Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH GRADASI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN Hamka; Rika rika; Imam Fadly
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/tag17007

Abstract

Beton ringan adalah beton yang mempunyai bahan baku utama terdiri atas semen, agregat (pasir), air, dan ditambah dengan suatu bahan pengembang (foaming agent). Beton ringan utamanya ada pada berat, sehingga apabila digunakan pada proyek bangunan tinggi (high rise building) seperti pembuatan dinding beton ringan akan dapat secara signifikan mengurangi berat sendiri bangunan, yang selanjutnya berdampak kepada perhitungan pondasi bangunan. Ada beberapa cara untuk menghasilkan beton ringan. Salah satu solusinya adalah mengganti agregat tradisional dengan agregat ringan dan penambahan gelembung udara dalam matriks semen, beton khusus ringan disebut beton seluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi ukuran agregat halus terhadap kuat tekan beton ringan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammmadiyah. Hasil dari penelitian yang didapatkan yaitu pada hari ke-7, pada beton ringan tergradasi sebesar 1,415, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 1,887 . Hari ke-14, pada beton ringan tergradasi sebesar 2,453, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 2,076. Hari ke-28, pada beton ringan tergradasi sebesar 4,435, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 3,869.  Jadi, pasir yang tergradasi lebih besar kuat tekannya dari pada pasir yang tidak tergradasi.
ANALISIS KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS DAN AGREGAT KASAR PADA SUNGAI KOLAI DESA KOLAI KECAMATAN MALUA KABUPATEN ENREKANG Muhammad Syafi'i; Hamsyah; Abdul Muiz; Muhammad Jabir Muhammadiyah; Imam Fadly
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/texb1563

Abstract

Beton merupakan suatu bahan komposit (campuran) dan beberapa material yang bahan utamanya terdiri dari campuran antara agregat halus, agregat kasar, air dan atau tanpa bahan tambah lain dengan perbandingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat kasar dan agregat halus pada sungai kolai dan karakteristik beton mutu tinggi menggunakan agregat pada sungai kolai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengujian beton meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur yang menggunakan agregat dari Sungai Kolai menunjukkan kualitas yang stabil dan konsisten untuk aplikasi beton mutu tinggi. Nilai-nilai hasil uji karakteristik yang sesuai dengan standar menegaskan bahwa material lokal ini tidak hanya memenuhi persyaratan teknis, tetapi juga dapat menjadi pilihan strategis dalam memanfaatkan sumber daya alam setempat. Dengan demikian, penggunaan agregat dari Sungai Kolai membuka peluang bagi pengembangan material konstruksi yang berdaya saing, efisien, dan ramah lingkungan
Pengaruh Substitusi Cangkang Kemiri Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar terhadap Kuat Tekan Beton dengan Perendaman Air Normal dan Air Laut Nur Aqilah Rasyid; Rahmawati Rahmawati; Muh. Jabir M; Imam Fadly; Adnan Adnan
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i3.1644

Abstract

Control-gate operation affects discharge and water-conveyance performance in secondary irrigation canals. This study evaluates the hydraulic performance of the Boki 2-Boki 3 Secondary Canal in Pinrang Regency under five gate-opening levels and identifies a relative optimum opening based on discharge capacity, conveyance efficiency, and water loss. A quantitative field-survey approach was applied at six observation stations (STA 0+000, 0+200, 0+700, 1+200, 1+460, and 1+468) using gate openings of 15, 30, 45, 65, and 85 cm. Surface-flow velocity was measured using the float method and calculated from V=L/t; the measured surface velocity was used directly without a correction factor to determine discharge from Q=A×V. Conveyance efficiency and water loss were evaluated from upstream and downstream discharge. The results show that larger gate openings increased flow area, velocity, and discharge, but were accompanied by greater water loss and lower total conveyance efficiency. The 15 cm opening produced the highest efficiency of 85.89% with a water loss of 0.0316 m³/s, whereas the 85 cm opening produced the largest upstream discharge of 1.4638 m³/s but reduced efficiency to 71.97% with a water loss of 0.4103 m³/s. The 45 cm opening was identified as the relative optimum among the tested conditions, providing an upstream discharge of 0.5618 m³/s, an efficiency of 82.79%, and a water loss of 0.0967 m³/s (17.21%).
Evaluasi Kecelakaan terhadap Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Jend. Sudirman Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Hasrullah Hasrullah; Jasman Jasman; Imam Fadly; Andriyani Andriyani; Kasmaida Kasmaida
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i3.1646

Abstract

Enrekang is a regency in South Sulawesi Province. This study focuses on a section of the Sidrap-Enrekang Highway that features a curve prone to traffic accidents—marked by warning signs near the Maiwa Sector Police Station—connecting Enrekang City to Tana Toraja. The study aims to evaluate the road's geometry in relation to accident risks to ensure comfortable passage for road users. The methodology involved site surveys, data collection, and data processing to derive a relevant analysis. The findings indicate a Spiral-Circle-Spiral (SCS) curve configuration, with an existing vehicle speed (V) of 38 km/h and a superelevation of 2.85%. Based on the 1997 Bina Marga standards for flat terrain, the existing speed of 38 km/h falls below the applicable standard range of 70–120 km/h, and the superelevation of 2.85% is well below the 10% maximum; thus, the existing speed and superelevation comply with the 1997 Bina Marga standards (specifically the *Procedures for Inter-City Road Geometric Design*). Consequently, it is concluded that road geometry is not the factor contributing to the accident-prone nature of the Enrekang Highway.