Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Sistem Komputerisasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Andi Armayudi Syam; Suardi M; Andi Ahmad Malikul Afdal; Muhammad Nazimuddin Al Kamil
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1964

Abstract

Teknologi yang berkembang secara pesat berdampak pada lini kehidupan manusia, termasuk didalam aktivitas suatu organisasi atau perusahaan. Pemanfaatan teknologi seyogyanya diperlukan dalam membantu pekerjaan manusia. Salah satu teknologi yang membantu dalam proses pekerjaan di dalam lingkungan organisasi atau perusahaan yaitu dengan mengunakan sistem komputersasi. Melalui penggunaan sistem komputerisasi maka setiap unit kerja di kantor atau perusahaan mampu untuk meningkatkan efektivitas kerja dan efesiensi waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sistem komputerisasi terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional dengan analisis secara kuantitatif. Hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah sistem komputerisasi berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai. Data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebar kepada 56 responden, dan kemudian dianalisis dengan koefisien korelasi product moment dan koefisien determinan. Berdasarkan hasil analisis penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh antara variabel tersebut, dan pengaruhnya berada pada kategori rendah yang berarti ada hubungan positif antara sistem komputerisasi dengan efektivitas kerja pegawai. Ini dapat diartikan bahwa efektivitas kerja pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang dipengaruhi oleh sistem komputerisasi sebesar 19,7%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar: Membangun Budaya Positif di Kalangan Siswa Andi Nur Isnayanti; Muhammad Nazimuddin Al Kamil; Muslim AR; Mas’adi Mas’adi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1203

Abstract

Edukasi anti-bullying di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya positif di kalangan siswa yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif bagi siswa. Bullying dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan perkembangan sosial anak, sehingga upaya pencegahan sejak dini sangat diperlukan. Pengabdian masyarakat dengan judul “Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar: Membangun Budaya Positif di Kalangan Siswa” dilaksanakan dilakukan dengan tujuan untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Kegiatan ini akan dilaksanakan di SD Inpres 8 Mamboro, yang terletak di Jalan Trans Sulawesi No 158 Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Adapun Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa Sekolah Dasar kelas 5 dan 6, dengan jumlah total sekitar 49 siswa yang terbagi dalam 2 kelompok di SD Inpres 8 Mamboro. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu Persiapan, tim pengabdian akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah (guru dan kepala sekolah) untuk menentukan jadwal pelaksanaan dan materi yang akan disampaikan; Penyuluhan yang melibatkan pemaparan materi tentang jenis-jenis bullying, dampaknya, serta cara pencegahan melalui presentasi interaktif dan diskusi kelompok; dan kegiatan simulasi dan permainan edukatif yang bertujuan untuk melatih keterampilan sosial siswa dalam menghadapi bullying serta mempraktikkan nilai-nilai empati dan saling menghargai. Hasil dari PKM ini akan memberikan pemahaman kepada siswa bagaimana Pencegahan Anti-Bullying di Sekolah Dasar dengan membangun Budaya Positif di Kalangan Siswa.
Digital Picture Storybooks, Can Increase Students' Self-Efficacy and Interest in Learning? Muhammad Nazimuddin Al Kamil; Rita Eka Izzaty; Nur Patmawati
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 7 No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v7i1.54457

Abstract

There are still many students who need help with self-efficacy. This problem has an impact on the low interest in learning. One way to overcome these problems is to use appropriate learning media. This study aims to produce digital picture storybooks reviewed from the feasibility aspect based on the results of validation by experts and to know the practicality and effectiveness of digital picture storybooks in increasing self-efficacy and learning interest in fourth-grade elementary school students. This research is research and development with the Borg & Gall model. Data collection was carried out through interviews, scales, and questionnaires. Data analysis used the N Gain test, Independent Sample t-Test, Paired Sample t Test, and the MANOVA test. The results showed that digital picture storybooks were feasible to use based on the results of the validation of material experts and the results of validation of media experts and practical use based on the results of the teacher's response questionnaire and the results of student responses. The results of the N Gain test showed an increase in self-efficacy and student learning interest in the experimental group, which was higher than the control class. It was concluded that digital picture storybooks effectively increased the self-efficacy and learning interest of fourth-grade elementary school students.
PENGUATAN KARAKTER POSITIF SISWA SD MELALUI LITERASI DIGITAL DI ERA MEDIA SOSIAL Al Kamil, Muhammad Nazimuddin; Mas'adi; AR, Muslim; Bulalong, Roberto Rolly
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i4.3266

