwa. Edukasi merupakan salah satu bentuk pelayanan kefarmasian oleh apoteker untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pada pasien diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh edukasi dengan penambahan booklet terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes melitus di Puskesmas Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan quasi experimental design dengan metode pretest and posttest design with control group. Metode pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Penelitian ini dilakukan secara prospektif di Puskesmas Kota Surabaya pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025. Pretest dan intervensi pertama dilakukan pada mingggu ke-1 dan dua minggu berikutkan di minggu ke-3 akan dilakukan edukasi kembali untuk mengingatkan responsden, pada minggu ke-5 akan dilakukan Posttest. Instrumen yang digunakan kuesioner DKQ-24 untuk pengetahuan, kuesioner MARS-5 untuk kepatuhan. Penelitian terdiri dari 90 pasien dengan masing-masing kelompok 45 pasien. Hasil analisis deskriptif menunjukan tidak ada perbedaan antar kelompok pada data karateristik subjek (p>0.05). Hasil analisi bivariat menunjukan adanya pengaruh edukasi pada pengetahuan (p=0.000) dan kepatuhan (p=0.000) sehingga dapat disimpulkan pemberian edukasi menggunakan booklet dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2.
Efektivitas Kombinasi Terapi Prokinetik dengan Proton Pump Inhibitor (PPI) pada Pasien Dispepsia Nugroho, Nidhar Ainu Faza; Nugroho, Agung Endro; Probosuseno, Probosuseno
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.105923

Abstract

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala yang terdiri dari gangguan postprandial, rasa cepat kenyang saat makan, atau nyeri dan ketidaknyamanan pada epigastrium. Dispepsia sering dialami di Indonesia dengan prevalensi sebesar 40-50%. Kombinasi proton pump inhibitor dengan prokinetik dinilai efektif dalam meredakan gejala dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien dispepsia. Penelitian ini berbasis studi observasional dengan rancangan cohort prospektif yang dilakukan di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan dengan teknik pengumpulan data secara consecutive sampling. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2024 hingga bulan Februari 2025. Terdapat 2 kelompok penelitian yaitu monoterapi PPI dan kombinasi PPI dengan prokinetik yang dievaluasi setelah 7 hari terapi. Penelitian ini melibatkan pasien dispepsia yang berusia minimal 18 tahun. Analisis univariat dengan analisis diskriptif menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada penyakit komorbid kedua kelompok (p = 0,007). Analisis bivariat dengan Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan perbaikan kualitas hidup pada setiap domain (p>0,05).
Narrative Review : Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Terapi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 : Narrative Review : Factors that Influence the Level of Treatment Compliance in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Putri, Riandita Gusnanda; Probosuseno, Probosuseno; Yasin, Nanang Munif
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.6425

Abstract

Latar belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan memerlukan terapi dalam jangka waktu yang panjang. Ketidakpatuhan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan terapi. Komplikasi dan peningkatan rawat inap merupakan akibat dari terjadinya ketidakpatuhan pada terapi. Konseling merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh farmasis dalam meningkatkan kepatuhan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling terhadap kepatuhan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metodologi : Narrative review yang dilakukan pada bulan Desember 2023 dengan pencarian literatur pada google schoolar dengan kriteria inklusi review article, research article, case control study, cross sectional study,pre-experimental serta dapat diakses secara free full text yang terbit pada rentang waktu 2018 hingga 2023. Hasil : Faktor individual, ekonomi, penyakit, terkait obat serta sosial ekonomi dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan: lupa minum obat merupakan faktor terbanyak terkait dengan tingkat kepatuhan terapi yang rendah yang berkaitan dengan pertambahan usia. Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi kepatuhan seperti terkait penyakit dan obat.
Evaluasi Luaran Klinis Terapi Antibiotik pada Pasien Anak Gastroenteritis Akut di Rawat Inap Rs Mardi Rahayu Kudus: The Rationality of Empirical Antibiotic Theraphy with Clinical Outcames in Childhood Patients with Acute Gastroenteritis Evelina, Lydia Sherly; Probosuseno, Probosuseno; Ikawati, Zullies
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7156

