Anang Takwanto
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH WAKTU AKTIVASI MEKANOKIMIA DAN KONSENTRASI NAOH TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR ABU PADA ADSORBEN ZEOLIT Azizah Amelia Mufidah; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3719

Abstract

Zeolit merupakan kristal aluminosilikat yang mempunyai struktur pori yang teratur dan memiliki luas permukaan tinggi. Adsorben zeolit akan diaktivasi dengan metode mekanokimia dengan tujuan untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang ada pada zeolit sehingga kemampuan adsorpsi nya bertambah. Mekanokimia merupakan proses pemanfaatan energi mekanik untuk merubah struktur bahan sehingga bahan yang dihasilkan memiliki luas permukaan yang lebih besar dan juga memiliki kemampuan mengadsorp dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu mekanokimia dan konsentrasi Natrium Hidroksida  (NaOH) terhadap kualitas adsorben zeolit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan variabel tetap perbandingan zeolit dengan NaOH 1:4 (b/v) dan variabel berubah waktu mekanokimia 30; 60 menit dan konsentrasi NaOH 1; 2; 3 M.  Analisis yang dilakukan pada pengujian adsorben zeolit adalah kadar air dan kadar abu. Hasil terbaik yang diperoleh dari kedua pengujian tersebut adalah kadar air sebesar 0,5% dan kadar abu sebesar 1,941%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adsorben zeolit memiliki kualitas yang baik.
PERHITUNGAN KARYAWAN PROSES PERANCANGAN PABRIK DISPROPORSIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WW DENGAN KAPASITAS 3.150 TON/TAHUN MENGGUNAKAN METODE ASETONISASI Lusiana Darminawati; Ahmad Zaky Aldillah; Estitika Fidya Pranata; Prayoga Vicky Gusniawan; Achmad Chumaidi; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4200

Abstract

Pabrik Disproportioned Rosin (DPR) kapasitas 3.150 ton/tahun yang telah dirancang dan didirikan membutuhkan karyawan salah satunya adalah karyawan proses. Hal ini merupakan faktor kelancaran dan keberhasilan dalam proses produksi. Selain itu, perhitungan karyawan proses dibutuhkan dalam perhitungan analisis ekonomi ke depannya, yang mana dimaksudkan agar pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Pembuatan pabrik DPR dari gondorukem, karena merupakan produk modifikasi dan untuk metode asetonisasi, karena lebih efektif prosesnya dibanding metode lainnya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jumlah karyawan proses yang dibutuhkan pada pabrik tersebut dan yang nantinya akan bekerja pada bagian proses produksi. Adapun metode perhitungan yang digunakan adalah metode perhitungan karyawan berdasarkan grafik Frank C Vilbrandt, yaitu process labor requirements for chemical serta perhitungan kapasitas pabrik yang melibatkan jumlah impor DPR. Dengan demikian, menggunakan metode perhitungan karyawan proses telah didapatkan kira-kira sejumlah 51 orang dan gaji yang diterima akan disesuaikan dengan UMR pada tahun 2026 saat pabrik didirikan. Referensi perhitungan lain dapat dilakukan dengan metode FTE (Full Time Equivalent).
PENGARUH WAKTU AKTIVASI MEKANOKIMIA DAN PENAMBAHAN TAWAS TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR ABU ADSORBEN ZEOLIT Fardina Aulia Naftaly; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.4948

Abstract

Zeolit merupakan material yang berpori dan memiliki beberapa kandungan mineral dominan diantaranya adalah SiO4 dan AlO4. Kapasitas adsorpsinya dapat ditingkatkan dengan proses aktivasi mengunakan larutan asam kuat atau basa kuat. Senyawa Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3) atau sering disebut tawas adalah suatu bahan yang dikenal sebagai bahan penjernih air. Metode mechanochemical adalah proses yang memanfaatkan energi mekanik untuk mengaktivasi material dan merubah struktur bahkan fasa yang ada, tujuannya adalah untuk memperoleh material dengan luas permukaan yang besar, struktur pori yang sama, serta pembentukan mikropori dengan distribusi yang merata dan kuantitas yang banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tawas pada aktivasi adsorben, dan pengaruh waktu aktivasi secara mechanochemical terhadap adsorben. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan aktivasi terhadap bahan yang akan dijadikan adsorben, setelah itu melakukan penetralan pH, analisa kadar, air, dan kadar abu dengan variabel tetap bahan berupa zeolit, tawas dan konsentrasi larutan aktivator NaOH 2 M, serta variabel berubah diantaranya adalah massa tawas 1:0:2 ; 1:0,5:2 ; 1:0,75:2 ; 1:1:2 (b:b:v), waktu aktivasi secara mechanochemical  30; 60; 90 menit. Secara umum hasil penelitian yang didapatkan adalah semakin banyak tawas yang ditambahkan akan menghasilkan kualitas adsorben yang semakin baik. Maka dari itu dengan dilakukannya penelitian ini dapat diketahui pengaruh penambahan tawas terhadap modifikasi adsorben dan pengaruh waktu aktivasi secara mechanochemical.
PROSES AKTIVASI ARANG DARI TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN AKTIVASI FISIKA DENGAN MICROWAVE DAN VARIASI WAKTU Diana Putri Febriyani Fajri; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5216

