Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERUBAHAN KANDUNGAN ASIP MELALUI PROSES PENYIMPANAN DAN PENCAIRAN Aliansy, Diani; Miraturrofi’ah, Mira; Aeni, Suci Rizki Nurul
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.400

Abstract

Latar Belakang  : Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi ideal bagi bayi karena mengandung banyak zat perlindungan terhadap berbagai penyakit. Rekomendasi World Health Organization (WHO), sebaiknya bayi diberikan ASI selama paling sedikit 6 bulan. Namun bagi ibu bekerja, ASI Eksklusif terkadang sulit untuk dipenuhi. Di Indonesia jumlah wanita bekerja Tahun 2016 sebesar 50,77% meningkat di tahun 2017 menjadi 50,89%, dan > 50% diantaranya adalah ibu menyusui dan memiliki anak di bawah 2 tahun. [1] Masa cuti melahirkan secara tidak langsung ikut berkonrtibusi dalam tidak terpenuhinya ASI Eksklusif. [2] Banyak ibu bekerja yang mensiasati dengan melakukan penyimpanan ASI. Oleh karenanya, pengetahuan dan sikap ibu dalam manajemen ASIP (air susu perah) sangat penting. Hal tersebut diharapkan tidak merubah kandungan gizi saat ASIP diberikan kepada bayi.Tujuan : Mengetahui kandungan makronutrien, jumlah mikroorganisme dan tingkat keasaman ASIP pada berbagai suhu dan lama penyimpanan serta cara pencairannya.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen. ASI di perah kemudian dihomogenkan lalu ditampung pada botol kaca yang telah disterilkan. Analisis protein menggunakan Bradford, karbohidrat dengan metode fenol sulfat, lemak menggunakan metode Liebermann-Burchard. pH menggunakan indikator universal dan jumlah mikroorganisme menggunakan plate count.Hasil : karbohidrat ASIP optimal selama 8 hari di suhu 150C dan dicairkan terlebih dahulu di refrigerator.  Protein ASIP masih dapat disimpan selama 6 bulan pada suhu -20 0C. lemak ASIP optimal selama 5 hari pada suhu 4 0C. Semakin lama penyimpanan kadar pH semakin menurun. Jemaah mikroorganisme dapat di tekan di suhu -20 0C.Simpulan Manajemen penyimpanan ASIP optimal di suhu < 15 C. Metode pencairan terbaik adalah melalui refrigerator.
DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK KESEHATAN SURYA GLOBAL CIMAHI Diani Aliansy; Susi Lestari; Novita Rahmawati; Ratnasari Ratnasari; Siti Nurjanah; Tasya Oktaviani Kartiwa; Nurhalimatul Sadiah; Anggini Hanifah
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2024): J-KESMAS Volume 10 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Jika dilihat dari hasil Riskesdas pada tahun 2020 tercatat sebesar 26,8% anak usia 5-14 tahun menderita anemia dan 32% pada usia 15-24 tahun. Dampak anemia defisiensi besi yaitu menurunnya kekebalan tubuh sehingga dapat meningkatkan penyakit infeksi. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui skrining anemia pada remaja putri dan edukasi mengenai pencegahan anemia berupa Pemeriksaan Hemoglobin dan meminum Tablet Tambah Darah sesuai anjuran, dikarenakan adanya beberapa siswi yang tidak mematuhi anjuran minum Tablet Tambah Darah. Adapun kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman agar siswa tersebut rajin minum Tablet Tanda Darah dengan memberikan kuesioner berupa pemahaman terhadap anemia kepada siswa di sekolah tersebut. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah anemia pada remaja putri dan salah satu pencegahan stunting sejak dini. Sebagai bentuk kewaspadaan dini, Menkes juga melakukan program kepada remaja putri dengan rutin melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin setidaknya 6 bulan atau 1 tahun sekali.
Penguatan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Mengenai Bahaya HIV di SMA Kota Bandung Intan Karlina; Diani Aliansy; Amalia tuhfatul Adla; Tasya Mardiani Aisyah; Syalwa Rifti Merlisya; Nuraeni Nuraeni; Linda Nurlaelawati; Citra Eltary Debora Sirait
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ygxp5422

