Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Ronggeng Sebagai Seni Tradisi Di Kabupaten Pangandaran Nina Herlina Lubis; Undang Ahmad Darsa
PANGGUNG Vol 25 No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v25i1.16

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian kepustakaan dan lapangan mengenai potensi sosial, ekonomi, politik, dan budaya Kabupaten Pangandaran yang dibiayai oleh Dikti tahun Anggar- an 2014. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana sejarah seni ronggeng itu? Apakah penyajian seni ronggeng tersebut mengalami perubahan dari waktu ke waktu? Bagaimana upaya pemerintah dalam melestarikan seni ronggeng? Untuk menjawab pertanyaan itu, metode penelitian yang dipergunakan adalah metode sejarah karena penelitian ini dilaku- kan dalam perspektif historis. Dalam implementasinya, metode sejarah meliputi empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk keperluan analisis, tulisan ini dileng- kapi dengan konsep dan teori kesenian yang relevan dengan permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awalnya, kesenian ronggeng menunjukkan sifat sakral karena terkait dengan kepercayaan samanisme dan dalam perkembangannya, bergeser menjadi bersifat profan. Unsur-unsur negatif yang melekat dalam kesenian ronggeng, secara perlahan dihapus atau diubah sehingga dipandang tidak lagi melanggar norma sosial. Kata kunci: Pangandaran, ronggeng, sejarah, kesenian tradisional
BUTIR-BUTIR PANCASILA DALAM NASKAH SUNDA KUNO ABAD XVI MASEHI Sumarlina, Elis Suryani Nani; Darsa, Undang Ahmad; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Husen, Ike Rostikawati
Sosiohumaniora Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v23i3.24420

Abstract

Naskah sebagai dokumen budaya, sampai saat ini belum begitu dikenal oleh masyarakat secara menyeluruh. Padahal isi yang terkandung di dalamnya bisa dikaji dari berbagai disiplin ilmu secara multidisiplin. Salah satunya naskah Sunda yang mengungkap butir-butir Pancasila, yang bermanfaat untuk ilmu sosial politik, ilmu hukum dan ketatanegaraan, maupun ilmu komunikasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa Pancasila sebagai landasan hukum NKRI masih tetap kokoh hingga kini, dan senantiasa bersemayan dalam denyut jantung serta nadi setiap insan masyarakat Indonesia, meskipun beberapa kali diuji eksistensinya. Itu sebabnya, kita senantiasa mengenang hari lahir dan kesaktian Pancasila. Tulisan ini bertujuan mengungkap gagasan butir-butir Pancasila yang terungkap dalam naskah Sanghyang Siksakanda ‘Ng Karesian (SSK), Amanat Galunggung (AG), dan Sanghyang Raga Dewata (SRD). Metode penelitian yang digunakan deskriptif analisis komparatif serta kritik teks, historiografi tradisional, dan hermeneutik, untuk mengungkap gagasan Pancasila yang terpendam dalam naskah Sunda Kuno abad XVI Masehi. Butir-butir Pancasila dijabarkan melalui Panca Tata Gatra, terdiri atas:  1) Percaya kepada Sang Pencipta yang menguasai alam semesta;  2) Tindakan dan perilaku manusia yang harus adil, bijaksana, dan beradab;  3) Unsur  alam semesta, yakni tanah, air, angin, cahaya, dan angkasa, yang harus bersatu; 4) Perekonomian  diimplementasikan melalui mata pencaharian hidup sebagai  petani, ahli perang, bangsawan termasuk alim ulama, dan  raja/pemimpin pemegang tahta kekuasaan; dan 5) Tiga penentu kebijakan dalam keadilan berbangsa dan bernegara. Panca Tata Gatra dimaksud, sejalan dengan kelima butir Pancasila yang kini digunakan sebagai dasar negara Republik Indonesia.
Menukil Bagian Naskah Babad Awak Salira: Nasihat Antarsaudara dan Sistem Konvensi Pupuh Pucung Arisandi, Isep Bayu; Darsa, Undang Ahmad; Ikhwan
Tambo: Journal of Manuscript and Oral Tradition Vol. 3 No. 1 (2025): Tambo
Publisher : Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/tambo.2025.9262

