Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Rajutan pada Kriya Seni Handmade Aliva Rosdiana; Kukuh Dwi Wijanarko
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni handmade merupakan hasil seni kerajinan tangan yang dibuat oleh manusia. Motif rajut berpengaruh terhadap keestetikan kriya seni. Mochilla adalah salah satu kriya seni motif rajut handmade yang memiliki motif warna dan garis berestetika. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan makna kriya seni handmade yang terdapat pada rajutan.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif karena metode ini dianggap sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa makna kriya seni rajut secara holistic. Kini produk rajut handmade sudah menjadi trend bagi kalangan tertentu yang memahami seni handmade. Kriya seni rajutan muncul ketika perajut menitikberatkan keterampilan tangan disertai fungsinya untuk mengolah benang menjadi produk yang berestetika dan bermakna bagi para penjiwa seni seperti tas rajut mochilla dengan motif sarat makna keindahan, baju rajut handmade, dan lain-lain. Budaya lokal pun turut berpengaruh dalam pembuatan kriya seni rajut sebagai bentuk pelestarian warisan budaya. Namun budaya pop lebih banyak berpengaruh di masyarakat. Kriya seni produk rajut handmade selalu berubah-ubah seiring dengan perkembangan zaman sehingga selera manusia terhadap perubahan seni pun turut tergeser.
THE USE OF MIND MAPPING BOARD (MMB) TO IMPROVE SPEAKING ABILITY IN FACING INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 Olyvia Revalita Candraloka; Aliva Rosdiana
Edulingua: Jurnal Linguistiks Terapan dan Pendidikan Bahasa Inggris Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/edulingua.v9i1.3085

Abstract

This study aims at seeing the effect of students’ ability in speaking using Mind Mapping Board (MMB).  There are 30 students who consists of 14 female and 16 male students at seven grade of one of Junior High School Kudus. The data collection is collected by interview, observation, questionnaire, and test. The research design used was Quasi Expreriment. It is used to know the effectiveness of MMB using two treatments, namely pre-treatment and post-treatment. By mind mapping, the ideas will be elaborated well and organized into framework of mapping. MMB is a media used to help students to extend their creative ideas and help them to be able to communicate. Communication skill plays an important role in supporting the 4.0 industrial revolution. Finally, MMB media is an effective way for students to organize concepts and ideas to support their speaking skills and prepare communication skills in the era of industrial revolution 4.0. 
Gerakan Literasi Menulis (GLM) Berbasis Digital Bagi Guru-Guru Se-Kabupaten Jepara Aliva Rosdiana; Aan Widiyono; Milkhaturrohman Milkhaturrohman; Nia Nur Lailiyah
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.241

Abstract

Gerakan literasi menulis membutuhkan seorang guru sebagai fasilitator dan motivator dalam meningkatkan program literasi di dunia pendidikan. Terdapat berbagai permasalahan plagiarisme dalam sebuah tulisan pada guru-guru di Jepara. Selain itu, minat guru masih belum optimal dalam menulis dan kurangnya akses media sehingga keterampilan menulis rendah. Tujuan PkM adalah meningkatkan keterampilan berpikir, membaca, dan menulis sehingga menghasilkan karya yang orisinil. Metode Pengabdian ini yaitu kerja sama kemitraan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan dengan tahapan sosialisasi, pelatihan menulis, dan klinik review hasil penulisan. Solusinya dan target pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis guru-guru se Kabupaten Jepara dan megkompilasinya menjadi buku ber-ISBN dan berbasis digital (QRCode). Hasil pengabdian ini diperoleh bahwa, 1) guru yang terlibat pelatihan telah memberikan kontribusi dalam mengirimkan hasil opini dan cerita inspiratif yang akan dijadikan sebuah buku rampai; 2) Hasil cek plagiasi turnitin buku rampai sejumlah 26%, sehingga sudah layak untuk diterbitkan; 3) Kemampuan menulis guru bertambah dari hasil tes awal rata-rata 64,75% menjadi 79% pada rata-rata tes akhir sesudah pelatihan. Dengan hasil tersebut, disimpulkan bahwa kegiatan PkM GLGM berjalan dengan efektif dan sesuai dengan rencana yang diharapkan.
CAPASITY BUILDING GURU RA ASY-SYAFI’IYYAH PEKALONGAN JEPARA MELALUI EDUKASI APE SOFTBOOK (BUKU BANTAL) BERBAHASA INGGRIS DARI SPONS ATI Santi Andriyani; Aliva Rosdiana; Ariyanto Ariyanto
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.169 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.75

