Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Semantik dan Budaya dalam Lirik Lagu ‘Les Champs-Élysées’ Wardhaya, Almeyda Leonita; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis makna semantik dan mengidentifikasi unsur-unsur budaya yang tercermin dalam lirik lagu ‘Les Champs-Élysées’ yang diciptakan oleh Mike Wilsh dan Claude François, serta dipopulerkan oleh Joe Dassin pada tahun 1969. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan teori semantik dari Leech (1981) serta teori kebudayaan dari Koentjaraningrat (1985). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen dan analisis konten. Data yang dianalisis berupa lirik lagu "Les Champs-Élysées" dalam bahasa Prancis. Proses analisis mencakup identifikasi jenis makna semantik dan unsur budaya yang terkandung dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini didominasi oleh makna denotatif, konotatif, sosial, dan afektif, yang menggambarkan kehidupan sosial dan budaya di Paris. Selain itu, lirik lagu ini mencerminkan berbagai unsur budaya, seperti gaya hidup, seni, dan kebebasan, yang merupakan bagian dari identitas masyarakat Prancis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bahasa dan budaya.
Faktor-faktor Pemilihan Konsentrasi Français sur Objectifs Spécifiques pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Perancis UPI Tohaga, Puspa Auliani; Karimah, Iim Siti; Amalia, Farida
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.923

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor dalam pemilihan konsentrasi Français sur Objectifs Spécifiques (FOS) di antara mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis di Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam pemilihan konsentrasi mahasiswa harus menentukan pilihan yang tepat untuknya karena akan mempengaruhi proses pembelajaran serta tugas akhir mereka. Berdasarkan teori perilaku konsumen model Howard dan Sheth (1969), keputusan konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengaruh sosial, preferensi pribadi, dan pengalaman sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui angket dan wawancara dari 30 mahasiswa angkatan 2020. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor internal dengan indikator potensi diri, intelegensi, dan bakat memberikan peran penting dengan persentase sebesar 80%. Faktor eksternal dengan indikator keluarga, teman sebaya, dan kesempatan kerja juga berkontribusi dalam keputusan mahasiswa dengan persentase sebesar 71,67%. Faktor bakat adalah faktor paling dominan dengan persentase sebesar 82%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dari faktor internal dan eksternal membentuk keputusan mahasiswa dalam memilih konsentrasi FOS. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan konsentrasi agar dapat memilih sesuai dengan potensi, minat, bakat, serta tujuan karir mereka kedepannya.
Analisis Teknik Penerjemahan Amplifikasi Dalam Novel “L’appel De L’ange” Karya Guillaume Musso Adjie, Chelsea Senneza; Amalia, Farida; Racmadhany, Ariessa
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1774

Abstract

This study is motivated by the importance of translation techniques in preserving the meaning and nuances of literary works. It aims to analyze the use of amplification techniques in the novel L’Appel de l’ange by Guillaume Musso, translated into Indonesian by Yudith Listiandri. The focus is to identify the types of amplification techniques used and analyze their functions within the translated sentences. The study employs a descriptive qualitative method with purposive sampling to select sentences containing amplification techniques. Data were analyzed by categorizing amplification types—explicitation, addition, paraphrase, description, and footnotes—and examining their functions in context. Results show that explicitation is the most frequently used technique (125 sentences), followed by addition (31 sentences), paraphrase (19 sentences), description (18 sentences), and footnotes (6 sentences). These findings highlight the significant role of amplification techniques in influencing the simplicity and complexity of sentence structures in translation.
Analisis Strategi Penerjemahan Unsur Budaya Novel “Lelaki Harimau” Karya Eka Kurniawan ke dalam Bahasa Prancis Agustina, Teti; Hardini, Tri Indri; Amalia, Farida
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 3 (2025): Kode: Edisi September 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi penerjemahan unsur budaya dari novel “Lelaki Harimau” karya Eka Kurniawan dari bahasa Indonesia (Tsu) ke bahasa Prancis (Tsa). Penelitian ini berfokus pada mengidentifikasi strategi yang dominan digunakan dalam penerjemahan novel “Lelaki Harimau” serta menganalisis bagaimana strategi tersebut mempengaruhi unsur budaya pada bahasa sasaran (bahasa Prancis) dengan menggunakan teori Vinay & Dalbernet dan Newmark. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis data. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana strategi penerjemahan berdasarkan teori Vinay dan Dalbernet dapat mempengaruhi unsur budaya pada beberapa kalimat dalam novel “Lelaki Harimau” pada bahasa sasaran (bahasa Prancis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penerjemahan transposisi, modulasi, adaptasi, padanan deskriptif, padanan fungsional, dan padanan budaya sebagian besar digunakan untuk melestarikan makna dan nuansa pada budaya lokal. Penelitian ini memberikan pengetahuan secara teoritis dan praktis dalam strategi penerjemahan unsur budaya melalui karya novel “Lelaki Harimau” serta berkontribusi terhadap pengembangan strategi penerjemahan karya novel. Kata Kunci: Strategi Penerjemahan, Unsur Budaya, Lelaki Harimau
Analysis of translation strategies in the change of meaning in The Fairy Tale Les Souhaits Ridicules Asmarani Irawan, Hana; Amalia, Farida; Mulyadi, Yadi
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v4i3.1731

