Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Budaya Sistem Organisasi Sosial dan Perannya dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kampung Naga Soeswoyo, Dina Mayasari; Nurbaeti, Nurbaeti; Gunawijaya, Jajang
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.20019

Abstract

Pariwisata budaya kini menjadi salah satu tren pariwisata, yang juga merupakan bentuk perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. Dalam pariwisata warisan budaya, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam tentang berbagai budaya leluhur yang memilki keunikan, dan nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji budaya sistem organisasi sosial dan kaitannya dengan proses pengembangan pariwisata di Kampung Naga, Jawa Barat. Kajian ini menggunakan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara tatap muka kepada Ketua adat, pemandu wisata, warga lokal, dan pengunjung di Kampung Naga. Data diolah secara kualitatif dengan melakukan triangulasi agar didapat data yang lebih berkualitas. Hasil penelitian ini memberikan gambaran budaya sistem organisasi sosial di Kampung Naga dan cara pendekatan yang tepat berkaitan dengan proses pengembangan pariwisata khususnya di desa budaya atau desa adat. Jumlah informan dan waktu penelitian yang terbatas merupakan kekurangan dari penelitian ini.Kata kunci: Pariwisata budaya kini menjadi salah satu tren pariwisata, yang juga merupakan bentuk perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. Dalam pariwisata warisan budaya, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam tentang berbagai budaya leluhur yang memilki keunikan, dan nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji budaya sistem organisasi sosial dan kaitannya dengan proses pengembangan pariwisata di Kampung Naga, Jawa Barat. Kajian ini menggunakan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara tatap muka kepada Ketua adat, pemandu wisata, warga lokal, dan pengunjung di Kampung Naga. Data diolah secara kualitatif dengan melakukan triangulasi agar didapat data yang lebih berkualitas. Hasil penelitian ini memberikan gambaran budaya sistem organisasi sosial di Kampung Naga dan cara pendekatan yang tepat berkaitan dengan proses pengembangan pariwisata khususnya di desa budaya atau desa adat. Jumlah informan dan waktu penelitian yang terbatas merupakan kekurangan dari penelitian ini.Kata kunci: wisata budaya, warisan budaya, pengembangan pariwisata, sistem organisasi sosial, Kampung Naga
MANAJEMEN PENGEMBANGAN EKOWISATA KAMPUNG LOLAI NEGERI DI ATAS AWAN TORAJA UTARA BERBASIS KONSERVASI ALAM DAN BUDAYA Aziz, Adityo Muhamad; Sukwika, Tatan; Gunawijaya, Jajang
Jurnal Industri Parawisata Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2022
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v4i2.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Kampung Lolai Negeri di Atas Awan dengan menerapkan berbagai strategi efektif berbasis konservasi alam dan budaya dikarenakan kawasan wisata tersebut baru diresmikan tahun 2016. Sehingga strategi yang disusun terfokus pada peningkatan minat kunjungan wisatawan Nusantara dan Mancanegara pada objek-objek wisata kawasan Kampung Lolai Negeri di Atas Awan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisa data kualitatif yaitu menggunakan kualitatif deskriptif dan untuk data kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil penelitian memutuskan bahwa strategi yang utama diterapkan adalah renovasi jalan pegunungan dan mengadakan acara edukasi tentang konservasi alam dan budaya. Strategi yang diimplementasikan Kampung Lolai saat ini masih kurang efektif karena hanya terfokus pada perbaikan akses jalan berbatu dan belum menerapkan strategi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Implikasi manajerial dalam penelitian ini yaitu sebagai rekomendasi strategi yang dapat di implementasikan bagi pemerintah daerah serta pengelola guna mengembangkan kawasan wisata Kampung Lolai serta meningkatkan minat wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk berwisata ke Kampung Lolai.
KAJIAN DESTINASI WISATA PESANTREN MODERN GUNUNG MENYAN PAMIJAHAN, BOGOR Gunawijaya, Jajang; Nusraningrum, Dewi; Sulisyadi, Yohanes; Nugraha, Irfan; Febrian, Febrian
Jurnal Pariwisata Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v10i1.13038