Abstract

Educational Gaming Device, or  Alat Peraga Edukatif (APE) is a media which should be mastered by teachers in teaching learning activities for young learners. By using APE, it gives advantages for children in developing their motoric abilities, concentrations, and also their ability in language and knowledge. Based on the result of observation and interview to one of teachers in RA Asy-Asfi’iyyah in Pekalongan Jepara, the priority of problems is the weakness of teachers in creating APE. The aim of this community service activity was to give training skills to teachers dealing with APE specifically in creating English soft-book from sponge sheet. The method used was  preparation, implementation, and evaluation. The results of this dedication are: (1) the teachers know  the strategy of how to teach joyful learning (2) the teachers were also able to make English soft-book well through four steps, i.e drawing, cutting, sticking, and compiling become a book ,(3) the teachers are able to apply the APE in teaching and learning processess.Keywords: Capacity Building, Teachers of Kindergarten, Young Learners, Educational Gaming Device, soft book. ABSTRAKAlat peraga edukatif (APE) merupakan media yang harus dikuasai oleh guru dalam proses belajar mengajar bagi anak usia dini. Dengan menggunakan APE, maka akan memberikan manfaat bagi anak yaitu melatih motorik, melatih konsentrasi, dan juga melatih bahasa dan wawasan anak. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan salah satu guru RA Asy- Asyfi’iyyah di desa Pekalongan, maka prioritas permasalahan adalah lemahnya guru dalam membuat APE. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan keterampilan kepada guru mengenai APE berupa buku bantal berbahasa Inggris dari spons ati. Adapun metode pelaksanaanya adalah mulai tahapan persiapan, pelaksanaanya sampai evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah: (1) para guru mendapatkan pengetahuan mengenai strategi mengajar yang menyenangkan; (2) para guru juga dapat membuat buku bantal berbahasa Inggris dengan baik melalui tahap menggambar, menggunting, menempel, dan menyusun buku; dan (3) para guru dapat mengaplikasikan APE tersebut dalam pembelajaran di kelas.Kata Kunci: Capacity building, Guru RA, Anak usia dini, Alat peraga edukatif, Buku bantal.
Interpreting The Uniqueness of Jepara Javanese Language As Cultural Identity in order to Preserve Local Wisdom (A Study of Dialectology) Aliva Rosdiana; Olyvia Revalita Candraloka
ELITE JOURNAL Vol 5 No 2 (2023): ELITE JOURNAL: Journal of English Linguistics, Literature, and Education
Publisher : ELITE Association Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpreting Jepara Javanese dialect aims at preserving local language inherited by Javanese society in language conversation as a study of dialectology. The uniqueness of Jepara Javanese language has differently varying social context from other Javanese language outside Jepara and specific functions of language to convey cultural identity that cannot be found outside Jepara due to distinctive Javanese language used. It is a descriptive qualitative research with phenomenological thinking strategies to reveal various meanings reflected from verbal of the people in Jepara which contain local wisdom in it. People, verbally, produce local languages with particular “ngoko” dialects to communicate each other. The dialect gloss of “ngoko” used are such as nderok, gene, watake, luru, mberuh, makno, etc. Finally, Jepara Javanese language becomes cultural identity for speakers of a given language with their own characteristics to preserve local language wisdom through social behavior. Keywords: dialect; dialectology; local language wisdom; Jepara Javanese language; cultural identity
THE TORCH WAR TRADITION AS A MEDIA OF INTRODUCING LOCAL WISDOM FOR BIPA STUDENTS Aliva Rosdiana; Olyvia Revalita Candraloka; Haryanto Haryanto; Hayu Dian Yulistiati; Aprilia Riyana Putri
Edulingua: Jurnal Linguistiks Terapan dan Pendidikan Bahasa Inggris Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/edulingua.v10i1.5205