Abstract

Karbon aktif ialah suatu arang yang telah melalui proses aktivasi dengan menggunakan uap air ,gas CO2, atau bahan-bahan kimia sehingga pori-porinya terbuka, dan dengan demikian daya absorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau. Dari berbagai macam banyaknya bahan baku karbon aktif, tempurung kelapa menjadi salah satu bahan terbaik yang dapat dibuat menjadi karbon aktif dikarenakan memiliki mikropori yang banyak, kadar abu yang rendah, reaktivitas yang tinggi, dan kelarutan dalam air yang tinggi. Pada Penelitian ini peneliti menggunakan metode aktivasi fisika yaitu dengan pemanasan microwave yang bertujuan menghasilkan karbon aktif yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995 serta mengetahui pengaruh waktu aktivasi terhadap kualitas karbon aktif yang dihasilkan melalui uji kadar air, kadar abu, bilangan iodin,dan volatile matter. Arang tempurung Kelapa berupa serbuk yang sudah dihaluskan diayak terlebih dahulu menggunakan ayakan 40 mesh kemudian diaktivasi secara fisik menggunakan microwave selama 5, 10, dan 15 menit. Hasil arang aktif yang sudah diaktivasi fisik kemudian dilakukan analisa melalui uji kadar air, kadar abu, bilangan iodin, volatile matter. Kualitas arang aktif yang diinginkan yaitu yang memenuhi syarat SNI 06-3730-1995.
EVALUASI KONSUMSI BAHAN BAKAR GAS TURBIN GENERATOR PADA UNIT UTILITAS INDUSTRI PUPUK MENGGUNAKAN METODE SIKLUS BRAYTON DENGAN KAPASITAS 23,5 MW Achmad Naufal Azhari; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6611

Abstract

Perkembangan tenaga listrik di Indonesia berlangsung dengan cepat. Hal ini seiring dengan bertambahnya permintaan beban masyarakat ataupun pada suatu industri, khususnya industri pupuk. Di dalam sistem turbin gas digunakan bahan bakar gas tentunya akan mempengaruhi unjuk kerja pada turbin gas salah satunya adalah terhadap performa sistem turbin gas. Pada turbin gas di unit utilitas industri pupuk yang menjadi permasalahan yaitu tidak mampu menyimpulkan konsumsi bahan bakar gas yang digunakan sudah tepat atau berlebih. Kebutuhan bahan bakar akan berpengaruh terhadap pengeluaran dari pabrik, semakin sedikit bahan bakar yang digunakan akan menghemat pengeluaran pabrik. Hal tersebut perlu dilakukan penelitian evaluasi dari proses produksi daya yang dihasilkan gas turbin. Metode siklus brayton digunakan untuk menentukan beban daya dengan menghitung efisiensi kompressor dan turbin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bahan bakar gas alam pada gas turbin generator. Evaluasi ini dilakukan dengan cara observasi lapangan pada Gas Turbin Generator Unit Utilitas Industri Pupuk untuk pengumpulan data, data yang diperoleh berupa data tekanan, temperatur dan laju alir massa. Pada analisa daya yang dihasilkan Gas Turbin Generator digunakan siklus brayton untuk mengevaluasi bahan bakar gas. Hasil dari perhitungan diperoleh untuk daya net yang tetap 23,5 MW, konsumsi bahan bakar gas dapat dikurangi dari 8,50 MMSCFD menjadi 8,33 MMSCFD dengan cara menaikkan tekanan bahan bakar gas dari 108 psig menjadi 170 psig. Jadi hasil perhitungan dan evaluasi tersebut bahwa penggunaan bahan bakar gas alam pada gas turbin bisa dikurangi sehingga bisa menghemat pengeluaran.
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK TERPENTIN PADA GETAH PINUS DARI LAWU SELATAN DAN SURAKARTA TERHADAP KUALITAS GONDORUKEM Muhammad Rizqi Jaya Prawira; Anang Takwanto; Desta Enggar Dwi Prasetya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.6996

