Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Produksi dan Karakterisasi Gelatin dari Limbah Tulang Ayam dengan Menggunakan Spektrofotometer Ftir (Fourier Transform Infra Red) St. Maryam; Nurmaya Effendi; Kasmah Kasmah
Majalah Farmaseutik Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.162 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v15i2.47542

Abstract

Gelatin merupakan protein hasil hidrolisis parsial kolagen tulang dan kulit. Gelatin memiliki sifat yang khas, yaitu dapat berubah secara reversible dari bentuk sol ke bantuk gel, mengembang dalam air dingin, dapat membentuk film serta mempengaruhi viskositas suatu bahan, dan melindungi sistem koloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persen rendamen serta menentukan karakteristik proksimat dan fisikokimia dari gelatin tulang ayam. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, proses yang dilakukan untuk menghasilkan gelatin melalui beberapa tahap yaitu degreasing, demineralisasi, ekstraksi dan pengeringan. Kemudian gelatin hasil ekstraksi dari keempat perlakuan tersebut dilakukan beberapa pengujian seperti karakteristik  proksimat  (kadar  air,  abu,  dan protein),  dan  karakteristik  fisikokimia  (pH dan viskositas) serta identifikasi gugus fungsi menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian ini menunjukkan persen rendamen gelatin 1,030%, hasil karakterisasi proksimat yaitu kadar air 9,214%, kadar abu 10,396%, kadar protein 67,756% dan hasil karakteristik fisikokimia yaitu pH 6, viskositas relatif 6 cP. Berdasarkan spektra FTIR, gugus fungsi gelatin tulang ayam yang dapat diidentifikasi diantaranya adalah  gugus O-H, N-H, C-N, C=O & C-H. Dari hasil penelitian yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa gelatin dari tulang ayam memenuhi standar mutu gelatin.
Standarisasi Simplisia Daun Hantap (Sterculia coccinea Jack) Asal Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah Sebagai Bahan Baku Sediaan Fitofarmaka Nurmaya Effendi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (2012): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat114512012

Abstract

DOWNLOAD PDFStandarization simplisia leaf hantap (Sterculia coccinea Jack) origin Dongala regency of Central Sulawesi Province raw materials preparations for phitopharmaca. The morphological examination showed that hantap leaf plants including dicotyledoneae class with  woody stems and  roots heels. Transverse  slices of  the anatomy of  the  leaf  stomata indicate anomositik type, sliced crosswise rod carrier file types are radial. Physical determination  powders  include  determining the  total wash content  9.74%, wash  content the water soluble and 5.21% wash content that does not dissolve in acid 3.62%. Determination of levels of leaf extract hantap covering levels of water soluble extract, which is 18.89% and levels of ethanol-soluble extract: 14.17%. Identification with chemical reagents contain tannins, steroids and alkaloids. Thin-layer chromatography profiles obtained by the number of spots with more in n-butanol extract with polar eluen chloroform : methanol (20:1) diethyl ether extract compared with non eluen polar heksan: ethyl acetate (8:2). Key words : Standaritation, leaf hantap, tanin, alkaloids, steroids.  
Radiolabeled Peptide as Diagnostic, Therapeutic, and Theranostic agents for Prostate Cancer: Systematic Literature Review Syabrina Salsabilah Gili; Muzakkir Baitz; Nurmaya Effendi
Pharmaceutical Reports Vol 1, No 1 (2022): (March) Pharmaceutical Reports
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/pharm rep.v1i1.174

Abstract

Prostate cancer (PCa) is the most common sex-related malignancy and the second most common cause of mortality after lung cancer for men. Around 61.8% of Indonesian people undergo cancer treatment with surgery. This study aimed to figure out the use of radiolabeled peptides for diagnosis, therapy, and theranostics of prostate cancer. This study performed a literature review by searching the web databases such as PubMed, MDPI, Elsevier (Science Direct), and ACS Publications. The result showed that peptide compounds such RM2, VCN (Vicrostatin), DB15, and BBN7-14 were utilized as radionuclide-carriers for diagnostic imaging, meanwhile, peptides such as NeoBOMB1, PSMA-617, and [RGD-Glu-[DO3A]-6-Ahx-RM2] containing alpha or beta-emitted radionuclide were used as therapeutic and theranostic agents. They were tagged using 68Ga, 161Tb, 177Lu, 64Cu, 124I, 99mTc, 90Y, and 86Y radionuclides. Great efforts have been conducted in developing peptide-based radiopharmaceuticals for diagnosis and therapy of prostate cancer. Research groups focusing in nuclear medicine will continue to develop radiopharmaceuticals in the future, especially radiopeptide compounds for the diagnosis and therapy of prostate cancer.
Sosialisasi Pengolahan Cangkang Telur Menjadi Kosmetik pada Kelompok Wanita Tani Kamboja Nurmaya Effendi; Dewi Yuliana; Hasnaeni Hasnaeni; Sulfiani Sulfiani; Aulia Fikriyani Hamka
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i1.326

