Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Tekanan Konsumsi Digital, Pengaruh Influencer Keuangan di Media Sosial, dan Literasi Keuangan Digital terhadap Ketahanan Keuangan Generasi Z melalui Perilaku Pengendalian Konsumsi sebagai Variabel Mediasi Maria Yovita R. Pandin; Prayoga Ersya Kalimasadha; Marcell Diandra Zige
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11360

Abstract

Dalam era digital yang cepat berubah, Generasi Z menghadapi tekanan konsumsi digital yang tinggi akibat paparan iklan daring tanpa henti dan kemudahan akses platform. Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh tekanan konsumsi digital, influencer keuangan di media sosial, dan kemahiran fintech terhadap ketahanan finansial Generasi Z, dengan perilaku pengendalian konsumsi sebagai variabel mediasi. Generasi Z dinilai lebih rentan terhadap godaan konsumsi karena informasi komersial terus-menerus dan pengaruh influencer keuangan yang dapat berdampak positif atau negatif pada keputusan keuangan mereka. Studi kuantitatif ini mengumpulkan data melalui kuesioner terstruktur dari responden Generasi Z yang dipilih secara purposif. Analisis jalur digunakan untuk mengestimasi hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel, termasuk efek mediasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan digital memberikan dampak positif signifikan terhadap ketahanan keuangan, sementara tekanan konsumsi digital berdampak negatif. Pengaruh influencer keuangan juga signifikan, namun sifatnya bergantung pada kredibilitas dan kualitas informasi yang disampaikan; influencer kredibel memperkuat literasi, sedangkan yang tidak kredibel memicu konsumsi berlebihan. Perilaku pengendalian konsumsi terbukti sebagai mediator efektif: ia memperkuat efek positif literasi keuangan digital terhadap ketahanan finansial, dan meredam dampak buruk tekanan konsumsi digital. Uji signifikansi mediasi mengonfirmasi peran tersebut signifikan secara statistik. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan digital dan kemampuan mengendalikan konsumsi menjadi faktor kunci untuk memperkuat ketahanan finansial Generasi Z di tengah arus digitalisasi yang semakin masif dan kompleks. Program edukasi keuangan dan pelatihan pengendalian diri sangat diperlukan guna membekali mereka menghadapi tantangan ekosistem keuangan modern secara berkelanjutan.
Pengaruh ESG Disclosure, Profitability, dan Capital Structure terhadap Firm Value Melalui Financial Performance dengan Institutional Ownership sebagai Variabel Moderating Hanna Nelin Solossa; Maria Carolla Jenniver Ati; Junitha Djalil; Maria Yovita R. Pandin
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2188

Abstract

Studi ini dijalankan guna menganalisis dampak dari ESG Disclosure, Profitability, dan Capital Structure terhadap Firm Value melalui Financial Performance selaku variabel mediasi, serta melibatkan Institutional Ownership selaku variabel moderasi. Objek amatan berfokus pada emiten industri perbankan yang aktif di Bursa Efek Indonesia pada rentang tahun 2021 sampai 2024. Pendekatan penelitian yang diaplikasikan adalah kuantitatif memakai basis data sekunder yang dihimpun dari laporan tahunan, laporan keuangan publikasi, beserta laporan keberlanjutan. Penentuan sampel memakai teknik purposive sampling, yang menghasilkan keputusan 18 bank terpilih dengan total 72 amatan tahun perusahaan (firm-year). Pengolahan data dilakukan melalui statistik deskriptif, pengujian asumsi klasik, analisis regresi linear berganda berbasis analisis jalur, uji Sobel, beserta Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan instrumen SPSS. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa ESG Disclosure dan Profitability membawa dampak positif serta signifikan terhadap Financial Performance, namun Capital Structure didapati tidak memiliki pengaruh signifikan. Lebih lanjut, Profitability dan Financial Performance memperlihatkan pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap Firm Value. Sebaliknya, ESG Disclosure dan Capital Structure tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Firm Value. Melalui uji Sobel, dikonfirmasi bahwa Financial Performance bertindak memediasi secara utuh (full mediation) dampak ESG Disclosure terhadap Firm Value, memediasi secara sebagian (partial mediation) dampak Profitability terhadap Firm Value, serta tidak memiliki andil mediasi pada hubungan antara Capital Structure dan Firm Value. Pada pengujian moderasi, dipastikan bahwa Institutional Ownership secara signifikan mampu memperkuat kontribusi positif Financial Performance dalam meningkatkan Firm Value. Kesimpulan riset ini menegaskan bahwa capaian kinerja keuangan yang diiringi oleh mekanisme pengawasan intensif oleh investor institusi menjadi instrumen utama dalam menyalurkan pengaruh nilai fundamental keuangan dan non-keuangan menuju peningkatan Firm Value pada industri perbankan nasional.
The Effect of Cash Conversion Cycle, Sales Growth, and Financial Slack on Firm Value with Business Risk as a Moderating Variable Maria Yovita R. Pandin; Marsha Via Anantasya; Erlyana Rizkya Zalfa
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.1793

Abstract

This study aims to examine the effect of Cash Conversion Cycle, Sales Growth, and Financial Slack on Firm Value with Business Risk as a moderating variable in food and beverage subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. Corporate value serves as a critical benchmark that demonstrates market participants' views on a company’s operational efficiency and long-term potential. An empirical quantitative method was adopted, leveraging archival data gathered from published annual disclosures and financial statements. Through a selective sampling framework, a total dataset of 60 firm-year observations was compiled for evaluation. ypothesis testing was executed utilizing Moderated Regression Analysis (MRA). The empirical evidence demonstrates that sales growth significantly boosts corporate worth. Conversely, neither the duration of the cash conversion cycle nor the volume of financial slack exerts any meaningful impact on corporate valuation. Additionally, empirical results indicate that business risk fails to function as a moderating force across all tested relationships. These outcomes imply that when evaluating corporate worth, market players tend to prioritize expansion in revenue streams over operational working capital agility or cash reserves.