Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Principles of Credit Analysis in BUMN/BUMD Banks in Indonesia Indra Gunawan Purba; Warsiman Warsiman; Ervina Sari Sipahutar
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 4 (2020): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v3i4.1454

Abstract

The bank's business activities must be carried out in a more administrative nature and prioritize procedural aspects. BUMN / BUMD banks in providing credit to prospective debtors must follow the standards and standard mechanisms that apply within the bank itself or the Standard Operational Procedure (SOP), for that it is then required to comply with standards to arrive at a credit decision. The bank functions as a financial intermediary (intermediary financial) between parties with excess funds (surplus of funds) and parties requiring funds (deficit of funds). The main function of the bank is to mobilize public funds appropriately and quickly channel them to effective and efficient use or investment. A function like this is a "blood flow" for the economy and an increase in the standard of living. Without trust, this function will not work. Credit assessment is an activity carried out by credit analysts to assess whether credit to be given to debtors can be carried out. Assessment for consumptive credit is based only on the amount of salary earned in installments plus interest and the maximum will be determined at the amount of income.
Legal Study on the Crime of Defamation through social media according to Law Number 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions Warsiman Warsiman; Indra Gunawan Purba; Syapri Can
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.4824

Abstract

The current era of globalization is marked by the development of information and electronic communication technology that affects people's lifestyles, one of these technological developments is social media. The consequences of the development of information technology are quite diverse, because users who cannot be limited by space and time are therefore said to be a double-edged sword. The positive consequences of the development of information technology include making it easier for humans to get information, share information, express themselves, and so on. Meanwhile, the negative consequences of the development of information technology are fraud, kidnapping, online gambling, human trafficking, prostitution, humiliation, and even defamation. The development of this technology has a significant influence on the understanding of crime, especially on the streams of criminology which focuses on the human factor both physically and psychologically. One of the crimes that often occurs in the development of information and communication technology is humiliation or defamation carried out through social media which is regulated in Article 310 and Article 311 of the Criminal Code. In addition, defamation through social media is also regulated in Article 27 paragraph (3) of Law Number 11 of 2008 in conjunction with Law Number 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions.
Kajian Yuridis Tentang Sanksi Kebiri Dalam Sistem Pemidanaan Di Indonesia Berdasarkan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak Warsiman Warsiman
Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat Vol 19, No 3 (2020): Edisi Mei 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jhk.v19i3.2677

Abstract

Indonesia is one of signatory member of the United Nations Convention on the Rights of the Children, which requires the State to guarantee that no children may suffer torture or other cruelty, whether it is humane action or degrading treatment or punishment. Protection of children in criminal cases is categorized as special protection that requires special treatment in handling the cases.Decency crimes generally lead to condemnation from the community; it especially comes from parents that happen to girls and boys, regarding the crime of rape, obscene acts, pedophiles and others. The arrangements that can be imposed on perpetrators prior to the existence of special laws governing pedophiles namely articles 289, 290, 292, which are regulated in the Criminal Code and articles 81, 82 and article 76D which are regulated in Law No. 16 of 2017 on the amendment of Law No. 23 of 2002 concerning children protection.In law No. 17 of 2016 amendment to Law No. 23 of 2002 concerning child protection, it is stated in law No. 16 of 2017 enhances the sanctions for the child sexual violence perpetrators, namely by chemical castration or injection of chemical liquids and installing chips as electronic detection devices. Such actions will be punished within a maximum period of two years and it is implemented after the convict is serving a basic sentence. Perpetrators may also be subject to additional penalties in the form of announcements of the perpetrator's identity because the actions and additional penalties are excluded for the child perpetrators . Keywords : Child, Decency Crime, Pedophile, Chemical Castration Punishment,
Dampak Sosial Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Anak dan Upaya Penanggulangannya Warsiman Warsiman; Ervina Sari Sipahutar; Jarnawi Hadi Saputra
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 1 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v1i1.55