Abstract

The Torch War, as part of the Jepara culture, is a traditional ceremony held in the village of Tegalsambi, Tahunan, Jepara. Through cultural-based BIPA learning media, foreign students who learn Indonesia is expected to be closer to know about multiculturalism in Indonesia. This study uses a qualitative descriptive method through an anthropolinguistic approach to examine the culture and history of the Torch War as its object through an interview process through engaging, skilled, recorded and note-taking techniques The result of the study found that through cultural portraits, BIPA students have insight into the culture and beliefs of the Javanese people, especially the people of Tegalsambi Village, Jepara through meaning of symbols used in Torch War ceremony. The offerings used in Torch War ceremony symbolized were buffalo head, Sega Golong, Tumpeng kuning, Kupat, or ketupat, Dekem or Ingkung Ayam, Bubur abang Putih, Arang-arang Kambang, Jajan Pasar, Pisang Raja (Plantains), and Kembang. The sparks from the torch and symbols used in offerings are believed to avert harm and bring health. The symbols used in offering, BIPA students engages deeper existing local heritages and appreciating it as Indonesia’s national wealth through values, such as tolerance, affection, mutual cooperation, andhap ashor, humanity, respect, etc. Keywords: Torch War; Literature; Culture; BIPA; Diversity; Anthropolinguistics 
Upaya Menulis Kreatif Bagi Guru dalam Gerakan Literasi Guru Menulis (GLGM) Aliva Rosdiana; Aan Widiyono; Milkhaturrohman Milkhaturrohman; Nia Nur Lailiyah
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2023): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v5i2.7880

Abstract

Menulis kreatif merupakan upaya pengungkapan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan. Guru sebagai fasilitator dan motivator dalam mendukung dan meningkatkan program literasi di dunia pendidikan niscaya harus menghasilkan karya tulis kreatif. Namun, kendala yang dihadapi di lapangan adalah masih banyak plagiarisme dalam tulisan guru-guru di Jepara. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas menulis bagi para guru di Kabupaten Jepara melalui Gerakan Literasi Guru Menulis (GLGM) yang terintegrasi dengan kemampuan membaca dan menyimak sehingga menghasilkan karya tulis kreatif serta orisinil. Metode kegiatan ini yaitu pelatihan dan pendampingan mitra dengan tahapan sosialisasi, pelatihan menulis, dan klinik review hasil penulisan. Melalui metode kerja sama kemitraan bersama Forum Literasi Jepara, solusi dan target kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis kreatif bagi para guru di Kabupaten Jepara dalam buku bunga rampai berISBN. Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh bahwa para guru dilibatkan untuk berkontribusi dalam penulisan kreatif yang akan dikompilasi dalam buku bunga rampai; hasil tulisan kompilasi para guru telah dicek plagiasi turnitin dengan persentase keunikan 74% sehingga layak untuk dipublikasikan; dan setelah diberikan tes evaluasi diperoleh kemampuan menulis guru meningkat dari hasil awal 64.75% menjadi 79% setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan. Kata Kunci: menulis kreatif, Gerakan Literasi Guru Menulis (GLGM), Forum Literasi Jepara.
FOSTERING DIFFERENTIATED INSTRUCTION BY SCHOOL-BASED COMMUNITY SERVICE TO CONTRIBUTE TEACHERS’ PROFESSIONAL DEVELOPMENT Aliva Rosdiana; Haryanto Haryanto; Olyvia Revalita Candraloka; Hayu Dian Yulistianti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i1.11381

