Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK PENGANGKATAN TENAGA HARIAN LEPAS PEMERINTAH DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PENGANGGURAN DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Toloh, Ronald Roosevelt; Koleangan, Rosalina A.M; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 3 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32829.21.3.2020

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengangkatan tenaga harian lepas pemerintah dan jumlah penduduk terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara. Data yang digunakan dalam penelitian ini data asosiatif dengan menggunakan metode analisis kuantitatif bersumber dari Badan Pusat Statistik untuk rentan waktu 11 Tahun, metode analisis yang digunakan adalah metode regresi berganda melalui berbagai uji asumsi klasik antara lain Uji normalitas, Uji heteroskedastisitas. Uji ultikolineritas dan uji autokorelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara parsial Tenaga Harian Lepas tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara,2). Secara parsial Jumlah Penduduk berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Minahasa Tenggara, 3) Tenaga Harian Lepas dan Jumlah Penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara.Tenaga Harian Lepas dan Jumlah Penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara, atau setiap perubahan tingkat pengangguran apakah itu bertambah maupun berkurang secara signifikan tidak di pengaruhi oleh pengangkatan Tenaga Harian Lepas dan sebaliknya bahwa setiap terjadi perubahan tingkat pengangguran di pengaruhi oleh jumlah penduduk.Kata kunci: tenaga harian lepas pemerintah, jumlah penduduk, pengangguran ABSTRACTThis study aims to analizethe impact oof daily freelance hiringand the population to the unployment rate in Southeast Minahasa District. The data used in this research is associative data using quantitative analysis methods sourced from the central Bureau of Statistics for a vulnerable time of 11 years the analatycal method used is multiple regression methods through various classical assumption tests, including normality test, heteroscedasticity test, ulticolinearity test and autocorrelation test. The results showed that : 1). Partially the totoal population has a significant effect on the unemployment rate in southeast Minahasa Regency. 2). Freelance daily labor and population simultaneously have a significant effect on the unemployment rate in Southeast Minahasa Regency and 3). Partially freelance daily workers do not have a significant effect on the unemployment rate in Southeast Minahasa Regency. Daily casual workers and the number of residents simultaneously have a significant effect on the unemployment rate in Southeast Minahasa Regency, or any change in the unemployment rate whether it increases or decreases significantly is not influenced by the hiring of temporary daily workers and conversely that every change in the unemployment rate is influenced by the number populationKey words: daily freelance government workers, population, unemployment
PENGARUH PDRB, INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP TINGKAT TABUNGAN MASYARAKAT PADA BANK SULUTGO Lengkong, Nadya Lani; Rumate, Vekie A.; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 1 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32716.19.1.2018

Abstract

ABSTRAKSuatu daerah dapat dikatakan bertumbuh dan berkembang apabila adanya perkembangan perekonomian yang mana ditunjukkan dengan semakin meningkatnya permintaan akan barang dan jasa. Perubahan Permintaan yang tinggi dari masyarakat akan dapat meningkatnya jumlah uang beredar dan akan meyebabkan inflasi. Inflasi memiliki peran terhadap jumlah dana yang disimpan masyarakat di bank. Disamping tingkat suku bunga yang ditawarkan, inflasi juga memegang peran penting dalam mempengaruhi perilaku masyarakat untuk menabung. Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara menyeluruh. Inflasi yang tinggi akan mengurangi nilai riil dari uang yang disimpan, dengan kata lain Inflasi adalah peristiwa yang cenderung mendorong naiknya tingkat harga. Selain PDRB dan inflasi, faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan perbankan melalui peningkatan jumlah tabungan masyarakat adalah tingkat suku bunga simpanan.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah PDRB, laju inflasi, dan tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat tabungan masyarakat pada tahun 2006 - 2015. Teknik analisis yang digunakan adalah data sekunder kurun waktu (time series).Dan hasil penelitian menunjukan bahwa PDRB mempunyai pengaruh terhadap tingkat tabungan masyarakat Sulawesi Utara, sedangkan Inflasi dan Suku Bunga secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap tingkat tabungan masyarakat di Sulawesi Utara. Kata Kunci; PDRB, Inflasi dan Suku Bunga ABSTRACT                    An area can be said to grow and expand if there is an economic development which is indicated by the increasing demand for goods and services. Changes The high demand from the public will be able to increase the money supply and will lead to inflation. Inflation has a role to the amount of funds deposited by the public at the bank. In addition to the interest rates offered, inflation also plays an important role in influencing the behavior of people to save. Inflation is an increase in the price of goods and services as a whole. High inflation will reduce the real value of the money saved, in other words Inflation is an event that tends to push up the price level. In addition to GRDP and inflation, factors that influence growth banking through an increase in the amount of public savings is the deposit interest rate.                    The purpose of this research is to analyze whether PDRB, inflation rate, and interest rate have positive and significant influence to community saving level in 2006-2015. The analysis technique used is time series data.                    And the results of the study show that GRDP has an influence on the savings rate of the people of North Sulawesi, while Inflation and Interest Rates together do not affect the level of community savings in North Sulawesi. Key Word : PDRB, Inflation, Interest Rates
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA Lumy, Denny George; Kindangen, Paulus; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 2 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32723.19.2.2018