Abstract

This community service activity aims to strengthen the positive character of elementary school students through digital literacy in the era of social media. The background of this activity is based on the increasing use of digital technology by elementary school children that has not been balanced with critical thinking skills, digital ethics, and social awareness, so that it risks triggering negative behavior such as bullying in the school environment and social media. This activity was carried out at SD Inpres 2 Talise, Palu City, using interactive lecture methods, group discussions, and educational video-based simulations. The evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to measure the increase in students' understanding of character values ​​and digital literacy. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding, from 40% in the pre-test to 85% in the post-test. This activity shows that digital literacy can be an effective means of instilling positive character values, such as responsibility, empathy, and social media ethics. It is hoped that this activity can be an initial model for the development of a digital-based character strengthening program at the elementary school level
Peran Evaluasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Belajar bagi mahasiswa PGSD : Penelitian Mas’adi; Putriwanti; Muhammad Nazimuddin Al Kami; Rangga Putera Boroallo; Muslim AR
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi sebagai alat ukur keberhasilan proses belajar mengajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian literatur, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber pustaka terkait konsep, tujuan, dan mengapa evaluasi pembelajaran berperan penting terhadap peningkatan kualitas belajar mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran berperan signifikan dalam memberikan umpan balik, mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan pembelajaran, serta merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Kesimpulannya, penerapan evaluasi pembelajaran yang tepat dan berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas proses belajar, mendorong partisipasi aktif mahasiswa, dan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal.
Implementation of SDGs in Primary Schools to Increase Environmental Awareness and Wellbeing through Education Quality Management Bin Mahmudin Gagaramusu, Yusdin; zulnuraini; Kaharu , Sarintan Nurcahyati; Purbarani, Dyah Aini; Khairunnisa; Nazimuddin Al Kamil, Muhammad; Busthami Nur, Abdul Hamid
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 6 No. 6 (2025): November
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v6i6.1069

Abstract

Objective: Primary education plays a strategic role in supporting the Sustainable Development Goals (SDGs) agenda, especially in shaping environmental awareness and improving students' well-being from an early age. However, the integration of SDGs in learning practices still faces structural and pedagogical challenges at the school level. This study aims to examine the implementation of SDGs values in primary school learning and analyze how education quality management contributes to the effectiveness of the implementation. Method: This study used a qualitative approach with a collective case study design involving 15 primary schools in Palu City. Data were collected through observation, interviews and documentation, then analyzed thematically. Results: Results showed that schools with structured quality management systems and participatory leadership were more successful in internalizing SDGs values in learning, particularly through thematic activities and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The impact is seen in the improvement of students' environmentally conscious behavior and social empathy. This research confirms the importance of a systemic approach that integrates pedagogical and managerial aspects in supporting the achievement of SDGs at the basic education level. Novelty: The findings contribute to the theory of sustainable education and offer practical implications for education policy at the local and national levels
Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Siswa dalam Memahami Pembelajaran IPAS (Kurikulum Merdeka) di Sekolah Dasar Suharyanto; Andi Imrah Dewi; Nurul Fitriah Aras; Azizah Azizah; Muhammad Nazimuddin Al Kamil
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 8 No. 3 (2025): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v8i3.15360

