Nur Halifah
Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Etika Berbahasa Remaja di Desa Toribulu dalam Komunikasi Digital melalui Pendekatan Sosiopragmatik Yunidar Yunidar; Pratama Bayu Santosa; Nur Halifah; Anjar Kusuma Dewi
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.738

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat etika berbahasa remaja Desa Toribulu dalam komunikasi tatap muka dan komunikasi digital. Persoalan utama yang melatarbelakangi kegiatan ini ialah masih terbatasnya kemampuan sebagian remaja dalam menyesuaikan tuturan dengan lawan bicara, situasi sosial, tujuan komunikasi, serta konsekuensi pesan di media sosial. Pelatihan dirancang dengan pendekatan sosiopragmatik karena kesantunan tidak hanya ditentukan oleh pilihan kata, tetapi juga oleh kepekaan terhadap relasi sosial, norma lokal, medium komunikasi, dan dampak ujaran. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, diskusi kasus, simulasi percakapan, praktik merevisi tuturan, refleksi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 43,8% pada pre-test menjadi 85,6% pada post-test, atau meningkat 41,8%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kesadaran etika komunikasi digital sebesar 46%. Peserta mulai mampu membedakan gaya bahasa akrab dan formal, menyampaikan kritik secara lebih santun, mempertimbangkan dampak komentar digital, serta merefleksikan kebiasaan bertutur sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis sosiopragmatik efektif sebagai strategi pembinaan karakter komunikatif remaja desa karena menghubungkan pengetahuan bahasa, latihan praktis, empati, dan tanggung jawab sosial.
Pendampingan Penulisan Puisi Ekologi melalui Media Tiktok bagi Remaja di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala Yunidar Yunidar; Ulinsa Ulinsa; Andi Bismawati; Nur Halifah
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.492

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis, kemampuan literasi kreatif, dan literasi digital remaja di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala melalui pelatihan penulisan puisi ekologi yang dikemas secara menarik dengan memanfaatkan platform media sosial TikTok. Permasalahan yang mendasari kegiatan ini adalah rendahnya minat remaja terhadap isu lingkungan serta terbatasnya media ekspresi yang sesuai dengan gaya hidup digital mereka. Metode kegiatan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu: (1) Tahap Persiapan, yang meliputi koordinasi internal dan eksternal, penyusunan instrumen pelatihan, serta kesiapan teknis; (2) Tahap Pelaksanaan, yang mencakup sosialisasi isu ekologi, pelatihan penulisan puisi bertema lingkungan dengan pendekatan kreatif, pelatihan produksi video puisi berbasis TikTok, serta pendampingan intensif dalam produksi konten digital; dan (3) Tahap Evaluasi, dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi, serta refleksi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama. Rata-rata skor peserta meningkat dari 52,3 menjadi 82,7 dalam pemahaman isu ekologi dan sastra; dari 49,8 menjadi 85,1 dalam kemampuan menulis puisi tematik; dan dari 44,2 menjadi 84,6 dalam kemampuan memanfaatkan TikTok sebagai media edukasi. Secara kualitatif, peserta menunjukkan perubahan sikap, rasa percaya diri, serta keberanian mengekspresikan kepedulian terhadap lingkungan melalui media digital. Peserta juga berhasil menghasilkan video puisi yang dikemas kreatif dan memperoleh respon positif dari audiens di media sosial. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis sastra dan media digital mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi ekologis dan digital remaja. Model ini dapat direplikasi sebagai upaya edukatif berbasis komunitas yang relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini.
PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BAGI KOMUNITAS PEMUDA PALINDO OFFICIAL DALAM MENYAMPAIKAN ASPIRASI PADA MASYARAKAT BALUASE KABUPATEN SIGI yunidar yunidar; Gusti Ketut Alit Suputra; Muh Tahir; Efendi Efendi; Nur Halifah
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2396

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi efektif pemuda di Desa Baluase, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, khususnya anggota Komunitas Palindo Official. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah keterbatasan kemampuan komunikasi pemuda dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah maupun masyarakat. Kondisi ini menghambat kontribusi pemuda dalam menyuarakan isu-isu sosial, ekonomi, dan budaya yang berkembang di desa. Urgensi kegiatan ini memperkuat kapasitas pemuda sebagai agen perubahan sosial melalui penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari pelatihan, diskusi, bimbingan, dan evaluasi, Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi pemuda. Hasil penilaian terhadap kemampuan menguasai prinsip 7C sebelum pelatihan yaitu sebagian besar peserta masih berada pada kategori Cukup, yang menunjukkan bahwa penguasaan aspek penilaian belum optimal. Hanya 20% yang masuk kategori Baik, sementara kategori rendah (Kurang dan Sangat Kurang) masih cukup signifikan (20%). Sedangkan penilian pada kemampuan peserta setelah pelatihan yaitu menunjukkan peningkatan kemampuan dengan capaian pada kategori Baik (53,3%) dan Sangat Baik (33,3%). Hanya sebagian kecil yang berada pada kategori Cukup (13,3%), sementara kategori rendah (Kurang dan Sangat Kurang) tidak muncul sama sekali. Dampak dari kegiatan ini adalah terbangunnya sinergi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah dalam mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif dan partisipatif.