Abstract

ABSTRAKPembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur melalui peningkatan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan seluruh rakyat. Dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut tidak terlepas oleh adanya pembangunan daerah. Sehingga dalam proses memperlancar pembangunan nasional diperlukan anggaran dari pemerintah negara yang diperoleh dari pemungutan pajak daerah. Untuk itulah pemerintah terus berupaya menggali setiap potensi yang bisa digunakan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan daerah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jumlah penduduk, PDRB dan inflasi terhadap pajak daerah. Penelitian ini mengguakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian Jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak daerah. PDRB berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak daerah. Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak daerah. Kata Kunci    : Jumlah Penduduk, PDRB, Inflasi dan Pajak Daerah ABSTRACTNational development aims to create a just and prosperous society through the improvement of standard of living, intelligence and prosperity of all people. In the implementation of national development is not separated by the existence of regional development. So in the process of expediting the national development required the budget of the state government obtained from the collection of local taxes. For this reason the government continues to explore every potential that can be used to improve and optimize local revenue. The purpose of this study to analyze the population, GRDP and inflation of local taxes. This research uses multiple regression analysis. Result of research Number of population have positive and significant effect to local tax revenue. PDRB has a positive effect on local tax revenue. Inflation has a positive and significant impact on local tax revenues. Keywords: Total Population, GRDP, Inflation and Local Taxes
PENGARUH PENDIDIKAN, PROGRAM KELUARGA HARAPAN DAN PROGRAM RUMAH TINGGAL LAYAK HUNI TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Asnawi, Ratnajati; Kindangen, Paulus; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 2 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32825.21.2.2020

Abstract

ABSTRAKMasalah kemiskinan merupakan salah satu isu penting penghambat pembangunan daerah. Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan kabupaten dengan persentase penduduk miskin terbanyak yang menjadi wilayah prioritas gerakan ODSK (operasi daerah selesaikan kemiskinan) Provinsi Sulawesi Utara.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pengaruh pendidikan kepala keluarga, PKH dan Program RTLH terhadap pengentasan  kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Dengan menggunakan sampel rumahtangga di 8 (delapan) kecamatan dengan total responden sebanyak 134 rumahtangga.Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan variabel bebas adalah tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah bantuan dana PKH dan RTLH yang diterima rumahtangga, dan variabel terikatnya adalah pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan bersama-sama terdapat pengaruh signifikan dan memiliki hubungan positif antara pendidikan kepala keluarga, bantuan sosial PKH dan RTLH terhadap pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Pengaruh tingkat pendidikan kepala keluarga lebih besar dibandingkan dengan bantuan PKH dan RTLH dalam upaya pengentasan  kemiskinan. Variasi perubahan penurunan kemiskinan 51,22% disebabkan oleh variasi perubahan tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah bantuan sosial (PKH dan RTLH) yang diterima rumahtangga di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata kunci : Bantuan PKH, Bantuan RTLH, Pendidikan, Pengentasan Kemiskinan ABSTRACTThe problem of poverty is one of the important issues in regional development. Kabupaten Minahasa Tenggara is a district with the highest percentage of poor population  being the priority area of the ODSK North Sulawesi Province. This study aims to analyze the magnitude of the influence of family head education, PKH and RTLH programs on poverty alleviation in Kabupaten Minahasa Tenggara. By using a sample of households in 8 districts with total of 134 households.The analytical method used is multiple regression with the independent variable is the level of education of the head of the family, PKH and RTLH programs. The dependent variable is poverty alleviation in Kabupaten Minahas Tenggara.The results showed that partially education and PKH program significantly influenced and had a positive relationship on poverty alleviation in Kabupaten Minahasa Tenggara. And simultaneously all variables significantly influence poverty alleviation. Variations in changes in poverty alleviations 51,22% are caused by variations in changes in the level of education of family heads, and the households social assistance (PKH and RTLH) in Kabupaten Minahasa Tenggara. Keywords : PKH program, RTLH program, Education, Poverty Alleviation.
PENGARUH BELANJA PEMERINTAH DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGAGGURAN DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tumbel, Stelma Diane Anita; Koleangan, Rosalina A.M; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 1 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32717.19.1.2018

