Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB KELUHAN SUBYEKTIF KELELAHAN MATA (ASTENOPIA) PADA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT CONDONGCATUR SLEMAN Osa Nadya Salsabila; Haryo Nugroho; Athika Ayu Andriyanti
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.304

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan mata adalah kondisi dimana terjadinya kelelahan otot mata, akibat tegangan yang terus-menerus pada mata. Kondisi kerja sangat berperan terhadap gangguan kesehatan pekerja serta dapat mempengauhi secara langsung keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk beban kerja dan waktu kerja yang lama ditambah lagi kurangnya istirahat mata. Di Rumah Sakit Condongcatur setiap pelaksanaan pelayanan rekam medis yang dilaksanakan sudah menggunakan sistem komputerisasi seperti pada kegiatan koding, indexing, dan pelaporan serta lama waktu petugas berada di depan komputer rata-rata enam sampai tujuh jam per harinya. Oleh karena itu, petugas rekam medis di Rumah Sakit Condongcatur Sleman sangat berpotensi mengalami kelelahan mata. Tujuan mengetahui faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata terhadap pada petugas rekam medis. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, subjek dalam penelitian ini petugas rekam medis variabel penelitian yaitu faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata di Rumah Sakit Condongcatur. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna komputer mengalami keluhan kelelahan mata <8 jam sebanyak 100%. Tidak sesuai jarak standar <60 cm sebanyak 60%, penerangan tidak sesuai standar di rumah sakit hanya 179 lux, masa kerja lamanya >3 tahun sebanyak 50 % dan tidak lama bekerja < 3 tahun sebanyak 50 %. Kesimpulan faktor faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata pada petugas rekam medis terdapat 3 faktor, faktor internal meliputi jarak pada layar monitor, faktor pekerjaan meliputi durasi penggunaan komputer, masa kerja, dan istirahat mata, faktor lingkungan kerja meliputi penerangan.
Analisis Prevalensi Skoliosis Idiopatik pada Remaja Pasca Pendidikan Jarak Jauh Purwokusumo, R Haryo Nugroho; Hidayat, Anas Rahmad; Yulida, Rina
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 Desember 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i2.461

Abstract

Transformasi metode pembelajaran akibat pandemi COVID-19 telah mengubah pola aktifitas remaja secara signifikan dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, kondisi ini berpotensi memicu gangguan postur seperti skoliosis idiopatik, akibat postur yang kurang ideal saat belajar secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan faktor risiko skoliosis idiopatik pada 200 siswa SMP (usia 13-15 tahun) yang menjalani pembelajaran jarak jauh di lima sekolah. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitaif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran sudut skoliosis menggunakan scoliometer dan pengukuran tinggi badan menggunakan stature meter. Selain itu, data responden juga diklasifikasikan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. Hasil menunjukkan bahwa 97% responden memiliki sudut Coob <5 derajat, yang menunjukkan skoliosis ringan. Hanya 1% responden yang memiliki sudut Coob ≥10 derajat, menunjukkan prevalensi skoliosis yang lebih tinggi tetapi jarang terjadi. Distribusi usia dan tinggi badan menunjukkan dominasi pada usia 13 tahun dan tinggi antara 150-154 cm. Temuan ini menggarisbawahi urgensi pengembangan protokol pembelajaran daring yang memperhatikan aspek ergonomis, serta pentingnya program skrining dan edukasi postur berbasis sekolah untuk mencegah progresivitas skoliosis pada remaja.   The transformation of learning methods due to the COVID-19 pandemic has significantly changed youth activity patterns from face-to-face to distance learning, this condition has the potential to trigger posture disorders such as idiopathic scoliosis, due to less than ideal posture when studying online. This study aims to analyze the prevalence and risk factors of idiopathic scoliosis in 200 junior high school students (aged 13-15 years) undergoing distance learning in five schools. This research uses a descriptive quantitative observational method with a cross-sectional approach. Data collection was carried out by measuring the scoliosis angle using a scoliometer and measuring body height using a stature meter. Apart from that, respondent data was also classified based on age, gender and height. Results showed that 97% of respondents had a Coob angle of <5 degrees, indicating mild scoliosis. Only 1% of respondents had a Coob angle ≥10 degrees, indicating a higher but rare prevalence of scoliosis. The distribution of age and height shows a predominance at the age of 13 years and height between 150-154 cm. These findings underscore the urgency of developing online learning protocols that pay attention to ergonomic aspects, as well as the importance of school-based posture screening and education programs to prevent the progression of scoliosis in adolescents.
HUBUNGAN PERSEPS PENDIDIKAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PEREKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT WILAYAH JETIS BANTUL Rufaidah Zusnafisa, Ilfi; Nugroho P, R. Haryo; Setyaningsih Sunardi, Kartika
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.326