Abstract

This study investigates the semantic translation strategies employed in the meaning shifts of Charles Perrault’s fairy tale Les Souhaits Ridicules, translated into Indonesian. Utilizing a qualitative approach and Chesterman’s 1997 translation strategy theory, the research identified and classified semantic techniques including synonymy, paraphrasing, antonymy, converses, emphasis, distribution, and hyponymy shifts. Analysis of 92 data points conclusively revealed  that paraphrasing (43.48%) and synonymy (27.17%) were the most prevalent strategies, with emphasis shifts also significantly present (17.39%). These findings indicate that meaning shifts are executed functionally and adaptively, aiming to preserve acceptability and readability for young Indonesian readers without compromising the story’s moral message or narrative essence. By comparing these results with prior studies, this research offers a substantial contribution to the exploration of semantic strategies in children’s literature translation, underscoring the importance of translator flexibility and cultural sensitivity. The study’s limitations, particularly its scope and singular focus on semantic strategies, provide clear directions for future research into cross-linguistic and cross-cultural translation within the fairy tale genre.
MAKNA PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM “GANG” KARYA JOHNNY HALLYDAY Herawati, Sri; Mutiarsih, Yuliarti; Amalia, Farida
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v9i1.25399

Abstract

Language is used to convey emotions both directly and indirectly in various forms. Literary works are one form of language, while songs combine literary and artistic elements by merging lyrics with melody. Today, songs have become one of the most popular forms of art, though many people do not fully understand the meaning behind them. The song lyrics in Johnny Hallyday's album “Gang” are used as the object of research to analyze their meaning, focusing on Djajasudarma's theory of types of meaning. This research aims to analyze the types of meaning present in the song lyrics from the album “Gang” by Johnny Hallyday. A descriptive qualitative method is used in this study, with reading, note-taking, and literature study as data collection techniques. The results reveal 223 data points with 11 types of meaning. The 11 types of meaning found in the song lyrics of the album “Gang” include narrow meaning, broad meaning, cognitive meaning, connotative meaning, emotive meaning, referential meaning, construction meaning, lexical meaning, grammatical meaning, propositional meaning, and idiomatic meaning. Among these, lexical meaning is the most frequently appearing type. The findings of this study can be applied in semantics courses to help students understand how the theory of types of meaning is used in analyzing the meaning of a text, particularly in song lyrics, and also help learners expand their French vocabulary and gain exposure to French songs.
ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN FRANÇAIS DE L'HÔTELLERIE DALAM LAMANHTTPS://WWW.LEPOINTDUFLE.NET Adiani, Shakira; Karimah, Iim Siti; Amalia, Farida
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36789

