Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peran Pijat Oksitosin, Gymball dan Rebozo Sebagai Terapi Komplementer Dalam Mempercepat Proses Persalinan Kala II: Kajian Literatur Ayuni, Siti Qurotul; Purwanti, Anik Sri; QUROTUL A, SITI
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2873

Abstract

Persalinan kala II merupakan fase paling krusial dalam proses persalinan karena melibatkan pengeluaran janin melalui jalan lahir. Lamanya kala II dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti kelelahan ibu, perdarahan postpartum, dan asfiksia neonatus. Intervensi farmakologis seperti oksitosin sintetik memang efektif, namun sering kali menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran pijat oksitosin, gymball, dan rebozo sebagai terapi komplementer dalam mempercepat proses persalinan kala II berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel diterbitkan antara tahun 2021 - 2025. dengan kriteria inklusi meliputi penelitian eksperimental atau quasi-eksperimental yang membahas efek pijat oksitosin, gymball, atau rebozo terhadap proses persalinan. Sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan hasilnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga terapi komplementer tersebut berperan signifikan dalam mempercepat proses persalinan kala II. Pijat oksitosin meningkatkan pelepasan hormon oksitosin alami sehingga memperkuat kontraksi uterus dan memperlancar penurunan kepala janin. Latihan dengan gymball membantu memperbesar diameter panggul, memperkuat otot dasar panggul, dan mempercepat rotasi janin ke posisi optimal. Sedangkan teknik rebozo memberikan efek relaksasi, mengurangi nyeri, serta membantu posisi janin agar lebih sesuai untuk lahir. Semua metode ini terbukti non-invasif, aman, dan dapat diterapkan sebagai intervensi komplementer dalam asuhan kebidanan. Pijat oksitosin, gymball, dan rebozo terbukti efektif sebagai terapi komplementer dalam mempercepat proses persalinan kala II. Ketiganya berperan dalam meningkatkan kontraksi, memperlancar penurunan janin, serta mengurangi nyeri persalinan tanpa efek samping berarti. Untuk memperkuat bukti empiris, desain eksperimen dan jumlah sampel perlu ditingkatkan. dan mendukung penerapannya dalam praktik kebidanan berbasis bukti (evidence-based midwifery).
Hubungan Frekuensi Menyusui Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Menyusui di TPMB Tias Yuniasri Maesan Bondowoso Purwanti, Anik Sri; Hasanah, ulfatul
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2874

Abstract

Salah satu kunci keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah produksi ASI. Frekuensi menyusui merupakan salah satu faktor yang memengaruhi produksi ASI. Hormon prolaktin dan oksitosin, yang berperan dalam produksi dan pengeluaran ASI, lebih terstimulasi ketika ibu menyusui lebih sering. Namun, di lapangan masih ditemukan ibu yang menyusui dengan frekuensi rendah sehingga mengalami produksi ASI yang tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa sering ibu menyusui di TPMB Tias Yuniasri Maesan Bondowoso mengeluarkan ASI. Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional dan kerangka analitis korelasional. Semua ibu yang menyusui bayi berusia antara 0 hingga 6 bulan menjadi populasi penelitian. di TPMB Tias Yuniasri Maesan Bondowoso sebanyak 45 orang, dan diambil sampel 30 responden menggunakan teknik purposive sampling. Produksi ASI merupakan variabel dependen, sedangkan frekuensi menyusui merupakan variabel independen. Kuesioner dan lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan ambang batas signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi menyusui sering (60%) dan produksi ASI lancar (66,7%). Frekuensi menyusui dan produksi ASI berkorelasi signifikan, menurut hasil uji Spearman Rank (r = 0,782; p = 0,000). Frekuensi menyusui dan jumlah ASI yang diproduksi ibu menyusui berkorelasi kuat dan signifikan. Semakin sering seorang ibu menyusui, semakin lancar produksi ASI-nya. Penelitian ini merekomendasikan agar tenaga kesehatan terus memberikan edukasi dan konseling laktasi kepada ibu untuk meningkatkan frekuensi menyusui guna mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.