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok wanita tani “Kamboja” Desa Padang Lampe, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan tentang pengolahan cangkang telur menjadi produk lulur kecantikan yang bernilai ekonomi serta sebagai solusi yang tepat dalam mengurangi beban limbah sampah rumah tangga. Kegiatan ini sebagai upaya transfer pengetahuan dan teknologi, serta keterampilan dari pihak akademisi kepada masyarakat. Pada pengabdian ini masyarakat mistra diberikan penyuluhan tentang bahaya limbah cangkang telur bagi lingkungan dan potensinya jika dikelola menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi, serta pelatihan pembuatan lulur kecantikan dari tepung cangkang telur.  Sebanyak 25 orang anggota mitra pengabdian yang mengikuti penyuluhan dan pelatihan pembuatan lulur kecantikan. Berdasarkan hasil kuisioner menunjukkan bahwa pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang cangkang telur dan pengolahannya bertambah dan bermanfaat bagi kelompok mitra.
FORMULASI SEDIAAN KRIM BODY SCRUB BERBAHAN DASAR TEPUNG CANGKANG TELUR BEBEK Nurmaya Effendi; Sulfiani Sulfiani; Hamsinah Hasan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14293

Abstract

Body scrub adalah produk perawatan tubuh yang dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan sejenisnya dari kulit. Salah satu senyawa yang terkandung dalam cangkang telur adalah CaCO3, dimana senyawa ini memiliki fungsi dalam proses regenerasi sel, mengatur pigmentasi kulit, serta membuat kulit lebih putih dan cerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dari penambahan cangkang telur bebek terhadap sifat fisik sediaan body scrub. Dalam penelitian ini, tiga variasi konsentrasi tepung cangkang telur bebek (15%, 25%, dan 35%) dibuat dan diuji sifat dan stabilitas fisikanya (organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan viskositas) dengan metode Freeze-Thaw Cycling selama 12 hari (6 siklus) pada suhu 40°C dan 4°C. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa formula 2 body scrub dengan konsentrasi 25%b/v tepung cangkang telur bebek menunjukkan hasil yang paling stabil dibandingkan 2 formula yang lain. Adapun hasil uji dan stabilitas fisika Formula 2, yaitu berbau khas kopi, coklat terang, dan semipadat, homogen, dengan kisaran pH 5 – 5,67; homogen; daya sebar sebesar 2,73±0,50 – 3,07±0,05 cm (sebelum siklus uji) dan 2,83±0,15 – 3,10±0,17 cm (setelah siklus uji); daya lekat 2,06±0.05 detik (sebelum siklus uji) dan mencapai 2,99±0.03 detik (setelah siklus uji); tipe emulsi minyak dalam air; viskositas sebesar 57.000±5.457 cP (sebelum siklus uji) dan 53.333±2.081 cP (setelah siklus uji). Meskipun demikian, viskositas dan daya sebar formula 2 tidak memenuhi syarat formula body scrub yang baik Sehingga kami tetap perlu mengoptimasi sifat fisika kimia formula body scrub berbahan dasar tepung cangkang telur bebek.
Pemberdayaan Kelompok Karangtaruna Melalui Diversifikasi Produk Olahan Singkong Nurmaya Effendi; Selpida Handayani; Farizah Dhaifina Amran; Asni Amin; Nurlina; Faradiba
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 4 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i4.3454

Abstract

Tujuan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kelompok karangtaruna Pucak Kemuning, Desa Pucak, Maros dalam penerapan diversifikasi produk olahan singkong dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan dan ekonomi. Dalam mencapai tujuan ini, digunakan metode pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok mitra dalam menerapkan diversifikasi produk olahan singkong yang menjadi komoditi unggulan Desa Pucak. Untuk mengamati dan mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kelompok karangtaruna sebagai mitra, kami menggunakan kuesioner pre-post tes baik sebelum, selama proses maupun sesudah pembinaan melalui edukasi dan pelatihan serta metode diskusi langsung dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mitra dalam membuat produk olahan Singkong, yaitu Tepung Mocaf berbahan dasar Singkong asal Desa Pucak, Maros. Kami berharap kelompok karangtaruna Bukit Kemuning Desa Pucak, Maros dapat menerapkan pengolahan tersebut secara berkelanjutan, sehingga kemandirian pangan dan ekonomi mereka bisa tercapai.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Ekoenzim di Desa Padang Lampe, Pangkep Hasnaeni Hasnaeni; Nurmaya Effendi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 2 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i2.4396