Abstract

Manuscript Babad Awak Salira (BAS) is one of the manuscripts in Tatar Sunda that contains ethical values. One of the ethical values is contained in the pucung regarding the recommendation to maintain sibling harmony. Furthermore, the use of pupuh pucung convention in the BAS text shows an intertextual connection with the Javanese pocung form. Therefore, this paper focuses on two main issues: the system of literary conventions and the moral advice concerning sibling relationships. It seeks to answer two key questions: 1) What are the ethical values embedded in the pupuh pucung section of the BAS manuscript? And 2) To what extent does the pupuh pucung convention in BAS intersect with the Javanese pocung tradition? In line with these issues, the aim of this study is to uncover the ethical content of the pupuh pucung section in BAS and to analyze the intersection between the pupuh pucung and pocung literary conventions. This study employs a comparative descriptive-analytical method and incorporates philological approaches for the transliteration and translation of the text. The analysis reveals that the ethical content in the pupuh pucung section emphasizes the role of elder siblings within the family as stand-ins for parental figures. In terms of its literary convention, pupuh pucung in BAS tends to adopt the characteristics of the Javanese pocung form. However, the characters and values expressed remain consistent with Sundanese cultural traits. Moreover, the role of elder siblings is highlighted as one of nurturing and protecting their younger siblings, thereby fostering familial harmony.
Mengungkap Makna Sejarah Nama Tempat: Studi Toponimi dan Pengaruh Kolonial di Asia dalam Manuskrip Serat Ngelmu Bumi Asia 1860 Sumarlina, Elis Suryani Nani; Pawestri, Wening; Darsa, Undang Ahmad; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Sudardi, Bani; Rasyad, Abdul
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i2.29934

Abstract

The study of toponymy and colonial influences in Asia in the SN manuscript is useful for making significant contributions to the understanding of toponymy, colonial influence, and historical context in Asia, especially through the lens of the Serat Ngelmu Bumi Asia 1860 manuscript. The purpose of this study is to analyze the history of place names that have been influenced by colonialism. Which places are written in the SNBA manuscript, namely a manuscript containing the geographical conditions of the Asian continent in 1860.  The methods used in this study are literature study, philological research methods, and toponymy studies. The results of this study indicate that place names in Asia, especially those recorded in the SNBA manuscript of 1860, reflect significant colonial influence. Many place names recorded in the SNBA manuscript, such as India Depan, India Belakang, and Ceylon, show changes that occurred due to decolonization and foreign cultural influences. Changes in place names often reflect the dominance and political interests of the colonizers. The colonizers used new names or changed place names to show their power. The use of foreign languages ​​in place naming, often derived from the language of the colonizer, influences the way place names are identified and used.
Existence of Sundanese Manuscripts as a Form of Intellectual Tradition in the Ciletuh Geopark Area Darsa, Undang Ahmad; Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v8i2.369

Abstract

The variety of Sundanese manuscripts are still scattered in individual communities, as well as those already stored in various libraries and museums in West Java. The Sundanese script is still stored in the Ciletuh Geopark, Sukabumi District. This research is interesting because of the discovery of several manuscripts around the southern Sukabumi area, especially at Surade, Ciemas, and Jampang Kulon areas. Descriptive method of comparative analysis that was used trying to describe the data in detail and thoroughly, analyze it carefully, and compare those target accurately between several texts studied. While the method of the study in the form of text critique method, referred to the method of a single script, through the standard edition. The method of content review used the method of cultural studies, which reveals the existence and function of the script pragmatically in the community, especially in the Ciletuh Geopark. The results of the research can be considered as "the documents and local wisdom of Sundanese culture", which deserves to be addressed wisely in the hope that the content contained in it is able to reveal the history of the life of Ciletuh Geopark, either through written tradition, folklore, and culture.
Naskah Catatan Harian Abdul Mugni dan Abdul Fatah sebagai Sumber Historiografi Malangbong Garut (1933 – 1990) Nurussalam, Kiki; Darsa, Undang Ahmad; Sopian, Rahmat
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.67703