Abstract

ABSTRAKPembangunan merupakan suatu proses perbaikan atau kemajuan dengan melakukan  upaya ke arah perubahan yang lebih baik. Perubahan yang dimaksud adalah mencakup seluruh sistem yang ada dalam suatu wilayah atau negara seperti sistem politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan serta budaya. Pembangunan ekonomi suatu daerah pada hakekatnya ialah suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sadar dan terus menerus untuk mewujudkan keadaan yang lebih baik secara bersama-sama dan berkesinambungan. Dalam kerangka itu, pembangunan ekonomi juga untuk memacu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata. Salah satu tolak ukur penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang menggambarkan suatu dampak nyata dari kebijakan pembangunan yang dilaksanakan.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pengaruh belanja pemerintah  dan investasi terhadap pengangguran melalui pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Selatan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa belanja pemerintah dan investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Selatan akan tetapi tidak signifikan secara statistik. Belanja pemerintah berpengaruh positif terhadap pengangguran akan tetapi tidak signifikan secara statistik. Investasi dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap pengangguran di Kabupaten Minahasa Selatan. Kata Kunci: Belanja Pemerintah, Investasi, Pertumbuhan Ekonomi, PengangguranABSTRACT                    Development is a process of improvement or progress by making efforts toward a better change. The change in question covers all existing systems within a region or country such as political, economic, infrastructure, defense, education and technology, institutional and cultural systems. Economic development of a region is essentially a series of activities that are carried out consciously and continuously to realize a better state together and sustainable. Within that framework, economic development is also to stimulate equity of development and its results in order to improve the welfare of the people fairly and equitably. One important benchmark in determining the success of economic development is economic growth that illustrates a real impact of development policies implemented.                    The purpose of this study is to analyze how the influence of government spending and investment on unemployment through economic growth in South Minahasa District. Analytical technique used is path analysis (Path Analysis). The results show that government spending and investment have a positive effect on economic growth in South Minahasa regency but not statistically significant. Government spending has a positive effect on unemployment but is not statistically significant. Investment and economic growth negatively affect unemployment in South Minahasa District. Keywords: Government Expenditure, Investment, Economic Growth, Unemployment
PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI KOTA BITUNG Kumpangpune, Noni; Saerang, David P.E.; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 3 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32799.20.3.2019

Abstract

ABSTRAK Penilaian kinerja pengelolaan keuangan dilakukan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran sebagai instrumen kebijakan pemerintah harus dapat menunjukkan kinerja yang baik. Tujuannya untuk penilaian secara internal maupun dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga diharapkan bisa menimbulkan efek domino yang positif yaitu mengurangi pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan. Kinerja yang terkait dengan anggaran merupakan kinerja keuangan berupa perbandingan antara komponen – komponen yang terdapat pada anggaran. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis rasio kinerja keuangan berupa rasio kemandirian, rasio efektifitas dan rasio efisiensi terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. Analisis yang digunakan ialah analisis jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukan  bahwa rasio kemandirian dan rasio efektivitas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan rasio efisiensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Rasio kemandirian dan rasio efektivitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan sedangkan, rasio efisiensi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan.Kata Kunci  : Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Pertumbuhan Ekonomi dan Kemisikinan   ABSTRACT The financial management performance assessment is carried out on the Regional Budget (APBD). The budget as an instrument of government policy must be able to show good performance. The aim is to assess internally and to encourage economic growth so that it is expected to have a positive domino effect, namely reducing unemployment and reducing poverty. Performance related to the budget is a financial performance in the form of a comparison between the components contained in the budget. The purpose of this study is to analyze the ratio of financial performance in the form of independence ratio, effectiveness ratio and efficiency ratio to poverty through economic growth. The analysis used is path analysis. The results showed that the independence ratio and effectiveness ratio had a negative and not significant effect on economic growth while the efficiency ratio had a positive and significant effect on economic growth. The independence ratio and effectiveness ratio have a negative and significant effect on poverty whereas, the efficiency ratio has a positive and not significant effect on poverty. Economic growth has a negative and not significant effect on poverty. Keywords: Independence Ratio, Effectiveness Ratio, Efficiency Ratio, Economic Growth and Poverty
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA BAGI HASIL (DBH, DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Mokorowu, Lian Arke; Rotinsulu, Debby Ch.; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 4 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32839.21.4.2020

