Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SEBAGAI MEDIATOR ANTARA OTONOMI TERHADAP KINERJA PADA GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Hastuti, Evi Srinur; Pratami, Dewi Arpi; Firdasannah, Astri
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2330

Abstract

Mitigasi ketertinggalan pembelajaran atau learning loss akibat pandemi dilakukan dengan menyederhanakan kurikulum berupa kurikulum merdeka belajar yang sudah mulai diimplementasikan pada tahun 2022. Melalui kurikulum merdeka belajar, diharapkan guru bisa memiliki otonomi dalam mendesain dan menentukan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kinerja seiring dengan meningkatnya kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini yaitu melihat pengaruh otonomi terhadap kinerja dengan melalui variabel mediasi yaitu kesejahteraan psikologis. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah Guru SMA yang menyelenggarakan kurikulum merdeka belajar di Kota Bandung diambil menggunakan teknik sampling yaitu proportional random sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan verifikatif menggunakan uji mediasi sobel test. Hasil analisis menunjukkan bahwa otonomi dapat berpengaruh langsung terhadap kinerja dan dapat juga berpengaruh tidak langsung melalui kesejahteraan psikologi sebagai mediasi dengan besar pengaruh langsung yaitu 0,010. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian t-hitung > t-tabel (3,149 > 1,984) maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan koefisien mediasi sebesar 1,702 signifikan, artinya terdapat pengaruh signifikan antara otonomi (X) terhadap kinerja (Y) melalui mediasi kesejahteraan psikologi (Z).
Bagaimanakah Remaja Kasus Pencurian di LPKA Bandung Mempersepsikan Tipe Pola Asuh Orang Tuanya? Firdasannah, Astri
Inaba Journal Of Psychology Vol. 1 No. 1 (2023): Inaba Journal of Psychology, Vol. 1, Issue. 1, 2023
Publisher : Universitas Indonesia Membangun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/ijop.v1i01.186

Abstract

Perilaku delinkuen remaja merupakan salah satu masalah yang serius di Indonesia. Perilaku bermasalah yang terjadi pada remaja tidak lepas dari bagaimana remaja mempersepsikan tipe pola asuh orang tuanya terhadap mereka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menggambarkan persepsi tipe pola asuh orang tua remaja kasus pencurian di LPKA Bandung. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling kuota. Jumlah kuota sampel yang ditentukan dalam penelitian ini ialah 20 orang remaja tahanan LPKA Bandung kasus pencurian. Alat ukur yang digunakan ialah Egna Minnen Beträffande Uppfostran-Childern (EMBU-C) yang diadaptasi dalam bahasa Indonesia untuk mengetahui tipe pola asuh yang dipersepsi oleh remaja terhadap ayah dan ibunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menilai pola pengasuhannya berada pada tipe anxious oleh ibu (anxious-mother). Tipe anxious paling banyak dipersepsikan dibanding empat tipe pola asuh lainnya, yaitu: overprotective, emotional-warmth, rejection, dan anxious. Sementara itu, persepsi tipe pola asuh dari ayah jauh lebih rendah dibandingkan ibu. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat membuat perancangan intervensi untuk meningkatkan persepsi tipe pola asuh orang tuanya agar hal tersebut mempengaruhi juga pada penurunan tingkat perilaku bermasalah remaja.
Ketakutan Akan Kegagalan Dalam Olahraga : Tinjauan Literatur Muslih, Faizi; Firdasannah, Astri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i5.4036