Abstract

Dengan menggunakan tinjauan filologi dan historiografi, tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan deskripsi naskah dan kritik teks Catatan Harian Abdul Mugni dan Abdul Fatah serta mengidentifikasi ungkapan sejarah perkembangan Malangbong Garut tahun 1933 – 1990 yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dari hasil wawancara dan studi pustaka. Dikarenakan naskah ini belum pernah digarap dan disalin, maka metode kajian filologi yang digunakan adalah metode terhadap naskah tunggal edisi standar. Hasilnya, dalam teks naskah catatan harian ini ditemukan beberapa kasus salah tulis yang disebabkan oleh kesalahan dalam menuliskan kosakata yang berasal dari bahasa asing seperti Belanda dan Arab. Di dalamnya banyak rekaman informasi sejarah seperti Kudeta Makkah 1979, masuknya program listrik masuk desa, fenomena pergi haji, keluarga berencana, dan lain sebagainya. Dengan demikian, naskah ini dapat mengungkap sejarah perkembangan unsur-unsur budaya masyarakat Malangbong, Garut dalam kurun waktu 57 tahun berdasarkan perspektif masyarakatnya sendiri.Kata kunci: naskah, catatan harian, filologi, historiografi, Malangbong
Keterjalinan Jampé, Jangjawokan, dan TOGA dalam Naskah Mantra Pengobatan: Peran dan Fungsinya di Masyarakat Adat Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Darsa, Undang Ahmad
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i1.3916

Abstract

A Sundanese manuscript, created by the ancestors' inventiveness, is a cultural document containing local wisdom. The Medical Mantra Manuscript is one of them. It reveals the truths of numerous TOGA as well as the presence of mantras in an effort to overcome and cure various diseases in society. Sundanese Mantra is classified into the following categories: ajian, asihan, jampé, jangjawokan, pélét, rajah, and singlar. This research, however, solely looks at the interweaving of the texts of the Mantra Jampé and Jangjawokan with TOGA, whose duties and functions are still practiced by indigenous peoples in West Java and indigenous Baduy people in Banten. The descriptive analysis research method was used. Involve philological study methods, both codicological and textological, literary studies, and cultural studies, so that the results are helpful and serve as a literacy reference for other disciplines. The utilization of plant species, functions, dosages, methods of processing, and treatments done accompanied by the recital of'mantras' in the text of the Medicinal Manuscripts demonstrates the relationship between Jampé and Jangjawokan and TOGA. The findings of this study are expected to be valuable not only for literature and philology, but also for public health, pharmacy, nursing, medicine, communication science, literature, anthropology, and culture in general.
Etika berpolitik pemimpin masa lampau berbasis naskah Sunda Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Darsa, Undang Ahmad
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.58838