Abstract

Latar Belakang : Antibiotik merupakan salah satu penatalaksanaan pengobatan gastroenteritis karena bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan masalah resistensi dan peningkatan biaya kesehatan. Tujuan: mengetahui rasionalitas terapi antibiotik empiris serta pengaruhnya terhadap luaran klinis pada pasien anak dengan gastroenteritis akut di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Metode: analitik observasional dengan desain cohort retrospektif. Subyek penelitian yaitu pasien anak usia < 18 tahun dengan gastroenteritis akut selama periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2022 yang mendapat antibiotik empiris dan sudah menjalani rawat inap > 3 hari setelah admisi di RS Mardi Rahayu Kudus. Luaran klinis yang diamati yaitu melalui perbaikan respon terapi selama perawatan setelah pemberian antibiotik empiris yang ditunjukkan dengan penurunan frekuensi BAB dan/atau penurunan suhu badan dan/atau perbaikan klinis lain yang dinyatakan oleh dokter. Hasil: 104 pasien dengan 123 regimen antibiotik empiris selama periode dari 1 Januari 2021 – 31 Desember 2022. Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah seftriakson. Terdapat 64 regimen (50,42%) yang rasional menurut metode Gyssens. Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik terjadi pada 63 regimen (49,6%), pada kategori V (tidak ada indikasi penggunaan antibiotik) sebanyak 23 kasus (18,1%), IV-A (ada antibiotik lain yang lebih efektif) sebanyak 8 kasus (6,3%), III-B (penggunaan antibiotik terlalu singkat) sebanyak 9 kasus (7,1%) dan II-A (penggunaan antibiotik tidak tepat dosis) sebanyak 23 kasus (18,1%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi antibiotik empiris dengan luaran klinis pasien (p> 0,05). Kesimpulan: Tidak Terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi antibiotik empiris dengan luaran klinis pada pasien anak dengan gastroenteritis akut yang menjalani rawat inap di RS Mardi Rahayu Kudus.
Empowerment of posyandu lansia cadres in overcoming depression and violence among elderly women after the COVID-19 pandemic in Dukuh Panggungan Yudani, Alfi Fatima; Pratiti, Budi; DW, Sumarni; Probosuseno, Probosuseno; Purwanta, Purwanta
Journal of Community Empowerment for Health Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.89230

Abstract

Introduction: The COVID-19 pandemic has significantly impacted the mental health and safety of the elderly, particularly affecting elderly women. Research indicates a rise in anxiety and depression among older adults, with pre-existing elevated depressive symptoms exacerbating their resilience during this period. Increased isolation, financial strain, and restricted access to support services have led to a surge in elder abuse cases, disproportionately affecting women. Effective strategies, such as raising awareness and ensuring timely provision of resources, are crucial to safeguarding the mental well-being of the elderly. Indonesia's commitment to sustainable development and health equity, exemplified through initiatives like the Sustainable Development Goals, must address the specific challenges faced by elderly women in communities like Panggungan Village. The demographic shift towards an aging population, coupled with the pandemic's effects, further magnifies vulnerabilities. Empowering community-based resources can provide holistic support to elderly women, contributing to sustainable health development and social equity. Methods: The approach targets 15 Posyandu Lansia cadres and 20 elderly women in Panggungan Village through an offline community service program adhering to health protocols. Tools used in this study were the Mental Health Improvement Module, Geriatric Depression Scale questionnaire, and knowledge/skills assessment for Posyandu Lansia cadres. A combined quantitative and qualitative analysis was applied. Results: Results showed that 55% prevalence of verbal violence, 45% neglect, and 35% exploitation violence among elderly women. Post-training, these figures improved to 25% for verbal violence, 10% for exploitation violence, and 15% for neglect violence. Depression tendencies witnessed a 25% shift. Cadres’ knowledge increased from 58.2 to 82.1, and skills improved from 63.5 to 79.2. Conclusion: Elevated violence and depression tendencies that were quite high, negatively impact elderly women's mental health in Panggungan Village. Cadre’s training significantly enhances residents' well-being and mental health, offering a meaningful solution.