Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Peran Pijat Oksitosin, Gymball dan Rebozo Sebagai Terapi Komplementer Dalam Mempercepat Proses Persalinan Kala II: Kajian Literatur Ayuni, Siti Qurotul; Purwanti, Anik Sri; QUROTUL A, SITI
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2873

Abstract

Persalinan kala II merupakan fase paling krusial dalam proses persalinan karena melibatkan pengeluaran janin melalui jalan lahir. Lamanya kala II dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti kelelahan ibu, perdarahan postpartum, dan asfiksia neonatus. Intervensi farmakologis seperti oksitosin sintetik memang efektif, namun sering kali menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran pijat oksitosin, gymball, dan rebozo sebagai terapi komplementer dalam mempercepat proses persalinan kala II berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel diterbitkan antara tahun 2021 - 2025. dengan kriteria inklusi meliputi penelitian eksperimental atau quasi-eksperimental yang membahas efek pijat oksitosin, gymball, atau rebozo terhadap proses persalinan. Sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan hasilnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga terapi komplementer tersebut berperan signifikan dalam mempercepat proses persalinan kala II. Pijat oksitosin meningkatkan pelepasan hormon oksitosin alami sehingga memperkuat kontraksi uterus dan memperlancar penurunan kepala janin. Latihan dengan gymball membantu memperbesar diameter panggul, memperkuat otot dasar panggul, dan mempercepat rotasi janin ke posisi optimal. Sedangkan teknik rebozo memberikan efek relaksasi, mengurangi nyeri, serta membantu posisi janin agar lebih sesuai untuk lahir. Semua metode ini terbukti non-invasif, aman, dan dapat diterapkan sebagai intervensi komplementer dalam asuhan kebidanan. Pijat oksitosin, gymball, dan rebozo terbukti efektif sebagai terapi komplementer dalam mempercepat proses persalinan kala II. Ketiganya berperan dalam meningkatkan kontraksi, memperlancar penurunan janin, serta mengurangi nyeri persalinan tanpa efek samping berarti. Untuk memperkuat bukti empiris, desain eksperimen dan jumlah sampel perlu ditingkatkan. dan mendukung penerapannya dalam praktik kebidanan berbasis bukti (evidence-based midwifery).
Hubungan Frekuensi Menyusui Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Menyusui di TPMB Tias Yuniasri Maesan Bondowoso Purwanti, Anik Sri; Hasanah, ulfatul
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2874

Abstract

Salah satu kunci keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah produksi ASI. Frekuensi menyusui merupakan salah satu faktor yang memengaruhi produksi ASI. Hormon prolaktin dan oksitosin, yang berperan dalam produksi dan pengeluaran ASI, lebih terstimulasi ketika ibu menyusui lebih sering. Namun, di lapangan masih ditemukan ibu yang menyusui dengan frekuensi rendah sehingga mengalami produksi ASI yang tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa sering ibu menyusui di TPMB Tias Yuniasri Maesan Bondowoso mengeluarkan ASI. Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional dan kerangka analitis korelasional. Semua ibu yang menyusui bayi berusia antara 0 hingga 6 bulan menjadi populasi penelitian. di TPMB Tias Yuniasri Maesan Bondowoso sebanyak 45 orang, dan diambil sampel 30 responden menggunakan teknik purposive sampling. Produksi ASI merupakan variabel dependen, sedangkan frekuensi menyusui merupakan variabel independen. Kuesioner dan lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan ambang batas signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi menyusui sering (60%) dan produksi ASI lancar (66,7%). Frekuensi menyusui dan produksi ASI berkorelasi signifikan, menurut hasil uji Spearman Rank (r = 0,782; p = 0,000). Frekuensi menyusui dan jumlah ASI yang diproduksi ibu menyusui berkorelasi kuat dan signifikan. Semakin sering seorang ibu menyusui, semakin lancar produksi ASI-nya. Penelitian ini merekomendasikan agar tenaga kesehatan terus memberikan edukasi dan konseling laktasi kepada ibu untuk meningkatkan frekuensi menyusui guna mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
Optimalisasi Produksi ASI Melalui Kombinasi Pijat Oksitosin dan Aromaterapi Lemon pada Ibu Nifas di PMB Afita Delianah Azilla Nur Hafiza; Anik Sri Purwanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1344

Abstract

Produksi air susu ibu (ASI) sering kali mengalami hambatan selama periode nifas akibat gangguan fisiologis maupun tekanan psikologis. Pendekatan non-farmakologis berbasis stimulasi hormonal dan relaksasi emosional menjadi alternatif yang dapat mendukung keberhasilan menyusui. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pijat oksitosin dan aromaterapi lemon terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest dengan melibatkan 20 responden di PMB Afita Delianah. Intervensi diberikan selama lima hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran skor produksi ASI sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan adanya peningkatan skor produksi ASI secara konsisten pada seluruh partisipan (Z = –3,975; p = 0,000). Tidak ditemukan nilai yang menetap ataupun menurun. Pijat oksitosin berperan mengaktivasi refleks let-down melalui pelepasan oksitosin endogen, sedangkan aromaterapi lemon membantu menstabilkan kondisi emosional ibu yang berpengaruh terhadap kelancaran laktasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua metode tersebut efektif meningkatkan produksi ASI dan dapat dijadikan salah satu intervensi rutin dalam pelayanan kebidanan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang (Paritas, Jarak Kehamilan, Dan Status Gizi) Khoirun Nizaq; Anik Sri Purwanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1476

Abstract

Introduction: To improve the health status of mothers and children, a family planning program is implemented. The family planning program has various method options, one of which is the Long-Term Contraceptive Method, which is an effective contraceptive option to reduce the birth rate and delay fertility in women of childbearing age. The purpose of this study was to determine whether or not there was a relationship between parity, pregnancy spacing, and nutritional status with the selection of long-term contraception. Methods: This study used a cross sectional research design. Data collection was carried out using the observation method with a total sample of 30 respondents. Data analysis technique using Chi Square test. Results: The results of the study using the chi square test showed that the p value of parity was 0.00, the p value of pregnancy distance was 1.4, and the p value of nutritional status was 0.01. Conclusion: Parity and nutritional status have a significant relationship with the selection of long-term contraceptives.
Relationship between the Knowledge of Pospartum mothers and the choice of Intrauterine Device contraception method in the working area of Jongkong Health Center Utari, Teodosia Manja; Purwanti, Anik Sri
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i2.7455

Abstract

The Family Planning program in Indonesia emphasizes the use of Long-Term Contraceptive Methods (LTCM), such as the Intrauterine Device (IUD), to ensure effective birth spacing and control population growth. However, the utilization of IUDs remains low nationally and locally. This study aimed to analyze the relationship between postpartum mothers’ knowledge and their choice of the IUD method in the working area of the Jongkong Health Center, Kapuas Hulu Regency, where IUD usage is notably the lowest (below 1%). A quantitative analytical study with a cross-sectional design was conducted from September to December 2025. The sample consisted of 36 postpartum mothers selected through accidental sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire (Cronbach’s Alpha = 0.639). Statistical analysis using the Chi-Square test revealed a significant relationship between knowledge and IUD choice (p-value = 0.018). Postpartum mothers with good knowledge demonstrated an 88.9% uptake rate, compared to only 14.1% among those with insufficient knowledge. The findings conclude that knowledge is a pivotal factor influencing IUD selection. Therefore, strengthening health education interventions targeting postpartum mothers—particularly through antenatal and postnatal counseling by midwives—is crucial to improve knowledge and potentially increase the adoption of this effective long-term contraceptive method in low-coverage areas.