Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN MELALUI BURNOUT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PT. PEGADAIAN CABANG KOTAMOBAGU Towidjojo, Gilang Alfien; Lumintang, Genita G.
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 8 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/neraca.v2i8.2105

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Work Family Conflict terhadap Turnover Intention karyawan melalui Burnout sebagai variabel mediasi pada PT. Pegadaian Cabang Kotamobagu. Populasi dan sampel yang digunakan adalah karyawan kantor PT. Pegadaian Cabang Kotamobagu dengan jumlah karyawan sebanyak 30 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Dengan menggunakan metode kuantitatif, teknik pengambilan sampelnya adalah teknik sampling jenuh. Analisis data uji instrumen (validitas dan reliabilitas) menggunakan mode persamaan struktural (SEM) dengan menggunakan software SmartPLS (Partial Last Square) versi 4.1.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Work Family Conflict, Burnout, dan Turnover Intention yang dialami oleh karyawan PT. Pegadaian Cabang Kotamobagu cukup tinggi. Work Family Conflict mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Burnout, dan Turnover Intention, Burnout mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Turnover Intention, artinya bahwa Burnout dapat memediasi antara Work Family Conflict dengan Turnover Intention.
THE EFFECT OF NON CASH PAYMENT SYSTEM ON CUSTOMER COMPLIANCE IN LOAN REPAYMENT AT PT. PEGADAIAN BOSWESEN BRANCH Makalisang, Meiland; Lengkong, Viktor; Pandowo, Merinda H. Ch.; Lumintang, Genita G.; Mintardjo, Christoffel M. O.
Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY) Vol. 2 No. 8 (2025): Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/m0d16g37

Abstract

The digitalization of financial services has driven the increased use of non-cash payment systems at various financial institutions, including PT. Pegadaian. However, customer compliance in repaying loans remains suboptimal. This study aims to analyze the effect of non-cash payment systems on customer compliance in repaying loans at PT. Pegadaian, Boswesen Branch. Using a quantitative approach with simple linear regression analysis, this study processed data collected through a structured questionnaire from gold pawn customers. The results showed that the use of non-cash payment systems did not significantly impact customer compliance. This finding indicates that compliance is more determined by factors other than the use of payment technology, such as financial awareness, understanding of payment obligations, and level of trust in the institution. This study recommends that further studies consider psychological, behavioral, and financial literacy variables to gain a more comprehensive understanding of the determinants of customer compliance.
PENGARUH WORK-LIFE BALANCE, JOB INSECURITY DAN BEBAN KERJA TERHADAP BURNOUT PADA PEGAWAI DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SULAWESI UTARA Oroh, George; Dotulong, Lucky O. H; Lumintang, Genita G.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 13 No. 04 (2025): JE. Vol. 13 No. 4
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v13i04.65018

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance, job insecurity, dan beban kerja terhadap burnout pada pegawai Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai dengan teknik saturated sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout, sedangkan job insecurity dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap tingkat burnout pegawai. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan organisasi yang menjaga keseimbangan kehidupan kerja, mengurangi rasa tidak aman dalam pekerjaan, serta mengatur beban kerja secara proporsional guna mencegah burnout dan meningkatkan kinerja pegawai.   Kata Kunci: Work-Life Balance, Job Insecurity, Beban Kerja, Burnout.