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk Untuk memberikan pengetahuan tentang upaya pemberantasan narkotika yang dapat dilakukan oleh anak para remaja di Marelan serta memberikan pengetahuan tentang pentingnya pemberantasan narkotika. Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan memberikan kontribusi terhadap masyarakat khususnya baik secara teoritis maupun praktis dalam pencegahan maraknya peredaran narkotika. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah metode deskriptif. Karena pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan selengkap mungkin bagaimana bahaya dan ancaman hukum bagi pelaku penyalahgunaan narkotika. Sesuai dengan metode pendekatan yang digunakan, maka dalam analisis pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Pendekatan yuridis yaitu mengkaji konsep normatifnya atau mengkaji dengan perundang-undangan. Untuk pendekatan empiris yaitu usaha mendekati masalah yang dihadapi dengan sifat hukum yang nyata apakah sudah sesuai dengan kenyataan yang hidup dalam masyarakat. Hasil yang diperoleh dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan bagi para peserta yang dalam hal ini adalah ketua RT dan beberapa tokoh masyarakat Marelan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika serta dampak hukum yang mengancam bagi para penyalahguna narkotika.
Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Pembelajaran Interaktif Berbasis Blended Learning pada Materi Teks Artikel Anifatus Sholihah; Warsiman Warsiman; Heni Dwi Arista
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v12i1.5057

Abstract

Pembelajaran interaktif berbasis blended learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan pola pembelajaran menggunakan media e-learning dengan tatap muka. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa melalui pembelajaran interaktif berbasis blended learning pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks artikel. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil pembelajaran pada siklus I data persentase keaktifan siswa sebesar 30,99%; siklus II sebesar 32,95%; dan siklus III sebesar 39,71%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis blended learning, dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, terutama pada materi teks artikel.
Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Pembelajaran Interaktif Berbasis Blended Learning pada Materi Teks Artikel Anifatus Sholihah; Warsiman Warsiman; Heni Dwi Arista
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v12i1.5057

Abstract

Pembelajaran interaktif berbasis blended learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan pola pembelajaran menggunakan media e-learning dengan tatap muka. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa melalui pembelajaran interaktif berbasis blended learning pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks artikel. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil pembelajaran pada siklus I data persentase keaktifan siswa sebesar 30,99%; siklus II sebesar 32,95%; dan siklus III sebesar 39,71%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis blended learning, dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, terutama pada materi teks artikel.
Nilai-nilai Persahabatan dalam Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari Adli, Daffa Nur; Sukmawan, Sony; Warsiman , Warsiman
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i72024p718-733

