Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi dan Upaya Preventiv Kasus Child Grooming di Sekolah Dasar hendarwati, Endah; Wahyuni, Holy Ichda; Fauzia, Faiz Azmi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i3.23658

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat tentang sosialisasi pendidikan seks pada guru dan murid untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait kekerasan seksual pada anak sebagai upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak. Fenomena grooming ini menjadi sorotan khususnya bagi warga Indonesia belum lama ini yaitu tepatnya pada Juli 2019 lalu saat pelaku didapati melakukan kejahatan grooming saat dirinya masih menjadi narapidana eksploitasi dan kejahatan seksual terhadap anak. Pengabdian ini juga dilatarbelakangi oleh hasil dari Kasus pelecehan seksual pada anak yang semakin meningkat pertahunnya sehingga perlu dilakukan pencegahan melalui edukasi seks pada anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendampingan dan pelatihan yang terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan monev. Setelah dilakukannya program pengabdian ini, kemampuan guru dan murid menunjukkan bahwa pendidikan seks dapat meningkatkan pemahaman guru dan murid terkait kekerasan seksual.
Edukasi Parenting Keluarga Nelayan dalam Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Melalui Pendekatan Psikologis dan Pendidikan Hukum Masyarakat Wahyuni, Holy Ichda; Hendarwati, Endah; Arifin, Samsul; Wijayadi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i4.24105

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat mitra yakni kelompok keluarga nelayan Bulak Kota Surabaya adalah permasalahan ekonomi dan rendahnya literasi keluarga. Terutama literasi tentang pencegahan kekerasan seksual. Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa angka lulusan SD di kecamatan Bulak, terutama di kelurahan Kedung Cowek masih tinggi disbanding dengan angka tamatan SMA atau perguruan tinggi. Beberapa hambatan orang tua dalam pendidikan seksual pada anak adalah minimnya pengetahuan orang tua tentang kekerasan seksual, stigma tabu, dan minimnya pemahaman tentang prosedur hukum perlindungan anak. Sehingga tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pola penyadaran parenting untukpencegahan kekerasan seksual pada anak melalui pendekatan psikologi dan pendidikan hukum. Hasil evaluasi relevansi program menunjukkan sebanyak 90% mitra merasa sangat puas dan puas. Pada penyampaian materi, Tingkat pemahaman mitra sebesar 85%. Sementara itu,  88% mitra merasa puas dengan kinerja tim di lapangan. Sebanyak 80% mitra optimis bahwa program akan memberikan dampak positif jangka panjang.
Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Melalui Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Siswa SDN I Sribit Delanggu Pada Pelajaran IPS: The Effect of Utilizing the Environment as a Learning Resource Through the Inquiry Method on Student Learning Outcomes at SDN I Sribit Delanggu in Social Studies Lessons Hendarwati, Endah
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2013): February - August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v2i1.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung.Penelitian ini dilaksanakan di SDN I Sribit. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN I Sribit Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten, dengan sampel terdiri dari 2 kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol), masing-masing berjumlah 31 orang siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar mempunyai kategori baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 3,11. (2) Hasil belajar dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar melalui metode inkuiri lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode ceramah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan t hitung (6,2650) < t tabel (1,671).
Development Of Mobile Multimedia Module With An Ecological Awareness Based On Daily Project Learning Wahyuni, Holy Ichda; Hendarwati, Endah
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 4 No. 4 (2023): August 2023
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v4i4.682

Abstract

Education and schools have great potential to support the success of efforts to instill the value of ecological awareness amidst the problems of environmental damage. The development of mobile multimedia modules designed with the concept of a daily project-based learning approach makes ecological education more meaningful and contextual. The purpose found out the method of implementing the value of ecological awareness through the development of mobile multimedia modules for elementary school students using a daily project-based learning approach. This type of research was research and development (research and development). The development model for this multimedia module is the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model from Lee & Owens. The results of the material validation showed that the overall average value of the validation is 3.6 in a very valid category. Media validation with an average value of 3.4 categories was valid. User response showed that an average number of 3.2 indicating a positive response. The test results on students showed the value of Sig. (2 tailed) was 0.000 < 0.05. Therefore, it can be concluded that there was a difference in the average Pre-Test and Post Test, which meant there was a change that showed the effectiveness of implementing ecological awareness values through the development of mobile multimedia modules for elementary school students with a daily project-based learning approach. The results of students’ daily activities in the project also showed good and very good categories.  
PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATAN METAKOGNITIF ANAK USIA DINI Endah Hendarwati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 3b (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3b.1150