Abstract

PT Inhutani V Unit Industri Trenggalek merupakan salah satu industri penghasil gum rosin dengan getah pinus merkusii sebagai bahan bakunya. Gum rosin berpotensi menjadi salah satu komoditi ekspor Indonesia. Gum rosin yang diproduksi oleh PT Inhutani V Unit Industri Trenggalek masih memiliki warna cenderung cokelat dan termasuk dalam kategori kelas WG (Window Glass) dan N (Nancy). Kualitas gondorukem yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kandungan mineral dan ion logam dari kotoran getah yang berasal dari tanah, serta proses pencucian menggunakan asam oksalat yang kurang maksimal dalam menghilangkan ion logam. Untuk meningkatkan kualitas gum rosin tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan penambahan variasi konsentrasi terpentin saat dilakukan pencucian/pemurnian getah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan terpentin yang menghasilkan kualitas gum rosin dengan grade yang baik. Tahapan penelitian ini yaitu persiapan alat dan bahan, pencucian/pemurnian getah pinus merkusii, dan analisis meliputi warna (color), bilangan asam (acid value), titik leleh (softening point / melting point), komponen tidak menguap (non-volatile) serta mengetahui kualitas getah dari berbagai daerah pemasok getah. Variabel penelitian yang digunakan adalah konsentrasi terpentin yang ditambahkan yaitu 29,5%; 30,5%; dan 31,5% (b/b). Dari hasil penelitian yang diperoleh, semakin rendah konsentrasi terpentin yang ditambahkan pada saat pengolahan getah maka semakin baik kualitas gondorukem yang dihasilkan. Hasil penelitian terbaik pengolahan getah pinus merkusii menjadi gondorukem terletak pada penambahan konsentrasi terpentin 29,5% dengan getah asal dari Surakarta yang memiliki warna 6,9 dan termasuk kategori kelas WW (Water White).
PENGARUH UKURAN PARTIKEL, MASSA ADSORBEN DAN JENIS ADSORBEN TERHADAP PEMURNIAN MINYAK CENGKIH (SYZYGIUM AROMATICUM) Lidia Kusuma Anggraini; Anang Takwanto; Lailil Aulia Rizka
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7341

Abstract

Minyak cengkih hasil penyulingan tradisional seringkali tidak memenuhi standar mutu akibat komposisi kimia yang tidak sesuai, seperti rendahnya kadar eugenol dan tingginya senyawa pengotor. Untuk mengatasi hal tersebut, metode adsorpsi dipilih karena kemampuannya dalam menyerap senyawa pembentuk warna dan pengotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis, ukuran partikel, dan massa adsorben terhadap peningkatan mutu minyak cengkih. Proses pemurnian dilakukan menggunakan adsorben karbon aktif dan zeolit dengan variasi ukuran partikel (-10/+18, -18/+30, -30/+50 mesh) dan massa (5, 10, 15, 20% b/v). Parameter mutu yang dianalisis meliputi warna, berat jenis, kadar eugenol, dan kadar β-caryophyllene. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan menggunakan adsorben karbon aktif ukuran -30/+50 mesh dengan massa 20%, yang mampu memperbaiki warna minyak secara signifikan serta menghasilkan berat jenis 1,0187 g/mL, kadar eugenol 70,15%, dan kadar β-caryophyllene 17,18%. Meskipun belum sepenuhnya memenuhi SNI 06-2387-2006, penelitian ini membuktikan bahwa proses adsorpsi dapat meningkatkan mutu minyak cengkih.
EVALUASI PERFORMA SIKLUS PEMBANGKIT STEAM MENGGUNAKAN SIKLUS RANKINE DENGAN PERBANDINGAN PENAMBAHAN HEATER DAN TANPA HEATER PADA UNIT UTILITAS INDUSTRI PUPUK Noufal Fachriansyah; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7399

