Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Bina Pribadi Islam Terhadap Pembentukan Karakter Siswa SDIT Mutiara Insan Kabupaten Sorong Sari Pinasih; Zulkifli; Muhammad Muzakki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5830

Abstract

Pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam pendidikan karena berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan perilaku positif pada peserta didik. Namun, berbagai fenomena menunjukkan adanya penurunan nilai karakter di kalangan siswa sehingga diperlukan pembinaan karakter melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Bina Pribadi Islam terhadap pembentukan karakter siswa di SDIT Mutiara Insan Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental (ex post facto). Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25 setelah memenuhi uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bina Pribadi Islam dan pembentukan karakter siswa berada pada kategori tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 9,665 > t tabel 2,032 dengan koefisien regresi sebesar 0,769 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,533. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bina Pribadi Islam berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter siswa dengan kontribusi sebesar 53,3%. Disimpulkan bahwa semakin baik pelaksanaan pembelajaran Bina Pribadi Islam, maka semakin baik pula pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, sekolah perlu mempertahankan dan mengembangkan pembelajaran Bina Pribadi Islam serta memperkuat kerja sama dengan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa.
Implementasi Metode Iqra’ dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al – Qur’an Santri di TPQ Al – Hikmah Aldi Akbar; Jumadi; Muhammad Muzakki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Iqra' dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an santri serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di TPQ Al-Hikmah Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Permasalahan yang ditemukan berupa kesulitan santri dalam makharijul huruf, tajwid, dan kelancaran akibat metode konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Iqra' dilaksanakan melalui tiga tahapan: perencanaan setiap semester, penerapan sistem pembelajaran klasikal awal (15 menit), pembelajaran individual/ talaqqi (30 menit), dan klasikal akhir. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas, motivasi guru, serta dukungan orang tua. Faktor penghambatnya meliputi usia santri yang masih dini, kurang fokus, dan keterbatasan ruang kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Iqra' efektif meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an santri secara signifikan. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan kajian yang lebih luas mengenai keefektifan metode Iqra' dengan pendekatan penelitian kuantitatif atau metode campuran untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif serta mengembangkan model pembelajaran yang mengakomodasi perbedaan karakteristik santri.
Implementasi Deep Learning untuk Menanamkan Pendidikan Karakter Islami Siswa di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Remu Kota Sorong Riska Jaya; Muhammad Muzakki; Abdul Gani
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6141

Abstract

enelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penanaman karakter Islami pada siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam menanamkan pendidikan karakter Islami serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di SD Muhammadiyah 1 Remu Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan, pengkodean, penyusunan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam diterapkan melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, reflektif, dan menyenangkan. Penerapannya diwujudkan melalui praktik ibadah, media visual, permainan edukatif, cerita Islami, diskusi, refleksi, serta pembiasaan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter Islami siswa yang tercermin dalam sikap religius, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian sosial. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, kompetensi guru, program pembiasaan keagamaan, dan sarana pembelajaran. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya dukungan keluarga, pengaruh teknologi dan media sosial, keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya konsistensi perilaku siswa, serta keterbatasan sarana pendukung. Sekolah disarankan memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan mengoptimalkan penerapan deep learning secara berkelanjutan.
Analisis Kesenjangan Materi Pendidikan Agama Islam dan Kebutuhan Kontekstual Peserta Didik di Era Disrupsi Muhammad Muzakki; Awaludin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6486

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menghadapi tantangan krusial berupa kesenjangan antara materi ajar yang cenderung normatif-tekstual dengan kebutuhan kehidupan nyata peserta didik yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan area kesenjangan, mengidentifikasi faktor penyebab, dan merumuskan model konseptual PAI yang lebih kontekstual. Menggunakan explanatory sequential mixed-methods design, data kuantitatif dikumpulkan melalui skala kesenjangan relevansi materi PAI terhadap 285 siswa SMA/SMK di Kabupaten Sorong, kemudian diperdalam dengan wawancara semi-terstruktur terhadap 6 guru PAI dan FGD dengan 4 kelompok siswa. Temuan statistik deskriptif mengungkap kesenjangan tertinggi pada dimensi Literasi Digital (GAP=1.82), diikuti dimensi Psikologis-Spiritual (GAP=1.75) dan Ekologis (GAP=1.68). Analisis kuadran memetakan materi "Etika Bermedia Sosial" dan "Manajemen Stres Perspektif Islam" sebagai area "Kritis" yang paling membutuhkan intervensi. Hasil kualitatif mengidentifikasi tiga faktor penyebab utama: (1) orientasi kurikulum yang berfokus pada cakupan konten (content coverage); (2) keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan isu kontemporer; dan (3) sumber belajar yang tidak responsif terhadap perkembangan zaman. Sebagai sintesis, dirumuskan "Model PAI Transformatif-Kontekstual" berbasis pedagogi reflektif dan proyek sosial untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reorientasi kurikulum PAI dari sekadar transmisi doktrin menuju internalisasi nilai dalam aksi nyata menjadi sebuah keniscayaan. Saran dari hasil penelitian ini yaitu perlu disempurnakan kurikulum PAI agar lebih responsif terhadap isu kontemporer, guru harus berani keluar dari zona nyaman dan menjadi pembelajar sepanjang hayat serta kebijakan sekolah harus selaras dengan nilai-nilai PAI.
Peningkatan Kapasitas Guru Kemuhammadiyahan Dengan Model Pembelajaran Terintegrasi dan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Canva Muhammad Muzakki; Muhammad Ali Kasri; Awaludin; Devid Dwi Erwahyudin
Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v6i1.5387

Abstract

Muhammadiyah Kabupaten Sorong secara kuantitatif memiliki amal usaha di bidang pendidikan  paling banyak di tanah Papua, hal ini sebagai bentuk kepedulian Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan khususnya di kabupaten Sorong.  Disamping meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan bagi masyarakat, Muhammadiyah juga berupaya agar terjadi kaderisasi di lembaga pendidikannya, salah satunya lewat organisasi Otonom Muhammadiyah (ORTOM) wajib dan mata pelajaran Kemuhammadiyahan. Namun hal ini, tidak berjalan sempurna sebagaimana harapan karena  minimnya softskill Guru Kemuhammadiyahan sebagai garda terdepan kaderisasi di sekolah Muhammadiyah.  Kegiatan pelaksanaan yang akan dilakukan berfokus pada peningkatan softskill Guru Kemuhammadiyahan berupa pelatihan model pembelajaran terintegrasi dan pengembangan media pembelajaran berbasis canva dan upaya memperkuat eksistensi ORTOM di setiap sekolah Muhammadiyah di kabupaten Sorong. Kegiatan pelaksanaan ini sangat penting diselenggarakan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Kemuhammadiyahan dan menjaga keberlangsungan ORTOM Muhammadiyah sebagai wahana siswa berlatih menempa diri menjadi kader Muhammadiyah karena dengan dua hal ini siklus kaderisasi di sekolah akan berjalan optimal sesuai harapan persyarikatan Muhammadiyah.