Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SELF REGULATED LEARNING MAHASISWI PROGRAM MAGISTER USU YANG TELAH MENIKAH : THE RELATIONSHIP OF FAMILY SOCIAL SUPPORT PERCEPTION WITH SELF REGULATED LEARNING UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MASTER DEGREE STUDENTS WHO HAS BEEN MARRIED Filisia Ayunani; Filia Dina Anggaraeni
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 3 (2018): Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi (Psikologia)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.321 KB) | DOI: 10.32734/psikologia.v13i3.2276

Abstract

Penelitian ini bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi dukungan sosial keluarga dengan self regulated learning mahasiswi program magister (S2) yang telah menikah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui skala sebagai alat pengumpulan data. Data didapat dari 70 orang mahasiswi S2 Universitas Sumatera Utara (USU) yang telah menikah, yang diambil dengan teknik proposional sampling. Data bersifat normal dan linear sehingga analisa data menggunakan korelasi Product Moment dari Person. Hasil analisa data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0, 46, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan positif antara persepsi dukungan sosial keluarga dengan self regulated learning mahasiswi S2 USU yang telah menikah. Semakin tinggi persepsi dukungan sosial keluarga maka semakin tinggi self regulated learning. Sebaliknya, semakin rendah persepsi dukungan sosial keluarga maka semakin rendah self regulated learning pada mahasiswi S2 USU yang telah menikah.
The relationship between human – computer interaction with educational psychology in Medan: Hubungan interaksi manusia dan komputer dengan psikologi pendidikan di Kota Medan Fikri Irfan Sahputra; Filia Dina Anggaraeni
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 1 (2022): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v17i1.8293

Abstract

This study examines the relationship between human and computer interactions in educational psychology. This study used simple random sampling. participants in this study collected 100 participants who used the mind map learning method in the Educational Psychology course in Medan. Analysis of the data in this study using Spearman correlation produces a significance value of 0.695 with an r-value of 0.040. The results of this study indicate insignificant relationship between human and computer interaction and educational psychology which is used through the use of applications for complex learning materials for educational psychology courses.
Peran Iklim Sekolah Dan Parental Monitoring Terhadap Kecerdasan Moral Pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Boarding School Dan Non-Boarding School Syahputra, Rony; Tarmidi; Anggaraeni, Filia Dina
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i1.14641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran iklim sekolah dan parental monitoring terhadap kecerdasan moral siswa SMA pada dua sistem pendidikan: boarding school dan non-boarding school. Fenomena degradasi moral remaja menjadi latar belakang penelitian ini, dengan fokus pada bagaimana lingkungan sekolah dan pengawasan orang tua berkontribusi dalam pembentukan nilai moral. Menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan total sampling dan convenience sampling, sebanyak 357 siswa SMA Al-Azhar Medan menjadi subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi skala kecerdasan moral, skala iklim sekolah, dan skala parental monitoring, yang divalidasi melalui CFA. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa iklim sekolah dan parental monitoring berperan signifikan terhadap kecerdasan moral siswa (p < 0,001). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara siswa boarding dan non-boarding school terkait kecerdasan moral (p > 0,05). Mayoritas siswa menunjukkan tingkat kecerdasan moral, iklim sekolah, dan parental monitoring dalam kategori sedang. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam meningkatkan kecerdasan moral remaja, terlepas dari sistem pendidikan yang diterapkan.
Menelusuri Proses Self-Acceptence Mahasiswa Penyandang Disabilitas Gagap Bicara Di Kota Medan Munthe, Nurhalijah; Nauly, Meutia; Anggaraeni, Filia Dina
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rap.v17.i1.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penerimaan diri pada individu yang mengalami gagap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan dua subjek yang mengalami gagap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri terjadi secara bertahap, dimulai dengan kesadaran akan kondisi diri, munculnya respons emosional negatif seperti rasa malu, harga diri yang rendah, dan kecemasan, serta berpuncak pada pengalaman stigma sosial dari lingkungan. Meskipun demikian, dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya memainkan peran penting dalam membantu individu mengatasi kondisi ini. Pada akhirnya, kedua subjek menunjukkan perubahan dalam persepsi diri mereka, di mana mereka mulai memandang gagap sebagai bagian yang dapat diterima dari diri mereka, yang menunjukkan bahwa mereka telah mencapai tahap penerimaan diri. Penerimaan diri pada individu yang mengalami gagap berlangsung secara bertahap, dimulai dari respons emosional negatif hingga menghadapi stigma sosial. Dukungan dari lingkungan, terutama keluarga dan teman sebaya, berperan penting dalam membantu individu mencapai tahap penerimaan diri dan mampu menerima kondisi gagap sebagai bagian dari dirinya.
The Intervening Role of Job Satisfaction in the Relationship between Organizational Support and Burnout Putri Sartika Siregar; Meutia Nauly; Filia Dina Anggaraeni
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2354

