Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Komponen Kebugaran Fisik Atlet Bolabasket Kabupaten Sinjai Menjelang PORPROV 2025 Irawati, Andi Febi; Aziz, Muhammad Ivan Miftahul
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i4.3324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebugaran fisik atlet bolabasket Kabupaten Sinjai menjelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui tes kebugaran fisik. Sampel terdiri dari 33 atlet yang mengikuti pemusatan latihan, terdiri atas 15 atlet putra dan 18 atlet putri. Komponen kebugaran fisik yang diukur meliputi kekuatan otot, daya tahan kardiovaskular, kecepatan, kelincahan, dan fleksibilitas dengan instrumen tes terstandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada pada kategori cukup hingga baik pada hampir semua komponen. Pada kekuatan otot, 46,7% atlet putra dan 50% atlet putri berada pada kategori tersebut. Daya tahan kardiovaskular memperlihatkan 60% atlet putra dan 61,1% atlet putri juga termasuk kategori cukup hingga baik. Komponen kecepatan menunjukkan 73,3% atlet putra dan 61,1% atlet putri berada pada kategori serupa. Pada kelincahan dan fleksibilitas, lebih dari 60% atlet secara keseluruhan menunjukkan hasil yang cukup hingga baik, meskipun terdapat atlet dengan kategori kurang hingga sangat kurang pada beberapa komponen. Kesimpulannya, tingkat kebugaran fisik atlet bolabasket Kabupaten Sinjai cukup baik tetapi memerlukan peningkatan, terutama pada daya tahan dan fleksibilitas, untuk memastikan kesiapan optimal menghadapi PORPROV 2025.
PENGARUH LATIHAN SMALL-SIDED GAMES TERHADAP PENINGKATAN TACTICAL AWARENESS ATLET MUDA BOLA BASKET Aziz, Muhammad Ivan Miftahul
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v26i1.5795

Abstract

Kesadaran taktis (tactical awareness) merupakan aspek penting dalam performa permainan bola basket yang mencakup kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan cepat, dan memahami strategi tim. Namun, banyak pelatih masih menggunakan metode latihan konvensional yang menekankan teknik dasar dan kurang mengasah kemampuan berpikir taktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan small-sided games (SSG) terhadap peningkatan tactical awareness atlet muda bola basket. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 22 atlet berusia 14–17 tahun dari klub Old School Basketball Makassar. Instrumen yang digunakan adalah Game Performance Assessment Instrument (GPAI) untuk menilai indikator decision making, support, dan cover. Program latihan dilaksanakan selama 6 minggu, dengan frekuensi 3 kali per minggu, menggabungkan format permainan 3v3 dan 4v4 untuk menstimulasi pengambilan keputusan dalam situasi permainan nyata. Analisis data menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test) dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata tactical awareness setelah perlakuan (pretest = 61,3 ± 5,4; posttest = 78,6 ± 6,1; t-hitung = 8,42; p < 0,001). Peningkatan ini mencakup seluruh aspek GPAI, terutama pada kemampuan pengambilan keputusan dan dukungan terhadap rekan tim. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan small-sided games efektif dalam meningkatkan tactical awareness atlet muda bola basket, sekaligus mendukung pembelajaran taktis yang lebih kontekstual dan dinamis.
Program Senam Lansia Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Keseimbangan dan Mental Well-being Arfanda, Poppy Elisano; Sadzali, Muhammad; Aprilo, Ians; Aziz, Muhammad Ivan Miftahul; Mappaompo, M. Adam
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Lanjut usia merupakan kelompok masyarakat yang rentan mengalami penurunan kesehatan fisik dan mental. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia adalah melalui aktivitas fisik terstruktur, seperti senam lansia. PKM ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program senam lansia terhadap peningkatan keseimbangan fisik dan mental well-being. PKM ini melibatkan 20 responden lansia di Panti Wreda Batara Hati Mulia. Data dikumpulkan melalui pengukuran keseimbangan fisik dan kuesioner mental well-being sebelum dan sesudah program. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keseimbangan (t = 62,868; p < 0,001) dan mental well-being (t = ∞; p < 0,001). Peningkatan ini menunjukkan bahwa senam lansia yang dilakukan di Panti Wreda Batara Hati Mulia tidak hanya memperkuat otot dan koordinasi tubuh, tetapi juga mampu menurunkan rasa kesepian, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperbaiki suasana hati. Dengan demikian, program senam lansia dapat dipandang sebagai intervensi holistik yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penguatan aspek fisik, mental, dan sosial.Kata kunci: senam lansia, keseimbangan, mental well-being
Pengaruh Functional Training Selama 8 Minggu terhadap Performa Fisik Atlet Bolabasket Mahasiswa Aziz, Muhammad Ivan Miftahul; Irawati, Andi Febi
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.4062