Abstract

The purpose of this Community Partnership Program activity is to improve the knowledge, attitudes, and skills of the Mappideceng farmer women's group, Padang Lampe Village, Pangkep, in managing household organic waste into eco-enzyme as multipurpose products as a form of their active role in reducing household waste production and minimizing environmental pollution. In achieving this goal, participatory approach methods are used through counseling, interactive discussions, and training to increase partners' knowledge in managing their household organic waste into eco-enzyme products that can be used as active ingredients for cleaning household appliances and fertilizer for home plants, which are certainly environmentally friendly and has economic value. We use pre-post test questionnaires during the activity process to observe and evaluate partner groups' knowledge, attitudes, and skills changes. Our coaching system provides education and training with active participation, discussion, and question and answer. This empowerment program shows that there has been an increase in partners' knowledge, attitudes, and skills in managing household organic waste into eco-enzymes. Furthermore, we hope that the Mappideceng Farmer Women group, Padang Lampe Village, Pangkep, can apply and disseminate their knowledge and skills in managing household organic waste so that it can help reduce environmental pollution and improve their health status.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Sabun Batang Dan Cair Ekoenzim Pada Guru SMPIT Al-Fikri Makassar Nurmaya Effendi; Hasriwiani Habo Abbas; Amirullah Amirullah; Muhammad Alfinur Putra; Ermy Pertiwi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1074

Abstract

Ekoenzim merupakan produk hasil fermentasi sampah organik berupa kulit buah atau sayur dengan gula merah atau molase dan air. Ekoenzim menjadi salah satu cara untuk mengolah sampah organik rumah tangga yang diketahui menjadi salah satu penyumbang sampah hingga melebihi 60% pada tempat pembuangan akhir (TPA). Ekoenzim dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam sabun batang maupun cair yang memiliki nilai ekonomis dan nilai manfaat bagi penggunanya. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun batang dan sabun cair berbahan aktif ekoenzim bagi guru SMPIT Al-Fikri sebagai bahan praktik pelaksanaan kurikulum merdeka bagi siswa di sekolah mereka pada tema Pola Hidup Berkelanjutan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post- test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan seluruh peserta dari kurang menjadi cukup memahami (l00%) dan keterampilan semua peserta dari kurang terampil (0%) menjadi kompeten (l00%). Partisipasi aktif peserta dalam diskusi dan praktik pembuatan sabun menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru SMPIT Al-Fikri dapat mengajarkan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam program P5 kurikulum merdeka di sekolah dan tentunya dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Radiofarmaka Terlabel Lu-177 Sebagai Agen Radioterapi untuk Pengobatan Metastasis Tulang : Review Magfirah Abdullah; Faradiba Faradiba; Nurmaya Effendi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42124

Abstract

Salah satu dari penyebab dari tingginya angka kematian akibat kanker adalah karena sulitnya diagnosa dini, sehingga pada stadium lanjut kanker telah bermetastasis ke organ-organ lainnya. Hal ini menyebabkan kanker semakin sulit untuk diobati. Metastasis dapat terjadi ketika sel-sel melepaskan diri dari tumor kanker dan melalui aliran darah atau melalui pembuluh getah bening menyebar ke bagian lain dari tubuh. Salah satu agen diagnosis dan terapi yang banyak dikembangkan untuk metastasis termasuk pada metastasis tulang adalah Lu-177. Radionuklida ini semakin banyak dikembangkan dalam berbagai kasus kanker yang telah bermetastasis terutama pada kanker yang bermula dari neuroendokrin dan kanker prostat. Salah satu keunggulan dari radionuklida ini adalah memiliki efek toksisitas yang relatif rendah. Dibandingkan dengan kemoterapi tradisional, terapi dengan menggunakan radionuklida ini hanya akan menimbulkan sedikit kerusakan pada jaringan yang sehat. Ulasan artikel ini akan meninjau beberapa artikel yang terkait dengan penelitian terhadap Lu-177 sebagai agen terapi metastasis tulang, dan diharapkan dapat menjadi referensi serta menambah informasi terkait pengembangan radionuklida tersebut.
Karakteristik dan Pemanfaatan Radioisotop untuk Diagnosis dan Terapi Metastasis Tulang: Review Shafira Shafira; Faradiba Faradiba; Nurmaya Effendi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42132

Abstract

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui proses yang dikenal sebagai metastasis. Tulang adalah salah satu lokasi paling umum untuk metastasis, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti nyeri, retakan, dan penurunan kualitas hidup pasien. Deteksi dini sangat penting untuk memberikan terapi yang tepat sebelum tumor menyebar lebih jauh. Penggunaan radiofarmaka dalam diagnosis dan terapi metastasis tulang menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan hasil pengobatan dan mengurangi efek samping, dengan penargetan aktif yang mengarahkan radiasi langsung ke sel kanker yang memiliki reseptor tertentu. Dengan demikian, pengembangan strategi pengiriman obat tertarget menjadi krusibel dalam meningkatkan efektivitas terapi kanker dan kualitas hidup pasien. Terdapat beberapa radioisotop yang dapat digunakan untuk diagnosis yaitu, 99-TC, 1 I-123, 68-Ga, 111-In, 18-F, Zr-89 dengan memiliki sifat pemancar sinar gamma sedangkan radioisotop P-32, Sr-89, Sm-153, Lu-177, I-133, Re-186, Re-188 dapat memancarkan sinar gamma dan sinar beta digunakan untuk diagnosis dan terapi metastasis tulang.