Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh terapi akupresur pada titik hegu (LI 4) terhadap dismenorea pada siswi putri di sekolah MA Mafaza Bantul Yogyakarta: The effect of acupressure therapy on the hegu point (LI 4) on dysmenorrhea in female students at MA Mafaza Bantul Yogyakarta school Risda Nuraini; Eka Oktavianto; Aris Setyawan
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.99

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea yg dialami oleh sebagian remaja putri memiliki gejala dengan tingkat yang berbeda dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Penanganann disminorea secara nonfarmakologis sangatlah penting untuk mendukung ataupun menggantikan terapi farmakologis. Salah satu terapi komplementer untuk meredakan dismenorea adalah akupresur. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupresur pada titik hegu (LI 4) terhadap dismenorea pada siswi putri di sekolah MA Mafaza Bantul. Metode: Penelitian ini berjenis praeksperimental dengan rancangan one group pre-post test only design. Responden pada peneitian ini yaitu siswi di MA Mafaza Bantul yang mengalami dismenorea. Populasi pada penelitian ini adalah siswi putri di sekolah MA Mafaza Bantul yang mengalami dismenorea berjumlah 64 siswi. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 25 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu acidental sampling. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian akupresur pada titik hegu (LI4). Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale. Hasil: Rata-rata skor nyeri haid pada responden sebelum diberikan terapi akupresur adalah 7,08 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata setelahnya yakni  4,08. Terjadi penurunan skor nyeri sebesar 3,00 setelah diberikan terapi akupresur. Nilai p hasil uji Wilcoxon = 0,000 (nilai p < 0,05).
Pijat refleksi terhadap tingkat kecukupan ASI pada ibu menyusui di Queen Baby Spa Purwomartani: Effectiveness of reflexology on the level of breastmilk sufficiency in breastfeeding mothers At Queen Baby Spa Purwomartani Marisha Dhian Syaharani; Dian Nur Adkhana Sari; Aris Setyawan; Suryati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.105

Abstract

Latar belakang: Pijat refleksi merupakan salah satu teknik pijat yang menekankan pada titik kaki dimana pijat refleksi berfungsi untuk menstimulasi hormon kebahagiaan salah satunya hormon oksitosin. Hormon ini akan membantu pada produksi ASI. Semakin banyak ASI yang dapat diproduksi oleh ibu maka tingkat kecukupan ASI pada bayi akan semakin baik. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat refleksi terhadap tingkat kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Metode:  Penelitian ini berjenis pra-experimental dengan rancangan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui. Sampel dalam penelitian  ini  sebanyak 20 ibu. Teknik samplingnya adalah purposive sampling. Intervensi yang diberikan yaitu pijat refleksi dengan durasi 15-20 menit selama 3 hari berturut-turut. Instrumen menggunakan kuesioner kecukupan ASI berjumlah 8 pertanyaan. Skala data numerik dan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan signifikan intensif kecukupan ASI. Sebelum diberikan intervensi pijat refleksi hasil nilai rata-rata pretest 5,55 dan setelahnya menjadi 7,85. Dari hasil uji komparasi didapatkan selisih dari pre-post yaitu 2,3 dengan nilai p= 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pijat refleksi efektif meningkatkan kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan dengan nilai p =000 (nilai p<0.05).
Penerapan terapi spiritual dzikir pada kesehatan mental remaja: Application of dhikr spiritual therapy on adolescent mental health Aris Setyawan; Suryati Suryati; Dian Nur Adkhana Sari; Niken Setyaningrum; Relda Rahmah
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.29

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan keadaan seseorang yang terhindar dari gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin dan membawa kepada kebahagiaan bersama serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam kehidupan. Tujuan: memberikan pendampingan penerapan dzikir untuk mencegah gangguan  kesehatan mental yang terjadi pada remaja di sekolah. Metode: Instrument yang digunakan untuk mengukur kesehatan mental remaja dalam pengabdian masyarakat ini adalah Kuesioner Mental Health Continum-Short From (MHC-SF). Jumlah responden dalam pengabdian kepada masyarakat sejumlah 32 siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan memeriksa kesehatan mental responden menggunakan kuesioner kemudian diberikan edukasi terkait penerapan dzikir. Penerapan dzikir dilakukan selama 1 bulan  kemudian diakhiri dengan posttest. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa  setelah menerapkan dzikir selama 1 bulan, sebagian besar siswa merasakan lebih rileks dan tenang. Siswa menjadi lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang membuat hati dan pikiran mereka menjadi tenang dan kesehatan mental siswa tetap terjaga. Simpulan: Penerapan terapi spiritual dzikir dapat mencegah gangguan kesehatan jiwa pada remaja.
Pengabdian masyarakat: pemanfaatan bekam-essential oil bergamot untuk mengatasi Acne vulgaris pada remaja: Community service: utilization of bargamot oil essential cupping to treat Acne vulgaris in teenagers Aris Setyawan; Eka Oktavianto; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.35