Abstract

Metakognitif mempunyai peran yang sangat penting bagi seseorang dalam mengembangkan kesadaran berpikir.  Vennman, dkk (2006) menyatakan bahwa antara usia 3 dan 5 tahun metamemori dan pengetahuan metakognitif mulai berkembang dan berlangsung seiring perkembangan usia, sedangkan keterampilan metakognitif berkembang antara 8 dan 10 tahun dan berkembang pada saat-saat dibutuhkan. Istomina (1982) mempelajari cara-cara anak-anak yang dilakukan oleh anak dalam berbagai usia, Anak-anak berusia 4 tahun lebih tertarik dengan sesuatu yang harus di lakukan sesuai dengan yang mereka ingat, anak-anak berusia 5 dan 6 tahun mencoba menghafal apa yang telah mereka katakan dengan meminta agar hal itu diulang, anak-anak berusia 7 tahun mencoba membuat beberapa koneksi logis antara item dalam daftar pikiran mereka. Guru berperan besar dalam melatih metakoginif dan membantu anak mengembangkan kesadaran metakognitif, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan perkembangan metakognitif. Permasalahannya pembelajaran selama ini belum melatih anak memiliki kemampuan berpikir, memberdayakan anak berpikir kreatif dan termotivasi materi yang dipelajari. Dalam melatih kemampuan metakoginitiff anak media permaianan dapat digunakan dalam pembelajaran. Media yang digunakan dengan media permainan mencampur warna, balok, bombix, dan pasir.Kata Kunci: Metakognitif Anak, Media Permainan
Pengaruh Strategi Pembelajaran Beyond Centers And Circletime (Bcct) Terhadap Kreatifitas Anak Usia Dini Kelompok Usia 3-4 Tahun Di Pos Paud Nusa Indah Surabaya Rini Nur Kholifah; Endah Hendarwati; Aris Setiawan
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v4i1.3608

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran klasikal yang digunakan guru dalam mengajarkan calistung kreativitas anak belum berkembang dengan optimal. Strategi pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) dipilih sebagai suatu model pembelajaran yang berpusat pada anak. Dalam model pembelajaran tersebut terdapat suatu variasi prilaku kreatif yang digunakan untuk bahan penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas kreativitas anak usia dini dengan menggunakan pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) dan pengaruh strategi pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) terhadap kreativitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas kreativitas anak usia dini dengan menggunakan pembelajarn beyond centers and circle time (bcct) dan pengaruh strategi pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) terhadap kreativitas anak usia dini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan Pre-Experimental Design dengan menggunakan Pre-Test-Post-Test Control Group Design. Populasi dari penelitian adalah anak Pos Paud Nusa Indah Surabaya. Kelompok B dengan jumlah anak 28, kelas eksperimen 14 anak dan kelas kontrol 14 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok dinyatakan terdistribusi normal (0,200>0,05) untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dari uji Homogenitas di dapat kedua kelompok bersifat homogen (0.378>0,050) pada pretest dan(0.554>0,05) pada hasil nilai dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat perbedaan mean sebesar 0,5 hal ini terlihat dari mean difference sebesar -0,5000. Hasil analisis Group Statistics Pretest dan Group Statistics Posttest terlihat ada perbedaan dengan rata-rata pretest 6.143 berubah menjadi 9.714 dengan range kenaikan rata-rata 3.571. Sementara kelompok dengan pendekatan BCCT (Beyond Centers and Circle Time) mendapat hasil rata-rata 6.00 dan medapati kenaikan pada skor 10.214 dengan kenaikan skor sebesar 4.214. dengan demikian dapat di artikan bahwa penggunaan pendekatan BCCT (Beyond Centers and Circle Time) lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan kreatifitas anak.
Analisis Pemahaman Konsep Bilangan pada Anak Usia Dini melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together Amalia Maharani Putri; Endah Hendarwati; Wardah Suweleh
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v8i1.9401