Abstract

Differentiated instruction is a new paradigm curriculum especially conducted by teachers of MA Miftahul Huda Bulungan Jepara. Curriculum is innovated to essence independent learning conducted by teachers and students in learning process. School-based community has several opportunities for teachers and students to be innovative in implementing the Merdeka Curriculum Program. This school based-community service activity is aimed at providing knowledge to teachers and stakeholders at MA Miftahul Huda Bulungan Jepara, and training teachers and stakeholders at MA Miftahul Huda Bulungan Jepara by fostering differentiated instruction in order to contribute teachers’ professional development. The activity employed includes expository, Q&A, demonstration, and discussion. The result of school-based community service activity after getting post-test conducted to 17 teachers and stakeholders is that 72% teachers as participants claimed having knowledge and skills improved. Besides, the score average of post-test given was higher than the average score of pre-test of 49. Most teachers expected a sustainable mentoring program as the follow-up of school-based community. Keywords: differentiated instruction; school-based community service; MA Miftahul Huda Bulungan Jepara; Merdeka Curriculum Program
SPEECH ACT ANALYSIS OF MAIN CHARACTER IN THE SUPER MARIO BROS MOVIE Ravi Al Bany Halqi; Aliva Rosdiana
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol. 7 No. 3 (2024): VOLUME 7 NUMBER 3, MAY 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding language meaning is crucial in communication. Speaker employs speech acts and interlocutors to do what they want to do using appropriate language and manner in particular context.  This study is aimed at investigating speech acts and language functions employed by main character in the Super Mario Bros movie. The method used in this study is socio-pragmatic with qualitative descriptive approach. The relationship between main character and other characters are investigated to gain how language function implied in speech act through utterances. The data collection used involves watching movie, transcribing utterances, and identifying data. The steps to data analysis involves classifying, reducting data, and analyzing data. The result illustrates that there are 125 data of speech acts found in Super Mario Bros movie which involves 125 utterances contains 52 data of assertives (42%), 2 data of commissives (2%), 61 data of directives (48%), and 10 data of expressives (8%). The most dominant speech act found is directive speech act. It indicates that the tendency of asking questions and begging is frequently found since the main character in Mario Bros movie used to produce these utterances.
Sosialisasi dan Pendampingan Bagi Orang Tua dan Guru Sebagai Solusi Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Aliva Rosdiana; Dina Amalia
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 5 No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v5i2.2291

Abstract

Permendikbud No. 1 tahun 2021 pasal 31 ayat 3 menyatakan dihapusnya tes baca, tulis, dan hitung dalam syarat penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SD/MI. Namun beberapa sekolah masih menerapkan syarat ini khususnya pada kemampuan anak membaca karena dianggap sebagai satu-satunya bukti keber­hasilan belajar. Guru dan orang tua belum memiliki strategi yang tepat dalam membimbing proses pembelajaran membaca bagi anak. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah sosialisasi dan pendam­pingan bagi guru dan orang tua sebagai solusi untuk meningkatkan kemam­puan anak membaca dengan menggunakan media cerita bergambar di Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Ilman Nafi' Kabupaten Kudus. Metode pengabdian ini berupa sosialisasi dan pendampingan. Sosiali­sasi berupa penyuluhan mengenai strategi mengajarkan membaca melalui media cerita bergambar (pictorial story) kepada guru dan orang tua. Pendampingan yang dilakukan berupa praktek guru dan orang tua mengajarkan anak membaca dengan media cerita bergambar (pictorial story). Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi kunjungan lapangan, wawancara, sosialisasi, pendam­pingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diperoleh peningkatan pengetahuan mengenai strategi cara membimbing anak membaca dengan menggunakan media cerita bergambar (pictorial story) bagi guru dan orang tua. Hal ini terlihat dari sebelum sosialisasi materi dengan angket skor 15% meningkat menjadi 80% pada angket setelah diberikan materi.