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh pendapatan asli daerah, dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten minahasa tenggara. Dianalisis secara sendiri-sendiri pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen maupun dianalisis secara bersama-sama. Menurut Suparmoko Pendapatan Asli Daerah (PAD). berasal dari pendapatan asli daerah itu sendiri, pembagian pendapatan asli daerah, dana perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, pinjaman daerah, dan pendapatan lainnya yang sah. Adapun PAD terdiri dari pajak dan retribusi daerah, keuntungan perusahaan milik daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain pendapatan asli daerah. Dana bagi hasil (DBH) adalah dana yang bersumber dari APBN, sedangakan menurut UU no 32 2004 dana alokasi umum (DAU) adalah dana yang bersumber dari APBN bertujuan untuk pemerataan keuangan antar daerah. Dana Alokasi Khusus (DAK) menurut undang-undang nomor 25 tahun 1999, DAK dialoksikan dari APBN pada daerah tertentu untuk membiayai kebutuhan khusus tergantung pada ketersediaan dana APBN. PAD, DBH,DAU dan DAK dalam pembiayaan pembangunan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu penelitian ilmiah yang sistematis menggunakan data sekunder dari berbagai instansi terkait sedangkan metode analisis menggunakan analissis regresi berganda. Adapun hasil penelitian ini adalah PAD, DBH, DAU dan DAK berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekononomi di Minahasa tenggara jika di analisis secara parsial selanjutnya jika di analisis secara simultan maka PAD, DBH, DAU dan DAK berpengaruh positif dan signifikan terhadap perekonomian di minahasa tenggara. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Pertumbuhan Ekonomi ABSTRACTThe economic growth of Southeast Minahasa Regency is moving in a more dynamic direction and is an impact of the significant development of PAD, DBH, DAU, and DAK. Economic growth in Southeast Minahasa Regency ranges from 6% -7% annually. This study aims to prove empirically the effect of local revenue, revenue sharing, general allocation funds and special allocation funds on economic growth. This study took the population of Southeast Minahasa Regency. From the Library Research and Internet Research method, it was obtained 135 villages in 12 districts in Southeast Minahasa Regency as samples during the period 2008 - 2017. The analysis uses the multiple regression analysis method. This model tests the direct effect of local revenue (PAD), revenue sharing. (DBH), General Allocation Fund (DAU) and Special Allocation Fund (DAK) for Economic Growth. This model shows that the effect of local revenue (PAD) has a positive and significant effect on economic growth. The effect of Revenue Sharing (DBH) has a positive but insignificant effect on economic growth. The effect of the General Allocation Fund (DAU) has a positive and significant effect on economic growth. The effect of the Special Allocation Fund (DAK) has a positive but insignificant effect on economic growth. Furthermore, jointly / simultaneously Local Original Income (PAD), Revenue Sharing Fund (DBH), General Allocation Fund (DAU) and Special Allocation Fund (DAK) have a positive and significant effect on Economic Growth in Southeast Minahasa Regency. Keywords: Original Local Revenue, Profit Sharing Fund, General Allocation Fund, Special Allocation 
PENGARUH BANTUAN MODAL, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTA KREDIT BANK TERHADAP PERKEMBANGAN KOPERASI AKTIF DAN DAMPAKNYA BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI DI SULAWESI UTARA Masikome, Melkiur Johanis; Kindangen, Paulus; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 1 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32817.21.1.2020