Abstract

Persahabatan merupakan hubungan sosial yang terdapat keintiman lebih dari teman biasa. Persahabatan umumnya menjadi hubungan yang dapat diandalkan karena terdapat banyak manfaat dalam hubungan tersebut, seperti dukungan-dukungan, kegiatan bersama yang menyenangkan, dan pendewasaan sikap melalui sikap saling menghargai sesama. Penelitian ini mencoba mengungkap sikap-sikap yang menunjukkan persahabatan yang berkualitas dari novel Catatan Juang. Adapun penelitian ini berjenis kualitatif dengan teknik deskriptif. Data berupa kutipan berbentuk dialog, monolog, deskripsi, maupun narasi yang mengindikasikan aspek kualitas persahabatan dalam novel Catatan Juang. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca dan catat yang selanjutnya dianalisis melalui teknik analisis isi dengan vali­ditas data menggunakan teori triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan per­sahabatan yang berkualitas akan menguntungkan setiap individu di dalam­nya. Dampak positif itu termasuk dalam keintiman, yang di dalamnya mem­buat setiap individu bisa terbuka secara pikiran dan perasaan, terbantu dalam dukungan instrumental dan emosional, hingga pengembangan diri melalui kritik dan saran. Selanjutnya dampak positif persahabatan juga di­dapatkan melalui kegiatan bersama yang memberikan kesenangan dan kepuasan. Selain itu, dalam hubungan persahabatan juga membuat setiap individunya untuk belajar saling menghargai satu sama lain baik dalam karak­ter masing-masing, hingga pendapat, ideologi, maupun pemikiran setiap individu. Terakhir, dalam berbagai perpecahan, hubungan persahabatan akhirnya menemukan caranya tersendiri dalam menyelesaikan masalah dengan efektif dan efisien.
PEMBATALAN SURAT PERINTAH PENYIDIKAN DALAM TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT MELALUI PROSES PRAPERADILAN Warsiman Warsiman
Jurnal Normatif Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara yang berdasarkan atas hukum, dan bukan berdasarkan atas kekusasaan semata. Hal ini sebagaimana tersebut di dalam sistem pemerintahan negara dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara Indonesia berdasarkan atas hukum, dan bukan berdasarkan atas kekuasaan. Adapun faktor penegakan hukum adalah merupakan salah satu untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan ketentraman dalam masyarakat. Jika dalam negara terjadi tindak pidana maka langkah yang diambil adalah penegakan hukum pidana dengan menindak pelakunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam hukum pidana. Untuk itu, maka sebelum terjadinya suatu tindak pidana perlu dilakukan usaha pencegahan (preventif) maupun pemberantasan (represif). Hukum di Indonesia telah mengatur pemalsuan terhadap sesuatu merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang termasuk tindak kejahatan dalam kitab undang – undang hukum pidana (KUHP). Pemalsuan sendiri diatur dalam BAB XII Buku II KUHP, buku tersebut mencantumkan bahwa yang termasuk pemalsuan hanyalah berupa tulisan-tulisan saja. Termasuk di dalamnya pemlasuan surat yang diatur dalam pasal 263 KUHPidana s/d pasal 276 KUHPidana. Tindak pidana yang sering terjadi adalah berkaitan dengan pasal 263 KUHP (membuat surat palsu atau memalsukan surat), dan pasal 264 (memalsukan aktaakta otentik).
Analisis yuridis pertangungjawaban pidana terhadap pengguna Media Sosial menurut undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik Warsiman Warsiman; Anjani Sipahutar; Syahril Hidayah Nasution
Jurnal Normatif Vol. 1 No. 2 (2021): A Innovative Study About Law and ethics
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi pada saat ini telah berkembang dengan pesat sehingga menyebabkan dunia yang tanpa batas dan secara langsung maupun tidak langsung mengubah pola hidup dan perilaku masyarakat di dunia yang dapat menyebabkan perubahan dalam hidup mereka misalnya perubahan sosial, ekonomi, budaya dan tidak menutup kemungkinan dalam hal penegakan hukum. Perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi, media dan komonikasi misalnya komputer, handphone, facebook, email, internet dan lain sebagainya telah mengubah perilaku masyarakat dan peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi dapat juga menimbulkan gejala-gejala buruk yang meresahkan masyarakat sehingga aparat yang berwenang kurang maksimal mengendalikannya karena “jagat maya” telah menjadi dan dijadikan sebagai “rumah baru”. Berkembangnya dunia teknologi tersebut perlu adanya aturan hukum agar masyarakat dapat membedakan mana yang salah dan benar dengan peraturan perundang-undangan. Permasalahan yang diteliti. Bagaimanakah perkembangan penggunaan Media Sosial di Indonesia, Bagaimana pengaturan tindak pidana pengguna media sosial di Indonesia, Bagaimanakah analisis hukum terhadap pengguna media sosial di Pengadilan Negeri Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penggunaan Media Sosial di Indonesia, untuk mengetahui pengaturan tindak pidana pengguna media sosial di Indonesia, untuk mengetahui analisis hukum terhadap pengguna media sosial di Pengadilan Negeri Medan. Dalam perkembangan dunia informasi dan teknologi Indonesia telah memiliki aturan hukum yang cukup baik untuk membatasi tindak pidana dalam dunia teknologi informasi yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang kerap dijadikan acuan dalam menjerat pelaku tindak pidana dalam teknologi informasi, agar pelaku tindak pidana pengguna media sosial mendapat hukuman yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan bagi korban mendapatkan perlindungan hukum yang memenuhi rasa keadilan
Analisis hukum pidana terhadap kejahatan penelantaran anak oleh orang tua menurut Undang-Undang Nomor. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Warsiman Warsiman; Jumiati Jumiati; Rika Andriani; Indara Gunawan Purba
Jurnal Normatif Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak harus selalu dilindungi karena ia adalah misi dan karunia Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki harkat, martabat, dan hak yang melekat sehingga hak asasi manusia sebagai manusia harus dilindungi. Hak anak adalah hak asasi manusia yang diatur dalam UUD 1945. Ordonansi Perlindungan Anak adalah UU No. 35 Tahun 2014. Undang-undang mengatur bahwa orang tua berkewajiban memelihara dan memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya dan tidak melepaskan kehendak anak-anaknya. Pasal 13 (1) Undang-Undang Perlindungan Anak menyatakan bahwa semua anak berhak atas perlindungan dan perlakuan selama mengasuh orang tua, wali, atau orang lain dan mereka yang bertanggung jawab atas pengasuhan mereka. Diskriminasi, eksploitasi ekonomi dan seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiayaan, ketidakadilan dan pelanggaran lainnya