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan dalam menemukan sumber materi pembelajaran Français de l’Hôtellerie yang seringkali menjadi hambatan dalam proses pembelajaran, terlebih bagi individu yang mempelajari bidang ini secara mandiri atau otodidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah laman https://www.lepointdufle.net dapat dijadikan sumber materi pembelajaran Français de l’Hôtellerie yang sesuai dengan acuan CCIP. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan 7 kriteria identifikasi materi berdasarkan teori Bérard (1990) dan tabel kesesuaian materi. Hasil analisis menunjukkan bahwa materi pembelajaran Français de l’Hôtellerie pada laman https://www.lepointdufle.net belum sepenuhnya memenuhi acuan CCIP, sehingga laman ini hanya disarankan untuk digunakan sebagai alternatif pembelajaran tambahan atau sebagai materi pendukung dalam mempelajari bahasa Perancis bidang perhotelan.
IMPLEMENTASI MEDIA EDPUZZLE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK TINGKAT A1 Lifyandara, Lifyandara; Amalia, Farida; Racmadhany, Ariessa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media Edpuzzle dalam pembelajaran keterampilan menyimak tingkat A1 CECRL Bahasa Prancis. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif desain one-shot case study, penelitian ini melibatkan 28 mahasiswa semester satu program studi Pendidikan Bahasa Perancis UPI. Pembelajaran dilaksanakan melalui empat tahapan yaitu persiapan media, pemutaran video, diskusi, dan evaluasi soal tes menggunakan Edpuzzle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dapat memahami materi pembelajaran dengan baik melalui media Epuzzle, hal tersebut ditunjukkan dengan rata-rata skor tes sebesar 92,85 yang termasuk kategori sangat baik. Hasil dari observasi menunjukkan 90% mahasiswa memperhatikan pembelajaran dengan baik dan mampu dengan mudah mengoperasikan media. Hasil angket mengungkapkan bahwa mayoritas 57,1% mahasiswa menyatakan bahwa Edpuzzle merupakan media yang interaktif dan membantu mahasiswa fokus dalam pembelajaran. Berdasarkan alasan-alasan di atas maka media Edpuzzle disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran keterampilan menyimak khususnya tingkat A1.
Daya Cipta Bunyi Onomatope sebagai Penggerak Narasi dalam Film Les Voisins De Mes Voisins Sont Mes Voisins Fika, Ignacia Fauziah; Mutiarsih, Yuliarti; Amalia, Farida
Lingua Susastra Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v6i2.474

Abstract

This study aims to analyze onomatopoeia in the French animated film Les Voisins de Mes Voisins sont Mes Voisins, focusing on the forms, structures, and functions of onomatopoeia in supporting the narrative. Given that most onomatopoeia studies concentrate on static media, such as comics or literature, this research introduces novelty by examining onomatopoeia within the dynamic audiovisual context of animated film. The study utilizes the onomatopoeia theory proposed by Enckell and Rézeau (2003) and applies a descriptive qualitative methodology using observation and recording techniques. The findings indicate that onomatopoeia can be classified based on the origin and type of sound, possesses three interrelated structural components, and functions significantly to reinforce atmosphere, clarify actions, and convey non-verbal messages. Theoretically, these findings contribute significantly to the fields of audiovisual and linguistics. Specifically, this research explicates the mechanism of onomatopoeia's interaction with visual narration to construct meaning, thereby expanding the understanding of onomatopoeia as an essential tool for strengthening the cinematic atmosphere and emphasizing non-verbal action/emotion within French animated film.
Analisis Perbandingan Teknik Penerjemahan Humor Verbal pada Takarir Film Intouchables (2011) dan Amélie (2001) Firman Surya Pranata; Farida Amalia; Dudung Gumilar
PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis Vol. 8 No. 1 (2025): PRANALA: Jurnal Pendidikan Bahasa Prancis
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pranala.v8i1.841

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan teknik penerjemahan humor verbal pada takarir film Intouchables (2011) dan Amélie (2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik-teknik penerjemahan yang digunakan dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mempertahankan esensi humor lintas budaya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis konten, data diperoleh melalui penyimakan dialog dan pencatatan sistematis dari kedua film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik seperti adaptasi, padanan lazim, dan reduksi sering digunakan untuk menyampaikan humor kepada audiens bahasa target. Pada beberapa kasus, teknik literal translation menyebabkan kehilangan konteks humor, sementara pendekatan adaptasi mampu menjaga relevansi budaya. Perbandingan antara kedua film menunjukkan bahwa Intouchables lebih banyak menggunakan metode penerjemahan semantik yang mempertahankan elemen budaya sumber, sementara Amélie cenderung menggunakan metode komunikatif untuk menjangkau audiens lokal. Kesimpulannya, pemilihan teknik penerjemahan yang tepat sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara makna asli dan adaptasi budaya, sehingga humor verbal dapat tersampaikan secara efektif kepada audiens lintas budaya.