Abstract

ABSTRAKPeran dan fungsi koperasi yang luar biasa bagi perekonomian bangsa dan daerah maupun untuk anggotanya sendiri, di sisi lain menunjukkan data yang sebaliknya, dimana koperasi baik dari sisi jumlah (kuantitas) maupun usahanya dari tahun ke tahun terus menurun. Sebagai contoh, jumlah koperasi aktif di Indonesia, data 4 tahun terakhir menjadi gambaran jelas kondisi dimaksud. Pada tahun 2015, jumlah koperasi aktif sebanyak 212.135 unit, berkurang sebanyak 3.940 unit pada tahun 2016 yang berjumlah 208,195 unit koperasi aktif. Angka penurunan ini kemudian semakin parah pada tahun 2017 dimana jumlah koperasi aktif pada tahun ini sebanyak 152,174 unit atau berkurang 56.021 unit koperasi dan pada tahun 2018 jumlah koperasi aktif tersisa sebanyak adalah 126,343 unit saja atau berkurang 25.831 unit dibanding tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bantuan modal, Pendidikan dan pelatihan dan kredit terhadap pertumbuhan ekonomi melalui koprasi aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian bantuan modal tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan koperasi aktif di Provinsi Sulawesi Utara. Pendidikan dan Pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan koperasi aktif di Provinsi Sulawesi Utara. Kredit Perbankan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan koperasi aktif di Provinsi Sulawesi Utara. Bantuan modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Pendidikan dan Pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Kredit Perbankan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Perkembangan Koperasi aktif tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci              : Bantuan Modal, Pendidikan dan Pelatihan, Kredit, Koprasi Aktiv dan Pertumbuhan Ekonomi ABSTRACTThe extraordinary role and function of cooperatives for the national and regional economy as well as for its own members, on the other hand shows the opposite data, where cooperatives in terms of both quantity and business continue to decline from year to year. For example, the number of active cooperatives in Indonesia, the data of the past 4 years is a clear picture of the conditions in question. In 2015, the number of active cooperatives was 212.135 units, decreasing by 3,940 units in 2016 which amounted to 208,195 active cooperative units. This rate of decline then worsened in 2017 where the number of active cooperatives this year was 152,174 units or decreased by 56,021 cooperative units and in 2018 the number of active cooperatives remaining was 126,343 units or 25,831 units reduced compared to 2017. The purpose of this study was to determine the effect of capital assistance, education and training and credit on economic growth through active cooperation. The research method used is path analysis. The results of capital assistance research did not significantly influence the development of active cooperatives in North Sulawesi Province. Education and training have no significant effect on the development of active cooperatives in North Sulawesi Province. Banking credit has a significant effect on the development of active cooperatives in North Sulawesi Province. Capital assistance has no significant effect on economic growth in North Sulawesi Province. Education and training have no significant effect on economic growth in North Sulawesi Province. Banking credit has no significant effect on economic growth in North Sulawesi Province. The development of active cooperatives has no significant effect on economic growth in North Sulawesi Province. Keyword                : Capital, Education and Training, Credit, Active Cooperatives and Economic Growth
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELANJA DAERAH DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Mokorimban, Edwin Y.; Engka, Daisy S.M.; Rotinsulu, Debby Ch.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 4 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32835.21.4.2020

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang diberikan oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap alokasi belanja daerah. Adapun secara teoritis factor-faktor yang mempengaruhi belanja daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara. Pendapatan Asli Dareah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah. Dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) mampu meningkatkan belanja daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata kunci:  Belanja Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil, Pendapatan Asli Daerah ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of the Regional Original Revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), and Revenue Sharing Fund (DBH) on regional expenditure allocations. As for the theoretical factors that influence regional spending in Southeast Minahasa Regency. Original Dareah Income (PAD) is all regional revenue that comes from the original regional economic sources. The data used in this research is secondary data. The analytical tool used is multiple linear regression analysis. The results showed that the Regional Original Income (PAD), the General Allocation Fund (DAU), the Special Allocation Fund (DAK), the Revenue Sharing Fund (DBH) had a significant effect on regional spending. It can be concluded that the Regional Original Income (PAD), the General Allocation Fund (DAU), the Special Allocation Fund (DAK), the Revenue Sharing Fund (DBH) are able to increase regional spending in Southeast Minahasa Regency. Keywords: Regional Expenditure, General Allocation Fund, Special Allocation Fund, Production Sharing Fund, Local Own Income
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI DALAM PENGELOLAAN DANA DESA TERHADAP PENYUSUNAN APBDESA TALAWAAN KECAMATAN TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2017 Pangemanan, Fecky M.; Rotinsulu, Debby Ch.; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 3 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32746.19.3.2018

