Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Use of Artificial Intelligence in Armed Conflict under International Law Siregar, Naek; Aini, Desy Churul; Rehulina, Rehulina; Subandi, Agit Yogi; Mirza, Isroni Muhammad Miraj
Hasanuddin Law Review VOLUME 10 ISSUE 2, AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Law, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/halrev.v10i2.5267

Abstract

Artificial Intelligence (AI) is a technological achievement that simulates human intelligence through machines or computer programs. The integration of AI in military operations aims to minimize combatant casualties and enhance effectiveness in warfare. Despite the advantages and significance of this research, concerns arise regarding the ideal implementation of AI in armed conflicts due to potential security challenges. A significant issue lies in the legal perspective governing AI as a comprehensive defense tool. This paper employs a juridical normative research method based on a statutory approach to provide a descriptive analysis and examine the regulatory framework surrounding AI in armed conflict. The results indicate that the absence of comprehensive regulations complicates the accountability framework, making liability determination intricate, particularly when AI malfunctions due to substandard quality or improper use. In such cases, accountability may extend to both the creator and the user. The concept of liability for violations in armed conflict is explored according to international law, highlighting the implications and associated responsibilities of using AI within legal principles. This paper concludes that AI regulation must be crafted to ensure usage aligns with established procedures within the framework of international law. 
Discourse Enterprise in Natural Resource Management for the Common Heritage of Mankind Syofyan, Ahmad; Natamiharja, Rudi; Aida, Melly; Aini, Desy Churul; Daryanti, Daryanti; Januarti, Rasti Putri
Indonesian Journal of International Law
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common Heritage of Mankind (CHM) is a principle in which all entities can manage the natural resources that exist in the world and must share the benefits of their exploitation with other entities for the common good. However, the principle of CHM has not been structurally and legally regulated in space. The enthusiasm about ‘infinite natural wealth’ that space and seabed mining can produce, particularly in developing countries, means that they can benefit from the activities carried out in order for their regional and mineral resources to be declared as the heritage of mankind. The hypothesis obtained from this research will explore the principles of rules for the management of exploration and exploitation in general of natural resources by international enterprise within the CHM regime and analyze the need to establish management enterprise and international authorities/ organization to manage natural resource exploitation activities as a common heritage. Finding and formulating the urgency of the formation of a business entity and finding a suitable formulation of principles for managing the results of natural resource exploitation activities with international organizations in CHM for international enterprise as business actors who are obliged to have ideas about the mechanisms and procedures in managing Space that has brought out for the exploration and exploitation of the common heritage of mankind. The idea in the International Statute could be the basis for adding a new norm in international law.
Capacity Building Pemahaman Tentang Asean Economic Community (AEC) di MAN 1 Bandar Lampung dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 Desy Churul Aini; Siti Azizah
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.60

Abstract

Era Globalisasi saat sekarang ini telah menjadi kenyataan yang menyatukan seluruh negara di dunia ini melalui aktifitas ekonomi, ilmu pengetahauan dan teknologi, politik, dan sosial budaya. Salah satu dampak globalisasi adalah munculnya Regional Economic Integration diberbagai belahan dunia ini salah satunya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kelanjutan komitmen seluruh negara ASEAN setelah memasuki MEA 2015 adalah MEA 2025. Cetak biru 2025 bertujuan meningkatkan kualitas integrasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Peningkatan integrasi ini akan dilakukan melalui lima Pilar MEA 2025 yaitu (1) Ekonomi ASEAN yang terintegrasi dan kohesif; (2) ASEAN yang kompetitif dan dinamis; (3) peningkatan konektivitas dan kerja sama sektoral; (4) ASEAN yang tangguh, inklusif, dan berorientasi serta fokus ke masyarakat; serta (5) ASEAN Global. Hal yang sungguh memprihatinkan adalah persoalan sosialisasi dan edukasi yang kurang gencar sehingga para stakeholders atau pemangku kepentingan banyak yang tidak mengetahui secara jelas berbagai skim perdagangan bebas tersebut. Sehingga, dengan demikian tidak ada persiapan matang menghadapi kompetisi bebas dalam MEA itu. Baru menjelang saat dilaksanakan kita kerja keras menyiapkan diri, sementara sebagian pesaing kita sudah jauh didepan dengan berbagai strategi untuk memenangkan atau mendapatkan keuntungan terbesar dari keterbukaan atau integrasi ekonomi yang terjadi. Capacity Building tentang Pemahaman Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung adalah judul pelaksanaan penyuluhan tentang Capacity Building Asean Economic Community (AEC) dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 29 Agustus 2020 dapat disimpulkan sebagai berikut; Tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung tentang Asean Economic Community (AEC) dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 sebelum dilakukan sosialisasi masih rendah. Hal ini tercermin dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada narasumber dari peserta penyuluhan. Pengetahuan dan pemahaman peserta penyuluhan tentang konsep Asean Economic Community (AEC) sebagai Upaya menyongsong Indonesia Emas 2045, sesudah penyuluhan meningkat. Indikator kesimpulan ini didapat dari terjawabnya dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh narasumber kepada para peserta sekitar masalah konsep Asean Economic Community (AEC).