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman konsep bilangan pada anak usia dini melalui model pembelajaran numbered head together. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kepustakaan atau library research. Hasil analisis penelitian ini yaitu model pembelajaran numbered head together merupakan cara yang tepat untuk menstimulus pemahaman konsep bilangan anak usia dini. Model pembelajaran numbered head together adalah pembelajaran yang dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap anak dalam kelompok kecil mendapatkan nomor yang berbeda sesuai jumlah anggota kelompok. Hasil kerja kelompok akan disampaikan oleh perwakilan anak dari setiap kelompok yang ditunjuk secara acak oleh guru. Penunjukkan dilakukan secara acak pada tahap answering untuk memotivasi anak dalam memahami konsep bilangan. Keterlibatan anak dalam kelompok dapat menjadikan anak lebih aktif untuk mengkonstruk pengetahuan, sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Analisis dengan literatur review dilakukan dengan beberapa teknik , yaitu 1) compare, yaitu mencari kesamaan dari beberapa literatur lalu dibuat sebuah kesimpulan, 2) contrast, yaitu mencari perbedaan dari beberapa literatur lalu dibuat sebuah kesimpulan, 3) criticize, yaitu peneliti membuat pendapat terkait dengan literatur yang dibaca, 4) synthesize, yaitu membentuk sebuah ide baru dengan cara menggabungkan sumber penelitian, 5) summarize, yaitu menuliskan kembali sumber penelitian dengan kalimat peneliti. Hasil analisis dengan literatur review model pembelajaran numbe red head together dapat meningkatkan pemahaman anak terkait materi pembelajaran, yang meliputi meningkatnya kemampuan anak untuk membilang awal, pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan kondusif, menjadikan anak lebih fokus, mengembangkan keterampilan sosial anak, meningkatkan keaktifan anak.
STRATEGI LITERASI VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI MELALUI BUKU BERGAMBAR Rifqo Nida Aulia; Ummu Habibah; Putri Syaura Nabila; Endah Hendarwati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v11i2.27185

Abstract

Masa usia dini berada pada tahap penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional . Peran orangtua dan guru menumbuhkan minat baca sebagai pondasi ketermapilan literasi jangka panjang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi literasi visual dengan memanfaatkan buku cerita bergambar guna meningkatkan minat baca anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber seperti jurnal, artikel, dan situs website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi visual yakni kemampuan untuk menginterpretasi, menganalisis, dan memahami pesan visual, melalui media bergambar dapat secara signifikan meningkatkan minat baca anak. Strategi yang efektif meliputi kebiasaan membaca, pemilihan buku yang sesuai usia dan kaya ilustrasi, metode bercerita yang interaktif, penggunaan alat bantu visual, penyediaan lingkungan membaca yang menarik, serta kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Buku bergambar membantu anak memahami isi cerita, memperluas kosakata, merangsang imajinasi, dan mendukung perkembangan sosial-emosional. Dengan demikian, strategi literasi visual melalui buku bergambar merupakan pendekatan yang efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan minat baca anak usia dini.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROYEK PADA KURIKULUM MERDEKA TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN ELEMEN NILAI AGAMA DAN BUDI PEKERTI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ABA 69 SURABAYA Rifa'ul Fajeriyah; Endah Hendarwati; Aristiana Prihatining Rahayu
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran proyek adalah suatu pendekatan dimana anak bekerja secara berkelompok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada disekitarnya secara kreatif melalui sebuah proyek. Capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti pada karakter tanggung jawab dan peduli anak di TK Aisyiyah 69 masih tergolong kurang dimana dari 26 anak hanya 12 anak yang mau bertanggung jawab pada tugasnya dan 8 anak yang peduli dengan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dan apakah ada pengaruh model pembelajaran proyek pada kurikulum merdeka terhadap capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 69 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karena model pembelajaran proyek sangat efektif dan memberikan pengalaman langsung pada anak. Hasil rata-rata pretest adalah 8,3 dan mengalami peningkatan menjadi 19,65 pada saat postest. Perbedaan rata-rata pretest dan postest dihitung menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran proyek pada kurikulum merdeka terhadap capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 69 Surabaya. Kata kunci: Capaian Pembelajaran; Model Pembelajaran Proyek; Nilai Agama dan Budi Pekerti