Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Lunggi Journal

AL-FAQR DALAM PERSPEKTIF HADIS Vera Ayu Oktoviasari; Erwin Hafid; Siti Aisyah Kara
Lunggi Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu problematika yang sangat pelik yang dihadapi umat manusia. Masalah kemiskinan selalu menjadi penyakit yang menggelayuti setiap negara, tidak terkecuali di Indonesia. Kompleksitas dari permasalahan tersebut tidak hanya menyangkut kemiskinan itu sendiri melainkan juga implikasinya yang merasuk ke seluruh aspek kehidupan, yaitu pada tingkat keadaan kesehatan, sarana prasarana pendidikan, korupsi yang semakin merajalela, pengagguran dan PHK yang menjadi ketakutan setiap orang, di mana dampak besar berikutnya adalah terabaikannya kesejahteraan umat atau masyarakat. Metode penelitian yang diterapkan dalam kegiatan penelitian ini adalah metode penelitian Lebrary Research. Metode Dapat ditarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah terkait hadis yang berbicara tentang al-faqr baik itu pada makna tekstual dan kontekstual sangat banyak. Makna al-faqr secara umum diartikan sebagai orang yang memiliki kekurangan materi. Dalam perspektif hadis Nabi makna ini juga ditegaskan tapi kekurangan itu tidak hanya berkisar pada materi tapi juga yang berkaitan dengan non materi, seperti kemiskinan pada rohani. Al-faqr dan al-miskin berkonotasi makna yang sama yaitu defenisi bagi mereka yang tidak memiliki materi yang cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya, hanya saja secara faktor atau menyebabkan terjadinya kemiskinan itu berbeda antara keduanya. Faqr disebabkan faktor kelemahan fisik sedangkan miskin penyebabnya adalah struktural dan kultural. Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang menjadi miskin baik itu sebab internal (fisik), struktural (sistim) dan kultural. Karena itu Islam juga datang dengan solusi yang beragam, baik itu dorongan atau motivasi untuk senantiasa berusaha, perbaikan sistim ekonomi (larangan riba), maupun pemberian bantuan instant (dalam bentuk zakat, infak, sedekah).