Abstract

Olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan. terdapat beberapa faktor penyebab atlet merasakan ketakutan akan kegagalan yang meliputi pengaruh orang tua, kepribadian, kontekstual individu/sosial (meliputi tujuan pencapaian, usia, jenis olahraga, kompetensi yang dirasakan, mengatasi rasa malu dan pengendalian). , peneliti ingin mengetahui secara pasti terdapat variabel apa saja yang dapat mempengaruhi, ketakutan akan kegagalan dalam olahraga? Penelitian ini disusun menggunakan metode tinjauan literatur naratif mengenai Ketakutan Akan Kegagalan Dalam Olahraga. Terdapat beberapa pembaruan penelitian mengenai penyebab terjadinya ketakutan akan kegagalan yaitu faktor gaya pembinaan pelatih, faktor kepribadian dan faktor sosial.
Manajemen Emosi Berbasis Mindfulness Untuk Kesuksesan Bisnis Umkm Perempuan: Program Pelatihan Di Komunitas Rumah Hasanah Bandung Firdasannah, Astri; Jihan Eka Aulianti; Anggun Zachra Julaiha; Cyndi Fiolanda Hermawan; Asysyifa Fauziah
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 02 (2025): In Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v4i02.162

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in Indonesia’s economy, contributing over 99% of total business entities and absorbing 97% of the workforce. Female entrepreneurs face unique emotional and social challenges due to multiple roles, business pressures, and limited emotional regulation skills. This community service program aimed to enhance emotional management and mindfulness skills among female MSME entrepreneurs in the Rumah Hasanah Bandung Community. The program was conducted through interactive workshops, mindfulness practices, role plays, and emotional journaling. Evaluation through pre- and post-tests showed an average knowledge improvement of 29%, with a 91.7% satisfaction rate. Participants reported improved emotional awareness, patience, self-confidence, and communication skills. This program demonstrated the effectiveness of emotional management training in improving psychological well-being and sustainable business performance among women entrepreneurs.
Functional Family Therapy to Address Teenage Behavior Problems in Theft Cases in LPKA Bandung Firdasannah, Astri; Borualogo, Ihsana Sabriani; Kusdiyati, Sulisworo
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.13030

Abstract

Problematic behavior in teenagers is still a serious focus throughout the world, including in Indonesia. Based on data from the Bandung Special Children's Empowerment Institute (LPKA), there was an increase in the number of prisoners from 2019 to 2021. The highest type of violation was theft. Until now, various interventions are still being sought to deal with this problem. One of them is the development of the Functional Family Therapy (FFT) intervention by Sexton and Alexander since 2002 in the United States. Apart from that, testing of the effectiveness of FFT is still being carried out. However, FFT has not been developed in Indonesia. This research aims to create an FFT design to reduce the frequency of problem behavior and the rate of repeated behavior (recidivism) among teenagers in Indonesia. The research and development method is used as a reference for preparing the design. The conclusion from this research is that the FFT program design has been evaluated and can be tested further to reduce the level of problem behavior and adolescent recidivism in LPKA Bandung. The implication is that FFT is a new intervention to handle cases of law violations by teenagers.Perilaku bermasalah pada remaja masih menjadi fokus serius di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Berdasarkan data dari Lembaga Pemberdayaan Khusus Anak (LPKA) Bandung, terjadi peningkatan jumlah tahanan dari tahun 2019 hingga 2021. Jenis pelanggaran tertinggi ialah kasus pencurian. Sampai saat ini masih diupayakan berbagai intervensi untuk dapat menangani masalah tersebut. Salah satunya, pengembangan intervensi Functional Family Therapy (FFT) oleh Sexton dan Alexander sejak tahun 2002 di Amerika Serikat. Selain itu, pengujian efektivitas FFT masih terus dilakukan. Namun FFT belum dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan FFT untuk menurunkan frekuensi perilaku bermasalah dan tingkat perilaku berulang (residivis) pada remaja di Indonesia. Metode research and development digunakan sebagai acuan untuk menyusun rancangan. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh rancangan program FFT yang telah dievaluasi dan dapat dilakukan uji coba selanjutnya untuk menurunkan tingkat perilaku bermasalah dan residivis remaja di LPKA Bandung. Implikasinya adalah FFT ini merupakan intervensi baru untuk menangani kasus pelanggaran hukum oleh remaja Di Indonesia.