Abstract

Latar belakang: Banyak remaja yang mengalami jerawat akibat masa pubertas yang sedang dialami. Gejala jerawat yang dialami remaja dapat menggangu baik secara fisik maupun psikologis mereka. Perlu tindakan penanganan dalam rangka menurunkan gejala jerawat yang mereka alami. Salah satunya adalah dengan bekam disertai essential oil bergamot. Tujuan: Mengenalkan dan mengimplementasikan terapi komplementer bekam disertai essenstal oil bergamot guna mengatasi gejala Acne vulgaris yang dialami oleh remaja. Metode: Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah termasuk jenis community-based research. Jumlah peserta sebanyak 15 remaja yang mengalami Acne vulgaris. Kegiatan yang dilakukan adalah pemberian bekam dengan disertai pemberian essential oil bergamot. Pemberian oil bergamot yakni melalui proses diblending dengan minyak zaitun sebagai carrier dengan konsentrasi 2,5 %, dengan metode topikal (oles/masker) setiap malam sebelum tidur selama 1 minggu. Penilaian derajat jerawat dilakukan dengan menggunakan lembar GAGS (Global Acne Grade System) dengan cara wawancara dan mengamati terkait tingkat keparahan Acne vulgaris. Hasil: Terjadi penurunan skor Acne vulgaris setelah diberikan bekam essential oil bergamot pada remaja yang berjerawat. Hasil post-test diperoleh nilai mean 14,80 dari awalnya sebesar 21,6. Hasil dari uji komparasi dengan uji paired t-test didapatkan nilai p = 0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Terapi komplementer bekam disertai essenstial oil bergamot efektif untuk menurunkan gejala Acne vulgaris pada remaja
Pendidikan kesehatan pada anak usia sekolah menggunakan media audio-visual tentang bahaya gadget bagi kesehatan mata di MI Al-Khairiyah Wonolelo: Health education for school-aged children uses audio-visual media about the dangers of gadgets for eye health at MI Al-Khairiyah Wonolelo Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Aris Setyawan; Izza Fikriyatul Musdalifah
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.41

Abstract

Latar Belakang: Perilaku penggunaan gadget dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan. Kurangnya pemahaman tentang dampak penggunaan gadget menjadikan anak – anak berperilaku menggunakan gadget secara berlebihan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan anak-anak, peneliti melakukan pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual tentang bahaya gadget bagi kesehatan mata. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya gadget bagi kesehatan mata di MI Al-Khoiriyah Wonolelo. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatanya adalah pemberian pendidikan kesehatan mengenai gadget pada anak sekolah di MI Al-Khoiriyah Wonolelo. Instrument yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang bahaya gadget. Jumlah responden dalam kegiatan pengabdian ini sejumlah 29 anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan menilai pengetahuan anak tentang bahaya gadget sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melakukan kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah tanya jawab dan media video selama 60 menit. Setelahnya dilakukan penilaian pengetahuan kembali (postest). Hasil: Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 72,69 dan nilai rata-rata posttest 89,38. Terjadi kenaikan rata-rata skor pengetahuan sebanyak 16,69. Dari hasil uji komparasi dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai p=0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang bahaya gadget bagi kesehatan mata.
Peningkatan pengetahuan ibu balita tentang menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Posyandu Bali Gunungkidul Yogyakarta: Improving the knowledge of toddler mothers about Local Food-Based (PMT) menus in Posyandu Bali Gunungkidul Yogyakarta Ghaida Siti Nur Auliya; Suryati Suryati; Dian Nur Adkhana Sari; Yeni Isnaeni; Aris Setyawan
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.122