Abstract

This study aims to analyze the factors contributing to students' difficulties in understanding Natural and Social Sciences (IPAS) learning within the Merdeka Curriculum at SD Al-Khairaat Tondo. The research method used is qualitative descriptive, with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consist of third-grade students and IPAS teachers.The findings indicate that students' difficulties are influenced by several factors, including limited understanding of abstract IPAS concepts, low student interest in IPAS subjects, a lack of interactive learning media, and learning strategies that are not yet fully aligned with the characteristics of the Merdeka Curriculum. In conclusion, there is a need to improve contextual learning approaches, utilize more varied media, and provide teacher training in the implementation of the Merdeka Curriculum to enhance students' understanding of IPAS materials.   Keywords: IPAS, Learning Difficulties, Merdeka Curriculum, Contextual Learning, Elementary School Students.
Penguatan Keterampilan Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Media Augmented Reality Berbasis Etnosains dan Etnomatematika Kaharu, Sarintan Nurcahyati; Tadeko, Nurgan; Khairunnisa; Al Kamil, Muhammad Nazimuddin; Purbarani, Dyah Aini
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi pembelajaran di sekolah dasar sering terkendala oleh minimnya kompetensi digital guru dan kurang optimalnya integrasi kearifan lokal. Program pengabdian ini bertujuan menguatkan keterampilan guru SDN 8 Labuan dalam mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) yang mengintegrasikan konten etnosains dan etnomatematika. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 20 peserta melalui lokakarya intensif dan pendampingan. Peserta dilatih memproduksi aset 3D menggunakan kecerdasan buatan (Generative AI) dan merakitnya menjadi media interaktif pada platform Assemblr Edu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital dan pedagogis guru, dibuktikan dengan terciptanya produk media AR berbasis budaya lokal, seperti visualisasi Rumah Adat Souraja. Evaluasi program mencatatkan skor kepuasan rata-rata 9,18 (kategori Sangat Baik), dengan apresiasi tertinggi pada relevansi materi terhadap pelestarian budaya.  Program pengabdian ini efektif meningkatkan keterampilan guru sekolah dasar dalam mengembangkan media Augmented Reality (AR) berbasis etnosains dan etnomatematika. Integrasi AR, kearifan lokal, dan teknologi generatif berbasis AI mampu memvisualisasikan konsep abstrak secara kontekstual sekaligus menurunkan hambatan teknis guru. Pendampingan berkelanjutan direkomendasikan untuk memastikan konsistensi penerapan media AR dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran
PENERAPAN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) DI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Abd Haris Zainuddin; Muhammad Nazimuddin Al Kamil; Rahayu Japar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42202

Abstract

This study aims to systematically examine the implementation of deep learning in elementary schools through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review focuses on five main aspects: the concepts and principles of deep learning, supporting instructional models and strategies, the role of teachers in pedagogical practice, the impacts of deep learning along with the assessment approaches employed, and implementation challenges as well as existing research gaps. The literature search was conducted using reputable academic databases, with publications limited to the last five years to ensure the relevance of findings to contemporary curriculum developments and educational practices. The data were analyzed using thematic analysis to identify key patterns and trends across the reviewed studies. The findings indicate that deep learning in elementary education is consistently understood as a pedagogical approach that emphasizes conceptual understanding, active student engagement, meaningful reflection, and the development of higher-order thinking skills. The depth of learning is found to be more strongly influenced by teachers’ pedagogical design, the quality of learning interactions, and the use of continuous formative assessment than by the adoption of specific instructional models or technologies. However, most existing studies remain short-term in nature and are predominantly conducted in urban school contexts. Therefore, further longitudinal and context-sensitive research, particularly in rural areas, is needed to strengthen the sustainability of deep learning implementation in elementary schools.
Canva Media Implementation for Enhancing Grade Four Civic Education Learning Outcomes Niluh Chixa Widiani; Yusdin Bin. M. Gagaramusu; Pahriadi Pahriadi; Arif Firmansyah; Muhammad Nazimuddin Al Kamil; Surahman Wilade
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2731

Abstract

Traditional teaching methods in Pancasila and Civic Education (PPKn) often result in passive learning and low student engagement, particularly in rural elementary schools. This study investigated the effectiveness of Canva media implementation in enhancing fourth-grade students' PPKn learning outcomes at SDN 2 Dolo. A Classroom Action Research design following the Kemmis and McTaggart model was employed across two intervention cycles. Thirteen fourth-grade students (8 males, 5 females) participated in the study. Data were collected through pre-tests, post-tests, structured observation sheets for teacher and student activities, and documentation. Quantitative data were analyzed using individual and classical absorption capacity formulas, while qualitative data were analyzed descriptively and categorized. Student mastery rates increased substantially from 15.38% (pre-test) to 38.46% (Cycle I) and 92.30% (Cycle II), with class average scores improving from 58.46 to 86.15. Teacher activity improved from 69.53% (Fair) to 93.75% (Very Good), while student engagement increased from 76.78% (Good) to 94.64% (Very Good). Classical learning completeness in Cycle II (92.30%) exceeded the 75% success criterion. Systematic implementation of Canva media significantly enhances PPKn learning outcomes by transforming abstract civic concepts into concrete, visual, and interactive learning experiences. The cyclical action research approach proved effective for instructional improvement and teacher professional development.