Abstract

ABSTRAK Pesantren Modern Gunung Menyan dengan luas 72 Hektar  yang berada di Bogor berpeluang menarik minat pengunjung secara umum, dan secara khusus dapat menjadi area pendukung kawasan wisata terpadu yang sedang dikembangkan Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Daerah Halimun-Salak dan sekitarnya. Kajian kualitatif pengembangan destinasi wisata pesantren modern Gunung Menyan dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan ekonomi kreatif sektor pariwisata. Hasil kajian menunjukkan terdapat sembilan obyek pariwisata dapat ditawarkan kepada wisatawan yang terdapat di lingkungan pesantren modern Gunung Menyan. Sembilan obyek yang dikaji dalam proses pengembangnnya bisa bersifat jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kata kunci: pesantren modern Gunung Menyan, destinasi wisata, Bogor, wisata halal ABSTRACT Pesantren Modern Gunung Menyan with an area of 72 hectares located in Bogor has the opportunity to attract visitors in general, and in particular can become a supporting area for an integrated tourist area that is being developed by the Bogor Regency Tourism Office, namely the Tourism Strategic Area of the Halimun-Salak Region and its surroundings. The study of the development of modern islamic boarding school tourist destinations was carried out to support government policies in improving the creative economy of the tourism sector. The results of the study show that there are nine tourism objects that can be offered to tourism in the modern Gunung Menyan islamic boarding school environment. The nine objects studied in the development process can be short-term, medium-term, and long-term. Keywords : modern pesantren Gunung Menyan, tourist destinations, Bogor, halal tourism
Ritual gastronomy and cultural identity formation in Kampung Naga: an ethnographic investigation of the role of culinary in religious rituals and cultural practices Dewantara, Yudhiet; Nurbaeti, Nurbaeti; Gunawijaya, Jajang
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 3 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i3.560

Abstract

This study examines ritual foods that shape cultural identity in Kampung Naga. This anthropological study examines how gastronomy influences people's religious and cultural behavior. Kampung Naga in Tasikmalaya is known for its rich cultural heritage. This study is qualitative research with an ethnographic approach. The research methods include participant observation, in-depth interviews with the community, and visual recording. Data, symbolic connotations, and gastronomic functions in religious rituals and cultural activities were analyzed using qualitative techniques. Ritual gastronomy is also studied using related literature and previous research. In Kampung Naga, gastronomic rituals shape cultural identity. Religious ceremonies use food and drink to transmit cultural values, spirituality, and traditions. Ritual food preparation, traditional ingredients, and unique serving processes highlight the rich culture of the people. This study explains the relationship between food, religion, and identity.
Nilai-nilai Kearifan Lokal Kampung Naga di Era Modernisasi Derizal, Derizal; Nurbaeti, Nurbaeti; Gunawijaya, Jajang
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i1.1837

Abstract

Kampung Naga is a traditional village that upholds the customs, culture and beliefs of its ancestral heritage in the midst of modernization. This study aims to know and understand history, cultural elements of the livelihood system, social and community systems, religious values, arts and technology, as well as identify the values of local wisdom from the people of Kampung Naga. The data collection technique used is a type of qualitative research prioritizing observation techniques, in-depth interviews and documentation to Kuncen, Guide,and a Society of Kampung  Naga. The results show that Kampung Naga is able to maintain customs even though it is in the modernization era. The five elements of culture are livelihoods, social and organizational systems, arts and technology.
Outer Baduy as an Eco-Gastronomic Tourism Destination Area (Outer Baduy Eco-Gastronomic Study) Pambudi, Bondan; Gunawijaya, Jajang; Nurbaeti, Nurbaeti
Journal of Social Research Vol. 2 No. 12 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i12.1523

Abstract

Gastronomic tourism, a multifaceted concept encapsulating one's holistic experience with food and beverages, is becoming increasingly significant in the realm of travel and cultural exploration. This research embarks on a compelling journey to unravel the potential for gastronomic tourism development within the enchanting landscapes of Outer Baduy. A descriptive qualitative approach intertwined with an ethnographic paradigm forms the foundation of this investigative endeavor. The methodology employed to gather insights is centered around in-depth interviews with an array of informants encountered during an immersive sojourn in Outer Baduy. Evidently, gastronomy in this region holds untapped promise, offering a treasure trove of opportunities for further exploration. The rich tapestry of community activities in Outer Baduy is poised to serve as captivating tourist attractions. These include active engagement in the traditional practices of planting huma rice, extracting palm sap to craft delectable palm sugar, and the thrill of foraging for honey in the lush forests. Furthermore, the preservation of age-old customs and rituals, such as the solemn observance of "ngaseuk" marking the commencement of huma rice cultivation, adds a profound layer to the gastronomic journey, showcasing the enduring tapestry of culture and tradition within Outer Baduy. The findings of this study suggest that gastronomic tourism in this unique region holds immense potential, offering an authentic and enriching experience for travelers seeking to explore the intersection of food, culture, and tradition.