Abstract

ABSTRAK Dana desa pada intinya dipergunakan untuk kesejahteraan warga, mendorong pembangunan infrastruktur, perekonomian warga dan jenis pemberdayaan lainnya. Dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat maupun dari APBD harus diumukan secara transparansi pada publik , hal tersebut untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana, kecurigaan publik dan supaya pembangunan di desa dapat berlangsung secara kondusif.Penelitian ini dilaksanakan didesa Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara dan tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh partisipasi masyarakat dan transparansi dalam pengelolaan dana desa terhadap APBDesa yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini akan melihat pengaruh dan hubungan kausal antara variabel bebas (independent variable) yaitu partisipasi masyarakat dan transparansi pengelolaan dana desa dengan variabel terikat (dependent variable) yaitu APBDesa Talawaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, termasuk didalamnya koefisien korelasi berganda, koefisian determinasi berganda serta uji t dan uji f. Dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dan transparansi kebijakan publik berpangaruh secara signifikan terhadap penyusunan APBDesa. Dengan demikian dapat diketahui bahwa setiap kali terjadi perubahan partispasi masyarakat dan transparansi kebijakan publik maka akan mempengaruhi penyusunan APBDesa. Kata kunci : Partisipasi masyarakat, transparansi, dana desa dan APBDesa. ABSTRACT The village fund is essentially used for the welfare of citizens, promoting infrastructure development, citizen economy and other types of empowerment. Village funds disbursed by the central government as well as from the APBD must be publicly announced in transparency, in order to avoid misappropriation of funds, public suspicion and village development to be conducive.               This research was conducted in Talawaan Village Talawaan Subdistrict of North Minahasa Regency and the purpose of this study was to analyze the influence of community participation and transparency in village fund management to APBDesa aimed to know the relationship between two variables or more. This study will look at the influence and causal relationship between independent variable (independent variable) that is community participation and transparency of village fund management with dependent variable (APBDesa Talawaan). The method of analysis used in this study is multiple linear regression, including the multiple correlation coefficient, multiple determination coefficient and t test and f test.               From the results of this study explains that public participation and public policy transparency have a significant effect on the preparation of APBDesa. Thus it can be seen that every time there is a change of public participation and public policy transparency it will affect the preparation of APBDesa. Keywords: Community participation, transparency, village funds and APBDesa.
Co-Authors Anderson G. Kumenaung, Anderson G. Anderson Guntur Kumenaung Andilan, Jakline Arina, Meylani M. Asnawi, Ratnajati Binei, Yesenia Ecclessia Bintang, Andika Presley Botutihe, Sjahron Djamiat David P.E. Saerang David, Yunita Bella Debby Christina Rotinsulu Djodjobo, Kesya Elvionora Een N. Walewangko, Een N. George M.V. Kawung, George M.V. Hadji Ali, Syadzali Irawaty Masloman Japar, Japar JSumual, Jacline I. KAWUNG, GEORGE M.V Keintjem, Noldy Kolanus, Livia Tinneke Olly Koleangan, Rosalina A.M Kolibu, Meinny - Kumpangpune, Noni LENGKONG, NADYA LANI Liow, Meilany S.D Liow, Meilany S.D. Lumy, Denny G. Lumy, Denny George Madji, Sadan Mamengko, Meriska Manoppo, Juergen J.E. Manua, Liseptiani S. Masikome, Melkiur Johanis Masinambow, Vecky A.J. Mokorimban, Edwin Y. Mokorowu, Lian Arke Mokosolang, Detje Muchtar, Dinda F. Mumu, Nifel Elvis Nofianti L. Halim, Nofianti L. Ondang, Joike Ishak Pandelaki, Jeiny Ribka Pangemanan, Fecky M. Paulus Kindangen Paulus, Dewi Irma Septiyani Polohoon, Imelda Winny Pribadiansya, Mirza C. Ratag, Wieske Anneleen Rompas, Wensy F.I Rompas, Wensy F.I. Rorong, Ita Pingkan F. Rorong, Ita Pingkan Fasnie Rosalina A.M. Koleangan, Rosalina A.M. Rotinsulu, Debby Ch. Rumate, Vekie A. Rumate, Vekie Adolf Sangkaen, Denny Sangkaen, Denny D. Senduk, Franklien Sengkey, Onie Olke Siahaan, Tulus GP Silitonga, Vitri Alfrida Siwu, Hanly F. Dj. Sonya Josefian Lasut, Sonya Josefian Sumolang, Zisca Veybe Sumual, Jacline I. Tanda, Victor Anugerah Tilaar, Seisi Steven Tiwang, Jessy V. Tolinggi, Mohamad Yasir Toloh, Ronald Roosevelt Tolosang, Krest D. Tolosang, Krest D. Tri Oldy Rotinsulu Tumangkeng, Steeva Y.L Tumangkeng, Steeva Y.L. Tumbel, Juvita TUMBEL, STELMA D.A. Tumbel, Stelma Diane Anita Watulingas, Christofel A.S. Watulingas, Christofel Alvonsus Supit Wowiling, Fhilne Lisa Wowor, Martnisa Maria Margaretha