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius, termasuk di Indonesia, khususnya di kalangan remaja yang beradapada masa transisi menuju kedewasaan. Rendahnya tingkat pengetahuan, adanya perilaku berisiko, serta kuatnya stigma sosial terkait HIV/AIDS menjadi faktor utama meningkatnya kasus pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya sikap tidak diskriminatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui kegiatan penyuluhan di SMA Pasundan 5 Bandung. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan menggunakan media presentasi dan booklet serta evaluasi pre-test dan post-test terhadap 38 siswakelas XII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, yang ditandai dengan kemampuan peserta dalam menjelaskan pengertian HIV/AIDS, faktor risiko, cara penularan dan pencegahan, serta meluruskan mitos dan fakta yang keliru terkait HIV/AIDS. Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih positif dan terbuka terhadap isu HIV/AIDS. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara interaktif dengan dukungan media edukatif sederhana efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pencegahan HIV/AIDS. Program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan edukasi berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja.  
Pengabdian Kepada Masyarakat Mengenai Kesehatan Mental pada Remaja di SMA Negeri 1 Cimahi Diani Aliansy; Rosa Sri Mulyana; Neng Rosi Sri Mulyani; Vina Rismayanti; Sherli Nuraeni Solehah; Reffalina Khoerunnisa Arizqi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2vwft866

Abstract

  Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami permasalahan kesehatan mental akibat perubahan emosional, tekanan akademik, serta pengaruh lingkungan sosial. Kondisi ini dapat memengaruhi proses belajar, interaksi sosial, dan perkembangan psikologis mereka. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan mental bagi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Cimahi sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, serta tanya jawab dengan pendekatan edukatif. Untuk menilai efektivitas kegiatan, dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah penyuluhan, ditandai dengan meningkatnya persentase jawaban benar pada posttest dibandingkan pretest. Selain itu, sebagian besar siswa menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental serta kesadaran untuk mencari bantuan apabila mengalami masalah psikologis. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan mental yang disertai evaluasi melalui kuesioner efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap kesehatan mental remaja. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan program edukasi berkelanjutan di sekolah untuk mendukung kesejahteraan psikologis remaja.   Kata kunci: Kesehatan mental, Remaja, Penyuluhan, Sikap, Pengetahuan
Efektivitas Gel Veragreens Ekstrak Daun Kubis (Brassica oleracea) dan Aloe vera terhadap Penyembuhan Luka dan Aktivitas Antiinflamasi In Vivo Aliansy, Diani; Susilawati, Annisa; Jaojah, Siti; Widyawardani, Yusri Ika; Silmi, Malika Nurul; Mariam, Siti; Adira, Adira; Aulia, Halisa Dina; Mariska, Rena; Nurhali, Ayva Fidya; Rahmania, Sifanni Tri; Nurmala, Santi; Alma'wa, Zellyatu
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3014

Abstract

Latar Belakang: Masalah umum yang sering dialami oleh ibu menyusui adalah lecet pada puting dan pembengkakan payudara, yang dapat menghambat proses menyusui dan menurunkan frekuensi pemberian ASI. Upaya tradisional seperti pemberian ASI langsung pada puting atau kompres daun kubis sering dianggap tidak praktis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Veragreens, gel topikal berbahan dasar dengan kombinasi daun kubis (15%) dan aloe vera (25%) untuk mempercepat penyembuhan luka serta menurunkan inflamasi secara in vivo pada mencit (Mus musculus). Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan tiga kelompok perlakuan: kontrol negatif, kontrol positif (gel Flamar/aloe vera), dan perlakuan dengan ekstrak kombinasi. Uji fitokimia menunjukkan ekstrak kubis mengandung flavonoid yang bersifat antiinflamasi, sementara aloe vera mengandung mannose-6-phosphate yang mendukung regenerasi jaringan. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak aloe dan kubis mampu mempercepat penyembuhan luka, ditandai dengan penutupan luka lebih cepat dan pertumbuhan bulu pada hari ke-7. Pengujian antiinflamasi menunjukkan adanya penurunan volume inflamasi yang signifikan (p < 0,001) pada kelompok Veragreens, meskipun sedikit lebih lambat dibandingkan kontrol positif. Tidak terdapat perbedaan antara hasil efektivitas antara kelompok perlakuan dengan Veragreens dengan kelompok kontrol positif. Kesimpulan: Veragreens berpotensi menjadi solusi topikal yang aman dan efektif untuk mengatasi lecet puting dan bengkak payudara secara bersamaan, serta layak dikembangkan sebagai produk perawatan alami bagi ibu menyusui.