Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Pembelajaran Deep Learning Terhadap Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas IV Di SD Negeri Joglo Surakarta Tahun Pelajaran 2025/2026 Arti Kumala Sari; Oktiana Handini
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), mengetahui respon peserta didik, serta menganalisis hasil belajar peserta didik kelas IV di SD Negeri Joglo Surakarta Tahun Pelajaran 2025/2026 setelah implementasi pendekatan tersebut. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas pembelajaran IPAS konvensional yang cenderung berpusat pada guru (teacher-centered) dan berbasis hafalan, sehingga menyebabkan rendahnya keaktifan dan ketidakmerataan pemahaman konsep peserta didik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, guru kelas IV, dan 28 peserta didik kelas IV A SD Negeri Joglo Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan pembelajaran Deep Learning pada mata pelajaran IPAS telah terlaksana dengan baik melalui integrasi tiga pilar utama, yaitu Joyful Learning (suasana pembelajaran menggembirakan melalui kelompok Sahabat Alam), Mindful Learning (berpikir kritis dan berkesadaran penuh melalui pertanyaan pemantik), dan Meaningful Learning (menghubungkan konsep keanekaragaman hayati dengan realitas lingkungan sekolah); (2) Respon peserta didik terhadap penerapan Deep Learning sangat positif, ditunjukkan oleh tingginya antusiasme, keaktifan dalam berdiskusi, serta keberanian mengemukakan pendapat; (3) Implementasi pembelajaran Deep Learning berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS secara komprehensif, yang mencakup aspek kognitif (pemahaman konsep mendalam), afektif (sikap peduli lingkungan), dan psikomotorik (keterampilan kolaborasi dan komunikasi).
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Flash Card terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas V pada Pembelajaran IPAS Abel Dian Novitasari; Oktiana Handini; Dite Hastini
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 4: September 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i4.76073

Abstract

Pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada muatan IPAS terbentur minimnya publikasi ilmiah seputar implementasi strategi kooperatif di kelas tinggi. Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match berbantuan Flash Card terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di SD Negeri Joglo Surakarta Tahun Pelajaran 2025/2026. Rancangan pre-experimental dengan one-group Pre Test-Post Test design diterapkan pada 27 peserta didik kelas V melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui instrumen tes uraian berpikir kritis, observasi terstruktur, serta dokumentasi, kemudian diuji menggunakan uji paired sample t-test dan skor N-Gain. Hasil penelitian membuktikan kombinasi model Make A Match dan Flash Card berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal ini ditunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (0,000 < 0,05), serta diperkuat capaian indeks N-gain masuk kriteria cukup efektif. Kesimpulannya, model Make A Match berbantuan Flash Card efektif menstimulasi daya kritis peserta didik pada muatan IPAS di sekolah dasar. Implikasi praktisnya menjadi panduan aplikatif bagi pendidik dalam meminimalkan dominasi guru di kelas guna mengonstruksi budaya belajar yang berpusat pada peserta didik. Hasil riset ini membuka peluang pelaksanaan penelitian berkesinambungan terkait konsistensi model Make A Match dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis lainnya pada peserta didik.
ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM DITINJAU DARI PRINSIP (MINDFUL, MEANINGFUL, JOYFUL) PADA GURU KELAS III SD NEGERI BROMANTAKAN SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Alfi Ismaratus Sholikah; Oktiana Handini; Jumanto Jumanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 4 (2026): Vol. 6 No. 4 September - November 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i4.5692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran kelas III di SD Negeri Bromantakan Surakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru kelas III, kepala sekolah, serta peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning telah dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif peserta didik, menghubungkan materi dengan situasi nyata, serta menciptakan lingkungan belajar yang bermakna dan menyenangkan. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena masih dipengaruhi oleh keterbatasan media pembelajaran, keragaman karakteristik peserta didik, keterbatasan waktu, serta proses adaptasi guru terhadap pendekatan pembelajaran mendalam. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan kepala sekolah, kompetensi guru, serta ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning telah berjalan dengan baik, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan dukungan pembelajaran agar implementasinya lebih optimal.