Abstract

Latar belakang: Pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu penanganan masalah kekurangan gizi balita. Rendahnya pengetahuan ibu balita tentunya akan berpengaruh terhadap status gizi balita. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang menu PMT berbasis pangan lokal di Posyandu Bali Gunungkidul Yogyakarta. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatanya adalah pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal di Bali Gunungkidul Yogyakrta. Instrument yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Jumlah responden dalam kegiatan pengabdian ini sejumlah 44 ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan menilai pengetahuan ibu balita tentang PMT berbasis pangan lokal sebelum diberikan edukasi tentang menu pemberian makanan tambahan pangan lokal (pretest). Kemudian melakukan kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah tanya jawab dan media booklet selama 40 menit. Setelahnya dilakukan penilaian pengetahuan kembali (postest). Hasil: Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 7,704 dan nilai rata-rata posttest 17,97. Terjadi kenaikan rata-rata skor pengetahuan sebanyak 10,26. Dari hasil uji komparasi dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai p=0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Kegiatan pengaabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang menu PMT berbasis pangan lokal di Posyandu Bali Gunungkidul Yogyakarta.
Skreening tumbuh kembang psikososial sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan mental pada remaja di MAN 2 Yogyakarta: Psychosocial development screening as an effort to prevent mental health problems in adolescents at MAN 2 Yogyakarta Aris Setyawan; Suryati Suryati; Niken Setyaningrum; Ardhian Indra Darmawan
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.361

Abstract

Latar belakang: remaja merupakan individu yang rentan mengalami masalah kesehatan mental. Ketidaksiapan tumbuh kembang psikososial seringkali disebut sebagai penyebabnya. Pencegahan dan penanganan masalah emosi dan perilaku pada secara tepat sejak dini diharapkan dapat membantu remaja untuk perkembangan lebih baik bagi masa depannya. Tujuan: kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mendeteksi adanya potensi gangguan emosional dan tingkah laku sebagai upaya mendeteksi dini masalah kesehatan mental remaja. Metode: metode kegiatan pengabdian menggunakan CBR (Community-Based Research), diantaranya skreening gangguan kesehatan mental dan pendidikan kesehatan tentang pencegahan masalah kesehatan mental remaja di MAN 2 Yogyakarta. Pelaksanaan skrining menggunakan instrument SDQ-25 (Strengths and Difficulties Questionnaire) secara offline namun dalam pengisian kuesioner dengan  google form. kegiatan ini diikuti oleh 40 remaja di MAN 2 Yogyakarta. Hasil: hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang diperoleh dari 40 siswa, menggambarkan bahwa kesehatan mental siswa dalam kategori normal terdapat 20 siswa, kesehatan mental dalam kategori borderline sejumlah 4 siswa, dan kesehatan mental dalam kategori abnormal sejumlah 16 siswa.   Simpulan: kegiatan pengabdian masyarakat ini menyimpulkan bahwa mayoritas kesehatan mental siswa dalam kategori normal.
Perbandingan Efektivitas Smoothie Semangka-Jambu Biji dan Smoothie Semangka-Alpukat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Kabupaten Kampar: Studi Quasi Eksperimen Apriza Apriza; Wahyudi Widada; Aris Setyawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61109

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Terapi nonfarmakologis menggunakan kombinasi buah yang kaya kalium dan senyawa bioaktif, seperti semangka, jambu biji, dan alpukat, berpotensi membantu menurunkan tekanan darah.Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas smoothie semangka–jambu biji dan smoothie semangka–alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Kabupaten Kampar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment menggunakan rancangan two-group pretest–posttest. Populasi penelitian berjumlah 161 penderita hipertensi. Sampel sebanyak 50 responden ditentukan menggunakan rumus Lemeshow, masing-masing 25 responden per kelompok. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Intervensi diberikan selama 7 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan N-Gain Score dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Kedua kelompok mengalami penurunan tekanan darah setelah intervensi berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (p < 0,001). Kelompok smoothie semangka–jambu biji mengalami penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 22,80 mmHg, sedangkan kelompok smoothie semangka–alpukat sebesar 24,28 mmHg. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas penurunan tekanan darah sistolik antara kedua kelompok (p=0,027). Nilai N-Gain Score kelompok smoothie semangka–alpukat (0,69) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok smoothie semangka–jambu biji (0,63), yang menunjukkan efektivitas penurunan tekanan darah yang lebih baik. Kesimpulan: Konsumsi smoothie semangka-alpukat secara signifikan lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi dibandingkan dengan smoothie semangka-jambu biji.