Abstract

Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja petugas dalam suatu instansi kesehatan. Dengan persepsi pendidikan yang baik maka akan menjadikan produktivitas kerja petugas menjadi lebih baik pula. Produktivitas kerja merupakan bagian yang sangat penting untuk keberhasilan suatu pekerjaan. Dalam suatu instansi kesehatan produktivitas merupakan salah satu komponen yang harus dimliki oleh suatu instansi apabila ingin mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja perekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasionel dengan pendekatan kuantitatif. Dilakukan dengan penyebaran kuesioner secara langsun kepada 26 responden petugas rekam medis. Variabel penelitian ini yaitu persepsi pendidikan dan produktivitas kerja perekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan hasil yang positif terhadap persepsi pendidikan karena nilai yang diperoleh > 60 dengan frekuensi 14 petugas (53,8%). Petugas rekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul memiliki produktivitas kerja yang cukup dengan persentase 69,2%. Hasil uji chi square pada variabel persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja memilki hubungan yang positif dengan nilai signifikansinya 0,018. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara variabel persepsi pendidikan dengan produktivitas kerja petugas rekam medis di rumah sakit wilayah Jetis Bantul. Adapun hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi pendidikan maka semakin tinggi pula produktivitas kerja petugasnya.
PEMANFAATAN APLIKASI ELSIMIL UNTUK PENINGKATAN MENTAL HEALTH MELALUI MODEL PENDAMPINGAN KESEHATAN OLEH TIM TPK DI DUSUN JOHO DAN SENGKAN CONDONGCATUR SLEMAN Ratnaningsih, Dwi; Riansih, Chici; Siswatibudi, Harpeni; Nugroho, Haryo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.321

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan mental di Indonesia, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, sering dianggap tabu meskipun prevalensinya meningkat. Penggunaan teknologi, seperti aplikasi ELsimil, dapat menjadi solusi untuk memberikan dukungan psikologis yang mudah diakses. Pendampingan oleh Tim Pembina Kesehatan (TPK) juga penting untuk meningkatkan pemahaman dan akses terhadap layanan kesehatan mental. Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkankesehatan mental masyarakat di Dusun Joho dan Sengan Condongcatur, Sleman, melalui pemanfaatan aplikasi ELsimil dan pendampingan kesehatan oleh Tim TPK. Metode: Kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukasi dan pelatihan kepada 50 peserta dari kedua dusun, melibatkan Tim TPK dalam penggunaan aplikasi ELsimil. Evaluasi dilakukan untuk menilai dampak aplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan mental masyarakat. Hasil: Pemanfaatan aplikasi ELsimil terbukti efektif dalammeningkatkan pemahaman peserta tentang pengelolaan stres dan kecemasan. Selain itu, pendampingan oleh Tim TPK meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam mencari bantuan kesehatan mental. Kesimpulan: Kombinasi penggunaan aplikasi ELsimil dan pendampingan oleh Tim TPK efektif dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat. Program ini dapat dijadikan model untuk memperluas akses terhadap layanan kesehatan mental yang lebih mudah dan terjangkau di wilayah lain.
Effect of Short Sleep Duration on the Risk of Cardiovascular Diseases: A Meta-Analysis Hidayat, Anas Rahmad; Siswatibudi, Harpeni; Purwokusumo, R. Haryo Nugroho
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.05.11

Abstract

Background: Understanding the impact of short sleep duration on cardiovascular disease incidence is crucial for comprehending its potential health implications. This study aimed to analyze and estimate the magnitude of the effect of short sleep duration on the risk of cardiovascular disease incidence based on similar previous primary studies.Subjects and Method: This research is a systematic review and meta-analysis conducted by following the PRISMA flow diagram and PICO model. Population: general population without prior cardiovascular diseases, Intervention: short sleep duration, Comparison: adequate sleep duration, and Outcome: the Incidence of cardiovascular diseases. The process of searching for articles through Google Scholar, ProQuest, and PubMed journal databases by selecting articles published from 2010 to 2024. The keywords used include: "Cardiovascular Diseases," AND "Incidence," AND "Sleep Duration," AND "cohort Studies. The inclusion criteria were full paper articles, open access with a cohort study design, and articles in English. Data were analyzed using RevMan 5.3.Results: A total of 9 cohort studies involving 564,287 respondents from Africa, Europe, and Asia were selected for a systematic review and meta-analysis. The results of the meta-analysis showed that people with short sleep duration had a 1.20 times risk of experiencing cardiovascular disease compared to people with adequate sleep duration (aHR = 1.20; 95% Cl = 1.14 to 1.25; p<0.001). This meta-analysis has heterogeneity I2= 39%, so it uses a fixed effect model.Conclusion: Insufficient sleep duration could elevate the likelihood of cardiovascular disease occurrence.