Abstract

Listrik memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan listrik paling besar adalah sektor industri dimana menggunakan lebih dari 32% konsumsi listrik di Indonesia. Industri tidak sepenuhnya memakai pasokan listrik dari PLN, tetapi mereka juga menggunakan pembangkit listrik sendiri untuk mencegah jika terjadi pemadaman.  Salah satu pembangkit listrik yang digunakan industri adalah Gas Turbine Generator (GTG). Pada unit utilitas industri pupuk menggunakan sistem pembangkit steam untuk menggerakan generator dengan bahan bakar gas. Sedangkan, pada siklus pembangkit steam pada unit utilitas industri pupuk permasalahannya yaitu tidak mampu meningkatkan performa siklus pembangkit steam tanpa mengubah laju alir sirkulasi, tekanan sistem, dan temperatur sistem. Dengan kondisi tersebut dibutuhkan sebuah solusi agar performa yang dihasilkan menjadi lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi performa siklus pembangkit steam ketika menggunakan heater atau tanpa menggunakan heater untuk menentukan performa siklus pembangkit steam yang optimal dengan analisa kinerja menggunakan siklus Rankine tanpa mengubah parameter proses. Sehingga dari hasil perhitungan dan analisis data didapatkan bahwa siklus pembangkit steam menggunakan heater menghasilkan daya keluaran dari turbin yang lebih besar yaitu 513,13 kJ/kg. Jika dibandingkan dengan tanpa penambahan heater dengan keluaran daya dari turbin sebesar 462 kJ/kg, maka dengan penambahan heater lebih optimal.
PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR Mohamad Firdaus Beckha Ardi Ansyah; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7620

Abstract

Proses produksi semen menggunakan bahan baku yang berasal dari tambang yang digunakan untuk proses produksi semen yaitu batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi dengan komposisi tertentu. Bahan baku tersebut juga berasal dari batu alam yang mengandung oksida-oksida kalsium, alumina, silika, dan besi. Klinker berbentuk padat dengan ukuran diameter sebesar 3 – 25 mm. Klinker yang terbentuk, selanjutnya digiling dalam klinker breaker. Klinker breaker merupakan mesin penggilingan klinker sebelum menjadi semen, proses yang terjadi di dalam klinker breaker yaitu klinker ditambahkan dengan gypsum dan material ¾ (limestone dan pozzoland) menghasilkan semen yang siap untuk dijual. Pengujian yang digunakan adalah uji kuat tekan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kandungan klinker semen yang berpengaruh terhadap kuat tekan semen. Sebelum dilakukannya uji kuat tekan dilakukannya uji faktor klinker dengan alat XRD. Pembuatan benda uji menggunakan 3 sampel yang berbeda yaitu semen OPC, semen PPC, dan semen Masonry. Hasil dari pengujian dengan alat XRD didapatkan proporsi C3S paling tinggi pada sampel semen OPC sebesar 58,17%. Diikuti dengan sampel semen PPC sebesar 40,03%, dan semen Masonry sebesar 33,63%. Setelah dilakukan pengujian kuat tekan, urutan sampel semen yang memiliki rata-rata kuat tekan dari paling tinggi yaitu sampel semen OPC, semen PPC, dan semen Masonry. Oleh karena itu, C3S dipilih sebagai mineral yang dicari korelasinya terhadap kuat tekan. Hasil pengujian dengan alat XRD didapatkan C3S paling tinggi pada sampel semen OPC sebesar 58,17%.
ANALISIS PENGARUH SUGAR CONTENT DALAM INJEKSI OUT TERHADAP LAJU KOROSI PADA PERPIPAAN SISTEM COOLING TOWER DI INDUSTRI GULA INDONESIA Amalia Hadiatul Faidah; Anang Takwanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7923

Abstract

Korosi pada perpipaan sistem cooling tower merupakan salah satu permasalahan umum di lingkungan industri karena dapat menyebabkan penurunan ketebalan pipa, kebocoran, dan gangguan pada keberlangsungan proses produksi. Salah satu faktor yang diduga mempercepat laju korosi adalah kontaminasi gula (sugar content) dalam air pendingin, khususnya di industri gula Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi gula terhadap laju korosi pada logam besi menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Eksperimen ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan larutan gula sebagai media simulasi untuk mempresentasikan kondisi aliran injeksi out pada cooling tower yang berpotensi terkontaminasi residu gula dari proses produksi. Variasi konsentrasi larutan gula yang digunakan adalah 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10000 ppm, dengan waktu perendaman selama empat hari (96 jam) pada kondisi terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar gula berbanding lurus dengan peningkatan laju korosi terhadap waktu. Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada konsentrasi 10.000 ppm sebesar 34,4435 miles per year, disertai penurunan pH dan peningkatan konduktivitas akibat degradasi gula menjadi asam organik. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan gula dalam air pendingin dapat berpotensi mempercepat laju korosi, sehingga diperlukan pengendalian kualitas air yang efektif untuk menjaga kinerja sistem perpipaan cooling tower.