Abstract

This study addresses the growing issue of employee burnout in high-demand organizational environments, particularly within the financial service sector. The objective of this research is to examine the effect of perceived organizational support on burnout and to analyze the mediating role of job satisfaction among employees of PT Pegadaian. A quantitative explanatory research design was employed using survey data collected from employees through structured questionnaires. The data were analyzed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) to test both direct and indirect relationships among variables. The results reveal that perceived organizational support has a significant negative effect on burnout, indicating that higher levels of organizational support reduce employees’ psychological exhaustion. Additionally, perceived organizational support has a significant positive effect on job satisfaction, suggesting that supportive organizational practices enhance positive work attitudes. Job satisfaction also shows a significant negative effect on burnout, confirming its role as a protective psychological factor. Importantly, the findings demonstrate that job satisfaction partially mediates the relationship between perceived organizational support and burnout. This indicates that organizational support reduces burnout not only directly but also indirectly through increasing job satisfaction. These findings highlight the importance of strengthening organizational support systems and enhancing job satisfaction as strategic approaches to reducing burnout and improving employee well-being. The study contributes to the literature by providing empirical evidence on the mediating mechanism of job satisfaction in the relationship between organizational support and burnout within a state-owned enterprise context.
Peran Sikap terhadap Literasi Membaca dengan Self-Regulated Learning pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Langkat Amru Sazulhaq; Fasti Rola; Filia Dina Anggaraeni; RR. Lita Hadiati Wulandari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sikap terhadap literasi membaca dengan self-regulated learning pada siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Langkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Populasi penelitian berjumlah 910 siswa dengan sampel sebanyak 279 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan software IBM SPSS versi 27 melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap literasi membaca berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 70,6%, sedangkan self-regulated learning juga berada pada kategori sedang sebesar 72,8%. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa sikap terhadap literasi membaca berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-regulated learning dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dan kontribusi sebesar 52,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin positif sikap siswa terhadap literasi membaca, maka semakin tinggi kemampuan self-regulated learning siswa.
Gambaran Academic Buoyancy Pada Siswa Kelas XII di SMA Sekolah X Mufidatul Husna Nasution; Meutia Nauly; Filia Dina Anggaraeni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.19009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran academic buoyancy pada siswa kelas XII di SMA Sekolah X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 112 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner academic buoyancy berdasarkan model 5Cs dari Martin dkk. (2010). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori sedang pada seluruh dimensi, yaitu confidence (76,8%), commitment (75,9%), coordination (71,4%), composure (69,6%) dan control (73,2%). Kesimpulannya, academic buoyancy siswa berada pada kategori sedang sehingga masih perlu penguatan dalam menghadapi tekanan akademik sehari-hari.
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Komunikasi Interpersonal pada Karyawan PT Harmoni Muda Inovasi Putri Balqis; Filia Dina Anggaraeni; Meutia Nauly
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan komunikasi interpersonal pada karyawan PT Harmoni Muda Inovasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi 80 karyawan dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala Likert yang disusun berdasarkan aspek kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal. Analisis data menggunakan korelasi product moment Pearson setelah dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal dengan koefisien korelasi rxy = 0,608 dan p = 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi sebesar r2 = 0,370 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi efektif sebesar 37,00% terhadap komunikasi interpersonal. Hasil perbandingan mean menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berada pada kategori sangat rendah dengan mean hipotetik 52,50 dan mean empirik 42,404, sedangkan komunikasi interpersonal juga berada pada kategori sangat rendah dengan mean hipotetik 50,00 dan mean empirik 40,192. Dengan demikian, semakin tinggi kecerdasan emosional karyawan, semakin baik komunikasi interpersonal yang ditunjukkan dalam lingkungan kerja.
Konflik Kerja-Keluarga dan Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja: Tinjauan Literatur Konteks Budaya Asia Suci Asysyura; Meutia Nauly; Filia Dina Anggaraeni
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol. 18 No. 1 (2026): ANALITIKA JUNE
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v18i1.17862

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konflik kerja-keluarga (work-family conflict) dan stres pengasuhan (parenting stress) pada ibu bekerja dalam konteks budaya Asia. Metode yang digunakan adalah kajian literatur semi-sistematis terhadap berbagai penelitian empiris yang relevan, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik kerja-keluarga berkaitan dengan peningkatan stres pengasuhan pada ibu bekerja. Temuan utama kajian ini mengindikasikan adanya hubungan timbal balik (bidirectional), di mana konflik kerja-keluarga meningkatkan stres pengasuhan, sementara stres pengasuhan juga dapat memperkuat konflik kerja-keluarga. Hubungan tersebut dipengaruhi oleh faktor kontekstual, termasuk dukungan sosial, kondisi kerja, dan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat Asia. Kajian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara konflik kerja-keluarga dan stres pengasuhan merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik melalui dukungan keluarga, kebijakan kerja yang fleksibel, serta penguatan dukungan sosial dan kesehatan mental untuk membantu ibu bekerja mengelola kedua tuntutan tersebut.