Abstract

Benar  adanya apabila dikatakan bahwa banyak kesulitan yang dihadapi dalam menggarap naskah-naskah  Sunda Kuno. Akan tetapi, harus disadari pula bahwa di dalam sebuah naskah Sunda kuno terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini.  Isi naskah Sunda Kuno mengungkap beragam ilmu yang bisa dijadikan sebagai referensi literasi bagi ilmu lain saat ini, yang berkaitan dengan  historiografi tradisional, toponimi, pandangan hidup, sistem pemerintahan atau pembagian kekuasaan, konsep kepemimpinan, etika berpolitik,  dan  unsur-unsur kebudayaan  lainnya, sebagai bahan dalam upaya menggali, identitas masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Dengan demikian, upaya penggalian dan penggarapan naskah-naskah kuno perlu dilakukan secara sungguh-sungguh, intensif,  dan berkesinambungan. Teks naskah Sunda kuno yang sangat menarik untuk dibahas dalam tulisan ini berkaitan dengan etika berpolitik para pemimpin atau raja-raja Sunda masa lampau, yang eksistensinya terungkap dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian, Fragmen Carita Parahiyangan, Amanat Galunggung, dan Sanghyang Hayu, yang ditulis pada abad ke-16 Masehi. Etika berpolitik raja-raja zaman dulu berkaitan erat dengan konsep kepeminpinan, sistem pemerintahan dan pembagian kekuasaan, serta karakter dari peminpin itu sendiri. Dikaji melalui metode penelitian deskriptif analisis, dan metode kajian filologi, komunikasi politik, historiografi tradisional, dan kajian budaya secara multidisiplin. Diharapkan mampu menungkap bagaimana etika berpolitik raja atau pemimpin Sunda masa silam, melalui naskah-naskah Sunda Kuno abad-16, yang akhirnya dapat membuka cakrawala dan wawasan ilmu pengetahuan bagi ilmu-ilmu lain secara multidisiplin.
FENOMENA TOGA BERBASIS NASKAH PENGOBATAN SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF PENYAKIT PENYERTA DI MASA PANDEMI COVID-19: FENOMENA TOGA BERBASIS NASKAH PENGOBATAN SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF PENYAKIT PENYERTA DI MASA PANDEMI COVID-19 Nani Sumarlina, Elis Suryani; Ahmad Darsa, Undang; Husen, Ike Rostikawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.4

Abstract

Naskah Sunda kuno sebagai warisan masa silam, belum begitu dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Padahal teks atau isinya penting untuk diinformasikan keberadaannya di masa kini, terutama yang berkaitan dengan tanaman obat keluarga (TOGA), manfaat, dosis, rahasia tatacara pemgolahan, dan tindak pengobatannya. Tugas filolog untuk menginformasikan kepada masyarakat, agar dapat dimanfaatkan oleh disiplin ilmu lain secara multidisiplin, khususnya naskah pengobatan yang berguna untuk mencegah dan menanggulangi penyakit penyerta yang dialami pasien Covid-19. Metode yang digunakan, deskriptif komparatif, dan metode kajian filologis, baik secara kodikologis maupun tekstologis dan kajian sosial budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beragam tanaman obat atau TOGA bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh, dan mengobati penyakit penyerta penderita. Hasil kajian ini berguna untuk bidang kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat, kedokteran gigi, keperawatan, pertanian, antropologi, dan leksikografi.
FENOMENA TOGA BERBASIS NASKAH PENGOBATAN SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF PENYAKIT PENYERTA DI MASA PANDEMI COVID-19: FENOMENA TOGA BERBASIS NASKAH PENGOBATAN SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF PENYAKIT PENYERTA DI MASA PANDEMI COVID-19 Nani Sumarlina, Elis Suryani; Ahmad Darsa, Undang; Husen, Ike Rostikawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.10

Abstract

Naskah Sunda kuno sebagai warisan masa silam, belum begitu dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Padahal teks atau isinya penting untuk diinformasikan keberadaannya di masa kini, terutama yang berkaitan dengan tanaman obat keluarga (TOGA), manfaat, dosis, rahasia tatacara pemgolahan, dan tindak pengobatannya. Tugas filolog untuk menginformasikan kepada masyarakat, agar dapat dimanfaatkan oleh disiplin ilmu lain secara multidisiplin, khususnya naskah pengobatan yang berguna untuk mencegah dan menanggulangi penyakit penyerta yang dialami pasien Covid-19. Metode yang digunakan, deskriptif komparatif, dan metode kajian filologis, baik secara kodikologis maupun tekstologis dan kajian sosial budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beragam tanaman obat atau TOGA bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh, dan mengobati penyakit penyerta penderita. Hasil kajian ini berguna untuk bidang kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat, kedokteran gigi, keperawatan, pertanian, antropologi, dan leksikografi.