Abstract

Performa fisik merupakan komponen penting dalam permainan bolabasket, namun program latihan yang digunakan di tingkat mahasiswa masih didominasi oleh latihan konvensional yang berfokus pada penguatan otot secara terisolasi dan belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan gerak permainan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Functional Training selama delapan minggu terhadap performa fisik atlet bolabasket mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest–posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas 32 atlet bolabasket mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok Functional Training (n=16) dan kelompok latihan konvensional (n=16). Program latihan dilaksanakan selama delapan minggu dengan frekuensi dua kali per minggu. Performa fisik diukur menggunakan tes sprint 20 meter, T-test agility, vertical jump test, dan push-up test. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired samples t-test, uji independent samples t-test, serta perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Functional Training mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan kelompok latihan konvensional pada seluruh variabel performa fisik. Kecepatan lari meningkat dari 3,43±0,05 detik menjadi 3,16±0,04 detik, kelincahan dari 10,09±0,18 detik menjadi 9,26±0,16 detik, daya ledak otot tungkai dari 51,38±2,41 cm menjadi 58,38±2,42 cm, serta daya tahan kekuatan otot dari 31,38±2,51 repetisi menjadi 42,81±2,98 repetisi (p<0,001). Disimpulkan bahwa Functional Training lebih efektif dibandingkan latihan konvensional dalam meningkatkan performa fisik atlet bolabasket mahasiswa.
Pelatihan Pengukuran Teknik Dasar Permainan Bolabasket Bagi Mahasiswa Irawati, Andi Febi; Syafruddin, Muhammad Akbar; Irvan, Irvan; Jahrir, Andi Sahrul; Aziz, Muhammad Ivan Miftahul
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jrft7p96

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengukuran teknik dasar permainan bolabasket bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam aspek evaluasi keterampilan olahraga. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung, serta dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana rata-rata nilai mahasiswa meningkat dari 57,5 menjadi 82,5 atau sebesar 43,5%, yang mencakup peningkatan pemahaman konsep pengukuran, penguasaan instrumen tes, serta keterampilan dalam mengukur teknik dasar seperti dribbling, passing, dan shooting secara objektif dan sistematis. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam membekali mahasiswa sebagai calon pendidik pendidikan jasmani yang profesional dan mampu melaksanakan evaluasi pembelajaran berbasis data.
PENGARUH LATIHAN RESISTED SPRINT TERHADAP ACCELERATION PERFORMANCE PADA ATLET BOLA BASKET Muhammad Ivan Miftahul Aziz; Andi Sahrul Jahrir
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6633

Abstract

Kemampuan akselerasi merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang penting dalam permainan bola basket karena mendukung berbagai aktivitas eksplosif seperti transisi menyerang dan bertahan, mengejar bola, serta menciptakan keunggulan posisi terhadap lawan. Salah satu metode latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah latihan resisted sprint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan resisted sprint terhadap acceleration performance atlet bola basket BKMF Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 28 atlet yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Sprint Test 10 Meter untuk mengukur kemampuan akselerasi atlet. Perlakuan berupa program latihan resisted sprint dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali per minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu Sprint Test 10 Meter menurun dari 2,13 ± 0,06 detik pada pretest menjadi 1,99 ± 0,04 detik pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t sebesar 8,24 dengan nilai signifikansi 0,00, sedangkan nilai effect size sebesar 1,56 yang termasuk kategori pengaruh besar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa latihan yang diberikan mampu meningkatkan kemampuan akselerasi atlet secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa latihan resisted sprint memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan acceleration performance atlet bola basket.
HUBUNGAN PHYSICAL SELF-CONCEPT DENGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA SISWA SMA KARTIKA XX-1 MAKASSAR Andi Sahrul Jahrir; Muhammad Ivan Miftahul Aziz
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan physical self-concept dengan tingkat aktivitas fisik pada siswa SMA Kartika XX-1 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 132 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Physical Self-Description Questionnaire Short Form(PSDQ-S) untuk mengukur physical self-concept dan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata physical self-concept siswa sebesar 134,76 ± 18,44, sedangkan rata-rata aktivitas fisik sebesar 2.148,52 ± 1.052,38 MET-menit/minggu. Sebagian besar siswa memiliki physical self-concept kategori sedang (53,8%) dan aktivitas fisik kategori sedang (62,1%). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara physical self-concept dan tingkat aktivitas fisik (r = 0,468; p < 0,001). Selain itu, physical self-concept memberikan kontribusi sebesar 21,9% terhadap variasi aktivitas fisik siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi positif siswa terhadap kondisi dan kemampuan fisiknya berkaitan dengan kecenderungan yang lebih tinggi untuk terlibat dalam aktivitas fisik. Oleh karena itu, pengembangan physical self-concept perlu menjadi bagian penting dalam program pendidikan jasmani dan promosi gaya hidup aktif di lingkungan sekolah.